Nyata menjadi maya. Maya, akankah menjadi nyata?
Ah ini sich semua orang juga mengalaminya. Saya jadi kepikiran nulis gini gara gara udah lama banget nggak pernah chatting. Entah kenapa sudah 3 bulan ini gak pernah tertarik untuk membuka YM atau skype, rasanya males aja padahal nggak ada yang mau dihindari lho…
Mungkin ini semua karena kesibukan atau kebanyakan informasi, juga fasilitas ini sudah tergantikan dengan yang namanya facebook..heee. Tapi di facebook pun saya juga gak pernah chatting bahkan untuk tertarik untuk mencari tau siapa saja yang lagi online, cukup tau update status teman teman atau mengucapkan selamat ulang tahun saja sudah cukup
Suatu hari datang teman kantor yang kebetulan dipindahkan tugasnya di macau berkunjung. Sewaktu sang teman ini berkunjung, dengan antusiasnya dia memberi kartu namanya yang baru dengan menekankan banyaknya nomor telponnya yang bisa dihubungi, karena sebagai sales, sang teman berkata bahwa kantornya tak hanya di macau tapi juga di hongkong dan mainland cina. Untuk itu dia berkata “kamu punya account skype khan, ayo! add saya jadi kita bisa sering sering berkomunikasi”
Akhirnya sayapun langsung buka account skype dan bermaksud menambahkan namanya, sewaktu proses sedang berlangsung, eh tiba tiba teman lama dari vietnam menyapa, mengucapkan selamat Tahun baru, dan kami pun berbincang bincang. Tak lama teman di indo juga nimbrung kenapa lama nggak online, dan sebagainya, dsb.
Hal yang menarik dari perbincangan ini adalah, ada kalimat selama perbincangan tersebut adalah “kapan kamu main lagi kesini?” atau “kapan kita ketemuan yah?” dan masih banyak kalimat kalimat sejenis sebelumnya.
Hal yang harus diakui adalah teman chatting hampir semua adalah teman nyata yang dimana kami pernah bekerjasama beberapa tahun dan tentunya mempunyai kenangan dari pekerjaan dan pertemanan itu. Nah karena saya seorang yang sering berpindah pindah kerja dari daerah sampai ke negara yang berlainan, jika harus menghadapi pertanyaan seperti ini, pertama tama mungkin cuman basa basi saja, tapi lama lama mikir juga, apakah bisa sewaktu waktu saya bisa mengunjungi mereka satu persatu?
Kalo dari segi biaya kunjungan kayaknya masih bisa diusahakan karena teman teman saya bukan yang jauh jauh banget, seperti misalnya kalo teman lama yang di vietnam tanya kapan bisa kopdar lagi, agaknya naik bis bolak balik dari kamboja hanya perlu biaya kurang dari $100. Kalo teman yang di Singapura, di Jakarta juga sebenarnya bisa aja, tapi fakta membuktikan kalopun kita punya biaya dan waktu walau tidak secara khusus mengunjungi mereka, pada akhirnya kami tidak bisa mencocokan schedule masing masing, akhirnya hanya berakhir ngobrol di telpon di negara atau kota tersebut..hiii..sedih yah.
Akhirnya judul diatas pun dibuat, kalo kita dulu punya teman kantor atau rumah, selain offline mereka juga suka bersua dengan kita secara online. Tapi kalo kenyataanya kita kudu pindah rumah atau kerja yang lumayan jauh, beda kota atau negara, akankah kita bisa bertemu lagi?
Ah, kadang kenyataan tak sesuai harapan. Mungkin hanya Pesta blogger yang bisa..heee



![P050110_13.37_[01]](http://farm5.static.flickr.com/4050/4249834280_611f7afd96.jpg)




Terlepas dari tegangnya hubungan diplomatik antara Kamboja dan Thailand, sepertinya moment ini sangat pas bagi Indonesia untuk mengadakan trade show atau pameran industri dan pariwisata produk produk indonesia.
Postingan curhat. Judul diatas memang berbau penyesalan. Memang penyesalan datangnya selalu terlambat…huuu…


