Nov
26
2009
27

Indonesian trade and tourism promotion

trade_showTerlepas dari tegangnya hubungan diplomatik antara Kamboja dan Thailand, sepertinya moment ini sangat pas bagi Indonesia untuk mengadakan trade show atau pameran industri dan pariwisata produk produk indonesia.

Acara yang kini diadakan untuk yang kedua kalinya setelah tahun 2008 ini diadakan selama 4 hari dari tanggal 20 sampai 23 November kemarin. Lebih dari 30 stand dari berbagai perusahaan turut meramaikan acara yang di sponsori KBRI kamboja ini, mulai dari industri alat alat pertanian, farmasi, consumer good, dairy product, usaha batik, pertenunan sampai para pemilik restoran indonesia di kamboja. Asik gratis soalnya, gak perlu bayar sewa stand.

Dari pameran ini banyak atraksi kebudayaan yang dilakukan oleh anak anak asli kamboja yang belajar bahasa indonesia di KBRI Phnom Penh ini. Dari menari tari tarian tradisional indonesia hingga fashion show dengan menggunakan busana batik, tak lupa door prize yang membuat pameran selama 4 hari itu tambah semarak.

Pertemuan mengejutkan

Tak ketinggalan ada perjumpaan yang mengejutkan dari pembaca blog ini. Dia adalah mbak Rossi seorang pegawai Deplu yang tengah magang selama 3 bulan di kamboja ini. Sebelum ke kamboja, beliau tengah mencari cari data mengenai kamboja dengan mengetikkan sejumlah keyword di search engine untuk menambah wawasan saja mengenai kamboja sebelum berangkat, dan akhirnya terdamparlah beliau di blog ini. Tak disangka akhirnya kami bertemu muka dan berbincang bincang. Ini kali pertama buat saya bertemu secara nyata karena selama ini hanya berhubungan secara maya kepada rekan rekan blogger atau pencari informasi di blog ini.

Yah..walaupun ditengah kisruhnya negeri kita dengan kasus bank century dan carut marutnya peradilan hukum ini, sebagai rakyat biasa saya juga mengharapkan agar perekonomian indonesia tetap atau malah tambah maju dengan mencengkram industri industri di negara tetangga. Khan kita ikut bangga juga.

Bukankah hal ini juga akan menambah dan memperluas lapangan kerja khan?
Indonesian Expo in phnom penh 2009 004

Ps. Foto mbak Rossi paling kanan dengan ibu ibu KBRI Phnom Penh

Written by boyindra in: business, kamboja | Tags: ,
Nov
11
2009
27

Yang itu TV atau Handphone?

Kamboja memang banyak liburnya, baru minggu kemarin libur water festival sampai 5 hari, senin ini masih ada libur juga, maklum dalam setahun kamboja mempunyai 25 hari libur resmi, makanya maap agak jarang posting. Kalo ada yang ingin tahu apaan sih water festival di Kamboja itu, bisa baca postingan saya tahun lalu disini. Nah cerita kali ini terinspirasi gara gara tadi malam ikut menghadiri kondangan pernikahan teman istri orang kamboja sini. Selain belum pernah menghadiri pernikahan a la kamboja, juga penasaran dengan adat dan entertainment mereka.

Pernikahan a la kamboja sekarang dengan a la vietnam ternyata hampir sama, makan disajikan dengan set menu bergaya cina, maksudnya kalo gaya cina itu pasti di mejanya ada “lazy suzan” ditengah tengah meja. lazy suzan adalah meja bundar yang bisa diputar sehingga sewaktu makanan disajikan, para hadirin di meja itu bisa menikmati bergantian dengan memutar meja tersebut untuk mengambil makanan.

Yang berbeda adalah cara penyambutannya. Kalo di vietnam mempelai duduk dipanggung yang sudah disediakan sedangkan di kamboja mereka nungguin di depan gerbang dan aturannya selama menunggu tamu/undangan yang datang mereka bisa bolak balik berganti baju pengantin dengan pakaian khas mereka yang berbeda tentunya selama 12 kali! wuihh..capek bener nikah yak…heee

Perbedaan yang khas adalah di kamboja terkenal dengan acara yaitu “saravan atau Ruongbong” yaitu menari bersama antara pria dan wanita diiringi alunan musik yang riang, mirip pesta orang orang batak jika ada pesta.

poco2 kamboja

Nah ini yang mau saya ceritakan, walau bukan bermaksud mengeneralisasikan semua cowok kamboja, tapi memang pada waktu itu banyak teman istri yang cowok cowoknya pada membawa handphone…heee..pada bingung khan maksud saya?

Saya pun juga sempet ditanya oleh salah seorang yang SKSD (sok kenal sok dekat) sama saya, sambil menunjuk ke istri yang sedang berbincang dengan teman, si SKSD ini bertanya ke saya “maaf, Yang itu yang bersama kamu, TV apa handphone?” terus terang saya nggak ngerti maksud perkataannya, maklum di kamboja saya bukan anak gaul, akhirnya saya cuman cengengesan aja merespon pertanyaannya.

Terakhir setelah tanya ke istri akhirnya saya tahu bahwa yang dimaksud TV itu istri kalo Handphone adalah istri -istrian..haaa..dasar…alasannya adalah kalo TV itu barang yang lumayan lama digantinya kadang malah gak pernah diganti walau sudah rusak dan tv juga bukan barang yang suka ditenteng tapi kalo handphone adalah barang yang kalo lagi model baru suka dibeli, diganti dan di tenteng kemana mana.

Malam itupun cukup banyak “handphone” bertebaran di ballroom tempat acara pernikahan diadakan dan memang jika dibandingkan dengan sang pria, si handphone ini emang cukup “bening bening”, sangat kontras dengan yang “nenteng”.

Sekali lagi maap, bukan bermaksud sekali lagi menggeneralisasi cowok cowok kamboja, tapi kalo di indo biarpun mereka punya banyak “handphone” tapi kayaknya jarang deh sampe ditenteng ke pesta pernikahan.

Apa karena kita lebih munafik? ah, anda sendiri yang tau jawabnya

traditional khmer dress

Ps. Kalo yang ini (foto diatas) semuanya dijamin TV, biar berat bawa tabungnya tapi mesti dibawa..heee

Written by boyindra in: Experience, kamboja | Tags: ,

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com WordPress Themes