<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Boyindra&#039;s Weblog &#187; career</title>
	<atom:link href="http://boyindra.com/tag/career/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://boyindra.com</link>
	<description>Altruistic</description>
	<lastBuildDate>Wed, 16 May 2012 02:28:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (2)</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 00:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[front office]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[career]]></category>
		<category><![CDATA[jobs]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/" title="Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (2)"></a>Menyambung artikel sebelumnya, saya akan bahas kenapa hotel tersebut tidak melakukan promosi ke dalam tetapi kok malah mencari banyak karyawan baru untuk mengisi pos pos yang kosong dari level staff sampe tingkat manajerial. Di setiap hotel berbintang yang mempunyai system &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/" title="Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (2)"></a><p>Menyambung artikel sebelumnya, saya akan bahas kenapa hotel tersebut tidak melakukan promosi ke dalam tetapi kok malah mencari banyak karyawan baru untuk mengisi pos pos yang kosong dari level staff sampe tingkat manajerial.</p>
<p><span id="more-440"></span></p>
<p>Di setiap hotel berbintang yang mempunyai system yang bagus, setiap tahunnya selalu ada proses evaluasi tahunan yang istilah kerennya di namakan <strong>assesment</strong>. Saya yakin di perusahaan konvesional pasti ada hal tersebut yang dimana tujuannya selain untuk memantau performa karyawan juga bisa sebagai alat pertimbangan untuk kenaikan pangkat, kenaikan gaji bahkan bisa hal yang sebaliknya. Penurunan jabatan yang bisa juga disertai penurunan gaji.</p>
<p>Apakah hal ini dilaksanakan dengan baik? saya berani jamin semuanya melakukannya dengan baik karena ini sudah merupakan standard yang harus dilakukan.</p>
<p>Sayangnya manajemen yang baik adalah manajemen yang tidak buta, kenyataan di lapangan menunjukan bahwa hasil dari assesment yang terjadi setiap tahun itu merupakan assesment yang bersifat formalitas belaka, alias hanya memenuhi kebutuhan administratif tahunan. Anda berteman dengan staff anda selama 10 tahun. apakah anda masih obyektif dalam menilai performa staff anda itu?</p>
<p>Cara yang paling baik untuk meningkatkan kualitas hotel/perusahaan tersebut adalah dengan mengunakan karyawan baru yang masih segar, penuh semangat untuk di jadikan alat gesek atau batu asah dengan karyawan lama, agar tercipta kompetisi baru serta merubah paradigma para staff lama bahwa karena mereka lebih senior, maka otomatis mereka yang lebih berhak untuk menduduki jabatan yang kosong. Selain itu adalah terciptanya dinamika dalam operational hotel/perusahaan tersebut, karena staff baru bisa memberikan sumbangan dalam hal ide yang mereka dapat dari pekerjaan/pengalaman mereka sebelumnya, sehingga bisa melengkapi bahkan menyempurnakan system kerja yang ada di hotel tersebut. Teringat seorang pakar motivasi mengatakan batu asah seorang manusia untuk maju ialah mausia itu sendiri alias harus ada kompetisi dengan orang lain.</p>
<p>Sekarang dari segi staff lama, apa yang salah? tidak ada yang salah sepertinya dari teman saya itu. karena prestasinya di bangku kuliah sehingga dia mendapatkan pekerjaan di Hotel/perusahaan yang terkenal dan mendapatkan income yang cukup bagus. dari gaji yang didapat, teman saya ini bisa mempunyai BTN dengan kredit 10 tahun dan motor bebek keluaran terbaru.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan performa kerjanya? Pekerjaannya pun saya pikir bagus bagus saja. karena pekerjaan itu dilakukan setiap hari jadi segala sesuatunya lancar lancar saja. Lah iki boyin bikin bingung aja..la terus apanya donk yang gak beres?</p>
<p>Gini, saya ceritakan faktanya yah. Ternyata teman saya ini cukup beruntung kerja di hotel mewah ini. Selain gaji yang sudah saya sebutkan tadi, ternyata teman kerjanya sangat baik, supervisornya juga baik sampe bossnya pun selalu menciptakan lingkungan kerja yang amat menyenangkan, bersahabat dan mendukung. Akhirnya masing masing individu sangat betah kerja disana, saking betahnya hingga turn over karyawan nyaris nol hingga 10 tahun terakhir (sekarang kayaknya hotelnya udah 15 tahun berdiri).</p>
<p>Jadi terjawab sudah yah? Lah kalo turn overnya nol, trus teman saya ini gimana caranya naik pangkat? wong gak ada yang resign, semua betah di posisi dan jabatannya masing masing.  Sedangkan dilain pihak adanya kebijakan dari pusat (stakeholder) seperti yang sudah saya bahas diatas tentang perekrutan karyawan baru.</p>
<p>Jadi inget inget aja judul diatas, kenyamanan tempat bekerja anda belum tentu akan menguntungkan anda pada akhirnya.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (1)</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 01:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[front office]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[career]]></category>
		<category><![CDATA[jobs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/" title="Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (1)"></a>Akhir tahun 2004 adalah saat yang terindah dalam karir saya. bukan karena jabatan yang tinggi, sama sekali tidak. gaji yang menggiurkan, enggak juga.naik sih tapi bukan itu pointnya. Sewaktu kuliah, saya adalah mahasiswa yang pas pas an IPnya. gak terkenal &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/" title="Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (1)"></a><p><img class="alignleft size-full wp-image-444" title="office" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/02/office.jpeg" alt="office" width="150" height="112" />Akhir tahun 2004 adalah saat yang terindah dalam karir saya. bukan karena jabatan yang tinggi, sama sekali tidak. gaji yang menggiurkan, enggak juga.naik sih tapi bukan itu pointnya.</p>
<p>Sewaktu kuliah, saya adalah mahasiswa yang pas pas an IPnya. gak terkenal dalam bidang mata kuliah apapun. kalau ada mata kuliah yang agak berat dikit seperti manajemen atau marketing dan ada tugas kelompok, bisanya cuman jadi pengikut. ngiyain teman teman yang lebih pintar.</p>
<p><span id="more-437"></span></p>
<p>Sebenarnya menurut pendapat saya,menjadi mahasiswa pintar dengan IP yang bagus itu penting banget. saya yakin yang lainnya juga setuju. Karena dengan IP yang bagus anda bisa diterima di perusahaan yang bagus dengan gaji yang ok pula.</p>
<p>Sayang, mau diapain lagi, ternyata saya bukan mahasiswa seperti itu, terbukti sewaktu ada bukaan lowongan untuk hotel bintang 5 berlian yang terkenal mewah dan tekenal dengan gaji dan service charge yang tinggi. saya gak masuk hitungan. beberapa teman yang memang saya akui lebih pintar dan rajin,  mendapat kesempatan itu. Oya buat yang belum mengerti apa itu service charge bisa buka postingan saya dulu yang judulnya <a href="http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/">ini.</a></p>
<p>Singkat cerita akhirnya saya bekerja di hotel bintang 4 di daerah pantai kuta. hotelnya para selebritis Indonesia. hampir semua selebritis indonesia udah pernah nginep di hotel ini (gak usah ditebak yah).</p>
<p>Enak banget sering ketemu artis dan penyanyi ibukota, tapi kerjaan di dalamnya ampun deh. banyak pressure dan tuntutannya lumayan berat. selalu kekurangan staff padahal hotelnya rame banget.maklum murah meriah. banyak teman teman yang gak kuat. sebagai gambaran saja dalam waktu 6 bulan saya jadi staff senior nomor lima dari 12 staff di reception alias ada 7 orang resign dalam waktu 6 bulan.</p>
<p>Waktu berlalu, makin banyak yang datang dan pergi. Ada yang cuma 1 tahun saja bekerja, 6 bulan bahkan 1 bulan gak kuat langsung cabut. tidak hanya staff tetapi level supervisor, assistant manajer sampai departemen head pun silih berganti.</p>
<p>Banyak orang menganggap itu suatu kesalahan manajemen yang buruk.tapi hal buruk tidak selamanya buruk, selalu ada hal baiknya juga. dari situasi tersebut, management mulai mempertimbangkan untuk mempromosikan staff staff yang bertahan/berdedikasi dan berprestasi untuk mengisi beberapa jabatan yang lowong dan sukur saya termasuk diantaranya.</p>
<p>Suatu ketika hotel paling ngetop di bali membuka ekspansi perluasan property nya dan membutukan banyak karyawan, dari staff biasa sampai managerial level. proses interview pun berlangsung ketat. 5 kali proses interview. Dari Human Resources Manager, psycho test, Human Resources Director, Director dari departemen yang anda lamar dan terakhir dengan General Manager.</p>
<p>Dari ribuan pelamar yang tidak hanya dari Bali tetapi juga di daerah lain di Indonesia, syukur banget akhirnya saya keterima disalah satu departemen paling bergengsi di hotel tersebut sebagai assistant departemen head yang mengelola puluhan villa yang di sewakan US$600 per malam. Ini tentunya beda banget dengan kelas hotel di kuta yang harga kamarnya gak sampe sepertiganya. Kerja pun kerja keras banget yang dimana saking kerasnya tuntutan kerja disana sehingga pada waktu saya resign setelah mengabdi disana selama 4 tahun, hotel masih harus membayar sisa libur saya yang 53 hari tersebut. terdiri dari cuti tahunan yang gak bisa diambil selama 3 tahun (jadi 3 tahun gak pernah cuti) serta jatah tanggal merah terhutang, yang setiap tanggalan merah saya selalu masuk untuk bekerja.</p>
<p>Menyambung paragraph pertama tulisan diatas, saya cukup kaget juga bahwa di tempat saya yang baru ini saya bertemu teman kampus saya yang sudah bekerja lebih dulu semenjak lulus kuliah di hotel bergengsi ini dan yang lebih kagetnya teman saya yang terkenal pintar ber IP tinggi ini menjadi anak buah saya dan berbeda 2 level di bawah saya.tidak hanya itu, ada kakak kelas atau senior saya di kampus yang masih menjadi staff juga walaupun tidak di departemen saya.</p>
<p>Apa yang salah dengan ini? Dari sisi manajemen hotel ini system perekrutannya yang salah atau kebijakannya dalam pengembangan karyawannya yang salah?</p>
<p>Silakan koment dulu dan saya akan bahas lagi di bagian ke dua tentang cerita nyata ini.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

