<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Boyindra's Weblog &#187; hotel</title>
	<atom:link href="http://boyindra.com/tag/hotel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://boyindra.com</link>
	<description>Expate update</description>
	<lastBuildDate>Thu, 29 Jul 2010 03:00:14 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Perkembangan klasifikasi hotel berbintang</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 03:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut.
Selama ini mungkin sahabat sering lewat dan melihat hotel hotel dengan berbagai bentuk bangunan dan nama yang kebanyakan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://boyindra.com/2009/10/12/horee-udah-setahun/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Horee, Udah Setahun!'>Horee, Udah Setahun!</a> <small>Wah gak percaya kalo orang kayak saya gini udah ngeblog...</small></li>
<li><a href='http://boyindra.com/2010/01/12/murahnya-miras-di-phnom-penh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Murahnya Miras di Phnom Penh'>Murahnya Miras di Phnom Penh</a> <small>Ini pendapat pribadi, berhubung dari belia sampai sekarang saya akui...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-568" title="hotel" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/06/hotel.jpg" alt="hotel" width="182" height="240" />Menyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut.</p>
<p>Selama ini mungkin sahabat sering lewat dan melihat hotel hotel dengan berbagai bentuk bangunan dan nama yang kebanyakan dari luar negeri.Yah perlu diakui juga bahwa pengusaha kita orang Indonesia yang berbisnis di perhotelan memang terkenal di luar negeri dengan pengusaha yang suka membeli franchise atau system bisnis dari luar negeri. Selain system bisnis yang bagus juga karena jaringan yang luas mempermudah si pemilik hotel jaringan mendapatkan bisnis atau tamu tamu dari luar.Salah satu alasan yang lain ialah tidak perlu susah susah membangun reputasi padahal bayar fee nya lumayan besar, beberapa persen dari penghasilan hotel itu.</p>
<p>Berbicara mengenai reputasi, di Amerika nama hotel yang diciptakan merupakan suatu produk yang memang sudah di ciptakan untuk suatu segment tertentu dengan klasifikasi bintangnya. Untuk itu sebagai gambaran awal dan itung itung tambahan pengetahuan, maka saya bermaksud untuk menyajikan data tentang nama nama hotel tersebut.</p>
<p>Luxury/First Class/ Full Service<br />
- Hyatt<br />
- Westin<br />
- Stouffer<br />
- Ritz Carlton<br />
- Four Season<br />
- Marriott<br />
- Omni<br />
- St. Regis<br />
- Regent<br />
- Mandarin Oriental<br />
- Shangrilla, dll</p>
<p>All Suites<br />
- Embassy Suites<br />
- Lexington Hotel Suites<br />
- Park Suites Hotels<br />
- Residence Inns<br />
- Inn Suites International,dll</p>
<p>Major Multi – Product Chains</strong> (Franchise yang biasanya bisa dimiliki lebih dari satu di satu kota dengan owner yang berbeda)<br />
- Hilton<br />
- Holiday Inn<br />
- Radisson<br />
- Ramada<br />
- Quality<br />
- Best Western<br />
- Howard Johnson<br />
- Hotel Ibis<br />
- Mercure<br />
-Novotel,dll</p>
<p>Inns/Motels/Budget<br />
- Days Inns<br />
- Motel 6<br />
- Best Value Inns<br />
- Super 8 Motels, dll</p>
<p>Yang mengenai daftar nama tadi mungkin ada yang di kenal juga mungkin banyak yang baru mendengar. Seiring dengan perkembangan jaman, hanya beberapa produk hotel yang memang benar benar mempunyai reputasi yang seimbang walaupun di beberapa Negara yang berbeda,maksudnya ada yang brand ini luxury tapi di negara lain belum tentu kondisinya sama. Bagaimana dengan klasifikasi bintangnya? Mengenai ini jika berbicara kenyataan di lapangan, juga banyak pergeseran di karenakan seperti yang saya katakan tadi, reputasi yang berbeda beda di setiap Negara,seperti contohnya di Indonesia produk Ramada merupakan hotel bintang 4 tetapi di China dengan bentuk bangunan yang megah dengan gedung yang tinggi, klasifikasinya dimasukan ke bintang 5.</p>
<p>Saya yakin ini juga terjadi di level level perusahaan komunikasi, televisi, perminyakan, perbankan, maskapai penerbangan dan bidang bisnis lainnya. Dengan memahami benar benar positioning masing masing perusahaan, maka tidak heran banyak yang begitu antusias jika berbicara ingin bekerja di perusahaan tertentu, misalnya lebih bergengsi kalo harus kerja di Shangrilla daripada Ibis, Telkomsel daripada mobile 8, Trans TV daripada lokal TV Jakarta, dsb. Padahal belum tentu penghasilan yang didapat jauh berbeda malah bisa menjadi sesuatu yang merugikan seperti yang pernah saya ulas di <a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/">sini </a>dan <a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/">sini</a> untuk karir ke depannya.Pengalaman terakhir sewaktu di Singapura, gaji staff untuk hotel hotel berbintang malah hampir sama kisarannya apalagi untuk uang lemburnya, yang membedakan hanya apakah dia warga negara Singapore asli atau tidak.</p>
<p>Menurut pendapat pribadi saya fenomena &#8220;susah ngangkatnya&#8221; itu relatif sifatnya. Bagaimana menurut anda?</p>
<p>Sumber: Ronald A Nykiel, Phd.,CHA,”Marketing in the Hospitality Industry” 1990</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://boyindra.com/2009/10/12/horee-udah-setahun/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Horee, Udah Setahun!'>Horee, Udah Setahun!</a> <small>Wah gak percaya kalo orang kayak saya gini udah ngeblog...</small></li>
<li><a href='http://boyindra.com/2010/01/12/murahnya-miras-di-phnom-penh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Murahnya Miras di Phnom Penh'>Murahnya Miras di Phnom Penh</a> <small>Ini pendapat pribadi, berhubung dari belia sampai sekarang saya akui...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atlantis the Palm, Potential revenue estimated.</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/11/23/atlantis-the-palm-potential-revenue-estimated/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/11/23/atlantis-the-palm-potential-revenue-estimated/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 10:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imagination]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[
Dimana mana memang lagi heboh memberitakan yang satu ini, kemarin sabtu siang di bicarakan di BBC di midle east report, di CNN juga sama di Kompas gak ketinggalan juga apalagi media blog luar. Kalo di search di om google ya udah rame isinya.

Saya pingin nya ikut an juga meliput tentang gemerlapnya pembukaan hotel tersebut yang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/atlantis51.jpg"><img class="size-full wp-image-209 aligncenter" title="atlantis51" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/atlantis51.jpg" alt="" width="446" height="336" /></a></p>
<p>Dimana mana memang lagi heboh memberitakan yang satu ini, kemarin sabtu siang di bicarakan di BBC di midle east report, di CNN juga sama di <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/22/09525660/pesta.rp.235.miliar.tandai.pembukaan.hotel.rp.19.triliun">Kompas gak ketinggalan juga</a> apalagi media blog luar. Kalo di search di om google ya <a href="http://www.dubaishortstay.com/hotel/atlantis-the-palm-dubai.asp">udah rame isinya.</a></p>
<p><span id="more-206"></span></p>
<p>Saya pingin nya ikut an juga meliput tentang gemerlapnya pembukaan <a href="http://www.atlantisthepalm.com/">hotel tersebut</a> yang memang semua orang mengakui lumayan kontroversial di tengah tengah krisis yang melanda dunia saat ini, kok bisa bisanya ngeluarin US$20 juta buat pesta semalam. Tapi kayaknya rada gak asik deh, selain udah banyak yang ngliput juga gak enak sama postingan saya sebelumnya yang menyarankan untuk <a href="http://boyindra.com/2008/11/19/ayo-jangan-ngutang-lagi-mau-dekat-tahun-2009/">mengencangkan ikat pinggang.<br />
</a></p>
<p>Terus terang saya gak tau legal apa nggak sih kalo kita ngitungin potensi revenue sebuah perusahaan tanpa bermaksud untuk menghakimi perusahaan tersebut. Di postingan sebelumnya tentang <a href="http://boyindra.com/2008/10/29/salah-satu-cara-menentukan-besaran-gaji/">menentukan besaran gaji </a>mungkin ini adalah bentuk implimentasinya dan juga media pembelajaran bagi para manager atau bagi yang sekedar ingin tahu.</p>
<p>Setelah berkunjung ke situs hotel fenomenal ini sekalian cari <a href="https://careers.atlantisthepalm.com/">lowongannya</a>..hee, kita dapat menjumpai informasi tentang banyaknya kamar yang di punyai yaitu 1,373 rooms dan 166 suites, total 1,539 rooms. Saat berkunjung ke situsnya dan mencoba untuk booking ternyata hotelnya tidak full tetapi hanya tinggal suite yang tersedia harganya berkisar dari $3,350 &#8211; $5,025 per malam. Kamar termahal yang pertama kali ditempati oleh bintang bollywood Shah Rukh Khan harganya $35,000. Harga kamar biasa di perkirakan $1000.</p>
<p>Sebenarnya agak sulit untuk memperkirakan rata rata harga kamar/average room rate tersebut karena harga kamar di website berbeda dengan harga kamar untuk travel agent karena memakai kontrak atau disebut contract rate sesuai dengan kebijakan rate structure dari hotel tersebut. biasanya lebih rendah 20% &#8211; 40%.</p>
<p>Ok lah kita mulai hitung yah. Saya taruh harga rata rata nya sebesar $1,200 maka kita harus menghitung potential room night (prn) nya dulu yaitu sebesar, 1,539 kamar x 30 hari dalam sebulan = 46,170 room night (r/n). Jika di asumsikan hotel itu tingkat occupancy nya 40% setiap hari maka prn nya sebesar  18,468 yang akhirnya kita akan mendapatkan potential room revenue nya sebesar 18,468 x $1,200=$22,161,600 per bulan.</p>
<p>Penghasilan hotel bukan hanya dari kamar saja tetapi juga dari makanan yang biasa di sebut food &amp; beverage (fb) dan juga other income atau income lain lain misalnya pijat, beli bunga, cenderamata, dsb. Sebenarnya tidak se simple ini, tetapi karena keterbatasan dalam meng akses informasi dpartemen departemen apa saja yang menghasilkan serta kalo seandainya saya punya semua informasi nya yah berarti saya salah satu petinggi disana donk.</p>
<p>Nah, kita balik lagi ke penghasilan kotor kamar tadi yang sebesar $22,161,600 per bulan. Dalam laporan rugi laba (P&amp;L) kisaran ideal dari biaya/ cost penghasilan kamar tersebut sekitar 30% &#8211; 40%. Kita sederhanakan biaya ini sudah termasuk gaji, biaya departemen hingga depresiasi, amortisasi, etc. Kalo kita taruh 40% deh, jadi penghasilan bersih dari kamar sebesar $13,296,960 (60%). Bagaimana dengan fb? untuk hotel sebesar itu saya berani dengan perkiraan terendah saya penghasilannya sekitar 60% dari penghasilan bersih kamar dan untuk other incomenya kita bisa coba $500,000 saja deh sebulan. maka total dari penghasilan hotel tersebut sebulan sebesar,</p>
<p>$13,296,960 + $7,978,176 + $500,000 = $21,775,136/bulan</p>
<p>ck..ck..mantep bener tuh hotel, mimpi aja belum pernah liat laporan keuangan sebesar itu. o ya, sekalian aja kita hitung kapan investasinya Mr. Kerzner si pemilik hotel ini balik yah?</p>
<p>Menurut data yang didapat biaya pembuatannya sekitar US$1.5 milliar atau Rp. 19 triliun jadi kita tinggal bagi aja yah,</p>
<p>$1,500,000,000 : $21,775,136 = 68.8 atau kita bulatin deh jadi 69 bulan. Jadi gambaran kasarnya hotel semewah itu akan balik modal 5,75 tahun saja!</p>
<p>Buat yang ngerti finance, hitung hitungan di atas adalah gambaran yang masih sangat mentah, tapi setidaknya seperti misi di blog ini sebagai media untuk berbagi informasi dan pengetahuan setidaknya bisa sedikit membentuk persepsi.</p>
<p>Anda bisa bayangin setelah 6 tahun (kalo bener perkiraannya), itu duit tinggal ngalir sebesar itu per bulan nya karena udah balik modal, jadi uang sebesar US$20juta buat pesta pembukaan mah gak ada apa apanya. Apalagi untuk rencana renovasi suatu hotel biasanya setelah 8 &#8211; 10 tahun hotel itu berdiri. Kalo maintenance nya sangat bagus mungkin bisa lebih dari itu.</p>
<p>Mengutip kata si Colin Cowie si perancang pesta tersebut &#8220;Dana nya sudah disiapkan sejak tahun lalu, anda harus bermimpi besar untuk mendapatkan hasil yang besar!&#8221;</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/11/23/atlantis-the-palm-potential-revenue-estimated/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hotel jobs is sucks?</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/11/11/hotel-jobs-is-sucks/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/11/11/hotel-jobs-is-sucks/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 10:40:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>
		<category><![CDATA[jobs]]></category>
		<category><![CDATA[psychologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=135</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari pukul 8 malam saya pergi ke caffe shop hotel untuk makan malam, berhubung udah laper banget maka saya mengambil makanan di meja buffet daripada memesan menu. Tidak ada manager lain yang makan waktu itu hanya teman baru saya seorang manager proyek yang bekerja sementara untuk keperluan proyek hotel.Teman ini orang Jerman yang sudah [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/hotel-jobs.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-138" title="hotel-jobs" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/hotel-jobs.jpeg" alt="" width="200" height="250" /></a>Suatu hari pukul 8 malam saya pergi ke caffe shop hotel untuk makan malam, berhubung udah laper banget maka saya mengambil makanan di meja buffet daripada memesan menu. Tidak ada manager lain yang makan waktu itu hanya teman baru saya seorang manager proyek yang bekerja sementara untuk keperluan proyek hotel.Teman ini orang Jerman yang sudah melanglang buana ke mana mana, setelah mengambil makanan lalu saya duduk di meja bersama teman saya ini dan kami pun ngobrol ngobrol ringan saja, salah satu obrolan itu adalah mengenai pekerjaan yang kira kira sebagai berikut,</p>
<p><span id="more-135"></span></p>
<p>Friend:&#8221; Hi Indra!, Finished work?&#8221;<br />
Me:&#8221; Almost, I&#8217;ve to follow up something, got the guest complaint just now.&#8221;<br />
Friend:&#8221;Haa&#8230;again huh?&#8221;<br />
Me:&#8221;yup..like usual.&#8221; sambil mengangkat bahu<br />
Friend:&#8221; you know what, I just don&#8217;t get it with your job&#8230;it looks like that everything is just the same but you spend 14 hours everyday.handle as*h*le guest, you know that they&#8217;re not pay much in this hotel and you&#8217;ve got to be calm and make sure everything right for them. Life hard huh?!&#8221;<br />
Me:&#8221;It&#8217;s my world, off course you don&#8217;t get it.&#8221; jawab saya santai</p>
<p>Nah cuplikan obrolan dengan teman saya si engineer diatas itu sebenarnya sebuah pengalaman baru bagi saya karena selama ini belum pernah sekalipun saya mendapatkan input seperti ini dari seseorang, bahkan sang teman ini seperti berusaha untuk mempersuasi dengan menceritakan tentang jenis jenis pekerjaan yang lain di lain negara dan yang ideal bagi pandangannya.<br />
Terus terang waktu itu saya manut manut aja mendengar penjelasannya yang panjang lebar disertai contoh contoh yang seolah olah menjustifikasi opininya menjadi sebuah kebenaran.</p>
<p>Malam itu saya berpikir dari apa yang dikatakannya, gak bete sih dengan paparannya karena selama ini dia baik sama saya dan apa yang dikatakannya murni pendapat dia dan saya sudah kadung biasa (baca: terbiasa) mendengarkan orang lain di banding menyela. Entah karena kepengaruh atau bukan, saya mulai mengumpulkan kejelekan kejelekan pekerjaan saya sendiri seperti di complaint tamu, di complain bos, anak buah di belakang bermain monkey bussiness, delegasi ke assistant saya yang membias, di depan bilang ok ternyata gak dikerjain, sulitnya berhubungan dengan departemen lain, dan masih banyak lagi.<br />
Saya pun mulai mengajukan pertanyaan kepada diri saya kok bisa yah sampai saya tidak menyadari kalo pekerjaan ini sampai begini jeleknya di komentarin orang lain? lalu saya berusaha untuk flash back tentang bagaimana saya bisa seperti ini, dari mulai kuliah yang amat menyenangkan <a href="http://boyindra.com/2008/10/11/bikin-blog-ternyata-oh-ternyata/">mata pelajarannya</a>, bisa punya akses training dan kerja di luar negeri, fasilitas yang sangat baik yang mungkin tak terbeli dari penghasilan, hidup bebas hutang, dan lain sebagainya.</p>
<p>Saya mulai menyadari dan memahami opini teman saya ini, buat dia gaya hidup expat yang baru saya rasakan dan saya sangat syukuri buat dia adalah hal yang sangat biasa. sedangkan di lain pihak handukmandi dan sprei yang diganti di kamar tiap hari saja sudah merupakan hal yang luar biasa karena tidak pernah saya dapatkan di rumah saya. Teman saya ini lebih melihat dari sudut pandang pekerjaan yang menurut dia tidak mungkin dia lakukan seperti melayani tamu, tidak ber argument jika tamu menyalahkan, dan sebagainya&#8230;singkatnya jongos amat seeh..</p>
<p>Obrolan yang menyita perhatian sampe pake menganalisis segala ini tidak menjadikan saya menghindari dia, jelas manusia di takdirkan berbeda beda sesuai dengan minat masing masing. Selama anda mencintai pekerjaan anda disaat itulah anda merasa kaya.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/11/11/hotel-jobs-is-sucks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>17</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rupiah 10.000, Insan perhotelan pada senang</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 01:13:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>boyindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[chit chat]]></category>
		<category><![CDATA[dollar]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[Ternyata kalo rupiah tambah naik bukan orang hotel aja yang senang tapi entah mengapa wapres kita juga senyum senyum, itu yang saya baca di kompas tadi sore. Kalo penasaran kenapa beliau senyum ya tinggal di klik aja link yang saya bikin.
Tapi blog ini jelas tidak membahas politik (karena emang bukan backgroundnya) hanya saja buat yang [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/dollar2.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-128" title="dollar2" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/dollar2.jpeg" alt="" width="150" height="113" /></a>Ternyata kalo rupiah tambah naik bukan orang hotel aja yang senang tapi entah mengapa <a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/24/15542135/rupiah.tembus.10.000.kalla.hanya.tersenyum">wapres kita juga senyum senyum</a>, itu yang saya baca di kompas tadi sore. Kalo penasaran kenapa beliau senyum ya tinggal di klik aja link yang saya bikin.</p>
<p>Tapi blog ini jelas tidak membahas politik (karena emang bukan backgroundnya) hanya saja buat yang awam tentang industri perhotelan kenapa tidak hanya orang perhotelan di luar negeri yang senang dollar naik, tapi di dalam negeri juga pada senang, tebakan yang paling umum dan masuk akal biasanya</p>
<p><span id="more-126"></span></p>
<p>&#8220;khan kalo tamu ngasi tip khan dalam bentuk dollar?&#8221; sebenarnya tebakannya gak salah sih, cuman hal itu hanya bisa dinikmati oleh sebagian karyawan saja yang lebih banyak berinteraksi kepada tamu dalam bidang pekerjaanya secara spesifik seperti bellboy, waiter, room attendant, dan yang lainnya.</p>
<p>Orang hotel di Indonesia umumnya di gaji dalam dua komponen yaitu gaji basic sama dengan yang namanya &#8220;service charge (SC)&#8221;. Untuk di perhotelan di Indonesia sekitar 10% kalo di cafe cafe terkenal biasanya sekitar 5.5%. Nah kalo diasumsikan 1 hotel berkaryawan 100 orang dan pendapatan hotel bulan itu adalah $100.000 diluar pajak dan SC maka dari SCnya sendiri akan didapat sekitar $10.000 atau $100 per orang di luar gaji basic. Tentunya perhitungan aslinya tidak sesederhana ini karena ada kebijakan kebijakan lain dalam pengurangan  SC seperti breakage and loss, dana untuk training, dan lain sebagainya tergantung kebijakan hotel dan colective labour agreement ato KKB (kesepakatan kerja bersama) dari pihak hotel dengan karyawan. Maka dari itu sudah jelaslah kalo di dalam negeri pun terpuruknya nilai tukar rupiah adalah hal yang malah di harapkan karyawan perhotelan atau pariwisata pada umumnya. Seperti yang kita tahu bahwa krisis dan peluang adalah sebuah dua sisi mata uang.</p>
<p>Kita semua mungkin sudah pada tahu bahwa Amerika sekarang sedang dilanda krisis keuangan gara gara si subprime mortgage pada mulanya,  ampe merembet kemana mana dan mengakibatkan rupiah terpuruk. Tapi yang namanya awam banyak juga yang heran krisis kredit perumahan di Amerika nun jauh disana tapi kok rupiah ikutan loyo juga, bukannya malah kalo Amerika bangkrut Rupiah malah tambah kuat?</p>
<p>Penjelasan gampangnya saya juga sebagai orang awam untuk memahami ialah karena mata uang Amerika itu emang bukan sekedar mata uang  suatu negara aja tetapi sudah merupakan komoditi international. Orang pake dagang, transaksi ampe bayar utang (perusahaan lokal) itu pake dollar. Jadi pas Amerika krisis, pengusaha butuh dollar untuk transaksi importnya sedangkan eksportnya karena krisis menjadikan pemasukan dollar jauh berkurang karena penurunan eksport, alias permintaan lebih besar dari penawaran. Sedangkan untuk di pasar modal sendiri para investor asing di bursa efek pada menarik sahamnya dan pada di jual sehingga harga saham rontok, nah untuk mentransfer uangnya khan pake dollar, tentunya dalam jumlah yang sangat besar yang pada akhirnya dollar jadi jarang dipasaran. Karena jarang itulah ditambah banyaknya permintaan membuat harga dollar menjadi naik (hukum ekonomi SMA).</p>
<p>Cuman dari berbagai informasi yang saya akses, belum di ketahui sampai kapan dollar akan bertahan di level 10.000, walaupun Bank Indonesia sudah melakukan intervensi dengan memberikan tambahan supply dollar di pasaran.</p>
<p>Mbok ya ada yang ngasi tahu biar kita kita yang nun jauh disini bisa ambil ancang ancang kapan mau nyairinnya..heeee</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
