Taman bermain anak anak Gratis di Red monumen

Secara tak sengaja saya menemukan taman bermain baru ini, sewaktu mengantar istri ke salon. Saya menggunakan waktu untuk keliling di alun alun kota Phnom Penh di sekitaran Red monumen. Pada malam hari sekitar pukul setengah 8 malam, taman itu masih terlihat ramai dengan anak anak, maka saya putuskan keesokan harinya ingin mengajak si kecil kesana.

Keesokannya si kecil sudah tak sabar menelpon papanya agar pulang lebih cepat sehingga bisa ke taman bermain itu sebelum gelap. Sesampainya disana saya cukup tercengang untuk negara sekelas kamboja kok bisa bisanya membuat taman public ditengah tengah kota yang menurut saya cukup bagus. Jenis mainan yang bagus dan lengkap ditengah tengan taman yang didesign untuk rindang pada jangka panjang, toilet umum, serta kafe untuk orang tua yang mengantar.

kids playground

kids playground1

Untuk orang tua yang punya anak kecil seperti saya, taman ini cukup membantu sekali karena fasilitas yang ada didalamnya juga sangat membantu ketangkasan anak daripada setiap hari hanya main game online di dalam rumah, setelah bugar dari bermain, anak minta saya membantu tugas PR yang didapatnya dari sekolah dan tidurpun lebih lelap.

kids playground2

Pikir pikir sekorup korupnya pejabat disini, masih sempet sempetnya mikirin rakyat kecil dengan membangun ruang public yang asri dan gratis tentunya yang tidak hanya dinikmati oleh anak anak penerus generasi bangsa ini tetapi juga sarana ngobrol orang tuanya juga. Bagaimana dengan di Indo, seharusnya sebagai negara yang jauh lebih kaya, apakah hal hal seperti ini mendapatkan perhatian?

Spam peniru judul postingan

Minggu minggu ini saya baru ngeh sewaktu mengecek halaman spam, biasanya saya suka ngecek halaman spam untuk mengedit jika sekiranya ada rekan rekan blogger yang terkena kang akismet walaupun sama sekali tidak bermaksud menyepam. Dengan banyaknya spam, speed reading jadi acuan, biasanya yang berbahasa inggris udah pasti nyepam nih nah kalo berbahasa indonesia perlu di cek lagi kata katanya karena jarang sekali spam ada dalam bahasa indonesia.

spam

Seperti contoh diatas terus terang baru saya temui 2 minggu kemarin, hanya saja karena makin banyak sehingga tertarik untuk mendiskusikannya karena spam ini terkesan bukan spam karena menggunakan bahasa indonesia tapi kalo di teliti ternyata spam machine ini bisa menduplikasi judul postingan kita sehingga terkesan memberikan apresiasi tentang tulisan kita..heee…padahal dibelakangnya pake embel embel bahasa inggris selain itu url nya juga udah keliatan banget.

Saya menyebutnya spam model baru, tapi beruntung kang akismet lebih canggih lagi sehingga tak terkecoh dengan ulah mesin ini.

Penyebaran budaya makan tempe yang mendunia

Di kamboja sini khususnya di Ibukota Phnom Penh terdapat 4 restaurant Indonesia yang dimana karena kota yang kecil disertai dengan eratnya perkumpulan antar insan insan di perantauan tersebut membuat kami menjadi saling mengenal. Tidak hanya saling mengenal saja tapi semuanyapun terlibat aktif untuk kegiatan kegiatan yang diadakan oleh komuniti kami maupun yang diselenggarakan oleh kedutaan.

tempecambodia

Saya mempunyai teman yang mempunyai misi sebagai misionaris di kamboja, disela sela melakukan pekerjaannya sebagai misionaris dengan banyak bepergian di kampung kampung, keluar masuk provinsi di penjuru kamboja ini, ada hal yang menarik perhatian saya adalah bahwa teman ini memulai kegiatannya dengan membuat tempe. Tempe fresh ini tidak hanya dinikmati dan didistribusikan kepada kita kita di komuniti Indonesia tetapi juga diperkenalkan sebagai makanan alternatif baru untuk masyarakat kamboja yang tadinya tidak mengenal tempe sama sekali.

Beliau dalam kunjungannya ke kampung kampung mencoba memperkenalkan tempe dari rasa, hingga mengajak mereka untuk menikmati sajian dari tempe secara gratis. Lambat laun tidak menutup kemungkinan cara memproduksi tempe pun akan diajarkan sebagai bagian misi membangun kehidupan para penduduk di pedesaan kamboja agar lebih mandiri dan memperoleh penghasilan  dari makanan alternatif ini.

Saya teringat akan kasus saling klaim budaya antara negara kita dengan negara tetangga kita tempo hari. Persoalan penyebaran budaya itu mungkin sudah dilakukan tidak hanya beberapa dekade lalu, tapi mungkin juga sudah lebih lama daripada itu. Seperti halnya bahasa, pakaian, lukisan, ukiran, tarian, dan lain sebagainya asalkan kita tidak berhenti dan terus melestarikan budaya kita sendiri, saya amat tidak yakin 100 tahun kedepan, kamboja akan mengklaim bahwa tempe adalah makanan khas mereka.

ATF 2011 di kamboja

Penyelenggaraan ATF/ Asean Tourism Forum 2011 yang ada di kamboja ini baru saja usai. Dimulai dari tanggal 15 sampai 21 January lalu tidak saja sebagai sarana untuk mempromosikan perusahaan yang bergerak di industri pariwisata saja tetapi juga sebagai sarana kongkow kongkow bertemu rekan rekan lama yang pada akhirnya terpisah di berbagai negara di Asean ini karena alasan pekerjaan.

atf1

ATF tahun ini diikuti semua negara negara Asean yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Philipina, Vietnam, Laos, Myanmar, Thailand, Brunei Darussalam dan tak lupa Kamboja sebagai tuan rumah . Tak kurang 1600 delegasi termasuk 400 internasional buyer dan 100 media ikut serta dalam perhelatan akbar di bidang pariwisata di kamboja ini. Setiap tahun negara host dalam ATF ini berputar sesuai dengan abjad negara yang bersangkutan, diawali dari tahun 1981 dari Malaysia. Seperti tahun 2010 kemarin diselenggarakan oleh negara yang berawalan B jadi Brunei Darusallam yang menjadi negara host, 2011 ini negara berawalan C atau Cambodia dan tahun depan seperti yang telah diduga, negara kita yang menjamu Indonesia dan seterusnya.

atf2

Seperti halnya exhibition yang lain, masing masing negara berlomba membuat design yang indah pada stan mereka yang mempresentasikan dan menjual destinasi destinasi yang mereka tonjolkan di masing masing negara tersebut. Bagi saya pribadi disela sela menjalankan pekerjaan di expo ada hal yang paling menarik adalah berjalan jalan ke stan Vietnam dan Indonesia untuk bertemu teman teman lama, yang dilanjutkan dengan makan diluar dan saling bertukar informasi.

Tahun 2012 mendatang ATF akan diadakan di Indonesia di kota Manado, semoga setidaknya bisa mendongkrak pariwisata Indonesia yang lain karena selama ini pariwisata indonesia terlalu identik dengan Bali. kini saatnya Manado berbenah dan membangun infrastruktur yang memadai agar ATF 2012 bisa menjadi momentum kebangkita pariwisata disana.

Encouragement

Saking sukanya sama tulisan ini di internet, sampai ingin menyebarkannya juga, sapa tau yang punya anak akan mendapat pelajaran dari pak Renald ini. Selamat membaca.

Encouragement

(Artikel inspiritaif ini ditulis oleh Rhenald Kasali*. Semoga bermanfaat)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat.

Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa. Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana.

Saya memintanya memperbaiki kembali,sampai dia menyerah.Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberi nilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri. Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?” “Dari Indonesia,” jawab saya. Dia pun tersenyum.

Read more »

Terpaksa ganti theme

Sehabis liburan memang lumayan sibuk, maklum di bulan Januari ini akan ada perhelatan akbar untuk insan pariwisata menyambut ATF atau Asean Tourism Forum yang diselenggarakan tanggal 15 sampai 21 January ini. laporan tentang ini ntar aja yah, soalnya trade shownya sendiri efektif tanggal 18 January mendatang, jadi belum banyak cerita.

Disela sela kesibukan ini, diwaktu luang saya kebetulan tertarik dengan artikel tentang masang pagenasi di blog kita tanpa plugin, setelah di copy code nya dan di masukkan di theme editor blog saya, bukanya sukses malah rusak themenya. Sudah minta tolong dengan pihak hosting sampai akhirnya pihak hosting menyarankan untuk ganti theme aja. Dengan terpaksa akhirnya saya ganti dan cocoknya dengan theme ini.

Tapi masalah lain timbul karena widget yang biasanya ada di sidebar seperti pagerank, ehotelier kolom, technocrati dan lainnya malah ilang, setelah di cek memang gak ada di sidebar.php nya akhirnya dari theme lama codenya saya ambil dan di taruh di theme baru ini dan teteup…gak mau muncul. Apa mungkin theme ini gak support yah, ah sutralah yang penting udah bisa mengeluarkan unek unek ini di post, soalnya kendala waktu yang gak memungkinkan nyari2 informasi lagi mengenai hal ini. Kalo ada rekan blogger yang tahu, share kesini yah..terima kasih sebelumnya

Shrinking Vacation Syndrome

Kalo udah tau yang namanya akan liburan udah pasti gejala gejala psikologis akan nampak heee..ini kalo saya lho yah…soalnya minggu depan saya akan libur panjang pulang kampung halaman menengok bapak, ibu, paman, bibi, kakek, saudara misan, sepupu, dan teman teman sekerja dulu. Oya gejala psikologisnya tentunya, kerja jadi semangat, berasa seperti abis promosi jabatan, badan berasa seger, bibir senyum senyum mulu padahal kenyataannya compi dan BB kudu dibawa untuk memonitor kerjaan yang jalan terus. Tapi gak papa, yang penting judulnya, LIBUR.

Banyak yang malah pusing mau liburan, barang yang akan dibawa bisa jadi alasannya. buat yang bekerja di LN, oleh oleh bisa menjadi hal yang memusingkan, karena harus disingkronkan antara bentuk oleh olehnya dengan budget pengeluarannya ditambah pula beratnya koper yang akan dibawa.

Di Amerika sono krisis keuangan yang mengakibatkan bengkaknya angka pengangguran menyebabkan liburan menjadi sebuah sindrom yang disebut Shrinking Vacation Syndrome. Yang dulunya liburnya ke belahan dunia lain tanpa mikirin kerjaan, sekarang malah liburan tapi kerja jalan terus, malah ada yang gak bisa libur sama sekali ada pula dapat libur tapi bingung mau pergi kemana karena semuanya menjadi tidak terjangkau oleh kocek.

Beruntung kita di Indo apalagi yang masih punya kampung halaman, se resesi apapun keuangan kita, kalo bisa pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga dan teman lama akan berasa nikmatnya. Makan ikan teri ama nasi panas aja langsung kita post di wall FB apalagi lengkap dengan krupuk dan sambalnya, intinya asal bisa kumpul dan melepaskan diri sejenak dari tekanan dunia kerja sudah membuat kita bahagia, sehingga sewaktu pulang kerja kembali, kita bisa merencanakan liburan kedepan dengan lebih baik lagi seperti menyiapkan tabungan khusus dari sisihan rejeki kita tiap bulan di negeri seberang.

Jadi liburan akhir tahun ini pada mau kemana nih?

Pajak oleh oleh dari LN

Perhatikan komen komen yang saya dapat mengenai kebijakan baru untuk tahun 2011 mengenai pajak yang dikenakan oleh bea cukai untuk barang oleh oleh dari Luar negeri, kalo pajak dari perorangan tidak lebih dari US$250 dan kalo barang bawaan keluarga US$1000,

“setuju, pak….. itu kalau Pak Menterinya orang pintar dan kreatif, pak….. Ini kan menteri asal kejar target penerimaan……. wajar keputusannyapun serba aneh…. mungkin Indoensia satu-satunya negara yang menerapkannya……..”

“negara pemeras,pejabat rampok…”

“Alhamdulilah, dengan adanya aturan ini uang masuk bagi petugas BC, Satpam bandara bahkan cleaning service yang akan jadi calo utk ngurus biar bisa bebas BM. Yah setidaknya uang yg sudah dikeluarkan utk sogok jadi pegawai BC, Satpam bandara bisa kembali deh.”

“Dasar otak udang ada di dengkul dan kemungkinan besar letaknya di bokong. Makanya gak aneh investor asing cabut dari indo karena banyak praturan yg gak masuk diakal. Bea cukai beraninya cuma ama rakyat kecil (average income family). Apa berani kenain bea masuk terhadap pejabat, conglomerate, billionaires? Mereka ini kalo shopping diluar negri bisa sampe ratusan ribu bahkan jutaan dollar tapi gak kena bea masuk. System bea masuk ude ada sejak dulu cuma skarang aje baru bergaung? yeah right!!! Bukannya tingkatkan keamanan di pelabuhan laut/udara tapi malahan bikin tourists jadi runyam sewkt dateng ke indo. Tourist ude dikenain visa on arrival masih gak cukup? Skarang harus declare barang2 bawaan dan bawa receipts camera, i-touch, n-book, ipad, portable game, dlsb. SHUT da F**K up.”

Komen diatas kayaknya udah mewakili perasaan dan pemikiran saya. Duh Indonesia, kok makin lama makin ancur begini kebijakannya….

Pada dasarnya kita semua orang baik

Dari sharing kemarin soal tragedy massal yang mengakibatkan hampir 400 korban meninggal kemarin membuat saya berpikir kesana kesini, karena saking sedih, trenyuh dan bentuk perasaan down lainnya padahal korban korban tersebut gak ada yang saya kenal. Berhari hari setiap ketemu teman di kantor, hal itu terus yang sedang hangat hangatnya di bahas, sampai tadi siang kami berjalan kaki dari hotel ke tempat kejadian yang berjarak tak kurang dari 100 meter untuk memberi penghormatan kepada arwah yang meninggal dengan cara cara tradisi setempat tentunya.

Berhubung tragedy ini bukan bencana alam melainkan kesalahan manusia terutama lemahnya pengawasan dalam pengaturan arus keluar masuk pengunjung yang memadati kawasan tersebut, beberapa teman expat disini agaknya malah bersikap seolah olah menyalahkan pihak penyelenggara tapi di lain pihak ikut sedih sampai sampai makanpun tak lahap jika membicarakan mengenai hal itu.

Kalo soal disiplin, negara ini masih jauh tertinggal dari Indonesia yang terkadang lumayan bikin emosi terutama dalam hal ngantri dan berkendara di jalan. Disini walaupun jalan protokol, lampu merah itu tidak ada artinya, asalkan punya celah jalan terus, mereka akan terobos walaupun lampu merah baru saja menyala. Ampun dah! Kalo ngantri di parkiran untuk mendapatka tiket, tiba tiba ada saja yang nyelonong  dari samping di saat antrian panjang  terjadi. Sumpah serapah pun keluar dari mulut dan banyak kejadian kejadian lain yang cukup membuat iritasi lainnya.

Tapi herannya, jika dalam kehidupan nyata sewaktu kita mengalaminya rasanya kita ingin menelan orang tersebut bulat bulat karena ketidakdisiplinnya mereka serta cenderung tidak beretika karena akibat yang mereka buat bisa membahayakan pihak lain, tetapi setelah kejadian tragedy kemarin, batin ini sangat sedih menyaksikan penderitaan dari banyaknya korban tersebut.

Emosi kita pada waktu kita kecewa dan marah agaknya bukanlah diri kita, karena jika apa yang kita emosikan dan kita kecewakan berefek pada kejadian yang tragis dan lebih dari yang kita harapkan, pada akhirnya kesedihanlah yang menghampiri hati. Ibarat nyumpahin orang yang memotong jalur kita dengan “busyet dah! kepleset motorlu baru tau rasa..” terus kenyataannya orang itu tidak hanya terpeleset tapi tertabrak dan dilindas ban truk misalnya, hal tersebut pasti tidak akan membuat kita senang, yang ada malah menyesal, kenapa ya gue sumpahin dan kesedihanlah yang melanda.

Yah ini hanya sharing pikiran saja, sebagai manusia yang lebih berdisiplin dan beretika kita doakan saja orang orang yang kadang membuat kita iritasi melihatnya, toh semua orang sedang bertumbuh, dengan caranya masing masing tentunya.

Tragedi Water Festival terbesar di Jembatan Diamond Island, Cambodia, yang merenggut nyawa ratusan jiwa

Berita mengejutkan datang tadi malam mengenai perayaan Water Festival yang diselenggarakan dari tanggal 20 sampai tanggal 22 kemarin. kemarin malam Senin, 22 November saya dikejutkan oleh berita bahwa pada malam terakhir perayaan Water Festival, sebanyak lebih dari 339 nyawa melayang dan ratusan lainnya cedera  saat hendak pulang dari perayaan malam terakhir dan berdesak desakan menyebrangi jembatan untuk keluar dari Diamond Island.

Sumber kejadian menyatakan bahwa jembatan yang baru dibangun persis disebelah Hotel dimana tempat saya bekerja tersebut menunjukan tanda tanda tidak kuat menahan beban sehingga hal itu menyebabkan kepanikan ribuan pejalan kaki yang akan menyebranginya, tambahan lagi dari sumber Phnom Penh post menyatakan bahwa pada malam kejadian, diperkirakan  sebanyak 1 juta manusia meninggalkan pulau tersebut disaat bersamaan dan akhirnya ditengah kepanikan, aksi saling dorong yang berakibat banyaknya manusia yang sulit bernafas disertai saling injak akhirnya merenggut banyak korban jiwa di jembatan tersebut.

Tragedi terbesar setelah Rezim Pol Pot

Menurut Perdana Menteri Hun Sen dalam video conference nya tadi pagi pukul 02:30 menyatakan bahwa kekacauan even ini adalah tragedy terbesar setelah Pol Pot rezim dilihat dari banyaknya korban jiwa. Berhubung kejadian baru tadi malam, belum di sebutkan berapa korban tewas dari tourist atau penduduk luar negeri yang berdomisili di kamboja ini. Dari teman KBRI disini, mengatakan hal itu masih dalam proses mengidentifikasi korban dikarenakan rata rata wajah orang orang Asia rata rata mirip, tetapi mengingat even ini mayoritas lebih ditujukan untuk masyarakat lokal Kamboja, besar kemungkinan bahwa mayoritas korban berasal dariKamboja.

Sungguh sangat disayangkan, ditengah galaknya pembangunan pulau tersebut untuk menyambut datangnya ATF (Asean Tourism Forum) January mendatang, fasilitas pembangunan jembatan khusus untuk akses keluar dari jembatan tersebut ternyata tidak cukup kuat menopang beban ribuan manusia yang menyebranginya. Untuk informasi saja, dalam perayaan Water Festival, semua akses menuju tempat perayaan sudah di sterilkan dari kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat sejauh radius kurang lebih 3 kilometer. Jadi jika anda ingin melihat keramaian dalam festival tersebut, anda harus terbiasa dengan jalan kaki yang cukup jauh dikarenakan kota Phnom Penh saat itu kedatangan lebih dari 2 juta pengunjung yang berdatangan dari provinsi provinsi di penjuru Kamboja.

Sontak setelah kejadian tersebut, teman teman Indonesia dan juga kami saling menghubungi untuk mengetahui keadaan masing masing dan sejauh ini dari komunity kami yang kecil ini tidak ada berita bahwa mereka pergi kesana pada waktu kejadian.

Semoga tidak ada satupun dari saudara saudara kita orang Indonesia yang menjadi korban dari tragedy tersebut.