May
10
2010
34

Komunis = Murah untuk Rakyat

Bulan mei ini banyak banget liburnya, dikamboja memang terkenal banyak hari liburnya sudah saya pernah bahas tahun lalu disini. Weekend kemarin kami pergi berlibur ke Vietnam, selain suntuk dengan kerjaan yang menyibukkan, juga banyak titipan dari keluarga di Indonesia.

02052010094

Vietnam yang mengklaim diri sebagai negara Socialist Republic memang terkenal selain jauh lebih maju dari Kamboja, living costnya juga lebih murah, barang barang murah, pengobatan juga. Banyak orang Kamboja ke Vietnam untuk berobat, karena profesionalitas yang lebih baik dan harga pengobatan yang lebih murah. Sedangkan Kamboja adalah negara kerajaan yang menganut Kapitalisme yang membuka pintu sebebas bebasnya untuk para investor.

Teman saya sakit dibawa ke rumah sakit di Kamboja dengan dokter dari Amrik (udah tua sih, mungkin buangan sana) nggak sembuh, baru pergi ke Vietnam dengan cost setengahnya malah sembuh. Makanya saya suka kasi tau teman teman Indo yang baru datang disini, kalo bisa jangan sakit disini, flu flu dikit ok lah. Sukur banget walau saya sudah 3 tahun disini belum (amit amit) jangan sampai ke dokter.

Oya, kami liburan bukan dalam rangka cek kesehatan, tapi emang liburan, kali ini saya mau mencoba liburan yang lebih merakyat. Kalo biasanya naik Taxi sekarang mau coba naik bus. Sebenarnya argo taxi juga gak mahal disini, walaupun BBM di Vietnam lebih mahal dari Indo (sekitar Rp.8000an) tapi taxinya sekali pantat nempel 10,000 dong atau Rp.5000 saja, tapi mau tau harga naik bus? jauh dekat hanya 3000 dong saja! alias Rp.1500 tapi kondisi busnya jelas beda donk dengan di Indo. Di negara dengan lambang bintang dan berkolaborasi dengan partai palu dan arit ini  tampang busnya mirip bus Damri kita tapi kondisinya bersih, karena dilarang makan dan minum, terus ber AC, dan ada flat screen TVnya! Kondekturnya cukup wanita saja. Disini gak ada preman walau kota Ho Chi Minh berpopulasi lebih dari 10 juta jiwa. Dulu sewaktu suka hang out, saya cukup kagum jika melihat wanita terlihat sendirian atau jalan berdua sesama wanita lainnya pada jam 2 pagi abis selesai kerja di restaurant, cafe tanpa ada rasa takut. Kalo itu terjadi di Jakarta? waduuh..udah diperkosa kali.
02052010092

kondektur
Lanjut cerita tadi, kami pergi naik bus untuk liburan ke tempat mirip Ancolnya Jakarta, namanya Damsen park, seperti yang anda duga, tiket masuknya juga merakyat banget dengan fasilitas hampir sekelas DUFAN. Tiket masuk hanya 40,000 dong saja alias Rp.20,000 atau $2 saja. Mau renang atau main air sekelas Waterboom  cuman Rp.35,000 saja. Di Indo, buat pembaca yang kebetulan tidak tinggal di Jakarta, untuk menikmati fasilitas ini setidaknya harus mempersiapkan dana lebih dari 4 kali lipatnya kecuali nunggu harga promo datang.

kolam ombak

Haahh, benernya masih banyak yang mau diceritakan, tapi entah kenapa saya jadi nyesek sendiri kalo ingat negara kita. Minyaknya berlimpah, gas juga, padahal kalo mau disosialisi penggunaan bahan bakar gas di negara kita (gak cuman Busway) kita yang bawa mobil bisa beli BBG setengah dari harga premium sekarang. Tambang juga berlimpah, tapi kok buat rakyat kecil semuanya serba mahal.

Yah, ini hanya sharing pengalaman saja. Anda jadi tau apa yang harus anda lakukan sekarang. Terutama yang masih muda.

Written by boyindra in: Experience, vietnam | Tags: ,
Feb
06
2009
40

Yuk, bermain insentif

insentif1Liburan emang enak diisi dengan baca buku selain jalan jalan bersama keluarga tentunya. Kali ini selain nemu bahan bacaan baru di blog orang lain juga gak kalah menariknya baca buku buku lawas.

Kali ini saya lagi membaca ulang bukunya ekonom muda Amerika Steven D lewitt yang salah satunya tentang peran insentif disegala bentuk permasalahan di kehidupan kita. Sangat menarik mirip mirip hubungan sebab akibat.

Menurut beliau, ilmu ekonomi akarnya adalah ilmu yang mempelajari insentif yakni bagaimana orang memperoleh apa yang dia inginkan, khususnya pada saat orang lain ingin atau membutuhkan hal yang sama. Ekonom tipikal biasanya percaya bahwa tidak ada masalah di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan dengan merancang insentif yang tepat. Meski solusi itu tidak selamanya indah, bisa melibatkan paksaan, penalti yang berlebihan bahkan pelanggaran terhadap kebebasan manusia. Namun masalah utama akan selalu dapat terselesaikan. Insentif bagaikan peluru, pengatur, kunci, bahkan dianggap sebagai obyek kecil dengan kekuatan dasyat untuk mengubah situasi.

(more…)

Written by boyindra in: Human Resources, business | Tags: , ,
Jan
22
2009
79

Ngelmu Boyin (jurus mabuk): Bertahan di kaleng ke 17

heineken2Bulan January ini saya namakan bulan pembawa berkah sekaligus bulan racun. lho alasannya? iya karena bulan January ini di Vietnam akan memperingati Tahun Baru Vietnam atau dikenal dengan istilah Tahun Baru ‘Tet’ karena mereka masih memakai sistim penanggalan Lunar atau Lunar kalender.

Karena menyambut Hari raya besar inilah di setiap company banyak diadakan pesta seperti pesta perusahaan yang setiap setahun sekali, pesta antar departemen, pesta kawinan, pesta individual dan lain sebagainya. Bonus pun banyak dibagikan di tahun ini, dari gaji ke 13 sampe THR dan bonus tanggal merah (ada 3 tanggal merah bulan ini).

(more…)

Written by boyindra in: Experience, food, vietnam | Tags: , ,
Dec
05
2008
77

Antara Ramalan Jayabaya dan pembersihan di tahun 2009

Sebagai blogger yang suka baca koran, kita akan sering membaca tentang segala hal seperti gonjang ganjing ekonomi, politik serta bencana alam yang kerap terjadi apalagi terorisme yang terjadi di mumbai, India baru baru ini.

Untuk di Indonesia pada khususnya banyak hal yang telah dan sedang dilakukan oleh pemerintah kita, mulai dari sepak terjang KPK atau yang menarik lainnya yaitu pembersihan dalam tubuh kepolisian kita. Pro dan kontra sudah menjadi bagian yang biasa dalam wajah kehidupan demokrasi kita.

(more…)

Written by boyindra in: Imagination, chit chat | Tags: , ,

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com WordPress Themes