<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Boyindra&#039;s Weblog &#187; marketing</title>
	<atom:link href="http://boyindra.com/tag/marketing/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://boyindra.com</link>
	<description>Altruistic</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 02:28:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Perkembangan klasifikasi hotel berbintang</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 03:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/" title="Perkembangan klasifikasi hotel berbintang"></a>Menyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut. Selama ini &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/" title="Perkembangan klasifikasi hotel berbintang"></a><p><img class="alignleft size-full wp-image-568" title="hotel" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/06/hotel.jpg" alt="hotel" width="182" height="240" />Menyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut.</p>
<p>Selama ini mungkin sahabat sering lewat dan melihat hotel hotel dengan berbagai bentuk bangunan dan nama yang kebanyakan dari luar negeri.Yah perlu diakui juga bahwa pengusaha kita orang Indonesia yang berbisnis di perhotelan memang terkenal di luar negeri dengan pengusaha yang suka membeli franchise atau system bisnis dari luar negeri. Selain system bisnis yang bagus juga karena jaringan yang luas mempermudah si pemilik hotel jaringan mendapatkan bisnis atau tamu tamu dari luar.Salah satu alasan yang lain ialah tidak perlu susah susah membangun reputasi padahal bayar fee nya lumayan besar, beberapa persen dari penghasilan hotel itu.</p>
<p>Berbicara mengenai reputasi, di Amerika nama hotel yang diciptakan merupakan suatu produk yang memang sudah di ciptakan untuk suatu segment tertentu dengan klasifikasi bintangnya. Untuk itu sebagai gambaran awal dan itung itung tambahan pengetahuan, maka saya bermaksud untuk menyajikan data tentang nama nama hotel tersebut.</p>
<p>Luxury/First Class/ Full Service<br />
- Hyatt<br />
- Westin<br />
- Stouffer<br />
- Ritz Carlton<br />
- Four Season<br />
- Marriott<br />
- Omni<br />
- St. Regis<br />
- Regent<br />
- Mandarin Oriental<br />
- Shangrilla, dll</p>
<p>All Suites<br />
- Embassy Suites<br />
- Lexington Hotel Suites<br />
- Park Suites Hotels<br />
- Residence Inns<br />
- Inn Suites International,dll</p>
<p>Major Multi – Product Chains</strong> (Franchise yang biasanya bisa dimiliki lebih dari satu di satu kota dengan owner yang berbeda)<br />
- Hilton<br />
- Holiday Inn<br />
- Radisson<br />
- Ramada<br />
- Quality<br />
- Best Western<br />
- Howard Johnson<br />
- Hotel Ibis<br />
- Mercure<br />
-Novotel,dll</p>
<p>Inns/Motels/Budget<br />
- Days Inns<br />
- Motel 6<br />
- Best Value Inns<br />
- Super 8 Motels, dll</p>
<p>Yang mengenai daftar nama tadi mungkin ada yang di kenal juga mungkin banyak yang baru mendengar. Seiring dengan perkembangan jaman, hanya beberapa produk hotel yang memang benar benar mempunyai reputasi yang seimbang walaupun di beberapa Negara yang berbeda,maksudnya ada yang brand ini luxury tapi di negara lain belum tentu kondisinya sama. Bagaimana dengan klasifikasi bintangnya? Mengenai ini jika berbicara kenyataan di lapangan, juga banyak pergeseran di karenakan seperti yang saya katakan tadi, reputasi yang berbeda beda di setiap Negara,seperti contohnya di Indonesia produk Ramada merupakan hotel bintang 4 tetapi di China dengan bentuk bangunan yang megah dengan gedung yang tinggi, klasifikasinya dimasukan ke bintang 5.</p>
<p>Saya yakin ini juga terjadi di level level perusahaan komunikasi, televisi, perminyakan, perbankan, maskapai penerbangan dan bidang bisnis lainnya. Dengan memahami benar benar positioning masing masing perusahaan, maka tidak heran banyak yang begitu antusias jika berbicara ingin bekerja di perusahaan tertentu, misalnya lebih bergengsi kalo harus kerja di Shangrilla daripada Ibis, Telkomsel daripada mobile 8, Trans TV daripada lokal TV Jakarta, dsb. Padahal belum tentu penghasilan yang didapat jauh berbeda malah bisa menjadi sesuatu yang merugikan seperti yang pernah saya ulas di <a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/">sini </a>dan <a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/">sini</a> untuk karir ke depannya.Pengalaman terakhir sewaktu di Singapura, gaji staff untuk hotel hotel berbintang malah hampir sama kisarannya apalagi untuk uang lemburnya, yang membedakan hanya apakah dia warga negara Singapore asli atau tidak.</p>
<p>Menurut pendapat pribadi saya fenomena &#8220;susah ngangkatnya&#8221; itu relatif sifatnya. Bagaimana menurut anda?</p>
<p>Sumber: Ronald A Nykiel, Phd.,CHA,”Marketing in the Hospitality Industry” 1990</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budaya melayani dan menghormati</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/05/05/budaya-melayani-dan-menghormati/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/05/05/budaya-melayani-dan-menghormati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 01:25:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[chit chat]]></category>
		<category><![CDATA[kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[education]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/05/05/budaya-melayani-dan-menghormati/" title="Budaya melayani dan menghormati"></a>Setiap pagi biasanya saya selalu bangun pukul 6, karena hanya di pagi hari lah saya bisa menghirup udara yang segar terutama karena kebetulan kami menyewa rumah di pinggir jalan besar. Kalo telat dikit sampai jam 7.30 sudah pemandangan kendaraan roda &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/05/05/budaya-melayani-dan-menghormati/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/05/05/budaya-melayani-dan-menghormati/" title="Budaya melayani dan menghormati"></a><p><img class="alignleft size-medium wp-image-532" title="ronaldnamaste" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/05/ronaldnamaste-99x300.jpg" alt="ronaldnamaste" width="99" height="300" />Setiap pagi biasanya saya selalu bangun pukul 6, karena hanya di pagi hari lah saya bisa menghirup udara yang segar terutama karena kebetulan kami menyewa rumah di pinggir jalan besar. Kalo telat dikit sampai jam 7.30 sudah pemandangan kendaraan roda empat yang macet kanan dan kiri jalan akan memenuhi pemandangan dari depan rumah.  Maklum office hours disini adalah jam 8 bukan seperti di Indonesia yang jam 9.</p>
<p>Ada pemandangan menarik yang selalu saya jumpai setiap pagi sekitar pukul 6.30, dimana terlihat pemandangan beberapa guru sekolah yang  persis di seberang rumah saya  sudah mulai berdiri di depan pagar sekolah dengan rapih.</p>
<p>Pertama kali saya melihat, saya cuma heran. &#8220;ngapain itu para guru pada di depan pagar sekolah SD beramai ramai gitu?&#8221; Berhubung saya sudah satu tahunan kerja di Vietnam sehingga saya nggak ngerti kebiasaan yang terjadi disini. Lalu saya tanya istri saya dan dia bilang itu memang tradisi sekolah SD disini, bahwa para guru memang harus berdiri di depan pagar sekolah untuk menantikan para murid untuk memberikan pelayanan menurunkan si anak dari boncengan motor yang diantar orang tua atau menghampiri dan mengantar ke kelas setelah mobil dibukakan oleh satpam, jika si anak naik mobil.</p>
<p>&#8220;o, gitu yah?&#8221; saya cuman manggut manggut dan saya tanyakan lagi, apa memang begitu banyak sekolah di Phnom Penh ini sehingga harus memberikan pelayanan seperti itu sebagai bentuk kompetisi? ternyata tidak.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-534" title="sekolah" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/05/sekolah.jpg" alt="sekolah" width="500" height="375" /></p>
<p>Kebiasaan tersebut memang terjadi di seluruh TK dan SD di seluruh Phnom Penh atau Kamboja pada umumnya dan sebagai balasannya si murid pun otomatis membalasnya dengan salam<strong> &#8220;Sompeah&#8221;</strong> sambil mengucapkan <strong>&#8220;chum reap sour&#8221;</strong> (baca: cumripsu) yaitu mencakupkan tangan di dada atau sama dengan tangan dalam  posisi menyembah sebatas dada. Di Thailand salam ini yang biasa dinamakan <strong>&#8220;Sawasdee,ka&#8221;</strong> digunakan di semua kalangan baik muda ataupun tua. Di India dinamakan <strong>&#8220;Namaste&#8221;, </strong>di Bali juga tradisi ini yang sering disertai ucapan <strong>&#8220;Om Swastyastu&#8221;</strong> biasanya di gunakan bila ada perayaan upacara adat sebagai bentuk penghormatan dan selamat datang. Di Betawi mungkin bukan dengan cara sompeah tapi dengan menempelkan jari tangan orang tua ke kening si anak.</p>
<p>Saya berpikir jika tradisi melayani dan saling menghormati ini di tanamkan sejak kecil maka besar kemungkinan hal ini bisa di jadikan pondasi untuk masa depannya kelak agar selalu mempunyai budi pekerti yang baik dalam menghormati sesama manusia. Buat saya tradisi ini sangat menyenangkan untuk dilihat.</p>
<p>Akhirnya pada kesempatan mengantar sekolah si kecil, saya juga menjumpai budaya yang sama, guru guru menunggu di depan pagar. Hanya berhubung international school yang dimana banyak anak anak sekolah serta gurunya pun berbeda bangsa dan kultur, maka kebiasaan sompeah ini tidak ada, hanya salam ala bule aja seperti &#8220;Good morning&#8221; oleh sang guru dan si anak pun membalas hal yang sama.</p>
<p>Bagaimana dengan TK dan SD di Indonesia? Jika di terapkan, kayaknya bisa menjadi pemandangan menarik untuk di lihat tuh, tentunya diselaraskan dengan kebiasaan adat setempat.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/05/05/budaya-melayani-dan-menghormati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mens sana in corpore sano</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/04/28/mens-sana-in-corpore-sano/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/04/28/mens-sana-in-corpore-sano/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Apr 2009 07:37:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[bussines]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=523</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/04/28/mens-sana-in-corpore-sano/" title="Mens sana in corpore sano"></a>Mudah mudahan penulisannya bener. kalo artinya saya masih inget, &#8221; didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat&#8221; heee..terus apa donk kaitanya dengan kata kata diatas? Terus terang saya juga nggak tau kok terlintas kata kata tersebut jadi judul. Mungkin &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/04/28/mens-sana-in-corpore-sano/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/04/28/mens-sana-in-corpore-sano/" title="Mens sana in corpore sano"></a><p>Mudah mudahan penulisannya bener. kalo artinya saya masih inget, &#8221; didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat&#8221; heee..terus apa donk kaitanya dengan kata kata diatas?</p>
<p>Terus terang saya juga nggak tau kok terlintas kata kata tersebut jadi judul. Mungkin gara gara bulan yang lalu saya mampir ke carefour di Pattaya, Thailand maklum di kamboja masih udik,  belum ada carefour..heee. Padahal Kamboja sebelumnya merupakan jajahan prancis.</p>
<p>Tapi sebenarnya bukan itu sih, kami kesana mau cari souvenir kayak kaos kaos bergambar &#8220;Thailand&#8221; yang katanya jauh lebih murah daripada pergi ke souvenir shop tradisional. (dasar carefour suka mematikan usaha kecil dan saya pun sebagai tourist budget juga terpaksa turut andil mematikan usaha rakyat kecil&#8230;hiks).</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-525" title="senam-carefour" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/04/senam-carefour.jpg" alt="senam-carefour" width="500" height="375" /></p>
<p>Tapi saya kali ini tidak sedang membahas monopoli yang dilakukan carefour hanya kebetulan saja sewaktu berbelanja sekitar jam 5 sore saya dikejutkan dengan pengumuman oleh pengeras suara yang mungkin mengatakan (pake bahasa thailand sih,coba bahasa jowo) minta ijin sebentar bahwa staffnya ingin melakukan sesuatu. Dan jreng! walah itu para karyawan mendadak pada berbaris dan akhirnya dengan diiringi lagu kebangsaan mereka, kayaknya sih lagu &#8220;mars carefour&#8221; mereka mulai melakukan senam dan menyanyi dipimpin oleh salah seorang dari antara mereka.</p>
<p>Dasar blogger yang kayak gitu jelas gak boleh lewat donk, akhirnya bisa juga mengabadikan &#8220;senam singkat&#8221; mereka yang kurang dari 3 menit itu. Gantian orang orang yang lihat saya, mereka pikir mungkin kok kayak gituan aja di photo? heee&#8230;biarin aja.</p>
<p>Ini sudah pasti ulah para konsultan konsultan marketing yang memberikan ide untuk differensiasi dalam pelayanan yang dimana dengan senam dan yel yel itu sebagai ungkapan dan meyakinkan para pengunjung atau pelanggan bahwa mereka para staff carefour siap dalam melayani mereka dengan segenap jiwa.</p>
<p>Jika anda pernah ikut pelatihan para begawan begawan marketing Indonesia juga sama (sekarang trainer biasa juga udah melakukan hal yang sama), sering banget disela sela pelatihan di berikan jeda untuk stretching atau melakukan peregangan sehingga materi pelajaran selanjutnya bisa diikuti dengan mudah dan ceria serta semangat karena senam itu membuat aliran darah kembali lancar.</p>
<p>Sewaktu saya menjadi pelayan di salah satu cafe paling terkenal di Bali 10 tahun yang lalu, hal yang sama juga sering kami lakukan, terutama jika ternyata pada &#8220;Pub Hours&#8221; para pengunjung tidak bergerak untuk berdansa di dance floor. Biasanya kami para waiter/s melakukan apa yang disebut <strong>&#8220;Shout&#8221;</strong> dan akhirnya menarik pengunjung untuk berdisco dengan kami. Setelah suasana mulai panas para waiter/s pun balik ke kerjaan semula.</p>
<p>Saya kurang paham jargon jargon marketingnya, tapi yang jelas dengan sangat ketatnya persaingan antar perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, mereka sudah pasti akan memberdayakan human capitalnya sampai pada titik optimum sehingga pelayanan dan produktifitas pun bisa dicapai sesuai dengan standard yang di harapkan.</p>
<p>Mungkin ada pengalaman rekan rekan blogger yang lain seperti ngapalin misi dan visi perusahaan ala anak SD jaman dulu di perusahaan masing masing trus kalo udah hapal di test ama boss misalnya?</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/04/28/mens-sana-in-corpore-sano/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Probation period with bonus</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/01/06/probation-period-with-bonus/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/01/06/probation-period-with-bonus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2009 05:09:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/01/06/probation-period-with-bonus/" title="Probation period with bonus"></a>Biasanya kalo pegawai kerja di kasi masa percobaan antara 3 sampai 6 bulan. nah disini menghitung usia 3 bulan blog ini saya lumayan kaget di kasi bonus pr3 ama om google. Seperti biasa waktu blogwalking, entah saya lupa mampir ke &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/01/06/probation-period-with-bonus/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/01/06/probation-period-with-bonus/" title="Probation period with bonus"></a><p>Biasanya kalo pegawai kerja di kasi masa percobaan antara 3 sampai 6 bulan. nah disini menghitung usia 3 bulan blog ini saya lumayan kaget di kasi bonus pr3 ama om google.</p>
<p>Seperti biasa waktu blogwalking, entah saya lupa mampir ke tempatnya cebong atau mbak lyla ada postingan disuruh untuk mengecek pr. makanya karena pas Desember pr masih 0 maka saya berharap minimal dikasi 1 lah ama om google, eh taunya dikasi lebih..ya makasih&#8230;</p>
<p>Untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada sahabat sahabat blogger yang suka mampir dan membaca blog ini semoga blog ini selalu bisa menyajikan sesuatu yang bermanfaat untuk sahabat sahabat sekalian.</p>
<p>Ps. saya mau liburan dulu, wong kemarin tahun baru nguli kerja dari pagi ampe jam 3 pagi. Nah, sekarang orang pada kerja, giliran saya yang libur..heee</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/01/06/probation-period-with-bonus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Iklan tak bermakna</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/10/17/iklan-tak-bermakna/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/10/17/iklan-tak-bermakna/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Oct 2008 03:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[advetising]]></category>
		<category><![CDATA[iklan hotel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/10/17/iklan-tak-bermakna/" title="Iklan tak bermakna"></a>Tadi pagi sambil nungguin briefing saya iseng iseng baca majalah business traveller untuk asia-pacific edisi bulan oktober. Itu majalah kebanyakan iklan kalo gak hotel ya airline. Di suatu halaman saya membaca sebuah iklan satu halaman penuh yang setengah halamannya diisi &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/10/17/iklan-tak-bermakna/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/10/17/iklan-tak-bermakna/" title="Iklan tak bermakna"></a><p><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/ads.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-86" title="ads" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/ads.jpeg" alt="" width="134" height="108" /></a>Tadi pagi sambil nungguin briefing saya iseng iseng baca majalah <a href="http://www.businesstraveller.com/">business traveller </a>untuk asia-pacific edisi bulan oktober. Itu majalah kebanyakan iklan kalo gak hotel ya airline. Di suatu halaman saya membaca sebuah iklan satu halaman penuh yang setengah halamannya diisi gambar yang gambarnya bantal. Bener anda gak salah baca&#8230;.setengah halamannya hanya untuk gambar bantal, lalu terdapat tulisan disampingnya kecil aja yang bunyinya sebagai berikut,</p>
<p><span id="more-85"></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">&#8221; sleep in. Breakfast at noon. Check out at 4pm.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Stretch your weekends with us as we make breakfast available to you until 2pm and guarantee your late check out at 4pm*.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Now you have time to do whatever you want to, or absolutely nothing at all! So you see, weekends with us never seem to end.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Book your Endless Weekends at www.<span style="text-decoration: line-through;">swissotel</span>.com&#8221;</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">*Terms &amp; conditions apply</span> (nah yang ini hurufnya kecil banget)</p>
<p>Iklan ini mempersepsikan tentang sebuah jaringan hotel group yang mempunyai banyak hotel yang tersebar di seluruh dunia. kalo kita baca iklannya, iklannya membawa si pembaca melakukan generalisasi bahwa itu lah yang ditawarkan si hotel setiap weekend di seluruh hotel mereka di dunia, gak peduli kamar yang mana yang boleh dapat fasilitas itu, atau harus ngambil paket apaan pokonya kesannya boleh breakfast ampe jam 2 siang dan late check out ampe jam 4.</p>
<p>Yang kedua mindset orang tentang breakfast di hotel biasanya orang akan berpikir breakfast ya cuman ampe jam 10 karena jam 11 udah masuk category <strong>brunch </strong>dan mulai jam 12 siang udah<strong> lunch</strong> namanya. Mungkin maksud dari iklan itu ialah kalo anda bangun telat ampe jam 2 siangpun, jatah breakfast anda tidak bakalan hangus, gak kayak di hotel lain. Tapi jangan salah kalo para tamu yang sering ke hotel akan mikir kira kira kalo saya bangun jam 2 siang dan anda menawarkan breakfast jam 2 siang, kira kira menu apakah yang ditawarkan? masak jam 2 siang mau makan ommelete atau croissant pake strawberry jam..heee&#8230;khan itu menu pagi gak sekalian bubur ayam.</p>
<p>Yang ketiga terms &amp; conditions apply nya terlalu general yang akhirnya membuat orang males menebak maksud bintang itu apa yach. Biasanya di perkenalkan bahwa paket baru ini bisa mendapatkan benefit begini atau misalnya mengajak pembaca merasakan pengalaman di kamar kategori ini dan mendapatkan fasilitas ini. lalu di bawahnya pake tanda bintang terms &amp; conditions apply itu. Karena sehebat hebatnya hotel, menggaransi late check out ampe jam 4 khan kalo tingkat occupancy nya memungkinkan, kalo lagi rame mana mungkin, bisa bisa tamu yang check in akan merasakan experience tidur di sofa lobby..heee.</p>
<p><strong>Kesimpulan: </strong>Hotel ini telah sukses melakukan differensiasi marketing dalam beriklan, kalo hotel lain mengetengahkan tema eco tourism, fast service, excellent service, perfect location, modern design, bahkan ada hotel yang baru menunjukkan fasilitas free internet di hotelnya (gini hari gak free?). Hotel ini fokus untuk menonjolkan tentang tidur yang nyaman tanpa takut jatah breakfastnya hangus. Udah nggak hangus di kasi late check out ampe jam 4 sore lagi!</p>
<p>Dengan embel embel &#8220;hotel &amp; resort&#8221; yang disandang sebuah hotel group, tidak seharusnya &#8220;tidur bangun ampe telat&#8221; dijadikan andalan untuk beriklan, karena iklan tidur sudah lama menjadi segmentasi milik hotel hotel di dalam Bandara. Di dalam referensi buku marketing di perpustakaan kampus aja, iklan tidur sudah diperkenalkan oleh hotel sheraton bandara di amerika sono sejak tahun 1980an.</p>
<p>Entah disadari atau tidak iklan gambar bantal sepanjang 1 halaman itu buat saya pribadi gak bermakna apa apa.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/10/17/iklan-tak-bermakna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

