Tag Archives: marketing

Perkembangan klasifikasi hotel berbintang

hotelMenyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut.

Selama ini mungkin sahabat sering lewat dan melihat hotel hotel dengan berbagai bentuk bangunan dan nama yang kebanyakan dari luar negeri.Yah perlu diakui juga bahwa pengusaha kita orang Indonesia yang berbisnis di perhotelan memang terkenal di luar negeri dengan pengusaha yang suka membeli franchise atau system bisnis dari luar negeri. Selain system bisnis yang bagus juga karena jaringan yang luas mempermudah si pemilik hotel jaringan mendapatkan bisnis atau tamu tamu dari luar.Salah satu alasan yang lain ialah tidak perlu susah susah membangun reputasi padahal bayar fee nya lumayan besar, beberapa persen dari penghasilan hotel itu.

Berbicara mengenai reputasi, di Amerika nama hotel yang diciptakan merupakan suatu produk yang memang sudah di ciptakan untuk suatu segment tertentu dengan klasifikasi bintangnya. Untuk itu sebagai gambaran awal dan itung itung tambahan pengetahuan, maka saya bermaksud untuk menyajikan data tentang nama nama hotel tersebut.

Luxury/First Class/ Full Service
– Hyatt
– Westin
– Stouffer
– Ritz Carlton
– Four Season
– Marriott
– Omni
– St. Regis
– Regent
– Mandarin Oriental
– Shangrilla, dll

All Suites
– Embassy Suites
– Lexington Hotel Suites
– Park Suites Hotels
– Residence Inns
– Inn Suites International,dll

Major Multi – Product Chains (Franchise yang biasanya bisa dimiliki lebih dari satu di satu kota dengan owner yang berbeda)
– Hilton
– Holiday Inn
– Radisson
– Ramada
– Quality
– Best Western
– Howard Johnson
– Hotel Ibis
– Mercure
-Novotel,dll

Inns/Motels/Budget
– Days Inns
– Motel 6
– Best Value Inns
– Super 8 Motels, dll

Yang mengenai daftar nama tadi mungkin ada yang di kenal juga mungkin banyak yang baru mendengar. Seiring dengan perkembangan jaman, hanya beberapa produk hotel yang memang benar benar mempunyai reputasi yang seimbang walaupun di beberapa Negara yang berbeda,maksudnya ada yang brand ini luxury tapi di negara lain belum tentu kondisinya sama. Bagaimana dengan klasifikasi bintangnya? Mengenai ini jika berbicara kenyataan di lapangan, juga banyak pergeseran di karenakan seperti yang saya katakan tadi, reputasi yang berbeda beda di setiap Negara,seperti contohnya di Indonesia produk Ramada merupakan hotel bintang 4 tetapi di China dengan bentuk bangunan yang megah dengan gedung yang tinggi, klasifikasinya dimasukan ke bintang 5.

Saya yakin ini juga terjadi di level level perusahaan komunikasi, televisi, perminyakan, perbankan, maskapai penerbangan dan bidang bisnis lainnya. Dengan memahami benar benar positioning masing masing perusahaan, maka tidak heran banyak yang begitu antusias jika berbicara ingin bekerja di perusahaan tertentu, misalnya lebih bergengsi kalo harus kerja di Shangrilla daripada Ibis, Telkomsel daripada mobile 8, Trans TV daripada lokal TV Jakarta, dsb. Padahal belum tentu penghasilan yang didapat jauh berbeda malah bisa menjadi sesuatu yang merugikan seperti yang pernah saya ulas di sini dan sini untuk karir ke depannya.Pengalaman terakhir sewaktu di Singapura, gaji staff untuk hotel hotel berbintang malah hampir sama kisarannya apalagi untuk uang lemburnya, yang membedakan hanya apakah dia warga negara Singapore asli atau tidak.

Menurut pendapat pribadi saya fenomena “susah ngangkatnya” itu relatif sifatnya. Bagaimana menurut anda?

Sumber: Ronald A Nykiel, Phd.,CHA,”Marketing in the Hospitality Industry” 1990

Budaya melayani dan menghormati

ronaldnamasteSetiap pagi biasanya saya selalu bangun pukul 6, karena hanya di pagi hari lah saya bisa menghirup udara yang segar terutama karena kebetulan kami menyewa rumah di pinggir jalan besar. Kalo telat dikit sampai jam 7.30 sudah pemandangan kendaraan roda empat yang macet kanan dan kiri jalan akan memenuhi pemandangan dari depan rumah. Maklum office hours disini adalah jam 8 bukan seperti di Indonesia yang jam 9.

Ada pemandangan menarik yang selalu saya jumpai setiap pagi sekitar pukul 6.30, dimana terlihat pemandangan beberapa guru sekolah yang persis di seberang rumah saya sudah mulai berdiri di depan pagar sekolah dengan rapih.

Pertama kali saya melihat, saya cuma heran. “ngapain itu para guru pada di depan pagar sekolah SD beramai ramai gitu?” Berhubung saya sudah satu tahunan kerja di Vietnam sehingga saya nggak ngerti kebiasaan yang terjadi disini. Lalu saya tanya istri saya dan dia bilang itu memang tradisi sekolah SD disini, bahwa para guru memang harus berdiri di depan pagar sekolah untuk menantikan para murid untuk memberikan pelayanan menurunkan si anak dari boncengan motor yang diantar orang tua atau menghampiri dan mengantar ke kelas setelah mobil dibukakan oleh satpam, jika si anak naik mobil.

“o, gitu yah?” saya cuman manggut manggut dan saya tanyakan lagi, apa memang begitu banyak sekolah di Phnom Penh ini sehingga harus memberikan pelayanan seperti itu sebagai bentuk kompetisi? ternyata tidak.

sekolah

Kebiasaan tersebut memang terjadi di seluruh TK dan SD di seluruh Phnom Penh atau Kamboja pada umumnya dan sebagai balasannya si murid pun otomatis membalasnya dengan salam “Sompeah” sambil mengucapkan “chum reap sour” (baca: cumripsu) yaitu mencakupkan tangan di dada atau sama dengan tangan dalam posisi menyembah sebatas dada. Di Thailand salam ini yang biasa dinamakan “Sawasdee,ka” digunakan di semua kalangan baik muda ataupun tua. Di India dinamakan “Namaste”, di Bali juga tradisi ini yang sering disertai ucapan “Om Swastyastu” biasanya di gunakan bila ada perayaan upacara adat sebagai bentuk penghormatan dan selamat datang. Di Betawi mungkin bukan dengan cara sompeah tapi dengan menempelkan jari tangan orang tua ke kening si anak.

Saya berpikir jika tradisi melayani dan saling menghormati ini di tanamkan sejak kecil maka besar kemungkinan hal ini bisa di jadikan pondasi untuk masa depannya kelak agar selalu mempunyai budi pekerti yang baik dalam menghormati sesama manusia. Buat saya tradisi ini sangat menyenangkan untuk dilihat.

Akhirnya pada kesempatan mengantar sekolah si kecil, saya juga menjumpai budaya yang sama, guru guru menunggu di depan pagar. Hanya berhubung international school yang dimana banyak anak anak sekolah serta gurunya pun berbeda bangsa dan kultur, maka kebiasaan sompeah ini tidak ada, hanya salam ala bule aja seperti “Good morning” oleh sang guru dan si anak pun membalas hal yang sama.

Bagaimana dengan TK dan SD di Indonesia? Jika di terapkan, kayaknya bisa menjadi pemandangan menarik untuk di lihat tuh, tentunya diselaraskan dengan kebiasaan adat setempat.

Mens sana in corpore sano

Mudah mudahan penulisannya bener. kalo artinya saya masih inget, ” didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” heee..terus apa donk kaitanya dengan kata kata diatas?

Terus terang saya juga nggak tau kok terlintas kata kata tersebut jadi judul. Mungkin gara gara bulan yang lalu saya mampir ke carefour di Pattaya, Thailand maklum di kamboja masih udik,  belum ada carefour..heee. Padahal Kamboja sebelumnya merupakan jajahan prancis.

Tapi sebenarnya bukan itu sih, kami kesana mau cari souvenir kayak kaos kaos bergambar “Thailand” yang katanya jauh lebih murah daripada pergi ke souvenir shop tradisional. (dasar carefour suka mematikan usaha kecil dan saya pun sebagai tourist budget juga terpaksa turut andil mematikan usaha rakyat kecil…hiks).

senam-carefour

Tapi saya kali ini tidak sedang membahas monopoli yang dilakukan carefour hanya kebetulan saja sewaktu berbelanja sekitar jam 5 sore saya dikejutkan dengan pengumuman oleh pengeras suara yang mungkin mengatakan (pake bahasa thailand sih,coba bahasa jowo) minta ijin sebentar bahwa staffnya ingin melakukan sesuatu. Dan jreng! walah itu para karyawan mendadak pada berbaris dan akhirnya dengan diiringi lagu kebangsaan mereka, kayaknya sih lagu “mars carefour” mereka mulai melakukan senam dan menyanyi dipimpin oleh salah seorang dari antara mereka.

Dasar blogger yang kayak gitu jelas gak boleh lewat donk, akhirnya bisa juga mengabadikan “senam singkat” mereka yang kurang dari 3 menit itu. Gantian orang orang yang lihat saya, mereka pikir mungkin kok kayak gituan aja di photo? heee…biarin aja.

Ini sudah pasti ulah para konsultan konsultan marketing yang memberikan ide untuk differensiasi dalam pelayanan yang dimana dengan senam dan yel yel itu sebagai ungkapan dan meyakinkan para pengunjung atau pelanggan bahwa mereka para staff carefour siap dalam melayani mereka dengan segenap jiwa.

Jika anda pernah ikut pelatihan para begawan begawan marketing Indonesia juga sama (sekarang trainer biasa juga udah melakukan hal yang sama), sering banget disela sela pelatihan di berikan jeda untuk stretching atau melakukan peregangan sehingga materi pelajaran selanjutnya bisa diikuti dengan mudah dan ceria serta semangat karena senam itu membuat aliran darah kembali lancar.

Sewaktu saya menjadi pelayan di salah satu cafe paling terkenal di Bali 10 tahun yang lalu, hal yang sama juga sering kami lakukan, terutama jika ternyata pada “Pub Hours” para pengunjung tidak bergerak untuk berdansa di dance floor. Biasanya kami para waiter/s melakukan apa yang disebut “Shout” dan akhirnya menarik pengunjung untuk berdisco dengan kami. Setelah suasana mulai panas para waiter/s pun balik ke kerjaan semula.

Saya kurang paham jargon jargon marketingnya, tapi yang jelas dengan sangat ketatnya persaingan antar perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, mereka sudah pasti akan memberdayakan human capitalnya sampai pada titik optimum sehingga pelayanan dan produktifitas pun bisa dicapai sesuai dengan standard yang di harapkan.

Mungkin ada pengalaman rekan rekan blogger yang lain seperti ngapalin misi dan visi perusahaan ala anak SD jaman dulu di perusahaan masing masing trus kalo udah hapal di test ama boss misalnya?

Probation period with bonus

Biasanya kalo pegawai kerja di kasi masa percobaan antara 3 sampai 6 bulan. nah disini menghitung usia 3 bulan blog ini saya lumayan kaget di kasi bonus pr3 ama om google.

Seperti biasa waktu blogwalking, entah saya lupa mampir ke tempatnya cebong atau mbak lyla ada postingan disuruh untuk mengecek pr. makanya karena pas Desember pr masih 0 maka saya berharap minimal dikasi 1 lah ama om google, eh taunya dikasi lebih..ya makasih…

Untuk itu saya mengucapkan terimakasih kepada sahabat sahabat blogger yang suka mampir dan membaca blog ini semoga blog ini selalu bisa menyajikan sesuatu yang bermanfaat untuk sahabat sahabat sekalian.

Ps. saya mau liburan dulu, wong kemarin tahun baru nguli kerja dari pagi ampe jam 3 pagi. Nah, sekarang orang pada kerja, giliran saya yang libur..heee

Iklan tak bermakna

Tadi pagi sambil nungguin briefing saya iseng iseng baca majalah business traveller untuk asia-pacific edisi bulan oktober. Itu majalah kebanyakan iklan kalo gak hotel ya airline. Di suatu halaman saya membaca sebuah iklan satu halaman penuh yang setengah halamannya diisi gambar yang gambarnya bantal. Bener anda gak salah baca….setengah halamannya hanya untuk gambar bantal, lalu terdapat tulisan disampingnya kecil aja yang bunyinya sebagai berikut,

Read more »