Protected by Copyscape

Tag Archives: puisi

Pengamat

Kulihat tabrakan di pengkolan di siang hari
Tak seberapa lama datanglah polisi
Para pengendara itu saling mencaci maki
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Kulihat tatapan mereka yang penuh rasa takut
Teman sekerja saling mendorong dan menyikut
Banyak yang menjadi pendengar dan juga pengecut
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Sang Jenderal melangkahkan kaki di lobby
Kami menyambutnya dengan senang hati
Saat bermain, dia berkata kepada ajudannya “sstt, jangan bilang istri”
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Bukan hanya negara penuh politik
Tempat kerjapun penuh intrik
Membuat semua jadi tergelitik
Merubah keadaan dan melanggar ethic
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Banyak hal yang didapat dari koran
Kadang membuat kita menjadi bosan
Seperti halnya anak kecil tak doyan sayuran
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Oh, indahnya lekukan alam semesta
Menemani hari hariku senantiasa
Banyak orang terlalu sibuk untuk menyadarinya
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Ps. Ehmm…Ini lagi coba coba bikin puisi mengingat masa SD dulu.