<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Boyindra's Weblog &#187; insentif</title>
	<atom:link href="http://boyindra.com/tag/insentif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://boyindra.com</link>
	<description>Expate update</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 01:41:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Yuk, bermain insentif</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/02/06/yuk-bermain-insentif/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/02/06/yuk-bermain-insentif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 15:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[insentif]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[Liburan emang enak diisi dengan baca buku selain jalan jalan bersama keluarga tentunya. Kali ini selain nemu bahan bacaan baru di blog orang lain juga gak kalah menariknya baca buku buku lawas. Kali ini saya lagi membaca ulang bukunya ekonom muda Amerika Steven D lewitt yang salah satunya tentang peran insentif disegala bentuk permasalahan di [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-418" title="insentif1" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/02/insentif1.jpg" alt="insentif1" width="240" height="240" />Liburan emang enak diisi dengan baca buku selain jalan jalan bersama keluarga tentunya. Kali ini selain nemu bahan bacaan baru di blog orang lain juga gak kalah menariknya baca buku buku lawas.</p>
<p>Kali ini saya lagi membaca ulang bukunya ekonom muda Amerika Steven D lewitt yang salah satunya tentang peran insentif disegala bentuk permasalahan di kehidupan kita. Sangat menarik mirip mirip hubungan sebab akibat.</p>
<p>Menurut beliau, ilmu ekonomi akarnya adalah ilmu yang mempelajari insentif yakni bagaimana orang memperoleh apa yang dia inginkan, khususnya pada saat orang lain ingin atau membutuhkan hal yang sama. Ekonom tipikal biasanya percaya bahwa tidak ada masalah di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan dengan merancang insentif yang tepat. Meski solusi itu tidak selamanya indah, bisa melibatkan paksaan, penalti yang berlebihan bahkan pelanggaran terhadap kebebasan manusia. Namun masalah utama akan selalu dapat terselesaikan. Insentif bagaikan peluru, pengatur, kunci, bahkan dianggap sebagai obyek kecil dengan kekuatan dasyat untuk mengubah situasi.</p>
<p><span id="more-415"></span></p>
<p>Kita semua belajar untuk merespons insentif yang negatif dan yang positif, dari kehidupan sehari hari. jika menyentuh kompor panas, jari anda akan terbakar. Namun seorang pelajar yang pulang dari sekolah dengan nilai A, ia mungkin akan memperoleh hadiah sepeda. Jika anda kepergok tidur di kelas, anda akan ditertawakan. Namun jika anda menjadi tim basket sekolah, kelas sosial anda akan naik. Jika anda lulus Unas, anda akan masuk ke universitas yang baik. Jika anda lulus pas-pasan dari universitas ekonomi, mungkin anda harus bekerja di toko/minimarket milik orangtua anda. Namun jika anda lulus dengan sangat bagus sehingga perusahaan pesaing memanggil anda, anda akan menjadi manager dan tidak harus bekerja di toko milik orang tua anda. Jika anda begitu senang dengan posisi manager tersebut, anda akan pulang dengan kecepatan 100 km per jam, sehingga anda di stop polisi dan dikenai denda $100. Namun jika proyeksi anda mengenai penjualan tepat sasaran dan anda memperoleh bonus akhir tahun, anda tidak hanya perlu khawatir dengan denda $100 itu namun anda juga dapat membeli kapal pesiar yang anda idam idamkan dan balita anda akan terbakar jarinya.</p>
<p>Ada tiga unsur utama dalam insentif: ekonomi, sosial dan moral. sering sekali satu skema insentif memiliki ketiga unsur tersebut. Seperti contohnya informasi mengenai aksi boikot produk produk yang disinyalir merupakan penyetor dana untuk israel. informasi ini dimana mana sampe dibahas di banyak blog, beberapa restorant fastfood internasional di Indonesia dan merek merek internasional yang lain walaupun tidak punya datanya tetapi saya yakin akan ada perubahan yang terjadi dalam tingkat pendapatan mereka seiring dengan meningkatnya jumlah simpatisan terhadap penderitaan negara palestina.</p>
<p>contoh yang lain seperti salah satu sahabat blogger kita yang mengangkat masalah cara berpromosi caleg kita hingga memuat foto serta nama si caleg dari daerah bandung tersebut yang gak terkenal sama sekali tetapi posternya dimana mana sehingga merusak wajah lingkungan tempat tinggal si blogger , itu juga termasuk peran blogger dalam memberikan insentif  sosial dan saya yakin itu caleg akan mempunyai potensial daftar tambahan untuk orang orang  sekitar bandung yang nggak akan mencontrengnya (sekarang contreng bukan nyoblos khan?) setidaknya jumlah itu bisa di dapat dari multiflyer efek dari orang yang bertandang ke blog tersebut.</p>
<p>Nah sahabat blogger, yuk coba coba bikin rancangan insentif, bisa insentif untuk lingkungan, daerah atau negara, bebas aja&#8230;ayo poskan di komentar yah..</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/02/06/yuk-bermain-insentif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
