Protected by Copyscape

Pelacur auditor

Setelah berkecimpung dengan dunia perhotelan puluhan tahun lamanya dan sering pula di audit baik dari internal group maupun dari luar ternyata terdapat fenomena baru khususnya di bidang perhotelan yang belum pernah di alami sebelumnya.

Mungkin saja hal ini sudah lazim di bidang bisnis yang lain, karena pada prinsipnya audit adalah evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau layanan yang dihasilkan. Tujuannya pun untuk melakukan verifikasi bahwa subjek yang di audit telah berjalan sesuai dengan standar, regulasi yang seharusnya.

Fenomena yang terjadi sungguh berbeda. Alih alih digunakan untuk evaluasi dan tujuan perbaikan malahan berubah menjadi penghakiman dengan tujuan mentargetkan individu tertentu. Ciri ciri nya adalah salah satunya adalah standar ganda yang diterapkan dengan mengindahkan keadaan atau kondisi dari property tersebut sehingga membingungkan dan terciptanya debat kusir yang tak sehat. Ciri yang lain adalah pemakain kata kata yang merendahkan dan jauh dari etika standar mengaudit yang benar, secara terang terangan memposisikan diri sebagai penyerang sekaligus hakim.

Hal ini tentunya bukanlah terjadi tanpa sebab. Mudah untuk dipastikan jika bukan berupa pesanan, si peng audit ini juga terang terangan mempunyai agenda tertentu berkolaborasi dengan pemesan.

Untuk para GM, OM, HM atau pemimpin unit usaha/hotel, jika dirasa anda tidak melakukan kesalahan fundamental yang berhubungan dengan keuangan ataupun operasional ada baiknya anda harus mempunyai kemampuan berkomunikasi dan pengendalian emosi dengan baik. Ingat jika sedang emosi jangan berusaha memutuskan saat itu, karena sejatinya andalah yang sedang diincar. Kesalahan administrasi aturannya adalah dikeluarkannya suatu rekomendasi dan diberi waktu perbaikan sampai adanya pelaksanaan audit kembali di waktu yang selanjutnya akan ditentukan.

Dalam buku ekonomi terkenal Freak Economics karangan Prof. Steven D Levitt dan Stephen J Dubner dalam studinya di Amerika, PSK jalanan cukup berat dalam mendapatkan uang, rata rata mereka mempunyai cara untuk bertahan hidup yaitu disebut boosting, roosting dan melacur. Boosting adalah mencuri di toko kemudian menjual barang curian tersebut. Roosting berarti membantu mengawasi situasi bagi geng penjual narkoba yang sedang menjajakan obat terlarang tersebut. Jika dihadapkan oleh ketiga pekerjaan tersebut, mana yang paling tidak enak menurut mereka? jawaban rata rata adalah Melacur, karena sesungguhnya menurut pengakuan secara mental mereka cukup tersiksa. Lalu bagaimana jika upah dari melacur ini dua kali lebih besar? apakah mereka mau mengulangnya? 100% jawabannya adalah β€œtentu saja!”

Dari hasil penelitian tersebut diatas anda sudah tahu harus apa khan? Bicaralah dengan bijak karena secara mental mereka sendiri cukup “tersiksa” jika harus melengserkan anda dengan cara cara seperti ini.

Ps. Silakan di share tetapi sertakan Sumber asli nya ya πŸ™‚

Standar kisaran gaji hotel budget, bintang 2 & 3

Di artikel sebelumnya yang dimana sangat ramai dikunjungi oleh teman teman pencari kerja atas standar gaji hotel bintang 3, 4 sampai bintang 5. Kali ini seiring dengan banyaknya hotel budget alias bintang 3 ke bawah maka dari itu ada perlunya juga jika saya harus membahas ini dikarenakan sistem organization chart nya akan jauh sangat simple. Mari kita lihat acuannya.

Hotel Budget yang akan dibahas disini adalah dengan kriteria sbb;

Total kamar kurang dari 100 kamar, hanya mempunyai fasilitas kamar dan 1 restaurant saja atau dengan tambahan kolam renang yang kecil (baca: seadanya). Kadang hanya yang dijual kamar saja. Tidak ada fasilitas restaurant apalagi kolam renang.

R&F UMK / UMK+ (yang ini harus karena peraturan pemerintah)
D    2.7 – 4 Juta
HM   7 – 15 Juta

Kok rinkes banget? ya beginilah kalo kerja di hotel budget, memang sistem nya dibuat efisien karena harga kamarnya hanya di kisaran 250.000 sampai 400.000 per kamar per malam nya. Bayangkan harga tersebut belum dikurangi pajak dan service charge sebesar 21%, jadi gak usah heran kalo gaji pun menyesuaikan.

JIka Bingung menentukan mana yang masuk kategori hotel budget, saran serampangan saya adalah jangan melihat kategori bintang dan brand/merk hotel tersebut. Cukup search aja di OTA seperti Agoda, Traveloka, Booking.com, dll harga dari hotel tersebut dan disitulah masa depan gaji anda jika bergabung di hotel tersebut. Karena banyak sekali sekarang ini hotel berbintang yang berharga hotel budget, jadi gaji staff yang ada di dalamnya pun pasti akan menyesuaikan dengan pendapatan hotel tersebut.

Dijual Hotel di Bali

Seperti pada ilustrasi tentang betapa sengitnya persaingan antar hotel untuk merebut market share di Bali ini pada ulasan article sebelum nya, ibarat peperangan ada yang menjadi pemenang dan juga ada yang akhirnya lempar handuk putih. Handuk putih disini pengertiannya bukan hanya karena faktor performance dari bisnis hotel tersebut tapi juga ada faktor lain yang mempengaruhi salah satu yang significant adalah ketidakmampuan owner hotel dalam membayar cicilan dari investasi ini.

Jadi walaupun hotelnya ramai occupancy nya tapi tetap tidak sesuai dengan harapan bahwa Nett Profit yang diharapkan jauh dari ekspetasi untuk pembayaran cicilan dari uang yang dipinjam di bank.

Maka dari itu banyak sekali hotel di Bali yang dijual, dari status tanah SHM maupun yang SHGB yang menyisakan 10 – 20 tahun lagi yang dijual dengan harga miring.

Untuk menjaga kerahasiaan informasi dan menghindari tuntutan dari pihak hotel / pemilik jika secara vulgar nama hotel dan spesifikasi detailnya disampaikan disini, maka dari itu jika anda seorang investor yang berniat mengakuisisi hotel di Bali dari hotel Budget, bintang 3, bintang 4 sampai bintang 5 dengan nilai diatas 1 Trilliun bisa menghubungi saya via email atau post khan di kotak komentar, akan saya hubungi kembali.


Tips Investors 1: Hindari membeli Hotel di tangan ke dua

Dari hasil perjalanan profesional saya, sudah biasa banget mendengar jika seorang Owner hotel masih mengeluhkan kenapa pendapatan nett dari hotel tidak dapat mencukupi untuk membayar cicilan hutang bank yang mereka pinjam. Helooo…..wake up, apakah ini keluhan beneran atau memang hanya ingin didengarkan. Entahlah hanya dia yang tahu.

Kalo dari perspektif psikologi hasil tatap muka, beberapa benar benar tidak tahu karena tawaran dari bank untuk selisih yang dipinjam cukup menggiurkan dan sulit untuk ditolak, apalagi ditopang oleh ilustrasi semu yang ditawarkan beberapa konsultan. Lengkaplah sudah. Confidence without clarity is Disaster.

Fenomena jaman sekarang, bisnis hotel yang menggila bak jamur di musim hujan sayangnya tidak ditunjang oleh feasibility study (FS) yang benar. Bahkan mayoritas tidak melakukan FS kecuali investor (baca Buyer) yang berasal dari Perseroan / PT yang bonafit. Mereka tentunya sangat hati – hati karena punya banyak orang profesional didalamnya.

Hotel layaknya real estate, dibeli senin minggu depan sudan di iklankan. Atau ada yang beli dan setelah 3 bulan terbengong bengong dengan kenyataan tak seindah hayalan. Akhirnya GM, management jadi amuk sasaran….heee…nasib dah. Diganti GM nya sampai 3x pun hasilnya tetap sama.

Sebagai Konsultan independen yang sering ketemu owner yang berkeluh kesah masalah ini, judul diatas hampir sudah pasti mereka paham betul kenapanya. Nah ini, kalo banyak yang belum tahu dan membaca tulisan ini ……… cukup hubungi saya.

Standar kisaran gaji Staff, Manager, GM Hotel Bintang 3, 4, 4+, 5

2bucks1Penentuan ini tidaklah mudah, selain UMK yang berbeda beda di setiap kota di Indonesia ini, jika dipaparkan pun banyak yang akan protes mengenai hal ini karena seperti judul diatas, bagaimana menentukan yang Bintang 3 dengan yang Bintang 3+ misalnya. Bintang 4 dengan Bintang 4+, atau bintang 5 kelas lokal atau yang kelas reputasi Internasional, semuanya perlu pengalaman dan hanya feeling yang bermain.

Komponen penentuannya sangat banyak dan beragam, tetapi lebih gampangnya begini, anda kudu sedikitnya tahu mengenai kualitas bahan bangunan yang digunakan oleh hotel tersebut untuk mengukur kualitas dari sebuah hotel yang di klaim berbintang ini. Bukan hanya sekedar besar bangunannya saja, apakah marmer nya asli atau print dari Cina, apakah memakai granit kualitas bagus atau hanya yang biasa saja atau hanya keramik kualitas rendah. Nah itu yang harus dipahami, karena itu menentukan kualitas investasi dari owner atas hotel tersebut. Beberapa hotel dibawah management hotel yang mumpuni tetapi kualitas hotelnya dan bangunannya minim. Selain itu lebih banyak bermain feeling aja dan maaf feeling ini makin tepat jika anda sudah banyak sekali pengalaman bekerja di hotel sehingga tidak salah mengestimasi.

Umumnya level di hotel dibagi berjenjang yaitu dari,

Read more »

Kejepit, terjepit ARR antara janji Management Company dan Realitanya

Pagi itu seperti biasa sewaktu mengispeksi salah satu Unit hotel saya mendapat curhatan dari seorang staff pool dan gardener kami, usia nya tak lagi muda, kerutan wajah si bapak sudah menghiasi wajahnya yang selalu menampilkan senyum dan semangat terbaik di setiap pagi saya bertemu dengan dirinya.

Si bapak mengeluhkan anaknya yang sudah bekerja di salah satu hotel berbintang di kawasan elit Nusa Dua bahwa sering anaknya mendapatkan perlakuan extrim dari perusahaan tempat si anak ini bekerja bahwa harus bekerja double shift alias 16 jam kerja dikarenakan kurangnya karyawan dan kurangnya pegawai di hotel tersebut. Selain itu banyaknya ‘Turn Over’ alias karyawan keluar masuk membuat karyawan yang bertahan harus sering mengalami “lembur paksa” tersebut. “Kalau sekali kali sih gak apa apa pak, tetapi ini bia terjadi sampai 6 bulan lamanya dan kabarnya Hotel ini sering sekali beralasan kekurangan karyawan dan memaksa karyawan tetap nya untuk bekerja lembur” keluhnya.

Read more »

Omong Kosong Sharing Occupancy berimbas ke STR?

Observasi sejak kepindahan saya ke Bali tahun 2016. Sewaktu di Bintan pun STR langsung datang ke hotel tempat saya bekerja untuk menanyakan langsung. Tetapi Hotel di Bali? bukan rahasia umum bahwa sharing occupancy sesama hotel sejenis dan dalam cakupan area yang sama sering dilakukan dan biasanya informasi ini di dapatkan oleh staff Front Office Malam/ Night Shift dan akhirnya pagi pagi sekali data tersebut akan tersaji di depan komputer anda atau dalam bentuk laporan cetak.

Jika kita mau sedikit iseng, setiap pindah hotel di Bali dalam kawasan yang berbeda sempatkan untuk datang ke hotel pesaing kalo perlu sampai menginap dan disana ada saja karyawan yang masih polos yang akan memberikan gambaran sesungguhnya tentang keadaan dan Average Roon Rate/ ARR mereka. Teknik menginterogasinya tidak perlu di ceritakan disini karena akan sangat bermacam macam dan menjebak. Setelah itu anda akan mendapati hal yang berbeda dengan informasi dari reception Night Shift anda. Salah siapa? yang jelas bukan salah staff anda yang memberikan data ini kepada anda.

Lalu apakah ini penyebab bertumbuhnya terus pembangunan hotel di Bali? sedangkan ratusan hotel di lain pihak kabarnya sedang dalam pengawasan Bank karena performa yang tidak seperti harapan? Ataukah data ini pun masuk ke lembaga terpercaya seperti STR Global yang menjadi benchmarking para pengusaha dalam menentukan langkah investasinya di dunia perhotelan? Entahlah saya tidak tahu (atau tepatnya tidak mau tahu) yang jelas kenyataan nya sudah seperti ini.Pengusaha Hotel Pusing tujuh keliling bahwa berbisnis hotel di Bali tak seindah harapan atau tak seindah janji janji Management Company/ Hotel Operator. Mengharapkan NPV? Ya mungkin itu jalan satu satunya kalopun Hotel nya cepat laku.

Ada baiknya dari pelajaran ini, at least jalanan dan restorant terkenal penuh dengan investor yang terbang dari daerah asalnya ke bali untuk menjual propertynya di Bali dan dilain pihak yang akan membeli nya pun bertemu dengan team yang tak kalah banyak jumlahnya. Lumayan lah mereka mereka ini bisa membangkitkan gairah perputaran ekonomi di Bali. Karena Jalanan Bali macet tidak semata didominasi oleh kendaraan Sales Hotel yang jumlahnya ribuan itu untuk turun sales call ke Agent Agent.

Ps. Jika membutuhkan Hotel Management yang terpercaya dan terjangkau dengan system terbaru di Indonesia bisa klik link disini

 

Jadwal Resmi Moto GP 2018

Berhubung saya juga Penggemar berat Moto GP sejak jaman 500 cc dan selalu lupa menaruh jadwal perlombaan nya selama 1 musim ini. Baru teringat ide kreatif yang lumayan telat kalo lebih baik jadwal tersebut di taruh aja di blog sendiri. Biar kalo nggak inget jam nya tinggal buka aja halaman ini.

Yang mau numpang lihat jadwal nya, mari kita cek jadwal nya bersama :

Read more »

Karma perusahaan: Jangan sekali kali meninggalkan kewajiban membayar Gaji

bisnis1Kisah nayata ini sangat mencengangkan sehingga saya terinspirasi menulisnya. Dalam belajar agama, saya diajari untuk selalu melaksanakan kewajiban tetapi tidak terikat oleh hasilnya karena apa pun hasilnya adalah bukan milik saya. Semua itu milik yang PUNYA dunia ini baik itu buruk maupun baik. Dia bagaikan langit yang tidak pernah menghakimi dan menerima apa yang ada atau samudera yang menunduk rendah tetapi memiliki segalanya.

Cerita nya company kami dalam masalah keuangan dan akhirnya harus di take over oleh bank, kesalahan siapupun itu yang penting kenyataan pahit seperti itu lah yang terjadi. Banyak karyawan yang harus di rumahkan karena tidak di perpanjang kontraknya, tetapi tidak satu pun yang dipecat sebelum masa kontrak berakhir.

Read more »

Persiapan membangun Hotel : Design, Feasibility Study

Dengan begitu banyaknya hotel yang dibangun di Indonesia ini ditambah banyak pengusaha “pemain baru” yang ingin pula berkecimpung di bisnis perhotelan dikarenakan kue pariwisata yang semakin menjanjikan membuat paradigma bahwa bisnis perhotelan adalah tidak serumit yang dibayangkan.

Kurangnya pengalaman ditambah rasa percaya diri yang besar dari para pengusaha ini sehingga tahapan tahapan seperti Feasibility Study yang benar tidak dilakukan, jika pun di buat itu pun bukan ahli independen yang membuatnya, jadi semua terbangun karena ego tanpa memikirkan konsekwensi yang akan ditanggung kelak. Yang dipikirkan hanya NVP dari nilai hotel itu kedepannya yang jikalau tidak untung pun dari segi operation tetapi pasti menguntungkan kalo di jual lagi. Owner lupa kalo pusing dan stress mengurus hotel yang tidak untung akan menimbulkan banyak dampak buat mereka sendiri. Di lain pihak, asset seperti Hotel tidaklah liquid dan tidak gampang di jual.

Read more »