Dirty Old Man
Suatu hari pagi pagi sekali kita udah ngobrol sesama teman di luar teman kantor. yang dibicarain apalagi kalo nggak seputar masalah kerjaan lengkap dengan tokoh utamanya yang tentunya kita kenal…heee… jadi cowok maupun cewek sama aja kalo lagi ngumpul ya suka nggosip juga.
Kali ini teman saya mengeluhkan betapa sulitnya mencari pengganti bossnya, sudah lama big bossnya meminta rekomendasi ke dia supaya dia mencarikan boss direct untuknya sendiri. Waktu itu saya sempet komen ke dia, “bilang ama big boss lu, dari pada suruh nyari pengganti boss lu mendingan kenapa nggak dipertimbangakan diri lu aja, maksudnya minta promosi gitu.” lalu tambah saya lagi “mosok anak buah buka lowongan buat nyari boss baru buat dia..haaa..aneh emang big boss lu”.
Akhirnya sang temanpun membuka lowongan pekerjaan untuk calon bossnya melalui job posting2 yang ada di internet. Udah bisa ditebak, hari geene gitu loh kalo masalah kerjaan, jelas banyak sekali CV yang memenuhi inboxnya dan dengan setia dia print satu persatu dan dibawa ke big bossnya.
Hampir setiap hari dia sibuk terlibat bersama big bossnya menyeleksi kriteria calon satu persatu. Ada hal yang menarik dari cerita sang teman ini karena CV yang banyak di terima itu kebanyakan dari orang yang sudah rata rata berumur. Ada yang udah 50an bahkan ada yang lebih dari 60 umurnya dengan pengalaman segudang tentu saja. Wah itu pelamarnya gaek gaek semua, udah pernah kerja di Australia, Korea, sampai ada yang di Afrika katanya.
“Nah, gampang kan kalo gitu..tinggal milih aja mana yang cocok ama budget lu”, kata saya. Ternyata dugaan saya meleset, sang teman ini bilang kalo big bossnya gak suka ama pelamar pelamar ini, “menuh – menuhin riverside” katanya meniru perkataan big bossnya.
Saya langsung tertawa terbahak bahak mendengar penuturannya. Sekarang saya mau jelasin ke pembaca kalo “riverside”itu adalah lokasi di kota Phnom Penh yang lumayan terkenal dengan bar bar dan kelab malam di pinggiran sungai mekong.
Maksudnya adalah, big boss dia udah tau kalo tujuan para pelamar yang udah tua tua itu selain mencari pekerjaan untuk menyambung hidup karena kita semua udah tau kebanyakan para bule bule yang sudah tua biasanya sudah tersingkir dari kancah persaingan di negaranya karena sengitnya persaingan dengan profesional profesional muda. Nah untuk itu mereka mencari pekerjaan di negara negara berkembang seperti kamboja ini. Nah alasan yang lain buat profesional tua itu, apalagi kalo bukan nyari have fun go mad..hee, alias tiap malem party nyari wanita sambil minum minum. makanya dibilang “dirty old man”sama bigg boss teman ini.
Sebenarnya ini bukan rahasia baru dikalangan expat kalo bule bule tua itu suka mumpungisme atau malahan sengaja untuk cari yang begituan. Gaji kecil dikit gak masalah buat mereka yang penting selain bisa jadi “raja kecil” (yang ini tau maksudnya khan) bisa have fun tiap malam..heee. hal ini sebenarnya cukup mengganggu dan pemandangan yang menyebalkan buat saya kaena saya juga pernah mengalaminya di perusahaan yang berbeda masih di negara ini juga.
Malem mabuk, pulang pagi, biar gak merasa bersalah kita pun diajak tapi keesokan harinya kita yang kerja rodi dia yang tidur…Uenaaak banget jadi boss disini. Kalo company tidak mencapai target dan ditegur oleh pemilik/ owner perusahaan, dia tinggal marah marah dan kasi kita “hard time”..sedangkan dia sendiri…?
Dia sibuk cari cari job posting baru untuk daerah jajahan dan petualangannya yang baru…benar benar “Dirty Old Man!”



