Tag Archives: bussines

Semua banting harga!

salesignBeberapa hari yang lalu saya mendapat telpon dari salah satu perusahaan yang saya lamar. Respon lamaran ini merupakan respon kedua yang biasanya disertai dengan pertanyaan yang cukup basic tapi sangat menentukan yaitu expected  salary. yah penentuan gaji ini seperti yang sudah pernah saya bahas dalam menentukan besaran gaji untuk para hotelier adalah hal yang cukup krusial karena kalo bidang pekerjaan, asalkan kita dulunya pernah menjabat posisi itu, maka kebanyakan untuk menduduki jabatan baru dengan tempat kerja yang baru bukanlah suatu masalah.

Intinya terkesan bahwa gaji yang saya ajukan ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan/kemampuan mereka, sempet bingung juga sih, lah wong biasanya pasarannya segitu kok sekarang jadi lain? batin saya.

Ternyata seperti ulasan yang pernah juga saya bahas mengenai pasaran kerja dalam situasi chaos memang terbukti di tahun ini. sudah menjadi rahasia umum bahwa dimana mana yang namanya orang asia kebanyakan kalah pasaran dengan orang bule, apalagi di bidang yang telah lama dan lebih dulu ditekuni oleh orang orang barat sana. “Kalah sama kulit” kata salah seorang teman saya.

Ok.kalo itu sih kita semua juga udah ngerti tapi pasaran harganya itu lho? ternyata diperoleh bocoran bahwa memang dewasa ini khususnya tahun 2009 ini,perusahaan yang ingin mendapatkan pegawai profesional berkulit putih (bule maksudnya) tidak perlu merogoh kocek lebih dalam bahkan dalam cerita saya yang terdahulu ada juga yang melamar kerja dengan latar belakang pendidikan yang berbeda.

Nggak bule, nggak asia ternyata semua banting harga! istri saya pun sempet cerita bahwa ada salah satu teman yang dia kenal orang philipin sampai membanting karier hanya karena ingin segera bekerja. dari seorang Assistant Director yang diberhentikan karena situasi ekonomi sekarang ini menjadi pegawai sekelas supervisor saja. walah,..saya cukup geleng geleng juga. Waktu ditanya alasanya, dia mengatakan yah ini untuk sementara aja, sambil jalan nanti bisa lirik lirik yang lainnya.

Saya pikir betul juga sih, hanya saja bagaimana dengan track record yang akan kita cantumkan di CV? nanti kita bisa dianggap tidak competitive, nggak laku maksudnya. Atau malah malah dianggap tidak mempunyai kemampuan yang cukup di posisi sebelumnya.

Ada lagi cerita yang lain salah seorang teman di Indonesia yang juga mengalami hal yang sama dan sewaktu memilih pekerjaannya, banyak sudah tawaran pada posisi yang sama dengan gaji yang mirip miriplah tetapi tidak diambil oleh beliau. Sewaktu saya tanya kok gak diambil, beliau memberi alasan bahwa perusahaan yang menawarkan kerja kepadanya tidak sekelas dengan perusahaannya dulu. Tapi khan gajinya mirip mirip? beliau jawab lagi “males ah, ngrusak ngrusakin CV ku aja, nanti ngangkatnya susah lagi boy.” “ngangkat” dalam artian pasaran harga profesionalnya dia.

Dan alhasil, teman saya ini sempet nganggur 7 bulan untuk mempertahankan idealisme nya.

Anda, pilih yang mana?

Dasar Kecoak!

Enak yah jadi blogger, bisa numpahin unek unek yang ada di benak kita di blog kita sendiri. Kali ini saya mau cerita singkat tentang prilaku orang orang kamboja disini yang amazing kelakuannya…higghhh gemes banget pokoknya.

Di depan rumah, kalo lagi pingin jajan, kebetulan ada tukang jualan “Numpang”. ya itu semacam jajanan berupa french bread alias kalo di indonesia itu roti pentung yang gurih banget diisi dengan daging dan sayuran. lalu sebagai pelengkapnya di sajikan pickle atau asinan dari timun dan pepaya muda. Rasanya kayak makan krupuk tapi dari roti karena emang rotinya disajikan panas dan crunchy banget.

Nah ceritanya saya mau beli numpang itu, eh pas kesana saya disambut oleh aroma yang sedap dari makanan lain yang disajikan yaitu sate sapi yang tengah di bakar. satenya asli potonganya gede gede bener harganyapun lumayan, setelah saya tanya perbijinya 1000 real atau Rp. 2500,- karena kepingin maka saya urungkan niat makan itu numpang. akhirnya saya pesan 4 tusuk.

Sambil ngobrol, tukang sate itu juga nawarin obat kebugaran yang umum di kamboja yaitu telur bebek yang direbus agak telat, maksudnya telur bebek itu bukan berupa telur biasa tetapi hampir berupa janin anak bebek itu. serem ya ngebayanginnya? tetapi disini laku keras selaku jagung rebus yang dijual di pinggir jalan. pria, wanita, ABGpun suka makan itu.karena saya dulu pernah mencobanya 2 kali maka gak ada salahnya saya coba pesan 1 butir saja.

Setelah di bungkus, saya mulai makan satenya.Ampun dah! itu sate apa sandal jepit? seumur hidup saya belum pernah makan sandal eh, maksudnya sate se alot itu. 4 tusuk gak ada yang bisa di makan semua! ya ampun ternyata kalo dilihat dengan jelas, jangankan di bakar, direbus aja gak akan mungkin empuk, lha wong otot elastisnya (bener ya nyebutnya) yang menyerupai plastik putih yang biasanya menyeliputi daging sapinya aja tidak di buang. Dasar edan!! saya teringat dosen kitchen saya waktu pelajaran memasak malah pernah mengeluarkan 100 ribuanya waktu itu dengan mengadakan sayembara dengan memisahkan otot itu hingga menyerupai sebuah benang dan barang siapa bisa memutus otot ini dengan tangan akan mendapatkan uangnya. Dan alhasil, tidak ada seorang mahasiswapun yang bisa.

Bagaimana dengan telurnya? itu juga gak kalah edan. pas saya buka cangkangnya ternyata bukan lagi telur yang terlihat tetapi malah anak bebek yang udah berbulu,berkepala lengkap dengan kakinya, koit kepanasan. Yaagghh!

Saya hanya bisa mengguman dalam hati sambil mengumpat “dasar kecoak.” yah itulah nama panggilan mereka kalo kita sempet frustasi jika kita berhadapan dengan orang orang lokal ini.lho kok panggilnya begitu? nah kalo rekan blogger sering ngikutin postingan ini ada sejarahnya tuh. bisa di baca postingan saya terdahulu disini.

Saya sampai mikir dan membayangkan kalo seratus pedagang asongan Jakarta hijrah disini dari tukang gorengan, mie tek tek, mie ayam, bubur ayam, sate kambing, sate ayam, pempek palembang sampe nasi padang keliling, dan bersaing dengan mereka, mungkin mereka semua pada bangkrut …heee…gak mungkin kali ye? bisa bisa kita keburu dipulangin kayak TKI di Malaysia itu.

Ps: Sorry gak bisa nampilin gambarnya, ntar pada jijik lagi. selain itu pula ngirit jatah bandwith.

Sang Perintis

Minggu kemarin adalah King’s Birthday di Kamboja dan masyarakat setempat libur 3 hari dengan hari libur yang lain total libur 4 hari. Kamboja memang terkenal dengan banyak liburnya. 25 public holiday dalam setahun! Sewaktu berkunjung ke tempat seorang teman yang mempunyai warung makanan Indonesia sambil makan siang, beliau  mengajak saya untuk keluar jalan jalan sore dengan mengajak istri dan anak di suatu tempat taman bermain anak anak. Ajakan ini saya iyakan dan jam serta tempat sudah kami sepakati.

Akhirnya sore itu kamipun bertemu dan ternyata tidak hanya satu keluarga saja yang berkumpul tetapi ada keluarga Indonesia lain juga yang turut serta. Saat di perkenalkan, ternyata teman keluarga baru ini pindah dari jakarta ke kamboja baru 2 bulan. Setelah ngobrol ngobrol ternyata beliau tidak dalam ikatan kontrak dengan perusahaan lain melainkan mereka bermaksud untuk membuka usaha warung di negeri kamboja ini. Dalam kesempatan itu juga mereka membawa banyak makanan yang disediakan untuk dicoba.Dalam rangka promosi katanya. Ada rendang sapi, ayam sambal balado, terong sambal,dan masih banyak yang lain. Lumayan nih, tak terduga ada makanmakan gratis.

Sambil makan, saya lumayan kaget juga mendengar kisah singkat mereka bahwa mereka baru 2 bulan disini, tidak bisa bahasa setempat serta minggu pertama mereka pindah,istri teman baru saya ini terserang Demam Berdarah dan membutuhkan 3 minggu untuk perawatan. Untuk sekedar informasi saja, tidak disarankan untuk sakit berat disini karena keterbatasan bahasa dan kualitas pelayanan yang sangat kurang. Biasanya kalo orang Indonesia sakit berat,dokter lebih suka menyarankan mencari pengobatan di Vietnam atau Thailand sebagai negara terdekat dengan kualitas yang jauh lebih baik.

Mendengar penuturannya yang lumayan nekat, hijrah di negara asing dengan segala keterbatasan dana dan informasi membuat saya lumayan kagum dengan tekadnya. Saat berkunjung ke rumah kontrakannya, semuanya masih kosong, belum ada furniture yang berarti dan TV. (lumayan yah 2 bulan gak nonton TV). Teman baru ini juga mempunyai rencana pula untuk membangun perekonomian penduduk setempat untuk mandiri dengan membuka pelatihan seperti cara membuat mie tek tek yang sering kita jumpai di Indonesia lengkap dengan nasi gorengnya yang dijajakan keliling. Wow! Ide yang sederhana tapi amazing bagi saya.

Setelah berkenalan dengan teman baru ini, cakrawala pengetahuan saya malah di perluas lagi dengan fakta bahwa ada juga beberapa pengusaha Indonesia yang membantu menciptakan usaha mandiri bagi rakyat terbelakang Kamboja ini, salah satu contoh misalnya dengan mengajarkan mereka cara membuat tikar yang baik dengan bahan bahan alam yang bisa mereka didapat di sekitar mereka dan akhirnya di jual untuk dinikmati warga setempat. Penciptaan sarana air bersih untuk 3000 warga di kampung kampung pedesaan (kalau yang ini dananya dari Luar negeri melalui organisasi non laba/ NGO),  serta usaha yang lainnya.

Saya hanya bisa kagum saja dengan pengalaman yang saya alami minggu minggu ini dengan mendapati bahwa ada juga orang Indonesia yang ternyata cukup berani dan mampu dengan segala keahlian yang mereka miliki di bidang yang mereka pahami untuk merintis hal hal baru bahkan bisa menciptakan lapangan kerja di negeri orang.

Satu lagi yang saya suka dengan teman baru ini, ternyata masakannya yang akan di jual adalah salah satu masakan favorit saya yang belum ada di kamboja ini yakni masakan padang!

Mens sana in corpore sano

Mudah mudahan penulisannya bener. kalo artinya saya masih inget, ” didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” heee..terus apa donk kaitanya dengan kata kata diatas?

Terus terang saya juga nggak tau kok terlintas kata kata tersebut jadi judul. Mungkin gara gara bulan yang lalu saya mampir ke carefour di Pattaya, Thailand maklum di kamboja masih udik,  belum ada carefour..heee. Padahal Kamboja sebelumnya merupakan jajahan prancis.

Tapi sebenarnya bukan itu sih, kami kesana mau cari souvenir kayak kaos kaos bergambar “Thailand” yang katanya jauh lebih murah daripada pergi ke souvenir shop tradisional. (dasar carefour suka mematikan usaha kecil dan saya pun sebagai tourist budget juga terpaksa turut andil mematikan usaha rakyat kecil…hiks).

senam-carefour

Tapi saya kali ini tidak sedang membahas monopoli yang dilakukan carefour hanya kebetulan saja sewaktu berbelanja sekitar jam 5 sore saya dikejutkan dengan pengumuman oleh pengeras suara yang mungkin mengatakan (pake bahasa thailand sih,coba bahasa jowo) minta ijin sebentar bahwa staffnya ingin melakukan sesuatu. Dan jreng! walah itu para karyawan mendadak pada berbaris dan akhirnya dengan diiringi lagu kebangsaan mereka, kayaknya sih lagu “mars carefour” mereka mulai melakukan senam dan menyanyi dipimpin oleh salah seorang dari antara mereka.

Dasar blogger yang kayak gitu jelas gak boleh lewat donk, akhirnya bisa juga mengabadikan “senam singkat” mereka yang kurang dari 3 menit itu. Gantian orang orang yang lihat saya, mereka pikir mungkin kok kayak gituan aja di photo? heee…biarin aja.

Ini sudah pasti ulah para konsultan konsultan marketing yang memberikan ide untuk differensiasi dalam pelayanan yang dimana dengan senam dan yel yel itu sebagai ungkapan dan meyakinkan para pengunjung atau pelanggan bahwa mereka para staff carefour siap dalam melayani mereka dengan segenap jiwa.

Jika anda pernah ikut pelatihan para begawan begawan marketing Indonesia juga sama (sekarang trainer biasa juga udah melakukan hal yang sama), sering banget disela sela pelatihan di berikan jeda untuk stretching atau melakukan peregangan sehingga materi pelajaran selanjutnya bisa diikuti dengan mudah dan ceria serta semangat karena senam itu membuat aliran darah kembali lancar.

Sewaktu saya menjadi pelayan di salah satu cafe paling terkenal di Bali 10 tahun yang lalu, hal yang sama juga sering kami lakukan, terutama jika ternyata pada “Pub Hours” para pengunjung tidak bergerak untuk berdansa di dance floor. Biasanya kami para waiter/s melakukan apa yang disebut “Shout” dan akhirnya menarik pengunjung untuk berdisco dengan kami. Setelah suasana mulai panas para waiter/s pun balik ke kerjaan semula.

Saya kurang paham jargon jargon marketingnya, tapi yang jelas dengan sangat ketatnya persaingan antar perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, mereka sudah pasti akan memberdayakan human capitalnya sampai pada titik optimum sehingga pelayanan dan produktifitas pun bisa dicapai sesuai dengan standard yang di harapkan.

Mungkin ada pengalaman rekan rekan blogger yang lain seperti ngapalin misi dan visi perusahaan ala anak SD jaman dulu di perusahaan masing masing trus kalo udah hapal di test ama boss misalnya?

Negara favorit pekerja ditinjau dari hari libur

horoskop2Soal keuangan dari hal besar sampai hal hal yang kecil, saya selalu penuh dengan pertimbangan dan perhitungan. maklum sebagai anak muda yang memulai segala sesuatunya dari bawah, jika tidak cermat dalam mengelola keuangan apalagi hidup memposisikan diri menjadi pekerja bukan pengusaha maka akan dipastikan hari hari akan terasa sama dan mendapati hidup tidak berubah. bikin hutang tutup hutang. untuk gaya hidup anda bisa membaca postingan saya yang lalu mengenai the jobs to pay the rent

Tapi kadangkala hidup yang ditawarkan bukan merupakan pilihan, kita harus menerima dan mengambil peluang walau bukan apa yang kita inginkan.

Read more »

Jangkrik goreng ini, bukan kecoak

Seperti biasa, setiap bulan saya mengambil jatah libur untuk menengok istri dan anak yang ada di kamboja. kalo kata orang “life is struggle” itu emang berlaku buat saya. Gimana nggak mereka udah saya ajak keluar negeri…eh masih saya tinggal lagi ke negeri yang lain. “Dobel luar negeri” istri saya bilang. Tapi dengan alasan untuk masa depan,apa boleh baut…..eh buat maksudnya. Liburan minggu ini (makanya jarang blogwalking nih), saya sempatkan jalan jalan dengan istri di sebuah pasar di tengah kota Phnom Penh. Pshar Thmey atau central market sesuai dengan namanya pasar ditengah kota.

Sore hari adalah waktu yang tepat kalo ingin hunting makanan tradisional karena para pedagang itu mulai menjajakan dagangannya kebanyakan di sore hari. Ada yang jualan bubur isi jeroan, sate jeroan, cumi bakar, mie goreng ala kamboja yang mie nya gede gede campur toge sampai kayak di Indonesia yaitu rempeyek udang.

Read more »