<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Boyindra's Weblog &#187; food</title>
	<atom:link href="http://boyindra.com/tag/food/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://boyindra.com</link>
	<description>Expate update</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 07:35:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Gak usah di iri in, orang lain juga nggak terlalu menghargai kok</title>
		<link>http://boyindra.com/2011/05/27/gak-usah-di-iri-in-orang-lain-juga-nggak-terlalu-menghargai-kok/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2011/05/27/gak-usah-di-iri-in-orang-lain-juga-nggak-terlalu-menghargai-kok/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 02:17:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=1100</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2011/05/27/gak-usah-di-iri-in-orang-lain-juga-nggak-terlalu-menghargai-kok/" title="Gak usah di iri in, orang lain juga nggak terlalu menghargai kok "></a>Habis main ke blognya bu Edratna soal makan siang /maksi, saya jadi terinspirasi untuk sharing pengalaman saya soal makanan dan barang barang mewah lainnya. Sewaktu saya kecil, saya paling doyan makan tempe dan sampai sekarangpun minimal satu kali seminggu saya &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2011/05/27/gak-usah-di-iri-in-orang-lain-juga-nggak-terlalu-menghargai-kok/">Read more &#187;</a></p>
Related posts:<ol>
<li><a href='http://boyindra.com/2011/05/04/liburan-ke-koh-kong-perbatasan-thailand/' rel='bookmark' title='Liburan ke Koh Kong, perbatasan Thailand'>Liburan ke Koh Kong, perbatasan Thailand</a> <small>Buat pengunjung setia blog ini pasti pada tau kalo saya...</small></li>
<li><a href='http://boyindra.com/2011/02/21/bahagianya-sederhana-sederhananya-untuk-bahagia/' rel='bookmark' title='Bahagianya Sederhana, Sederhananya untuk bahagia'>Bahagianya Sederhana, Sederhananya untuk bahagia</a> <small>Sudah beberapa bulan ini saya selalu mengamati teman saya ini....</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2011/05/27/gak-usah-di-iri-in-orang-lain-juga-nggak-terlalu-menghargai-kok/" title="Gak usah di iri in, orang lain juga nggak terlalu menghargai kok "></a><p style="text-align: left;">Habis main ke blognya bu Edratna soal <a href="https://edratna.wordpress.com/2011/04/28/maksi-dimana/">makan siang /maksi</a>, saya jadi terinspirasi untuk sharing pengalaman saya soal makanan dan barang barang mewah lainnya. Sewaktu saya kecil, saya paling doyan makan tempe dan sampai sekarangpun minimal satu kali seminggu saya masih sering makan tempe dari teman saya yang<a href="http://boyindra.com/2011/02/04/penyebaran-budaya-makan-tempe-yang-mendunia/"> jualan tempe di kamboja</a> sini.</p>
<p>Suatu ketika saya diajak ortu sekitar tahun 80-an liburan ke Jakarta menengok sepupu saya yang lumayan berada dan tinggal di rumah mereka. Selama di rumah mereka, tante saya yang jago masak ini sering banget menyuguhi kami dengan berbagai macam makanan internasional dari sirloin steak, sukiyaki dan makanan lainnya yang menurut saya mewah waktu itu. Sepulang dari liburan itu tiap saat saya suka menagih ortu untuk makan makanan mewah tersebut dan akhirnya dipenuhi hanya pada akhir pekan saja karena harga makanan itu khan cukup mahal. Pada saat itu saya berpikir enak sekali yah jadi orang kaya, punya mobil mewah dan makannya makanan yang enak enak pula.</p>
<p>Bukan kebetulan juga kalo akhirnya Tuhan menempatkan saya untuk bersekolah di sekolah perhotelan, dimana pelajaran tentang kemewahan menjadi bagian keseharian saya. Sekolah mengajarkan cara memasak makan makanan barat lengkap dengan ilmu pengetahuan tentang  daging, potongan makanan, saus sampai pengetahuan tentang wine, cocktail atau minuman campuran dan cara menjadi seorang bartender dan pernah mabuk karena terlalu banyak mencoba jenis jenis minuman itu.</p>
<p>Sewaktu di bekerja di Bali saya pernah ditugaskan untuk memonitor anak buah untuk merawat mobil tamu saya yang tinggal lebih dari 5 tahun di hotel kami. Tak kurang 12 mobil tamu ini disimpan dalam parkiran hotel kami, dari mercy S class, model SLK, range rover, jaguar sampai 2 motor harley davidson juga ada dalam koleksi tamu ini. Supaya terawat baik, mobil mobil mewah ini tak boleh hanya dipanaskan tapi juga harus dibawa berputar putar agar oli transmisi tersebar dengan merata. Sebagai kacung hotel, naik harley dan mencoba keliling keliling dengan mobil mewah tersebut adalah hal yang biasa, apalagi yang empunya suka traveling sampai kadang kadang 2 bulan lamanya dengan kamar hotel yang terus dibayar. Asal itu mobil tidak rusak atau tertabrak, si pemilik mobil ini agaknya tidak terlalu perduli kalo kita muternya &#8216;rada jauh&#8217;.</p>
<p>Ada kejadian yang saya suka tersenyum sendiri kalo ingat, gimana nggak bandel, pada suatu saat, anak yang punya mobil ini ingin nembak seorang wanita yang tinggal di hotel lain dan minta saya membawakan seikat bunga mawar kuning untuk dikirimkan ke hotel wanita itu. Alih alih membawa mobil, motor harley lah yang saya bawa dan mawar itu saya dudukin tangkainya sampai akhirnya dalam perjalanan, seikat mawar itu sampai ke tangan wanita itu dengan bentuknya yang gak karuan karena banyak bunga yang rontok dilibas angin&#8230;heee&#8230;intinya orang orang kaya itu tidak terlalu perduli dengan barang yang dimilikinya, sekali lagi asalkan kita tidak ngrusakin apalagi ngotorin, karena membersihkan setiap hari itu juga bagian dari service hotel kami. Tentang wanita itu? oh dia gak terlalu risau akan bunga itu, karena anak tamu saya ini sudah merupakan jaminan yang cukup untuk masa depannya..heee&#8230;</p>
<p>Nah bicara soal sekarang ini, malah sebaliknya, semenjak jadi expat di hotel berbintang, makanan luar negeri malah membosankan walaupun itu tidak hanya masakan barat tapi juga termasuk makanan vietnam, korea, china, india sampai libanon. Saya lebih suka nongkrong diresto teman saya makan ayam kalasan, tahu telor surabaya sampai soto betawi.</p>
<p>Saya jadi teringat ucapannya Mario teguh yang kalo gak salah kira kira omonganya begini, &#8220;gak usah ngiriin kelebihan orang lain, la wong orang lain itu nggak merasa bahkan malah nggak terlalu menghargai kelebihan yang kita ingini itu kok.&#8221;</p>
<p>Jadi bahagia aja dengan apa yang kita punya, rasanya malah lebih gampang dan nikmat.</p>
<p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://boyindra.com/2011/05/04/liburan-ke-koh-kong-perbatasan-thailand/' rel='bookmark' title='Liburan ke Koh Kong, perbatasan Thailand'>Liburan ke Koh Kong, perbatasan Thailand</a> <small>Buat pengunjung setia blog ini pasti pada tau kalo saya...</small></li>
<li><a href='http://boyindra.com/2011/02/21/bahagianya-sederhana-sederhananya-untuk-bahagia/' rel='bookmark' title='Bahagianya Sederhana, Sederhananya untuk bahagia'>Bahagianya Sederhana, Sederhananya untuk bahagia</a> <small>Sudah beberapa bulan ini saya selalu mengamati teman saya ini....</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2011/05/27/gak-usah-di-iri-in-orang-lain-juga-nggak-terlalu-menghargai-kok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penyebaran budaya makan tempe yang mendunia</title>
		<link>http://boyindra.com/2011/02/04/penyebaran-budaya-makan-tempe-yang-mendunia/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2011/02/04/penyebaran-budaya-makan-tempe-yang-mendunia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Feb 2011 01:48:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[tempe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=1066</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2011/02/04/penyebaran-budaya-makan-tempe-yang-mendunia/" title="Penyebaran budaya makan tempe yang mendunia"></a>Di kamboja sini khususnya di Ibukota Phnom Penh terdapat 4 restaurant Indonesia yang dimana karena kota yang kecil disertai dengan eratnya perkumpulan antar insan insan di perantauan tersebut membuat kami menjadi saling mengenal. Tidak hanya saling mengenal saja tapi semuanyapun &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2011/02/04/penyebaran-budaya-makan-tempe-yang-mendunia/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2011/02/04/penyebaran-budaya-makan-tempe-yang-mendunia/" title="Penyebaran budaya makan tempe yang mendunia"></a><p>Di kamboja sini khususnya di Ibukota Phnom Penh terdapat 4 restaurant Indonesia yang dimana karena kota yang kecil disertai dengan eratnya perkumpulan antar insan insan di perantauan tersebut membuat kami menjadi saling mengenal. Tidak hanya saling mengenal saja tapi semuanyapun terlibat aktif untuk kegiatan kegiatan yang diadakan oleh komuniti kami maupun yang diselenggarakan oleh kedutaan.</p>
<p><a title="tempecambodia by jayasob, on Flickr" href="http://www.flickr.com/photos/31301299@N02/5409518838/"><img src="http://farm5.static.flickr.com/4090/5409518838_a601de6f02.jpg" alt="tempecambodia" width="500" height="178" /></a></p>
<p>Saya mempunyai teman yang mempunyai misi sebagai misionaris di kamboja, disela sela melakukan pekerjaannya sebagai misionaris dengan banyak bepergian di kampung kampung, keluar masuk provinsi di penjuru kamboja ini, ada hal yang menarik perhatian saya adalah bahwa teman ini memulai kegiatannya dengan membuat tempe. Tempe fresh ini tidak hanya dinikmati dan didistribusikan kepada kita kita di komuniti Indonesia tetapi juga diperkenalkan sebagai makanan alternatif baru untuk masyarakat kamboja yang tadinya tidak mengenal tempe sama sekali.</p>
<p>Beliau dalam kunjungannya ke kampung kampung mencoba memperkenalkan tempe dari rasa, hingga mengajak mereka untuk menikmati sajian dari tempe secara gratis. Lambat laun tidak menutup kemungkinan cara memproduksi tempe pun akan diajarkan sebagai bagian misi membangun kehidupan para penduduk di pedesaan kamboja agar lebih mandiri dan memperoleh penghasilan  dari makanan alternatif ini.</p>
<p>Saya teringat akan kasus saling klaim budaya antara negara kita dengan negara tetangga kita tempo hari. Persoalan penyebaran budaya itu mungkin sudah dilakukan tidak hanya beberapa dekade lalu, tapi mungkin juga sudah lebih lama daripada itu. Seperti halnya bahasa, pakaian, lukisan, ukiran, tarian, dan lain sebagainya asalkan kita tidak berhenti dan terus melestarikan budaya kita sendiri, saya amat tidak yakin 100 tahun kedepan, kamboja akan mengklaim bahwa tempe adalah makanan khas mereka.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2011/02/04/penyebaran-budaya-makan-tempe-yang-mendunia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>39</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ketika musim duren tiba</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/06/15/ketika-musim-duren-tiba/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/06/15/ketika-musim-duren-tiba/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Jun 2009 02:00:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[duren]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=589</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/06/15/ketika-musim-duren-tiba/" title="Ketika musim duren tiba"></a>Masih ingatkah pada tahun 90an judul ini merupakan judul film yang dibintangi Ongky Alexander yang sangat terkenal dijamannya.Sutradaranya pun kalo gak salah Teguh karya(betul gak sih?). Tapi judul diatas nggak ada hubunganya dengan judul film yang terkenal itu. Saya cuman &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/06/15/ketika-musim-duren-tiba/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/06/15/ketika-musim-duren-tiba/" title="Ketika musim duren tiba"></a><p><img class="alignleft size-full wp-image-591" title="duren" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/06/duren.jpg" alt="duren" width="240" height="180" />Masih ingatkah pada tahun 90an judul ini merupakan judul film yang dibintangi Ongky Alexander yang sangat terkenal dijamannya.Sutradaranya pun kalo gak salah Teguh karya(betul gak sih?).</p>
<p>Tapi judul diatas nggak ada hubunganya dengan judul film yang terkenal itu. Saya cuman mau cerita aja kalo di kamboja sekarang memang lagi musim duren.Dimana mana ada duren, padahal selama ini pasokan duren memang selalu ada karena duren yang tak mengenal musim disuplai dari Thailand.Mirip dengan di Jakarta yang sudah membudidayakan duren yang tak kenal musim dengan teknologi pertanian masa kini.</p>
<p>Tapi untuk duren tradisional, bulan bulan ini memang lagi musimnya sehingga di jalan jalan mereka menjual duren dengan 3 jenis yang dijual terpisah tapi ukuran besarnya sama sama besar dengan duren Thailand. 2 jenis duren itu yaitu dari provinsi kampong charm  dan provinsi kompot.</p>
<p>Bagaimana dengan rasanya? Berhubung saya bukan ahli duren kayaknya semua jenis duren ini rasanya hampir sama, mirip duren mentega yang kandungan alkoholnya sedikit sekali dan rasanya yang manis dari permukaan luar sampai dalam. Yang membedakan hanya duren Thailand masih jadi pemenang karena biji nya yang kecil sehingga daging durennya pastinya lebih tebal dari pesaingnya yang lokal.</p>
<p>Yang menggembirakan apalagi,  kalo harganya jadi dibanting murah karena memang saat ini duren lagi kelebihan pasokan. Kalo lagi tidak musim 1 kilonya bisa mencapai 8000 real atau Rp.20.000 tetapi kali ini harganya hanya setengahnya sekitar 3500 sampai 4000 real per kilogram.</p>
<p>Saya jadi teringat sewaktu nonton Tv tentang pameran duren di Taman Mini beberapa waktu yang lalu yang menyediakan puluhan jenis duren dari berbagai provinsi di Tanah air. Itu sudah pasti lebih seru!</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/06/15/ketika-musim-duren-tiba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngelmu Boyin (jurus mabuk): Bertahan di kaleng ke 17</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/01/22/ngelmu-boyin-jurus-mabuk-bertahan-di-kaleng-ke-17/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/01/22/ngelmu-boyin-jurus-mabuk-bertahan-di-kaleng-ke-17/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 17:14:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[drink]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/01/22/ngelmu-boyin-jurus-mabuk-bertahan-di-kaleng-ke-17/" title="Ngelmu Boyin (jurus mabuk): Bertahan di kaleng ke 17"></a>Bulan January ini saya namakan bulan pembawa berkah sekaligus bulan racun. lho alasannya? iya karena bulan January ini di Vietnam akan memperingati Tahun Baru Vietnam atau dikenal dengan istilah Tahun Baru &#8216;Tet&#8217; karena mereka masih memakai sistim penanggalan Lunar atau &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/01/22/ngelmu-boyin-jurus-mabuk-bertahan-di-kaleng-ke-17/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/01/22/ngelmu-boyin-jurus-mabuk-bertahan-di-kaleng-ke-17/" title="Ngelmu Boyin (jurus mabuk): Bertahan di kaleng ke 17"></a><p><img class="alignleft size-full wp-image-384" title="heineken2" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/01/heineken2.jpg" alt="heineken2" width="231" height="240" />Bulan January ini saya namakan bulan pembawa berkah sekaligus bulan racun. lho alasannya? iya karena bulan January ini di Vietnam akan memperingati Tahun Baru Vietnam atau dikenal dengan istilah Tahun Baru &#8216;Tet&#8217; karena mereka masih memakai sistim penanggalan Lunar atau Lunar kalender.</p>
<p>Karena menyambut Hari raya besar inilah di setiap company banyak diadakan pesta seperti pesta perusahaan yang setiap setahun sekali, pesta antar departemen, pesta kawinan, pesta individual dan lain sebagainya. Bonus pun banyak dibagikan di tahun ini, dari gaji ke 13 sampe THR dan bonus tanggal merah (ada 3 tanggal merah bulan ini).</p>
<p><span id="more-382"></span></p>
<p>Selama di Vietnam dan bergaul dengan masyarakatnya,  saya mendapati bahwa mereka ini suka pesta jika punya rejeki berlebih, mirip mirip dengan beberapa sahabat saya yang orang Manado, walau nggak semua orang Manado suka pesta lho.</p>
<p>Alhasil, bulan january ini saya bak <strong>pak Camat</strong> yang keliling menghadiri beberapa undangan dari pesta kawinan, pesta antar departemen, sampai undangan dari teman teman di luar hotel.</p>
<p>Kalo sudah pesta apalagi kalo tidak berkaitan dengan makanan dan minuman. kalo makanan sangat beragam tapi kalo minuman bisa 100% saya bilang mereka hanya ngebir! Di Vietnam banyak juga arak, tapi tidak terkenal dan jarang sekali peminatnya karena mungkin proses fermentasi/destilasinya yang tidak bersih.</p>
<p>Dalam hal nge bir dan dunia percowokan (bahasa apaan nih..) disini, sudah biasa bahwa penghormatan diberikan kepada siapa yang bertahan lebih lama serta siapa yang mampu memeriahkan suasana pesta, alhasil pasti diundang terus kalo ada pesta.</p>
<p>Nah dalam hal ngebir ada beberapa teknik khusus a la Boyin yang saya dapat dari pengalaman dan beberapa dari bapak saya yang dulunya pemain band itu.</p>
<p><strong>Persiapan</strong></p>
<p>Ini klasik lah, tubuh musti cukup tidur dan tidak habis bekerja keras dalam artian fisik maupun pikiran. Karena ada contohnya beberapa orang yang kalo dilanda stress bawaanya mau kebelakang melulu. Nah dalam kondisi kayak gini kok malah mau lomba minum bir sedangkan perutnya aja masih bermasalah.</p>
<p><strong>Posisi</strong></p>
<p>Ambil posisi senyaman mungkin yang dimana otot perut akan sedikit bekerja dan berkontraksi. Jika a la tradisionil disini yang duduk melingkar dan bersila maka biasanya saya langsung cari yang dekat tembok agar bisa bersandar. Usahakan punggung harus bersandar agar perut tidak menekuk.</p>
<p><strong>Indikasi awal</strong></p>
<p>Indikasi awal ini penting agar anda tahu kondisi tubuh anda sebenarnya dalam menyerap bir dan mengurangi mabuk. Jika pada kaleng kedua anda belum merasakan ingin kebelakang, nah siap siap mabuk lebih cepat atau keluar dari pertarungan saja, berarti tubuh belum bisa mensirkulasi dengan baik. salah satu teknik andal agar lebih lama bertahan adalah sering seringlah buang air (kencing maksudnya). mirip prinsip akuntasi FIFO (first in first out). Jika tidak,  selain perut berisi lebih banyak air sehingga anda tidak ingin minum lagi,  jika dipaksakan maka keinginan untuk muntah akan muncul. selain itu,  sirkulasi yang tidak teratur akan menstimulasi alkohol ke otak dan lebih cepat mabuk.</p>
<p><strong>Teknik awal</strong></p>
<p>Saya belum pernah nemu peminum yang gak ngerokok jadi nggak bisa ngajarin khusus untuk yang bukan perokok. Merokok akan lebih baik kalo rokok putih bukan kretek disebabkan karena rokok putih membuat tenggorokan jadi lebih seret. Ciri khas bir adalah menstimulasi peminum agar minum lagi, jadi tenggorokan akan kering kalo ditambah dengan rokok putih maka keinginan minum akan bertambah (tambah seret soalnya). makanan pun seperti yang udah pada semua tahu yaitu makanan yang bikin seret juga seperti krupuk/crackers, kacang dan sejenisnya.</p>
<p><strong>Godaan</strong></p>
<p>Dalam pesta apalagi skala tradisional disini, akan ada permainan seperti berjoget, bernyanyi dan banyak tertawa karena banyak yang membuat joke/lelucon untuk menyegarkan suasana. sekali lagi usahakan jangan membuat perut terkocok terlalu sering karena alkonol..eh maap alkohol akan cepat naik.</p>
<p><strong>Teknik Inti</strong></p>
<p>Biasanya memasuki kaleng ke 7 (1 kaleng = 330 ml x 7 = 2.3 lt) para peserta biasanya sudah mulai rontok drastis secara alamiah. Yang awalnya 35 orang cowok yang memeriahkan suasana hingga tinggal 6 atau 7 orang saja. Pembicaraan pun harus mulai hati hati, jika sekiranya akan menimbulkan konflik secepatnya hindari atau iyakan saja si pembicara tersebut. tidak semua orang bisa mengontrol emosi. emosi yang terkontrol membuat anda makin disegani.</p>
<p>Perut biasanya mulai begah, anda harus atur bener bener pernafasan anda, perhatikan jika tanpa disadari perut tertekuk. irit irit dalam bernafas, jangan pernah menghirup nafas dalam dalam dan teruslah rutin ke belakang minimal setiap 2 kaleng sekali. Bagaimana dengan rokok? o..itu kudu ngebul terus, khan membuat tenggorokan kering..heee..selain itu juga mengurangi begah</p>
<p><strong>Penutupan</strong></p>
<p>Biasanya di kalangan peminum jika peserta tinggal kurang dari 5, adakalanya kita harus inisiatif untuk mengatakan harus pulang atau memimpin pembubaran party lah, karena percakapan dan tetek bengek lainya sudah amat tidak menarik. Tidak perlu merasa kalah. Dengan menampakkan raut muka yang tetap tegar malah akan mencerminkan kelas anda sebagai peminum karena sebenarnya peserta lainnya juga ngarep banget bubar. sama sama udah gak kuat.</p>
<p>Ini sebenernya rahasia yang banyak orang nggak nyadar yang pada akhirnya malah malu maluin diri sendiri dengan bergaya bertahan trus pada akhirnya malah muntah di kamar mandi atau melakukan ulah yang lain seperti nyenggol gelas ampe pecah, dan lain sebagainya.</p>
<p>Nah berakhirlah ngelmu boyin edisi premium ini, jika ingin copas tolong sertakan sumbernya yah karena ini murni pengalaman pribadi. Buat yang suka minum juga, bisa sharing disini biar tambah lengkap ilmu kita..heee</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/01/22/ngelmu-boyin-jurus-mabuk-bertahan-di-kaleng-ke-17/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>81</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kambing bakar ala vietnam</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/12/23/kambing-bakar-ala-vietnam/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/12/23/kambing-bakar-ala-vietnam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Dec 2008 18:57:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[Experience]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/12/23/kambing-bakar-ala-vietnam/" title="Kambing bakar ala vietnam"></a>Kali ini kita cerita santai dulu yah. Pasti banyak banget yang suka makanan yang dari bahan kambing, dari kambing guling, sate kambing sampai gule kambing. Di deket hotel saya sekitar 7 kilometer, berjejer warung yang menyediakan spesial daging kambing yang &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/12/23/kambing-bakar-ala-vietnam/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/12/23/kambing-bakar-ala-vietnam/" title="Kambing bakar ala vietnam"></a><p>Kali ini kita cerita santai dulu yah. Pasti banyak banget yang suka makanan yang dari bahan kambing, dari kambing guling, sate kambing sampai gule kambing.</p>
<p><span id="more-286"></span></p>
<p>Di deket hotel saya sekitar 7 kilometer, berjejer warung yang menyediakan spesial daging  kambing  yang tentunya rada lain dengan di Indo (ya iyalah, kalo sama ngapain di posting).</p>
<p>Setiap ada waktu saya dan teman teman selalu berkunjung kesana karena memang rasanya yang khas dan cara makan yang baru menarik perhatian saya sehingga ingin selalu balik lagi.</p>
<p>Di Warung khusus daging kambing ini disediakan bermacam pilihan antara lain, kambing steam (kukus), kambing goreng yang dimana kita sendiri yang goreng dengan kompor kecil, kambing steamboat, juga dengan kompor kecil lengkap dengan piring besar berisi mi kering, sayur sayuran, tahu putih untuk di celupin satu persatu di wajannya yang telah mendidih, serta yang terakhir kambing bakar atau panggang.</p>
<p>Sama dengan sajian makanan kambing lainnya, semuanya kita yang proses sendiri pihak warung hanya menyediakan mentahnya yang sudah di rendam dengan bumbu khas mereka. Jadi intinya kita yang nggodok sendiri, nggoreng sendiri dan mbakar sendiri..hee</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-312" title="lau-de2" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/12/lau-de2.jpg" alt="lau-de2" width="458" height="343" /></p>
<p>Dari semua proses makanan kambing yang saya coba, bumbu yang paling enak hanya kambing bakar. Kambingnya di rendam dengan bumbu dan di campur minyak wijen serta biji wijen sehingga harum sewaktu di bakar. menu pelengkapnya yaitu sayur sayuran yang saya gak ngerti namanya, dengan &#8216;lady finger&#8217;. sorry saya gak ngerti bahasa Indonya lady finger tapi coba buka di image google pasti anda ngerti deh.</p>
<p>Bumbu lain yang harus disiapkan ialah sambel colenak nya (bukan dari bandung lho) yaitu perpaduan saus tahu yang sudah halus kayak yogurt dengan sambel ulek goreng ala mereka.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-311" title="lau-de1" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/12/lau-de1.jpg" alt="lau-de1" width="458" height="343" /></p>
<p>Nah sekarang cara makannya. Kambing yang sudah d potong tipis tipis di panggang di sertai si lady finger ini. Setelah matang anda kudu menyiapkan kertas nasi atau mirip kulit lumpia diatasnya ditaruh sayur sayuran lalu daging kambing bakarnya serta si ladi fingernya lalu di gulung kayak kita menggulung lumpia. Terakhir ya tinggal di cocol deh ke sambelnya, buka mulut langsung arahkan ke gawang dan gooolllll&#8230;uenak tenannn&#8230;!!</p>
<p>Wah saya salah nih, nulis postingan gini kok pas jam kerja siang siang lagi&#8230;jadi pingin kesono.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/12/23/kambing-bakar-ala-vietnam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangkrik goreng ini, bukan kecoak</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/12/09/jangkrik-goreng-ini-bukan-kecoak/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/12/09/jangkrik-goreng-ini-bukan-kecoak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Dec 2008 02:55:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[bussines]]></category>
		<category><![CDATA[fran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=201</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/12/09/jangkrik-goreng-ini-bukan-kecoak/" title="Jangkrik goreng ini, bukan kecoak"></a>Seperti biasa, setiap bulan saya mengambil jatah libur untuk menengok istri dan anak yang ada di kamboja. kalo kata orang &#8220;life is struggle&#8221; itu emang berlaku buat saya. Gimana nggak mereka udah saya ajak keluar negeri&#8230;eh masih saya tinggal lagi &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/12/09/jangkrik-goreng-ini-bukan-kecoak/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/12/09/jangkrik-goreng-ini-bukan-kecoak/" title="Jangkrik goreng ini, bukan kecoak"></a><p>Seperti biasa, setiap bulan saya mengambil jatah libur untuk menengok istri dan anak yang ada di kamboja. kalo kata orang &#8220;life is struggle&#8221; itu emang berlaku buat saya. Gimana nggak mereka udah saya ajak keluar negeri&#8230;eh masih saya tinggal lagi ke negeri yang lain. &#8220;Dobel luar negeri&#8221; istri saya bilang. Tapi dengan alasan untuk masa depan,apa boleh baut&#8230;..eh buat maksudnya. Liburan minggu ini (makanya jarang blogwalking nih), saya sempatkan jalan jalan dengan istri di sebuah pasar di tengah kota Phnom Penh. Pshar Thmey atau central market sesuai dengan namanya pasar ditengah kota.</p>
<p>Sore hari adalah waktu yang tepat kalo ingin hunting makanan tradisional karena para pedagang itu mulai menjajakan dagangannya kebanyakan di sore hari. Ada yang jualan bubur isi jeroan, sate jeroan, cumi bakar, mie goreng ala kamboja yang mie nya gede gede campur toge sampai kayak di Indonesia yaitu rempeyek udang.</p>
<p><span id="more-201"></span></p>
<p><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/jangkrik-pp.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-203" title="jangkrik-pp" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/jangkrik-pp.jpg" alt="" width="500" height="375" /></a></p>
<p>Saya tertarik untuk berhenti di pedagang serangga goreng, ada macam macam yang saya sendiri cuma tau yang jangkrik dan laba laba pohon aja..yang lainnya sayangnya saya gak tau apaan aja itu. Karena tau kita bukan orang lokal (muka sih lokal), maka untuk iseng iseng coba saya membeli 4 buah jangkrik dan 1 laba laba dan lumayan dimahalin ama yang dagang sekitar 2000 real atau Rp.5000. Sebenarnya saya rada segan makan jangkrik ini karena hampir selama 8 tahun saya selalu disuruh bapak untuk membeli jangkrik untuk si wawan ikan arwana kami setiap 3 kali seminggu di pasar burung. walaupun akhirnya tuh ikan meninggal dunia pada 2005 lalu karena ketuaan.</p>
<p>Kresss..kress&#8230;wah ternyata jangkrik goreng lumayan enak juga, pantesan kata orang orang sini itu merupakan snack peneman minum bir. Sayapnya lebih baik di buang biar gak nyangkut ke tenggorokan. Bagaimana dengan laba laba? laba laba besar ini biasanya banyak ditemui di pohon kelapa..setelah dicoba rasanya sangat gurih, renyah dan kepalanya terasa manis. Bagaimana dengan yang lain? Ah sudahlah, makan dua yang ini aja harus mengerahkan keberanian selain diprotes juga ama istri, jijik katanya.</p>
<p>Untuk masyarakat kita makanan ini kurang lazim sama juga dengan banyaknya para pedagang telur rebus yang telurnya itu aduuuh (sayang saya gak photo) yang sengaja di dagangkan dengan kondisi sudah terbentuk janin anak ayam itu. herannya? laris manis, katanya sih buat vitalitas pria..busyet dah. Karena makanan mereka inilah yang membuat teman saya orang Indonesia yang jadi pengusaha di kota ini kalo suka marahin anak buahnya yang asli kamboja itu selalu dikaitkan dengan makanan mereka dengan bahasa Indonesia seperti ini &#8220;elu sih makannya kecoak mulu makanya kagak mudeng mudeng deh kalo di jelasin!&#8221; katanya. Jelas aja si anak buah gak ngerti bahasa si boss.</p>
<p>Saya gak tau hubungannya makan jangkrik ama otak cuma taunya makan ikan aja yang bikin pinter. Ada yang tau makan apa lagi yang bikin pinter?</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/12/09/jangkrik-goreng-ini-bukan-kecoak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>71</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Barrack Obama kangen nasi goreng</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/11/27/barrack-obama-kangen-nasi-goreng/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/11/27/barrack-obama-kangen-nasi-goreng/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Nov 2008 08:51:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[chit chat]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[Obama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/11/27/barrack-obama-kangen-nasi-goreng/" title="Barrack Obama kangen nasi goreng"></a>Lumayan kaget juga membaca kalo seorang president Amerika terpilih ngomong gitu. Tapi emang itulah yang saya baca siang ini setelah president kita pak SBY berbicara melalui telephone mengundang Obama untuk singgah ke Indonesia setelah seusainya forum APEC (Asia Pasific Economic &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/11/27/barrack-obama-kangen-nasi-goreng/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/11/27/barrack-obama-kangen-nasi-goreng/" title="Barrack Obama kangen nasi goreng"></a><p>Lumayan kaget juga membaca kalo seorang president Amerika terpilih ngomong gitu. Tapi emang itulah yang saya <a href="http://www.chinapost.com.tw/international/americas/2008/11/27/185083/Report%3A-Obama.htm">baca siang ini</a> setelah president kita pak SBY berbicara melalui telephone mengundang Obama untuk singgah ke Indonesia setelah seusainya forum APEC (Asia Pasific Economic Coorperation) lanjutan tahun depan.</p>
<p><span id="more-230"></span></p>
<p><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/nasi-goreng.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-233" title="nasi-goreng" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/nasi-goreng.jpg" alt="" width="400" height="261" /></a></p>
<p>Selain nasi goreng, Obama juga kangen dengan bakso dan buah rambutan. Pas banget kalo APEC lanjutan di adakan sebelum bulan mei, rambutan kayaknya masih berbuah. Maaf perkiraan ini didasarkan pada kebiasaan pohon rambutan yang tumbuh di pekarangan rumah saya di kampung sana. Selain itu Obama ternyata juga masih ingat dengan bekas bekas guru dan teman teman kelasnya.</p>
<p>Ngomong ngomong soal nasi goreng, apa nggak dalam menyambut Obama datang ke Indonesia ini diadakan kontes masak nasi goreng se Indonesia sekalian mengobati rasa ingin tahu nasi goreng yang paling enak itu bikinan daerah mana..heee (iseng banget ya nih ide).</p>
<p>Kalo ada lombanya, saya juga mau ikut lomba, walaupun sementara ini nasi goreng buatan saya yang muji hanya istri dan pembantu saja.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/11/27/barrack-obama-kangen-nasi-goreng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>49</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

