Tag Archives: life

Bahagianya Sederhana, Sederhananya untuk bahagia

Sudah beberapa bulan ini saya selalu mengamati teman saya ini. Usianya tak lagi muda, kepribadiannya gak banyak bicara lebih banyak senyumnya, tapi jangan dikira beliau rendah diri, beliau penuh senyum dan pe de selalu walau motor bebek tunggangannya bener bener sangat sederhana, kayaknya gak bakalan ada di indonesia.

Semua orang geleng geleng dengan beliau, kok ya maunya memutuskan hidup seperti itu padahal kalo mau, sepertinya beliau bisa saja membeli mobil yang cukup murah di kota phnom penh ini dibanding harga mobil di tanah air. Tapi itu tidak dilakukannya, beliau cukup bahagia dengan apa yang di punyainya.

Kata orang sih “kalo mau sukses, bertemanlah dengan orang yang telah sukses!”, rasanya rugi besar kalo tidak bertanya kepada teman ini rahasia suksesnya hidup sederhana dan bahagia.

Ternyata teman kita ini dulunya pernah bekerja di Jakarta selama beberapa tahun, beliau bercerita kehidupan yang begitu ketat dan pergaulan yang komsumtif membawanya kebiasaan kebiasaan hidup metropolitan. Kartu kredit punya 4, gadget HP terbaru, lewat 6 bulan kudu ganti lagi dan hang out setiap minggunya. Mobil bekas nyicil begitu pula motor untuk anaknya yang beranjak SMA itu. Tiap bulan numpang lewat sekalian jantung jedag jedug kalau kalau debt collector menyambangi pintu entrance kantornya. Asal ada (maaf) Ambon keling berperawakan sangar berdiri, beliau udah trauma duluan.

Akhirnya hidup sudah tak nyaman lagi, di luar orang lain mengira dia baik baik saja, padahal baginya besok pagi adalah neraka. Istrinya menyarankan mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih tinggi lagi dan akhirnya terdamparlah beliau di kamboja sini 5 tahun lebih dulu dibanding saya.

Dengan bekal trauma itu, beliau belajar merubah gaya hidup terlebih teman teman lokal yang beliau pilih untuk berinteraksi adalah teman teman lokal golongan biasa biasa saja sehingga mau tidak mau beliau menyesuaikan diri dengan membeli motor bebek, belajar makan tradisional mereka, gaya hidup, dsb.

Dengan gaji expat, pengeluaran lokal, membuat hidupnya makin baik yang akhirnya beliau memboyong anak dan istri beliau untuk hidup disini. Aset aset yang ada di jual dan seluruh hutang dilunasi. Anak anaknya yang beranjak ABG pertama tama protes, karena nggak bisa gaul disini, boro boro sekelas DUFAN lha bisokop sekelas 21 aja nggak ada disini, tapi lambat laun semuanya terbiasa malah lebih senang katanya. “kenapa?”tanya saya suatu hari. Anak anak itu berbicara tentang pergaulannya yang internasional karena sekolah di internasional school dengan teman teman dari berbeda negara, yang biaya sekolahnya bisa jauh lebih murah dibanding sekolah lokal ngetop di Jakarta, bebas macet, lingkungan yang sederhana, gak malu kalo pake baju gak bermerk, la wong merk aja orang orang sini gak paham paham banget kok.

Dengan hidup sederhana itu, beliau otomatis cuman nabung saja dan setelah beberapa tahun menabung, akhirnya tercipta 6 rumah kos kosan tanpa kredit di bank yang sekarang dikelola oleh ibundanya yang tinggal seorang diri di kampung. “Melihat tabungan kita tambah besar dan besar setiap bulannya, membuat hidup saya tambah pe de mas boy” ujarnya suatu hari. “Disini enak, orang gak perduli kita pake apa, demikian juga orang indonya sendiri disini, mereka maklum kalo kita hidup di rantauan, jadi gak perlu ada gengsi gengsian lah” tambahnya.

Dari pengalaman beliau ini membuat saya berpikir dan menarik kesimpulan bahwa faktor lingkungan memang sangat membawa andil dalam sikap dan prilaku kita ternyata. Informasi dan rayuan rayuan dalam bentuk iklan di TV tidak banyak pengaruhnya dibanding pengaruh dasyat dari pergaulan, pergaulan dimana orang gak perduli anda pake HP merk apa, baju merk apa dan mobil jenis apa adalah suatu keadaan yang mungkin sangat jarang di temui di kota kota besar di Indonesia.

Berangkat Bojog mulih Lutung

lutungBeberapa bulan ini saya cukup heran jika melihat stat yang masuk banyak bermunculan keyword baru yang mengetik “tips suami ke luar negeri”, “jika suami ke luar negeri”, “kalo suami kerja ke luar negeri” dan alhasil semuanya nyasar ke blog saya.

Bisa dipastikan, ini pasti ulah para istri yang ingin mengantisipasi suami mereka jika mendapatkan kerja di luar negeri. Saya sangat bersyukur kalo banyak istri mendapat faedah dari tips pribadi yang pernah saya jalankan. Tapi mohon maaf pula jika pada akhirnya malah pertengkaranlah yang terjadi gara gara baca tips dari blog ini. Ya maap..heee

Kebetulan juga hari ini saya lagi berbincang dengan sesama teman seperantauan (sama sama dari Indonesia gitu) , sang teman ini mengeluh kan waktu gajian yang dirasa lama…heee..padahal dalam 1 bulan itu selalu berkisar antara 30 atau 31 hari. Gak pernah saya alami 1 bulan itu 40 hari misalnya.

Kenapa bokek? begitulah kira kira pertanyaan yang saya lontarkan waktu itu. Sang teman ini berkisah banyak pengeluaran yang harus di keluarkan, ke bar lah, cari wanitalah, dan lain lain

Oalaa gitu toh ceritanya, saya males komentar, cuman geleng geleng dan manggut manggut aja (habis geleng geleng trus manggut manggut gitu bukan geleng geleng sambil manggut). Ternyata bukan cuman 1 orang aja, tetapi teman Indonesia yang lain juga mengeluhkan hal yang sama. Ini hampir sama dengan cerita saya mengenai gaya hidup disini.

Secara teori, setiap orang yang bekerja di Luar Negeri pasti mendapatkan gaji yang lebih banyak, bisa bervariasi antara 1.5 – 3 kali (artinya 50% – 300% lebih tinggi) dari di dalam negeri dengan posisi yang sama, Kalo nggak ya mana mau pindah donk. Jika rata rata kalo di Indo gaji itu kurang dan harus pinjam ama credit card, misalnya nombokin 20% dari gaji setiap bulan untuk keperluan lainnya, berarti anda masih punya 30 sampai 270% yang bisa ditabung.

Itu teori bagaimana dengan kenyataannya? kenyataannya anda bisa nabung lebih dari itu. Kok bisa? ya jelas bisa, wong kalo anda menjadi expat anda gak pernah pusing bayar listrik walaupun tiap hari di kamar pake AC, bayar air, tidak ada bayar laundry, transport (tempat kerja – tempat akomodasi anda), makan, bahkan untuk sekelas manager biaya telpon aja di bayarin. Jadi boro boro mikirin genteng bocor, rumah dimakan rayap, mobil ditabrak bajaj, dll wong yang fundamental aja pada gratisan.

Jadi yang gak beres pasti pada teman saya ini, mengapa mendadak jadi menaikkan gaya hidup? biasanya nongkrong di monas bawa nasi rantang bersama keluarga biar gratisan sekarang nge bar atau ke karaoke lengkap dengan pendamping jam jam an, biasa ngopi tubruk di pojokan kantin perusahaan, sekarang nyetok wine mahal taruh di kulkas, dan segala kegiatan rancangan “kreatif” lainnya.

Saya teringat dengan teman seperjuangan dulu di Amrik waktu bujang, setelah 1 kontrak kami pulang ke Indo, sang teman ini gak bawa apa apa, bahkan sekedar oleh olehpun tidak. Semuanya uang habis untuk wanita dan maen judi.

Terbayang kata kata bapaknya sewaktu saya antar ke rumahnya, beliau melihat sang anak tak berubah sedikitpun. Jins tetap sama, baju sampai kacamata yang menggantung di kepala pun masih sama. Sang bapak berkata (dalam bahasa Bali) ” mimi…Berangkat Bojog mulih Lutung”. Saya pun ikut tertawa terbahak bahak.

Artinya adalah “oala…berangkat monyet pulang masih monyet juga” (lebih kurus malah)

Selamat hari raya Idul Fitri

Udah lumayan gatel juga ini tangan pingin ngetik berbagi info atau sekedar curhat saja di blog ini, maklum baru pindah kerja. Ceritanya rejeki di bulan ramadan ini didapat bertubi tubi setelah selesainya saya bertugas sebagai paskibra. Mungkin karena keikhlasan dalam berpartisipasi untuk 17 agustusan dengan rela berpanas panas dalam latihan yang berminggu minggu, tak dinyana saya mendapat 3 tawaran kerja sekaligus! Tuhan memang Maha Pemurah! gini gini hari bow!

Akhirnya saya terdampar di perusahaan yang buat saya lumayan besar dan megah. Besarnya karena perusahaan ini punya 3000 karyawan lebih, megahnya ya mungkin karena ini hotel casino, jadi designnya memang dibikin seperti itu.

Hanya saja saya suka sentimentil sendiri jika setiap pagi nonton berita tentang pengungsi gempa tasikmalaya yang rumahnya udah amblas dan harus berteduh di tenda tenda pengungsian sedangkan ditempat kerja melihat orang menghabiskan ribuan dollar untuk membeli hiburan dalam bentuk permainan judi. Bahkan di suatu hari di penghujung weekend saya sempet jualan member dengan transaksi lebih dari 1/2 M hanya dalam waktu 2 jam.

Kata temen saya disini saya termasuk katrok dan norak, ya maklum saja la wong ini dunia baru saya je dan saya suka membatin sendiri menyaksikan fenomena hidup yang ndomplang. Antara televisi dan realita hidup. Walau pejabat kita yang koruptor lebih jahat dengan ngembat milliaran rupiah tapi kita khan tidak melihat secara langsung dihabisin apa saja uang nya itu. Kalo anda melihat langsung atau mungkin anda saudaranya, nah baru anda akan rasakan realita hidup yang ndomplang itu.

Saya sunggup berharap agar semua manusia di muka bumi ini yang sedang kena cobaan berat agar bisa kuat dan bangkit kembali karena sesungguhnya roda dunia akan berputar sesuai yang kita inginkan jika kita mau bangkit dari cobaan dan keterpurukan tersebut. Sehingga akhirnya nanti, anda tinggal memutuskan akan hidup di pinggiran atas, pinggiran samping atau lebih suka hidup tenang dengan berada di poros roda saja, sehingga tak tergerus arus putaran hidup.

Akhirnya, ingin rasanya saya sebagi sahabat blogger sekalian mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 HIJRIAH, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

Negara favorit pekerja ditinjau dari hari libur

horoskop2Soal keuangan dari hal besar sampai hal hal yang kecil, saya selalu penuh dengan pertimbangan dan perhitungan. maklum sebagai anak muda yang memulai segala sesuatunya dari bawah, jika tidak cermat dalam mengelola keuangan apalagi hidup memposisikan diri menjadi pekerja bukan pengusaha maka akan dipastikan hari hari akan terasa sama dan mendapati hidup tidak berubah. bikin hutang tutup hutang. untuk gaya hidup anda bisa membaca postingan saya yang lalu mengenai the jobs to pay the rent

Tapi kadangkala hidup yang ditawarkan bukan merupakan pilihan, kita harus menerima dan mengambil peluang walau bukan apa yang kita inginkan.

Read more »

The Jobs to pay the rent

Kalo diartikan kira kira ya pekerjaan untuk membayar sewa. Biasanya kesan nya rada miring, orang bule ngomong gini kalo emang pekerjaan mereka merupakan pekerjaan yang bukan mereka sukai, bukan pekerjaan yang ideal, terpaksa bekerja seperti itu karena gak ada pilihan. wes intinya pokoknya kerja aja buat bayar sewa apartemen dan makan!

Walau udah nonton film nya sampai lebih dari 7 kali, tapi berhubung di star movie di puter terus yah akhirnya nonton lagi dan kata kata itu masih saya ingat pada waktu grup pertemanan itu berkumpul di sebuah bar.

Read more »