<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Boyindra&#039;s Weblog &#187; ekonomi</title>
	<atom:link href="http://boyindra.com/tag/ekonomi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://boyindra.com</link>
	<description>Altruistic</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 02:28:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Yuk, bermain insentif</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/02/06/yuk-bermain-insentif/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/02/06/yuk-bermain-insentif/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Feb 2009 15:07:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[insentif]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=415</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/06/yuk-bermain-insentif/" title="Yuk, bermain insentif"></a>Liburan emang enak diisi dengan baca buku selain jalan jalan bersama keluarga tentunya. Kali ini selain nemu bahan bacaan baru di blog orang lain juga gak kalah menariknya baca buku buku lawas. Kali ini saya lagi membaca ulang bukunya ekonom &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/02/06/yuk-bermain-insentif/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/06/yuk-bermain-insentif/" title="Yuk, bermain insentif"></a><p><img class="alignleft size-full wp-image-418" title="insentif1" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/02/insentif1.jpg" alt="insentif1" width="240" height="240" />Liburan emang enak diisi dengan baca buku selain jalan jalan bersama keluarga tentunya. Kali ini selain nemu bahan bacaan baru di blog orang lain juga gak kalah menariknya baca buku buku lawas.</p>
<p>Kali ini saya lagi membaca ulang bukunya ekonom muda Amerika Steven D lewitt yang salah satunya tentang peran insentif disegala bentuk permasalahan di kehidupan kita. Sangat menarik mirip mirip hubungan sebab akibat.</p>
<p>Menurut beliau, ilmu ekonomi akarnya adalah ilmu yang mempelajari insentif yakni bagaimana orang memperoleh apa yang dia inginkan, khususnya pada saat orang lain ingin atau membutuhkan hal yang sama. Ekonom tipikal biasanya percaya bahwa tidak ada masalah di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan dengan merancang insentif yang tepat. Meski solusi itu tidak selamanya indah, bisa melibatkan paksaan, penalti yang berlebihan bahkan pelanggaran terhadap kebebasan manusia. Namun masalah utama akan selalu dapat terselesaikan. Insentif bagaikan peluru, pengatur, kunci, bahkan dianggap sebagai obyek kecil dengan kekuatan dasyat untuk mengubah situasi.</p>
<p><span id="more-415"></span></p>
<p>Kita semua belajar untuk merespons insentif yang negatif dan yang positif, dari kehidupan sehari hari. jika menyentuh kompor panas, jari anda akan terbakar. Namun seorang pelajar yang pulang dari sekolah dengan nilai A, ia mungkin akan memperoleh hadiah sepeda. Jika anda kepergok tidur di kelas, anda akan ditertawakan. Namun jika anda menjadi tim basket sekolah, kelas sosial anda akan naik. Jika anda lulus Unas, anda akan masuk ke universitas yang baik. Jika anda lulus pas-pasan dari universitas ekonomi, mungkin anda harus bekerja di toko/minimarket milik orangtua anda. Namun jika anda lulus dengan sangat bagus sehingga perusahaan pesaing memanggil anda, anda akan menjadi manager dan tidak harus bekerja di toko milik orang tua anda. Jika anda begitu senang dengan posisi manager tersebut, anda akan pulang dengan kecepatan 100 km per jam, sehingga anda di stop polisi dan dikenai denda $100. Namun jika proyeksi anda mengenai penjualan tepat sasaran dan anda memperoleh bonus akhir tahun, anda tidak hanya perlu khawatir dengan denda $100 itu namun anda juga dapat membeli kapal pesiar yang anda idam idamkan dan balita anda akan terbakar jarinya.</p>
<p>Ada tiga unsur utama dalam insentif: ekonomi, sosial dan moral. sering sekali satu skema insentif memiliki ketiga unsur tersebut. Seperti contohnya informasi mengenai aksi boikot produk produk yang disinyalir merupakan penyetor dana untuk israel. informasi ini dimana mana sampe dibahas di banyak blog, beberapa restorant fastfood internasional di Indonesia dan merek merek internasional yang lain walaupun tidak punya datanya tetapi saya yakin akan ada perubahan yang terjadi dalam tingkat pendapatan mereka seiring dengan meningkatnya jumlah simpatisan terhadap penderitaan negara palestina.</p>
<p>contoh yang lain seperti salah satu sahabat blogger kita yang mengangkat masalah cara berpromosi caleg kita hingga memuat foto serta nama si caleg dari daerah bandung tersebut yang gak terkenal sama sekali tetapi posternya dimana mana sehingga merusak wajah lingkungan tempat tinggal si blogger , itu juga termasuk peran blogger dalam memberikan insentif  sosial dan saya yakin itu caleg akan mempunyai potensial daftar tambahan untuk orang orang  sekitar bandung yang nggak akan mencontrengnya (sekarang contreng bukan nyoblos khan?) setidaknya jumlah itu bisa di dapat dari multiflyer efek dari orang yang bertandang ke blog tersebut.</p>
<p>Nah sahabat blogger, yuk coba coba bikin rancangan insentif, bisa insentif untuk lingkungan, daerah atau negara, bebas aja&#8230;ayo poskan di komentar yah..</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/02/06/yuk-bermain-insentif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lunar New Year: refleksi pengembangan diri</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/01/25/lunar-new-year-refleksi-pengembangan-diri/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/01/25/lunar-new-year-refleksi-pengembangan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jan 2009 03:26:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[Imagination]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[jobs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/01/25/lunar-new-year-refleksi-pengembangan-diri/" title="Lunar New Year: refleksi pengembangan diri"></a>Pagi ini tidak seperti biasanya, walau hari minggu dan seperti biasa saya selalu bekerja di hari minggu, ada suatu suasana lain yang saya rasakan. Setiap melewati staff yang bekerja pagi ini, terlihat senyum mengembang di bibir mereka. angin dingin sepoi &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/01/25/lunar-new-year-refleksi-pengembangan-diri/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/01/25/lunar-new-year-refleksi-pengembangan-diri/" title="Lunar New Year: refleksi pengembangan diri"></a><p><img class="alignleft size-full wp-image-395" title="ang-pao" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/01/ang-pao.jpeg" alt="ang-pao" width="130" height="130" />Pagi ini tidak seperti biasanya, walau hari minggu dan seperti biasa saya selalu bekerja di hari minggu, ada suatu suasana lain yang saya rasakan.</p>
<p>Setiap melewati staff yang bekerja pagi ini, terlihat senyum mengembang di bibir mereka. angin dingin sepoi sepoi terasa segar dan mendukung indahnya suasana. Yah..hari ini adalah hari terakhir penanggalan Lunar Kalendar alias besok sudah Tahun Baru!</p>
<p><span id="more-393"></span></p>
<p>Hari ini bukannya relax tapi memang lumayan sibuk, bak hotel di Bali yang di banjiri wisatawan domestik menjelang libur Idul Fitri. antrian memanjang, mobil plat luar daerah membanjiri, lobby dipenuhi puluhan manusia dengan tujuannya masing masing. Ada yang baru menanyakan kamar kosong, harga kamar, ada yang mau check in atau sekedar membuka notebook dan duduk di lobby karena wi fi  gratis. Tetapi semilir angin dingin dari utara yang mengalir tak menyurutkan mereka untuk tetap tersenyum dalam melayani para tamu. itulah <strong>&#8216;Hospitality Industri&#8217;</strong> alias kalo di Indonesiakan adalah<strong> &#8216;Industri keramahtamahan&#8217;.</strong></p>
<p>Senyum ini tak hanya dirasakan oleh para staff tetapi juga saya. Hari ini adalah untuk pertama kalinya dalam hidup saya memberikan<strong> &#8216;Li Xi&#8217;</strong> kepada staff selama bekerja di Industri perhotelan ini.</p>
<p><strong>&#8216;Li Xi&#8217;</strong> sama juga dengan <strong>Ang Pao</strong>, amplop kecil warna merah yang didalamnya di isi dengan lucky money atau uang keberuntungan. nominalnya tergantung si pemberi. tidak ada batasan dalam memberi, hanya saja kalo untuk staff ya diusahakan harus sama jumlahnya.</p>
<p>Karena memang bukan budaya Indonesia, makanya selama bekerja di hotel hotel di Bali maupun di Jakarta, saya tidak pernah menjumpai kebiasaan tersebut sewaktu hari raya imlek. lagipula pemberian angpao biasanya diberikan dari manager expat kepada karyawan lokal. ya maklumlah, kalo manager lokal dengan penghasilan lokal tentunya tahun baru ini mungkin bonusnya udah abis buat kebutuhan keluarganya.</p>
<p>Hal ini juga yang akhirnya mengingatkan saya 11 tahun yang lalu sewaktu masih menjadi tenaga bersih bersih kamar atau room boy di Singapura. sang boss yang orang kanada itu memberikan amplop warna merah ini ke semua staff sambil mengucapkan<strong> &#8216;happy new year&#8217; </strong>yang diikuti kembangan senyum oleh yang menerimanya.</p>
<p>Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Walau bukan di Singapura, tapi merubah posisi dari penerima menjadi pemberi ang pao merupakan suatu sensasi kebahagiaan tersendiri. Saya tidak bisa bayangkan kalo sampai sekapasitas para haji haji kaya atau cukong cukong cina yang bisa memberi sampai ratusan orang yang ngantri didepan rumah mereka. Betapa bahagianya mereka bisa memberi lebih seperti itu. Saya hanya berharap suatu saat, bisa mencapai tahap itu (duh..jadi pingin nangis nulisnya).</p>
<p>Sahabat sekalian, sudahkah kita menetapkan tujuan kita setinggi tingginya untuk membahagiakan diri, keluarga dan orang lain serta menetapkan tenggat waktu dalam mencapainya?</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/01/25/lunar-new-year-refleksi-pengembangan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Analisa finansial tutup tahun</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/12/26/analisa-finansial-tutup-tahun/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/12/26/analisa-finansial-tutup-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Dec 2008 18:00:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[finance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/12/26/analisa-finansial-tutup-tahun/" title="Analisa finansial tutup tahun"></a>Tidak terasa 5 hari lagi akan menjelang tutup tahun, rasanya hari berganti hari, bulan berganti bulan begitu cepatnya hingga saking tidak relanya saya selalu lupa hari dan memundurkan hari tanpa saya sadari. kalo umpamanya hari ini jumat, saya selalu mengira &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/12/26/analisa-finansial-tutup-tahun/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/12/26/analisa-finansial-tutup-tahun/" title="Analisa finansial tutup tahun"></a><p><img class="alignleft size-medium wp-image-324" title="finance2" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/12/finance2-300x253.jpg" alt="finance2" width="300" height="253" /></p>
<p>Tidak terasa 5 hari lagi akan menjelang tutup tahun, rasanya hari berganti hari, bulan berganti bulan begitu cepatnya hingga saking tidak relanya saya selalu lupa hari dan memundurkan hari tanpa saya sadari. kalo umpamanya hari ini jumat, saya selalu mengira masih hari kamis dan itu sering banget di ingatkan oleh anak buah saya.</p>
<p>Untuk postingan terakhir tahun ini ingin sebenarnya sharing dan mengajak sahabat sahabat blogger untuk bersikap atau mengambil ancang ancang menghadapi tahun 2009 yang kata banyak pakar bakalan sulit kedepannya. Tapi agaknya sudah pernah saya <a href="http://boyindra.com/2008/11/19/ayo-jangan-ngutang-lagi-mau-dekat-tahun-2009/">posting di sini</a> mengenai bagaimana mencanangkan hidup hemat dengan mengatur cara pemakaian kartu kredit serta menyikapi hutang.</p>
<p><span id="more-320"></span></p>
<p>3 tahun yang lalu saya pernah diajari oleh seorang teman perhitungan sangat sederhana dalam menganalisa keuangan kita, dari segi <strong>analisa hutang, analisa kekuatan menabung dan check aset.</strong> Untuk itu, berhubung mau tutup tahun kenapa tidak kalo saya sharing disini siapa tahu ini bisa berguna buat sahabat blogger dalam mengukur pencapain yang didapat di tahun ini untuk bisa digunakan dalam pengambilan sikap tahun 2009 depan.</p>
<p><strong>Analisa Hutang.</strong></p>
<p>Cara menghitungnya sekali lagi cukup simple. Berapa total hutang anda saat ini dan berapa total pemasukan anda dalam setahun, nah tinggal dibagi deh tuh. contoh: cicilan motor anda sebulan sekitar Rp.500.000,- dan gaji anda sebulan misal Rp.4.000.000,- maka didapat  hasil yaitu 6.000.000/48.000.000 = 0,125. artinya 12% pendapatan anda dialokasikan membayar hutang. seperti yang anda duga,kalo masih 12% mah masih ok. menurut teori jika sudah lebih dari 30% baru bahaya.</p>
<p><strong>Analisa Kekuatan Menabung</strong></p>
<p>Gaji sebulan Rp. 4.000.000,- dan punya tabungan terakhir yang belum diambil tentunya..umpamanya sekitar Rp. 1.500.000 maka hitunganya jadi, 1.500.000/48.000.000 = 0.03. Artinya anda cuma punya tabungan 3% dari total penghasilan. Idealnya seperti yang sudah sering kita dengar&#8230;adalah 10%.</p>
<p><strong>Check Aset</strong></p>
<p>Apabila anda punya total aset misalnya motor bebek, komputer atau aset lainnya taruhlah sekitar Rp. 35.000.000 totalnya dan total hutang Rp. 6.000.000 dan penghasilan tambahan diluar gaji misalnya dari adsense..hee..(bukan saya lho) misalnya Rp. 3.000.000 jadi hitung hitungannya seperti ini, 3.000.000/(35.000.000 &#8211; 6.000.000) = 0,10. Artinya 10% kekayaan anda didapat dari investasi, sehingga masih tergantung dari pendapatan di luar investasi misalnya gaji bulanan anda.</p>
<p>Nah kalo banyak orang berbicara mengenai bebas financial atau seperti orang orang MLM bilang &#8220;financial freedom&#8221; adalah jika hitung hitungan diatas sudah mendekati angka 1 atau malah lebih, artinya hasil dari investasi sudah mencukupi semua kebutuhan anda malah lebih. Gak usah kerja lagi, mirip bapak kost kost an anda.</p>
<p>Nah, nggak mumet khan? namanya juga bukan pakar keuangan, jadi ya taunya yang gampang gampang aja. Tapi biar simple gini banyak faedahnya lho&#8230;minimal anda sudah nyadar ada di posisi mana. Amankah atau bahaya.</p>
<p>Last but not least, berhubung bekerja di industri perhotelan apalagi di daerah resort yang dimana musim liburan gini lagi rame ramenya, maka mohon maaf jika jarang berkunjung atau istirahat posting dulu.</p>
<p>Dan ijinkan saya mengucapkan kepada sahabat sahabat blogger &#8220;Selamat hari Natal untuk yang merayakan dan Tahun Baru 2009&#8243; See ya Next Year!!!</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/12/26/analisa-finansial-tutup-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>43</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Anak Balita Lupa Bapaknya?</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/12/20/anak-balita-lupa-bapaknya/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/12/20/anak-balita-lupa-bapaknya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 04:00:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[crisis]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[parents]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=282</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/12/20/anak-balita-lupa-bapaknya/" title="Anak Balita Lupa Bapaknya?"></a>Ada ada saja cara CNN untuk mengupas habis masalah krisis ekonomi global ini. Pagi pagi 2 hari yang lalu di ceritakan tentang kisah keluarga kecil di Jepang, Sepasang suami istri dan 1 anak balita dibawah 3 tahun. Konon diceritakan bahwa &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/12/20/anak-balita-lupa-bapaknya/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/12/20/anak-balita-lupa-bapaknya/" title="Anak Balita Lupa Bapaknya?"></a><p><img class="alignleft size-full wp-image-288" title="balita" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/12/balita.jpeg" alt="balita" width="95" height="127" />Ada ada saja cara CNN untuk mengupas habis masalah krisis ekonomi global ini. Pagi pagi 2 hari yang lalu di ceritakan tentang kisah keluarga kecil di Jepang, Sepasang suami istri dan 1 anak balita dibawah 3 tahun.</p>
<p>Konon diceritakan bahwa sang suami harus bekerja 14 jam per hari dan 3 jam menuju tempat kerja alias 6 jam bolak balik. total 20 jam setiap harinya. dari jam 5 pagi berangkat dan baru midnight nyampe rumah.</p>
<p>Dalam sesi wawancara dengan sang istri yang ibu rumah tangga itu mengaku bahwa sudah beberapa kali sang buah hati lupa akan wajah ayahnya. Jadi setiap beberapa minggunya si anak menangis karena mengira sang ayah adalah &#8220;stranger&#8221; alias orang asing.</p>
<p><span id="more-282"></span></p>
<p>Fenomena ini terjadi di banyak kalangan pekerja Jepang dan seperti biasanya berita, yang diulas ya beritanya saja. mengenai solusi maaf kalo ada waktu kali yee..</p>
<p>Kalo di teliti, ceritanya saya yakin benar,  tapi kalo dikaitkan ke ekonomi krisis kayaknya nggak deh. Sebelum ekonomi krisis saja saya yakin fenomena itu telah terjadi. Jangankan di Jepang, di Indonesia juga banyak. Boss saya di Jakarta menghabiskan waktu di kantor dari jam 6 pagi hingga 11 malam, karena selain tuntutan kerja juga karena beliau menghindari macet karena rumahnya di bilangan bintaro sana.</p>
<p>Kalo saya masih sedikit nyantai karena dari Cipete ke Sudirman lumayan deket apalagi naik busway dari Blok M.</p>
<p>Menurut Prof. Steven D Lewitt dalam bukunya &#8216;freakonomics&#8217;, ditemukan bahwa tidak adanya korelasi antara prestasi anak dengan perceraian orang tua. Hal ini didasarkan oleh riset bertahun tahun dengan menggunakan sesi wawancara juga di beberapa negara bagian di Amerika sono. Lah yang cerai aja nggak terlalu ngefek kok apalagi yang masih lengkap cuma bapaknya yang kerja keras. Dalam satu minggu pasti ada hari libur khan?</p>
<p>Jadi kesimpulannya kita tidak usah takut untuk bekerja keras asalkan kualitas lebih dalam kebersamaan anda berikan ke anak pada saat anda libur.</p>
<p>Apalagi jaman canggih seperti ini yang dimana saya sendiri harus terpisah negara dengan balita saya, maka dengan teknologi video call, saya sampai bisa menidurkan anak dari negeri seberang dengan menyanyi buat si kecil sebelum bobo di pangkuan istri.</p>
<p>Kalo saya berhenti nyanyi si kecil matanya melotot melihat muka papanya ke layar komputer tanda saya harus nyanyi lagi sampai dia tertidur.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/12/20/anak-balita-lupa-bapaknya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ayo jangan ngutang lagi! mau dekat tahun 2009</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/11/19/ayo-jangan-ngutang-lagi-mau-dekat-tahun-2009/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/11/19/ayo-jangan-ngutang-lagi-mau-dekat-tahun-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Nov 2008 06:48:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[jobs]]></category>
		<category><![CDATA[krisis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/11/19/ayo-jangan-ngutang-lagi-mau-dekat-tahun-2009/" title="Ayo jangan ngutang lagi! mau dekat tahun 2009"></a>Setiap hari kalo membaca berita berita di koran semakin hari semakin membuat saya ketakutan. Gimana gak takut lha melihat raksasa dunia seperti Amerika kok makin lama makin tumbang. Setelah krisis kredit perumahan lalu berakibat pada perbankan mereka setelah itu minggu &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/11/19/ayo-jangan-ngutang-lagi-mau-dekat-tahun-2009/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/11/19/ayo-jangan-ngutang-lagi-mau-dekat-tahun-2009/" title="Ayo jangan ngutang lagi! mau dekat tahun 2009"></a><p><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/debt1.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-182" title="debt1" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/debt1.jpeg" alt="" width="127" height="132" /></a>Setiap hari kalo membaca berita berita di koran semakin hari semakin membuat saya ketakutan. Gimana gak takut lha melihat raksasa dunia seperti Amerika kok makin lama makin tumbang. Setelah krisis kredit perumahan lalu berakibat pada perbankan mereka setelah itu minggu lalu beredar kabar 3 raksasa otomotif Amerika juga bakalan rontok tahun depan sampai mereka kampanye besar besaran minta tolong pemerintah untuk dikucurkan dana agar mereka terbantu dari kebangkrutan. Total tersiar kabar lebih dari 2,2 juta pengangguran disana.</p>
<p><span id="more-179"></span></p>
<p>Menurut para ahli, krisis ini adalah yang terparah dalam sejarah. Bak gelombang tsunami, kita yang awam ini gak tau apakah kita ikut kelelep juga nantinya atau apakah cuman merasakan jilatan airnya saja seperti pasangan yang sedang pacaran di pinggir pantai saat pagi hari dimana biasanya ombak sedang surut.</p>
<p>Tapi untuk sementara saya lumayan salut oleh negara kita ini sementara negara negara lain seperti eropa timur udah kepegang ama IMF atau negara tempat pelarian duit para pengemplang BLBI seperti Singapura pun sudah memasuki masa resesi. Buat informasi aja resesi dalam pengertian definisi ekonominya ialah jika suatu negara pertumbuhan ekonominya negatif 2 kuartal berturut turut.</p>
<p>Walau Indonesia masih mengalami pertumbuhan ekonomi secara umum tapi dampak krisis ekonomi global ini pasti juga ada efeknya seperti di perusahaan perusahaan di bidang ekspor yang saya yakin pasti mengalami penurunan akibat melemahnya daya beli negara negara kaya itu. Kalau udah gitu kita kita ini sebagai rakyat kecil atau <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/18/1307588/pertengahan.2009.puncak.phk.">karyawan pasti kena imbasnya.</a></p>
<p>Buat yang udah nyadar pasti akan mempersiapkan diri sebaik baiknya tapi bagi yang belum ngeh apalagi yang masih bujang ada baiknya untuk berjaga jaga untuk menyelamatkan diri kita, yang salah satunya adalah pentingnya memegang cash!</p>
<p>Para karyawan yang gajinya suka numpang lewat setiap gajian tiba, ada baik nya memulai untuk merendahkan gaya hidup. Ngomong emang gampang tapi mau diapain lagi. Lupakan gengsi, bodo amat ama yang lain. Yang pegang kartu kredit, nah ini dia, jangan sampai membeli kebutuhan barang barang pokok seperti beras, mie instan, susu, dan lain sebagainya pake nggesek dan akhirnya membayar minimum payment pada saat tagihan tiba.  Kalo sedang tidak krisis aja udah begitu nanti kedepannya bakal lebih runyam. Logikanya gini deh, masa kita masih ngredit makanan yang udah kita makan 3 bulan yang lalu.</p>
<p>Untuk utang jangka panjang seperti rumah mungkin kita nggak bisa apa apain tapi kalo yang jangka pendek seperti kartu kredit, hp, etc akan lebih bijaksana kalo mulai sekarang kita kurangi. Kartu kredit dari punya 5 jadi 2 atau 1 saja, cara menguranginya? bisa mulai dari yang paling kecil limitnya  dan bunga terbesar. Atau mau lebih ekstrim kayak saya dulu, menjual salah satu aset dan melunasi utang jangka pendek tersebut.  Pokoknya hati tenang, nggak perlu ganti sim card sering sering hee&#8230;</p>
<p>Selain itu seperti Pak Prabowo bilang (bukan kampanye in dia lho yah) di iklan nya cintailah produk produk dalam negeri itu bener banget biar duit kita cuma berputar di dalam negeri saja. Khan logikanya semua negara pada butuh uang cash seperti negara Cina yang ekspornya turun karena pada gak ada yang bisa beli lagi di negara sekelas Amerika dan Eropa, untuk itu barang barangnya di lempar dan dijual murah murah di negara negara Asia. Menggiurkan sih, tapi nggak usah bikin kaya negara lain deh!</p>
<p>Memang nasib kita sebagai karyawan, bisanya cuma berdoa semoga tsunami itu tidak pernah datang ke perusahaan kita dan kita tetap menikmati indahnya ombak kecil yang menyapa jemari kaki di pagi hari.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/11/19/ayo-jangan-ngutang-lagi-mau-dekat-tahun-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>28</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Antara premanisme, lapangan kerja dan bahasa inggris.</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/11/17/antara-premanisme-lapangan-kerja-dan-bahasa-inggris/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/11/17/antara-premanisme-lapangan-kerja-dan-bahasa-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Nov 2008 01:16:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[education]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[jobs]]></category>
		<category><![CDATA[premanisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/11/17/antara-premanisme-lapangan-kerja-dan-bahasa-inggris/" title="Antara premanisme, lapangan kerja dan bahasa inggris."></a>Minggu kemarin semakin marak diberitakan di koran mengenai giat giatnya aparat polisi kita dalam memberantas para preman di seluruh Indonesia khususnya di Jakarta. Ribuan preman ditangkap dan ratusan orang yang sudah terproses hukum. Terobosan ini tentunya sedikit menggembirakan bagi kita &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/11/17/antara-premanisme-lapangan-kerja-dan-bahasa-inggris/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/11/17/antara-premanisme-lapangan-kerja-dan-bahasa-inggris/" title="Antara premanisme, lapangan kerja dan bahasa inggris."></a><p><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/preman.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-192" title="preman" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/preman.jpeg" alt="" width="115" height="150" /></a>Minggu kemarin semakin marak diberitakan di koran mengenai giat giatnya aparat polisi kita dalam memberantas para preman di seluruh Indonesia khususnya di Jakarta. Ribuan preman ditangkap dan ratusan orang yang sudah terproses hukum. Terobosan ini tentunya sedikit menggembirakan bagi kita terutama untuk masyarakat yang sering bersinggungan setiap hari dengan para preman ini walaupun banyak pula yang berkomentar miring terhadap gebrakan yang dilakukan institusi kepolisian, apakah akan terus konsisten atau sementara saja.</p>
<p><span id="more-188"></span></p>
<p>Minggu pagi ini di <a href="http://www.kompas.com/">kompas</a> ada sebuah paparan menarik di kemukakan oleh seorang psikolog dari Universitas Medan Area bahwa premanisme dan kejahatan jalanan merupakan problematika sosial yang berawal dari sikap mental masyarakat yang kurang siap menerima pekerjaan yang dianggap kurang bergengsi. Sebenarnya peluang kerja itu cukup banyak, tetapi kurang diminati karena dianggap kurang terhormat. ungkap psikolog yang juga dosen tersebut. Ia mencontohkan pekerjaan menggali parit atau sebagai petugas kebersihan jalanan yang secara normatif dianggap halal, tetapi dinilai rendahan.</p>
<p>Pikiran awam saya mulai bermain membaca paparan tersebut dan walau hati kecil saya sebenarnya mengiyakan penyataan sang psikolog ini, entah mengapa pikiran saya melambung jauh dengan mengkaitkan latar belakang kita di jajah oleh Belanda yang tidak mewariskan apa apa meskipun hanya Bahasa sekalipun, serta juga didasari oleh mekanisme hijrahnya suatu bangsa ke negara lain salah satunya di karenakan <a href="http://boyindra.com/2008/10/10/expat-life-mau/">ketatnya persaingan di negara sendiri.</a></p>
<p>Singapura dan Malaysia adalah contoh bangsa yang di jajah inggris dan seperti yang kita temui dan saya rasakan sendiri dengan warisan bahasa inggris dari negara inggris tersebut, banyak dari mereka menguasai sektor sektor pekerjaan di negara negara yang belum semaju mereka seperti Thailand,Vietnam, kamboja, dan laos. Kalau untuk kelas menengah banyak <a href="http://boyindra.com/2008/11/04/belajar-dari-philipino/">di kuasai philipino</a> dan sedikit dari kita.</p>
<p>Bagaimana dengan kualitas pekerjaan? Ah kalau soal itu, bangsa kita gak kalah kok. 10 tahun yang lalu saya sempet sedih dan kesal sewaktu bergabung dengan perusahaan kapal pesiar di Amerika sana yang dimana kita bangsa Indonesia banyak yang menjadi staff level terbawah, sedangkan orang kulit hitam dari jamaica, Trinidad dan negara latin lainnya mendapatkan jabatan yang lumayan bergaji ribuan dollar tetapi parahnya banyak diantara mereka yang tidak bisa baca tulis! Ini bukan karangan tetapi kenyataan yang menyakitkan dan jangan tanya saya bagaimana mereka mengerjakan pekerjaan mereka karena akan panjang ceritanya. Walaupun Bill Gates pernah mengatakan &#8220;Life is not fair, get used to it&#8221; atau &#8220;hidup ini tidak adil jadi biasakanlah&#8221; tapi kalo kondisinya kayak gitu orang gak bisa baca tulis dengan yang 4 tahun sekolah di perhotelan. C&#8217;mon please deh om Bill!!</p>
<p>Sementara di  Vietnam sini mengingatkan saya akan jaman Pak Harto belasan tahun yang lalu yang dimana semua istilah inggris di Indonesiakan. Anda tentu masih ingat sampai semua serial TV dari luar negeri di dubbing sampai istilah ATM saja di indonesiakan, walau sekarang masih, tetapi tidak separah disini (di Vietnam). Walau secara pribadi saya kurang suka mendengar orang suka campur campur bahasa antara inggris dengan indonesia tetapi obyektifitas pikiran saya mengatakan &#8221; kalo gak terus dilatih bahasanya cepat lupanya dong?&#8221;</p>
<p>Mengharapkan pemerintah sekarang ini agar menggalakkan bahasa inggris sebagai bahasa kedua dengan memberikan banyak kursus kursus inggris gratis agaknya terlalu jauh dari angan.</p>
<p>Kita yang seharusnya mengejar ketertinggalan tersebut karena lahan itu sekarang sudah mulai banyak yang memperebutkan, seperti orang orang afrika yang saya jumpai mulai cukup banyak yang hijrah ke negara negara ASEAN hanya dengan kemampuan bahasa inggris saja. Mereka menyasar sektor sektor factory/pabrik, bergabung dengan organisasi organisasi nirlaba internasional (NGO) hingga sekedar assistant teacher di TK international school.</p>
<p>Ngomong ngomong soal orang hitam itu, saya sering menemui mereka mulai jam 9 malam dan sekitar 30-an orang mereka berkumpul di salah satu bar dan minum minum disana. Kalau hanya minum saja sih saya tidak begitu memperdulikan tetapi kelakuan mereka yang semakin malam bak preman itulah yang merusak citra mereka sendiri. Kadang salah satu dari mereka harus merasakan kepala bocor karena dikeroyok dan di pentung kayu oleh masyarakat setempat dan dikejar kejar sampai ujung gang.</p>
<p>Se preman premannya bangsa kita, saya yakin kalo di beri kesempatan bekerja di luar negeri mereka males jadi preman lagi. Kayaknya bukan budaya kita menjadi preman di negeri orang.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/11/17/antara-premanisme-lapangan-kerja-dan-bahasa-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rupiah 10.000, Insan perhotelan pada senang</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2008 01:13:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[chit chat]]></category>
		<category><![CDATA[dollar]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/" title="Rupiah 10.000, Insan perhotelan pada senang"></a>Ternyata kalo rupiah tambah naik bukan orang hotel aja yang senang tapi entah mengapa wapres kita juga senyum senyum, itu yang saya baca di kompas tadi sore. Kalo penasaran kenapa beliau senyum ya tinggal di klik aja link yang saya &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/" title="Rupiah 10.000, Insan perhotelan pada senang"></a><p><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/dollar2.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-128" title="dollar2" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/dollar2.jpeg" alt="" width="150" height="113" /></a>Ternyata kalo rupiah tambah naik bukan orang hotel aja yang senang tapi entah mengapa <a href="http://kompas.com/read/xml/2008/10/24/15542135/rupiah.tembus.10.000.kalla.hanya.tersenyum">wapres kita juga senyum senyum</a>, itu yang saya baca di kompas tadi sore. Kalo penasaran kenapa beliau senyum ya tinggal di klik aja link yang saya bikin.</p>
<p>Tapi blog ini jelas tidak membahas politik (karena emang bukan backgroundnya) hanya saja buat yang awam tentang industri perhotelan kenapa tidak hanya orang perhotelan di luar negeri yang senang dollar naik, tapi di dalam negeri juga pada senang, tebakan yang paling umum dan masuk akal biasanya</p>
<p><span id="more-126"></span></p>
<p>&#8220;khan kalo tamu ngasi tip khan dalam bentuk dollar?&#8221; sebenarnya tebakannya gak salah sih, cuman hal itu hanya bisa dinikmati oleh sebagian karyawan saja yang lebih banyak berinteraksi kepada tamu dalam bidang pekerjaanya secara spesifik seperti bellboy, waiter, room attendant, dan yang lainnya.</p>
<p>Orang hotel di Indonesia umumnya di gaji dalam dua komponen yaitu gaji basic sama dengan yang namanya &#8220;service charge (SC)&#8221;. Untuk di perhotelan di Indonesia sekitar 10% kalo di cafe cafe terkenal biasanya sekitar 5.5%. Nah kalo diasumsikan 1 hotel berkaryawan 100 orang dan pendapatan hotel bulan itu adalah $100.000 diluar pajak dan SC maka dari SCnya sendiri akan didapat sekitar $10.000 atau $100 per orang di luar gaji basic. Tentunya perhitungan aslinya tidak sesederhana ini karena ada kebijakan kebijakan lain dalam pengurangan  SC seperti breakage and loss, dana untuk training, dan lain sebagainya tergantung kebijakan hotel dan colective labour agreement ato KKB (kesepakatan kerja bersama) dari pihak hotel dengan karyawan. Maka dari itu sudah jelaslah kalo di dalam negeri pun terpuruknya nilai tukar rupiah adalah hal yang malah di harapkan karyawan perhotelan atau pariwisata pada umumnya. Seperti yang kita tahu bahwa krisis dan peluang adalah sebuah dua sisi mata uang.</p>
<p>Kita semua mungkin sudah pada tahu bahwa Amerika sekarang sedang dilanda krisis keuangan gara gara si subprime mortgage pada mulanya,  ampe merembet kemana mana dan mengakibatkan rupiah terpuruk. Tapi yang namanya awam banyak juga yang heran krisis kredit perumahan di Amerika nun jauh disana tapi kok rupiah ikutan loyo juga, bukannya malah kalo Amerika bangkrut Rupiah malah tambah kuat?</p>
<p>Penjelasan gampangnya saya juga sebagai orang awam untuk memahami ialah karena mata uang Amerika itu emang bukan sekedar mata uang  suatu negara aja tetapi sudah merupakan komoditi international. Orang pake dagang, transaksi ampe bayar utang (perusahaan lokal) itu pake dollar. Jadi pas Amerika krisis, pengusaha butuh dollar untuk transaksi importnya sedangkan eksportnya karena krisis menjadikan pemasukan dollar jauh berkurang karena penurunan eksport, alias permintaan lebih besar dari penawaran. Sedangkan untuk di pasar modal sendiri para investor asing di bursa efek pada menarik sahamnya dan pada di jual sehingga harga saham rontok, nah untuk mentransfer uangnya khan pake dollar, tentunya dalam jumlah yang sangat besar yang pada akhirnya dollar jadi jarang dipasaran. Karena jarang itulah ditambah banyaknya permintaan membuat harga dollar menjadi naik (hukum ekonomi SMA).</p>
<p>Cuman dari berbagai informasi yang saya akses, belum di ketahui sampai kapan dollar akan bertahan di level 10.000, walaupun Bank Indonesia sudah melakukan intervensi dengan memberikan tambahan supply dollar di pasaran.</p>
<p>Mbok ya ada yang ngasi tahu biar kita kita yang nun jauh disini bisa ambil ancang ancang kapan mau nyairinnya..heeee</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

