<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Boyindra's Weblog &#187; business</title>
	<atom:link href="http://boyindra.com/tag/business-opportunity/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://boyindra.com</link>
	<description>Expate update</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 07:35:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Perkembangan klasifikasi hotel berbintang</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2009 03:08:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[food]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=560</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/" title="Perkembangan klasifikasi hotel berbintang"></a>Menyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut. Selama ini &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/" title="Perkembangan klasifikasi hotel berbintang"></a><p><img class="alignleft size-full wp-image-568" title="hotel" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/06/hotel.jpg" alt="hotel" width="182" height="240" />Menyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut.</p>
<p>Selama ini mungkin sahabat sering lewat dan melihat hotel hotel dengan berbagai bentuk bangunan dan nama yang kebanyakan dari luar negeri.Yah perlu diakui juga bahwa pengusaha kita orang Indonesia yang berbisnis di perhotelan memang terkenal di luar negeri dengan pengusaha yang suka membeli franchise atau system bisnis dari luar negeri. Selain system bisnis yang bagus juga karena jaringan yang luas mempermudah si pemilik hotel jaringan mendapatkan bisnis atau tamu tamu dari luar.Salah satu alasan yang lain ialah tidak perlu susah susah membangun reputasi padahal bayar fee nya lumayan besar, beberapa persen dari penghasilan hotel itu.</p>
<p>Berbicara mengenai reputasi, di Amerika nama hotel yang diciptakan merupakan suatu produk yang memang sudah di ciptakan untuk suatu segment tertentu dengan klasifikasi bintangnya. Untuk itu sebagai gambaran awal dan itung itung tambahan pengetahuan, maka saya bermaksud untuk menyajikan data tentang nama nama hotel tersebut.</p>
<p>Luxury/First Class/ Full Service<br />
- Hyatt<br />
- Westin<br />
- Stouffer<br />
- Ritz Carlton<br />
- Four Season<br />
- Marriott<br />
- Omni<br />
- St. Regis<br />
- Regent<br />
- Mandarin Oriental<br />
- Shangrilla, dll</p>
<p>All Suites<br />
- Embassy Suites<br />
- Lexington Hotel Suites<br />
- Park Suites Hotels<br />
- Residence Inns<br />
- Inn Suites International,dll</p>
<p>Major Multi – Product Chains</strong> (Franchise yang biasanya bisa dimiliki lebih dari satu di satu kota dengan owner yang berbeda)<br />
- Hilton<br />
- Holiday Inn<br />
- Radisson<br />
- Ramada<br />
- Quality<br />
- Best Western<br />
- Howard Johnson<br />
- Hotel Ibis<br />
- Mercure<br />
-Novotel,dll</p>
<p>Inns/Motels/Budget<br />
- Days Inns<br />
- Motel 6<br />
- Best Value Inns<br />
- Super 8 Motels, dll</p>
<p>Yang mengenai daftar nama tadi mungkin ada yang di kenal juga mungkin banyak yang baru mendengar. Seiring dengan perkembangan jaman, hanya beberapa produk hotel yang memang benar benar mempunyai reputasi yang seimbang walaupun di beberapa Negara yang berbeda,maksudnya ada yang brand ini luxury tapi di negara lain belum tentu kondisinya sama. Bagaimana dengan klasifikasi bintangnya? Mengenai ini jika berbicara kenyataan di lapangan, juga banyak pergeseran di karenakan seperti yang saya katakan tadi, reputasi yang berbeda beda di setiap Negara,seperti contohnya di Indonesia produk Ramada merupakan hotel bintang 4 tetapi di China dengan bentuk bangunan yang megah dengan gedung yang tinggi, klasifikasinya dimasukan ke bintang 5.</p>
<p>Saya yakin ini juga terjadi di level level perusahaan komunikasi, televisi, perminyakan, perbankan, maskapai penerbangan dan bidang bisnis lainnya. Dengan memahami benar benar positioning masing masing perusahaan, maka tidak heran banyak yang begitu antusias jika berbicara ingin bekerja di perusahaan tertentu, misalnya lebih bergengsi kalo harus kerja di Shangrilla daripada Ibis, Telkomsel daripada mobile 8, Trans TV daripada lokal TV Jakarta, dsb. Padahal belum tentu penghasilan yang didapat jauh berbeda malah bisa menjadi sesuatu yang merugikan seperti yang pernah saya ulas di <a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/">sini </a>dan <a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/">sini</a> untuk karir ke depannya.Pengalaman terakhir sewaktu di Singapura, gaji staff untuk hotel hotel berbintang malah hampir sama kisarannya apalagi untuk uang lemburnya, yang membedakan hanya apakah dia warga negara Singapore asli atau tidak.</p>
<p>Menurut pendapat pribadi saya fenomena &#8220;susah ngangkatnya&#8221; itu relatif sifatnya. Bagaimana menurut anda?</p>
<p>Sumber: Ronald A Nykiel, Phd.,CHA,”Marketing in the Hospitality Industry” 1990</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/06/02/perkembangan-klasifikasi-hotel-berbintang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atlantis the Palm, Potential revenue estimated.</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/11/23/atlantis-the-palm-potential-revenue-estimated/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/11/23/atlantis-the-palm-potential-revenue-estimated/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2008 10:09:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imagination]]></category>
		<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[finance]]></category>
		<category><![CDATA[hotel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/11/23/atlantis-the-palm-potential-revenue-estimated/" title="Atlantis the Palm, Potential revenue estimated."></a>Dimana mana memang lagi heboh memberitakan yang satu ini, kemarin sabtu siang di bicarakan di BBC di midle east report, di CNN juga sama di Kompas gak ketinggalan juga apalagi media blog luar. Kalo di search di om google ya &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/11/23/atlantis-the-palm-potential-revenue-estimated/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/11/23/atlantis-the-palm-potential-revenue-estimated/" title="Atlantis the Palm, Potential revenue estimated."></a><p style="text-align: center;"><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/atlantis51.jpg"><img class="size-full wp-image-209 aligncenter" title="atlantis51" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/11/atlantis51.jpg" alt="" width="446" height="336" /></a></p>
<p>Dimana mana memang lagi heboh memberitakan yang satu ini, kemarin sabtu siang di bicarakan di BBC di midle east report, di CNN juga sama di <a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/22/09525660/pesta.rp.235.miliar.tandai.pembukaan.hotel.rp.19.triliun">Kompas gak ketinggalan juga</a> apalagi media blog luar. Kalo di search di om google ya <a href="http://www.dubaishortstay.com/hotel/atlantis-the-palm-dubai.asp">udah rame isinya.</a></p>
<p><span id="more-206"></span></p>
<p>Saya pingin nya ikut an juga meliput tentang gemerlapnya pembukaan <a href="http://www.atlantisthepalm.com/">hotel tersebut</a> yang memang semua orang mengakui lumayan kontroversial di tengah tengah krisis yang melanda dunia saat ini, kok bisa bisanya ngeluarin US$20 juta buat pesta semalam. Tapi kayaknya rada gak asik deh, selain udah banyak yang ngliput juga gak enak sama postingan saya sebelumnya yang menyarankan untuk <a href="http://boyindra.com/2008/11/19/ayo-jangan-ngutang-lagi-mau-dekat-tahun-2009/">mengencangkan ikat pinggang.<br />
</a></p>
<p>Terus terang saya gak tau legal apa nggak sih kalo kita ngitungin potensi revenue sebuah perusahaan tanpa bermaksud untuk menghakimi perusahaan tersebut. Di postingan sebelumnya tentang <a href="http://boyindra.com/2008/10/29/salah-satu-cara-menentukan-besaran-gaji/">menentukan besaran gaji </a>mungkin ini adalah bentuk implimentasinya dan juga media pembelajaran bagi para manager atau bagi yang sekedar ingin tahu.</p>
<p>Setelah berkunjung ke situs hotel fenomenal ini sekalian cari <a href="https://careers.atlantisthepalm.com/">lowongannya</a>..hee, kita dapat menjumpai informasi tentang banyaknya kamar yang di punyai yaitu 1,373 rooms dan 166 suites, total 1,539 rooms. Saat berkunjung ke situsnya dan mencoba untuk booking ternyata hotelnya tidak full tetapi hanya tinggal suite yang tersedia harganya berkisar dari $3,350 &#8211; $5,025 per malam. Kamar termahal yang pertama kali ditempati oleh bintang bollywood Shah Rukh Khan harganya $35,000. Harga kamar biasa di perkirakan $1000.</p>
<p>Sebenarnya agak sulit untuk memperkirakan rata rata harga kamar/average room rate tersebut karena harga kamar di website berbeda dengan harga kamar untuk travel agent karena memakai kontrak atau disebut contract rate sesuai dengan kebijakan rate structure dari hotel tersebut. biasanya lebih rendah 20% &#8211; 40%.</p>
<p>Ok lah kita mulai hitung yah. Saya taruh harga rata rata nya sebesar $1,200 maka kita harus menghitung potential room night (prn) nya dulu yaitu sebesar, 1,539 kamar x 30 hari dalam sebulan = 46,170 room night (r/n). Jika di asumsikan hotel itu tingkat occupancy nya 40% setiap hari maka prn nya sebesar  18,468 yang akhirnya kita akan mendapatkan potential room revenue nya sebesar 18,468 x $1,200=$22,161,600 per bulan.</p>
<p>Penghasilan hotel bukan hanya dari kamar saja tetapi juga dari makanan yang biasa di sebut food &amp; beverage (fb) dan juga other income atau income lain lain misalnya pijat, beli bunga, cenderamata, dsb. Sebenarnya tidak se simple ini, tetapi karena keterbatasan dalam meng akses informasi dpartemen departemen apa saja yang menghasilkan serta kalo seandainya saya punya semua informasi nya yah berarti saya salah satu petinggi disana donk.</p>
<p>Nah, kita balik lagi ke penghasilan kotor kamar tadi yang sebesar $22,161,600 per bulan. Dalam laporan rugi laba (P&amp;L) kisaran ideal dari biaya/ cost penghasilan kamar tersebut sekitar 30% &#8211; 40%. Kita sederhanakan biaya ini sudah termasuk gaji, biaya departemen hingga depresiasi, amortisasi, etc. Kalo kita taruh 40% deh, jadi penghasilan bersih dari kamar sebesar $13,296,960 (60%). Bagaimana dengan fb? untuk hotel sebesar itu saya berani dengan perkiraan terendah saya penghasilannya sekitar 60% dari penghasilan bersih kamar dan untuk other incomenya kita bisa coba $500,000 saja deh sebulan. maka total dari penghasilan hotel tersebut sebulan sebesar,</p>
<p>$13,296,960 + $7,978,176 + $500,000 = $21,775,136/bulan</p>
<p>ck..ck..mantep bener tuh hotel, mimpi aja belum pernah liat laporan keuangan sebesar itu. o ya, sekalian aja kita hitung kapan investasinya Mr. Kerzner si pemilik hotel ini balik yah?</p>
<p>Menurut data yang didapat biaya pembuatannya sekitar US$1.5 milliar atau Rp. 19 triliun jadi kita tinggal bagi aja yah,</p>
<p>$1,500,000,000 : $21,775,136 = 68.8 atau kita bulatin deh jadi 69 bulan. Jadi gambaran kasarnya hotel semewah itu akan balik modal 5,75 tahun saja!</p>
<p>Buat yang ngerti finance, hitung hitungan di atas adalah gambaran yang masih sangat mentah, tapi setidaknya seperti misi di blog ini sebagai media untuk berbagi informasi dan pengetahuan setidaknya bisa sedikit membentuk persepsi.</p>
<p>Anda bisa bayangin setelah 6 tahun (kalo bener perkiraannya), itu duit tinggal ngalir sebesar itu per bulan nya karena udah balik modal, jadi uang sebesar US$20juta buat pesta pembukaan mah gak ada apa apanya. Apalagi untuk rencana renovasi suatu hotel biasanya setelah 8 &#8211; 10 tahun hotel itu berdiri. Kalo maintenance nya sangat bagus mungkin bisa lebih dari itu.</p>
<p>Mengutip kata si Colin Cowie si perancang pesta tersebut &#8220;Dana nya sudah disiapkan sejak tahun lalu, anda harus bermimpi besar untuk mendapatkan hasil yang besar!&#8221;</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/11/23/atlantis-the-palm-potential-revenue-estimated/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Es Tebu, potensi bisnis yang belum dimasyarakatkan.</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/10/14/es-tebu-potensi-bisnis-yang-belum-dimasyarakatkan/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/10/14/es-tebu-potensi-bisnis-yang-belum-dimasyarakatkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Oct 2008 01:21:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[business]]></category>
		<category><![CDATA[kamboja]]></category>
		<category><![CDATA[vietnam]]></category>
		<category><![CDATA[entepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[franchise]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/10/14/es-tebu-potensi-bisnis-yang-belum-dimasyarakatkan/" title="Es Tebu, potensi bisnis yang belum dimasyarakatkan."></a>Kalo kita melihat begitu maraknya toko toko kecil menjual pulsa dan aksesoris handphone di sudut sudut jalan di kota kota besar Indonesia, tidak berbeda banyak di Cambodia dan Vietnam. Hanya saja yang tidak kalah banyak di pinggir pinggir jalan adalah &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/10/14/es-tebu-potensi-bisnis-yang-belum-dimasyarakatkan/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/10/14/es-tebu-potensi-bisnis-yang-belum-dimasyarakatkan/" title="Es Tebu, potensi bisnis yang belum dimasyarakatkan."></a><p><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/sugar-cane.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-57" title="sugar-cane" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/sugar-cane.jpg" alt="" width="180" height="240" /></a>Kalo kita melihat begitu maraknya toko toko kecil menjual pulsa dan aksesoris handphone di sudut sudut jalan di kota kota besar Indonesia, tidak berbeda banyak di Cambodia dan Vietnam. Hanya saja yang tidak kalah banyak di pinggir pinggir jalan adalah pedagang es tebu.</p>
<p>Es tebu atau bahasa vietnamnya adalah Nuoc Mia dan bahasa cambodianya tek em pew (kira2 gitu kalo dilafalkan) pedagang es tebu ini tidak hanya mengkhususkan menjual es tebu saja, kebanyakan menjadikanya sebagai sampingan seperti toko kelontong juga penjual roti sandwich tradisional ( yaitu french bread/roti panjang diisi irisan daging, ketimun,dsb.), juga toko penjual pulsa hp!</p>
<p><span id="more-56"></span></p>
<p>Disaat siang hari es tebu ini emang sarana pelepas dahaga yang paling segar menurut saya, karena saking banyaknya penjualnya, harganya pun masih terjangkau. Untuk di Cambodia harga pergelasnya sekitar 700 riel atau sekitar Rp.1800 sedangkan di Vietnam pergelas 2000VND (baca: dong) atau sekitar Rp.1300 (harga sekarang). Bandingkan dengan di Jakarta pas saya beli 2 tahun lalu sudah Rp.3500 gak tau deh sekarang, makanya sedikit jarang di jumpai, yang saya tau satu deket rumah di jalan melawai dempet ama tukang siomay deket ATM BCA dan pas bikin passport di kantor imigrasi Jakarta selatan kalo gak salah. malah ditempat terakhir ini jualannya Rp.4000.</p>
<p>Nah, sambil nongkrong bareng temen sambil minum es tebu ini, konon gerobaknya diimport dari china. harga sangat bervariasi dari yang kecil sampai yang besar. Yang kecil harganya sekitar 3 juta VND atau sekitar Rp.2.200.000 dan yang besar bisa sampai Rp.5jutaan. Nah gimana dengan harga tebunya? harga tebunya di jual per kilogram walaupun panjang panjang tapi tetep ditimbang, tapi lebih gampangnya di hitung dari beverage cost nya sekitar 30%.</p>
<p>Nah daripada melihat <a href="http://kompas.co.id/read/xml/2008/09/09/08585989/petani.tebu.segera.bangkrut">petani tebu kita bangkrut gara gara import gula rafinasi</a> kenapa gak dari paparan ini ada yang tertarik menciptakan bisnis francise yang merakyat untuk es tebu ini, apalagi kalo bikin mesinnya dalam produksi skala besar seperti franchise Edam burger yang sempat ngetop banget itu khan harganya sekitar 2,5 jutaan, waktu itu saya sempet punya 4 dan di taruh di minimarket minimarket deket rumah.</p>
<p>Terlepas dari cerita tadi, mohon maaf kalo ternyata dari kenyataan yang ada, di Indonesia hal itu tidak memungkinkan dilaksanakan di karenakan memerlukan modal kerja yang tinggi dan mungkin juga sebangkrut bangkrutnya petani tebu kita harga tebunya masih mahal dari vietnam?</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/10/14/es-tebu-potensi-bisnis-yang-belum-dimasyarakatkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

