Tag Archives: Madura

Problem Nmax sampai persahabatan dengan tukang sate

Mumpung punya Blog pribadi, tidak ada salahnya berbagi cerita unik ini bahwasanya di Indonesia ini manusia Indonesia masih memegang nilai saling tolong menolong dengan siapapun tanpa memandang RAS apapun.

Semenjak meninggalkan bali untuk merantau lebih dari 10 tahun yang lalu, sesuatu kegembiraan bisa pulang kampung di tanah bali ini. Selain rindu akan keluarga, kulinernya yang khas , juga kesempatan untuk memiliki motor karena memang hobby saya sukanya naik motor. Kebetulan untuk waktu waktu tertentu naik Mobil bisa merupakan siksaan karena macet yang sudah menjadi pemandangan biasa di kota Denpasar atau Kuta area.

Suatu ketika sewaktu jalan jalan naik motor dan mampir ke salah satu pom bensin di bilangan kuta, tiba tiba motor saya mogok tidak mau di starter. Kepanikan terjadi karena skutik motor saya jenis Nmax ini memang tidak punya starter manual sehingga bingung apa yang harus dilakukan setelah berkali kali mencoba menghidupkannya. Setelah membuka internet, barulah saya tahu kalo banyak pengguna skutik ini mempunyai masalah yang sama. Akhirnya saya mencoba melakukan saran saran yang ada di Internet tetapi gagal. Hati makin cemas setelah hampir 30 menit berlalu. ” waduh harus bagaimana nih…”batin saya.

Tiba tiba ada seseorang menghampiri saya dengan skutik yang sama hanya milik si mas tersebut full modifikasi. Dia menghampiri saya dan bertanya apa masalahnya setelah mendapat informasi dari petugas pom bensin. Setelah saya jelaskan dia pun paham, hanya saja dia tidak membawa alat alat apapun untuk membantu menghidupkan motor saya tersebut. Beruntung di setiap pom bensin biasanya ada outlet yang menjual nitrogen untuk ban, kami pun menghampiri untuk meminjam obeng. Dengan panduan dari internet, kami pun mencoba nya dan ternyata…jess…skutik saya bisa dihidupkan….Yess!!

Rasanya begitu lega, si mas tersebut juga girang bisa membantu saya. Akhirnya kami saling berkenalan dan dia bercerita kalo memliki usaha menjual sate di daerah Kuta dimana itu dekat pula dengan tempat saya bekerja. Saya ucapkan terimakasih dan bersyukur sekali andaikata tidak dibantu oleh mas ini, saya mungkin akan sangat repot dengan motor ini padahal motor ini baru dibeli 10 bulan yang lalu dengan pemakaian yang sangat jarang…baru 2000an kilometer saja.

Pria itu bernama mas Heri, perawakannya sedang, kekar dan ceria. Mas Heri ini asli Madura, beliau bercerita jika keluarga nya dari kakak, paman dan yang lainnya datang ke bali berjualan sateĀ  yang menyebar di berbagai area di Denpasar dan Kuta. Istri nya sedang hamil 8 bulan dan seorang putri yang duduk di kelas 3 SD.

Malam itu saya berkunjung di lapak dagangannya dan kami pun bercerita ngalor ngidul kesana kemari serta tak lupa untuk mengajaknya touring sekali kali jika beliau tak sibuk, maklum mas Heri ini kudu kejar setoran karena sang istri akan segera melahirkan bulan depan ini.

Setelah pertemuan dengan mas Heri yang menginspirasi ini, akhirnya di bagasi motor tak lupa saya siapkan obeng dan amplas halus jika saja ada orang lain yang menggunakan skutik yang sama mengalami masalah seperti yang pernah saya alami di tengah jalan.

Ditengah pesimisme dan keributan akan masalah SARA akhir akhir ini ternyata tidak berefek untuk di daerah saya di Bali ini karena tanpa memandang agama, suku yang berbeda buktinya kami masih saling tolong menolong. Semoga cerita ini bisa menginspirasi pembaca.

Disclaimer: Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk menjelekkan produk tertentu, semata mata hanya untuk lebih menegaskan jika cerita ini bukan fiksi.