Protected by Copyscape

Tag Archives: profesional

Dirty Old Man

Suatu hari pagi pagi sekali kita udah ngobrol sesama teman di luar teman kantor. yang dibicarain apalagi kalo nggak seputar masalah kerjaan lengkap dengan tokoh utamanya yang tentunya kita kenal…heee… jadi cowok maupun cewek sama aja kalo lagi ngumpul ya suka nggosip juga.

Read more »

Mengalah untuk menang (biar meneng?)

Pasti udah pernah denger pepatah ini khan? saya suka denger juga lirik lirik lagu cengeng yang mirip dengan pepatah diatas. Kalo dunia bisnis terus terang saya nggak tau apakah ini bagus, sedangkan di dunia pekerja agaknya ini malah bahaya menurut saya lho.

Saya ada cerita, sewaktu masih kuliah kami berempat berangkat ke singapura untuk melakukan management training. Satu wanita dan tiga laki laki. Sampai disana lumayan kaget juga dengan para senior yang galak galak dan bekerja dengan ritme yang cepat. Kayak di kejer hantu. Gak lagi rame tamu, sepi tamu pokoknya ritmenya cepet, kadang saya heran ini emang beneran sibuk atau sekedar jaim biar dikira sibuk.

Suatu ketika teman yang wanita ini melakukan kesalahan bersama teman barunya yang orang singapura dalam mengurus bill tamu. Seketika itu juga mereka berdua mendapat dampratan dari si supervisor, tapi respon yang didapat berbeda antara kedua wanita ini. Yang orang Singapura memberikan  argumen menyalahkan si teman kita ini sedangkan teman kita ini hanya tertunduk meneng (diam). Sewaktu curhat saya tanya kenapa nggak ngasi penjelasan waktu itu, dasar temen saya ini (maaf) jawa banget dia bilang “wes meneng waelah, ntar buntutnya malah tambah ribut, males aku.”

Setelah aksi meneng karena mengalah ini akhirnya bidang tugasnya jadi sedikit lebih ringan, dia ditugaskan dibelakang, mengurusi kebutuhan alat alat rstaurant. kayaknya emang lebih enak tapi kalo dilihat dari kacamata kompetensi, si wanita ini kelihatan sudah tidak kompeten, tersingkir dari persaingan.

Dua bulan berlalu, suatu ketika kami semua dihebohkan oleh berita bahwa teman kami itu diinterogasi oleh security hotel kami bekerja karena dituduh mencuri uang yang nilainya nggak masuk akal. 50 cent singapura saja! Yang melapor teman satu kamarnya yang orang Malaysia. Si cewek Malaysia ini emang terkenal belagu dan galak karena merupakan karyawan dan bukan trainee.

Teman kami tentunya tak mau mengakuinya, tapi setelah beberapa jam di tahan di kantor HR, akhirnya dia dibebaskan. kami pun menghampirinya dan menanyakan duduk permasalahannya. Lagi lagi dia tak tahan diinterogasi lama lama dan akhirnya mengakui yang bukan kesalahannya. Dia berujar “wes, males aku pada ribut ribut semua, biar cepet aja deh, aku iyain, lagian khan ilangnya cuman duit segitu.”

Gubrak! meneng – ngalah – meneng – ngalah, udah bisa diduga, akhirnya teman kami pun dipulangkan ke kampus dengan gelar tukang nyolong tak kurang dari  36 jam setelah kejadian itu. Para dosen sudah mengetahuinya dan menurut aturan yang berlaku setelah itu,  teman kita ini kudu dikeluarkan dari kampus karena memalukan nama  universitas.

Tapi dengan masukan dari kita sebagai teman temannya dalam menyelamatkan si teman cewek ini kepada dosen kami, akhirnya kampus mau membantu mencarikan tempat untuk training di dalam negeri dengan kompensasi waktu training yang telah terlewati harus di sambi dengan jam kuliah yang sebentar lagi akan dilaksanakan. Pagi kuliah, sore dari jam 3 sampai jam 11 malam training.

Meneng (diam) memang kadang mempercepat berhentinya masalah, tapi tidak dengan akibat kedepannya.

Nyuri kreditnya orang

Didalam dunia internet copas mencopas itu biasa, walaupun banyak blog memberikan disclaimer tentang “boleh copas tapi harus menyertakan sumbernya” pada kenyataannya tetep aja masih banyak yang copas. Buat saya kalo digituin sebenarnya agak keki juga tapi mengingat saya juga suka copas gambar, jadi saya relain aja.

Suatu ketika saya pernah iseng ngecek tulisan saya yang berbau tips di website copy scape itu dan kelihatan ada anak muda ganteng dengan pose lagi petenteng (basa indonesianya apaan yah) menceritakan tips bagaimana cara kuat minum alkohol tanpa mabuk yang notabene copasan dari blog ini. Saya mah cuman geleng geleng keki aja, tapi dalam hati saya ketawa juga, ntar kalo beneran diajakin minum trus gak sesuai dengan teorinya, bukannya malah diketawain..haaa.

Tapi bukan itu yang saya mau sharing, kali ini masih berkisar tentang kehidupan yang “katanya”profesional tetapi ternyata hanya bikin malu dunia profesional aja. Sharing aja agar berhati hati buat rekan rekan atau rekan saudara, atau teman yang akan bekerja di luar negeri.

Di suatu perusahan ada seorang teman manager yang jaim banget, kelihatan pinter dan berpengalaman. Kalo ngomong gak lepas dari kata-kata seperti ini “sewaktu saya di sana…caranya begini..”, “sewaktu di perusahaan A,B,C, saya biasanya..begini..begina..beginul..begindang…hahaha” pernah denger yang kayak gitu?

Suatu waktu, ada proyek baru dari big boss yang harus dilakukan oleh kita para bawahannya, teman ini dapat bagian ini, saya bagian yang lain. Suatu ketika sang teman berkunjung ke kantor saya dan menanyakan soal pekerjaan itu, dia sempet ngelihat kerjaan dan proposal yang saya buat dilayar komputer dan memberikan pendapatnya.

Besoknya di inbox saya, saya melihat emailnya yang ditujukan kepada big boss kami dengan tak lupa cc ke saya lengkap dengan attachmentnya. Saya lumayan kaget juga sewaktu melihat proposalnya, lha kok proposal yang notabene persis punya saya disertakan juga dalam laporannya lengkap dengan namanya yang mengklaim sebagai “prepared by”.

Semua orang pasti keki dan sangat gondok kalo di kerjain seperti itu, apalagi kalo beda kebangsaan, wuiih mungkin itu emosi bisa sampai di ubun ubun. Makanya, saya cuman mau cerita aja, kalo bekerja di luar negeri kudu siap siap dengan hal hal semacam itu agar nggak kaget trus gak bisa nahan emosi trus patah semangat dan ujung ujungnya nanti stress ingin pulang ke tanah air. Mau diajak berantem itu orang juga nggak ngaruh, kadang kita sebagai bangsa Indonesia lumayan minoritas dan suka gak ada power untuk itu. Mau debat debatan dalam bahasa inggrispun bisa bisa anda yang kalah cepat..haaaa. Makanya kudu belajar ngelmu boyin disini.

Akhirnya dalam kasus ini, si teman yang akhirnya malu(gak tau beneran malu nggak dia) setelah mendapat telpon dari saya yang mengatakan begini “Oii bro! the one that you’ve just sent it, I’ve send it to him earlier yesterday. Anyway you’ve got to be fast a little bit lah, if you want to copy mine..heee” dan telponpun saya tutup tanpa peduli suara diseberang sana.

Udah selesai? belon. Langkah selanjutnya anda kudu datang ke boss dan jelaskan tentang apa yang terjadi, kadang sang boss juga nggak ngeh siapa yang nyuri duluan, apalagi kalo si boss berbeda kebangsaan dengan anda dan malah satu kampung (ras maksudnya) dengan teman anda ini. Gunakan communication skill anda agar gak terkesan ngadu kayak anak kecil.

Gimana kalo nggak berani untuk klarifikasi? ya udah terserah anda. Tanggung sendiri akibat selanjutnya.