Tag Archives: ARR

Kejepit, terjepit ARR antara janji Management Company dan Realitanya

Pagi itu seperti biasa sewaktu mengispeksi salah satu Unit hotel saya mendapat curhatan dari seorang staff pool dan gardener kami, usia nya tak lagi muda, kerutan wajah si bapak sudah menghiasi wajahnya yang selalu menampilkan senyum dan semangat terbaik di setiap pagi saya bertemu dengan dirinya.

Si bapak mengeluhkan anaknya yang sudah bekerja di salah satu hotel berbintang di kawasan elit Nusa Dua bahwa sering anaknya mendapatkan perlakuan extrim dari perusahaan tempat si anak ini bekerja bahwa harus bekerja double shift alias 16 jam kerja dikarenakan kurangnya karyawan dan kurangnya pegawai di hotel tersebut. Selain itu banyaknya ‘Turn Over’ alias karyawan keluar masuk membuat karyawan yang bertahan harus sering mengalami “lembur paksa” tersebut. “Kalau sekali kali sih gak apa apa pak, tetapi ini bia terjadi sampai 6 bulan lamanya dan kabarnya Hotel ini sering sekali beralasan kekurangan karyawan dan memaksa karyawan tetap nya untuk bekerja lembur” keluhnya.

Read more »

Omong Kosong Sharing Occupancy berimbas ke STR?

Observasi sejak kepindahan saya ke Bali tahun 2016. Sewaktu di Bintan pun STR langsung datang ke hotel tempat saya bekerja untuk menanyakan langsung. Tetapi Hotel di Bali? bukan rahasia umum bahwa sharing occupancy sesama hotel sejenis dan dalam cakupan area yang sama sering dilakukan dan biasanya informasi ini di dapatkan oleh staff Front Office Malam/ Night Shift dan akhirnya pagi pagi sekali data tersebut akan tersaji di depan komputer anda atau dalam bentuk laporan cetak.

Jika kita mau sedikit iseng, setiap pindah hotel di Bali dalam kawasan yang berbeda sempatkan untuk datang ke hotel pesaing kalo perlu sampai menginap dan disana ada saja karyawan yang masih polos yang akan memberikan gambaran sesungguhnya tentang keadaan dan Average Roon Rate/ ARR mereka. Teknik menginterogasinya tidak perlu di ceritakan disini karena akan sangat bermacam macam dan menjebak. Setelah itu anda akan mendapati hal yang berbeda dengan informasi dari reception Night Shift anda. Salah siapa? yang jelas bukan salah staff anda yang memberikan data ini kepada anda.

Lalu apakah ini penyebab bertumbuhnya terus pembangunan hotel di Bali? sedangkan ratusan hotel di lain pihak kabarnya sedang dalam pengawasan Bank karena performa yang tidak seperti harapan? Ataukah data ini pun masuk ke lembaga terpercaya seperti STR Global yang menjadi benchmarking para pengusaha dalam menentukan langkah investasinya di dunia perhotelan? Entahlah saya tidak tahu (atau tepatnya tidak mau tahu) yang jelas kenyataan nya sudah seperti ini.Pengusaha Hotel Pusing tujuh keliling bahwa berbisnis hotel di Bali tak seindah harapan atau tak seindah janji janji Management Company/ Hotel Operator. Mengharapkan NPV? Ya mungkin itu jalan satu satunya kalopun Hotel nya cepat laku.

Ada baiknya dari pelajaran ini, at least jalanan dan restorant terkenal penuh dengan investor yang terbang dari daerah asalnya ke bali untuk menjual propertynya di Bali dan dilain pihak yang akan membeli nya pun bertemu dengan team yang tak kalah banyak jumlahnya. Lumayan lah mereka mereka ini bisa membangkitkan gairah perputaran ekonomi di Bali. Karena Jalanan Bali macet tidak semata didominasi oleh kendaraan Sales Hotel yang jumlahnya ribuan itu untuk turun sales call ke Agent Agent.

Ps. Jika membutuhkan Hotel Management yang terpercaya dan terjangkau dengan system terbaru di Indonesia bisa klik link disini