Dec
19
2009
32

Toko Souvenir murah di Denpasar

Kalo lagi liburan emang kegiatan ngeblog jadi sangat terbengkalai, padahal udah nenteng netbook kemana mana. Tapi berhubung nginternetnya pinjem ortu pake kartu flash, walah akhirnya udah putus asa ditengah jalan dan kehilangan selera buat buka internet.

Akhirnya saya putuskan untuk ngupdate blog setelah pulang liburan kayak sekarang ini aja, walau momentnya udah lewat tapi semangat berbagi tetap di jalankan.

Kali ini saya mau berbagi informasi toko souvenir murah di Denpasar, Bali. Kalo yang sudah pernah atau udah sering ke Bali, saya yakin mungkin belum tentu juga tahu yang namanya toko Erlangga. Toko ini terletak di pusat kota denpasar di jalan Nusa Kambangan. Saya lupa nomor tokonya tapi berhubung toko ini besar mirip supermarket souvenir dan plang papan nama yang besar jadi tidak akan sulit menemukannya.

Parkiran mobil dan motor luas ditengah jalan utama yang sempit membuat makin banyak orang yang berkunjung kesana. Sebenarnya kenapa toko itu rame dikunjungi orang salah satu alasanya adalah dikarenakan jika pengunjung seperti saya ini yang punya keterbatasan waktu untuk pergi ketempat tempat wisata yang ada di banyak kabupaten di Bali ini (Bali punya 7 kabupaten) tentunya sangat merepotkan.

Nah toko ini merupakan jawaban dari alternatif yang cemerlang karena banyak hal bisa dijumpai disini. barang yang lumayan lengkap dengan banyaknya items dengan harga yang bervariasi dari Rp.5000 sampai Rp.25.000 rata rata untuk cenderamata. Ada jajanan khas, baju serta lukisan sampai ukiran.

erlangga

Berhubung belanjanya kemarin cepet cepet jadi nggak sempet foto foto tokonya, tapi yah sudahlah yang penting udah berbagi info, lagian khan saya juga gak dibayar sepeserpun ama toko ini..heee.

Ini hanya ungkapan kepuasan dari pelanggan yang kebetulan punya blog.

Written by boyindra in: chit chat | Tags: ,
Dec
08
2009
38

Dikasi malah dijual

Seorang teman datang ke kantor saya pagi pagi, beliau mengeluh “busyet deh si anu, baru minggu kemarin gue kasi hp soalnya gue kasian ama tuh orang, pingin ngubungi dia tapi doi gak punya hp. Die minta gue beliin, ya udah karena kasian gue beliin, eh baru seminggu dibeliin udah dijual”.

“haa..elu sih gatel, kalo cewek aja gak punya hp lu beliin, gini deh jadinya” ujar saya menanggapi. “üdah brapa hp lu kasi? tanya saya

“dua, dan dua duanya dijual lagi…itu baru cewek yang gue taksir, belum anak buah gue, kelakuan sama aja nih.”keluhnya “kayaknya orang orang sini kelakuannya pada gini semua kali”. “Tapi gue kasian juga, soalnya itu hp dijual karena ibunya lagi sakit dan butuh biaya berobat”. tambahnya lagi.

Saya hanya tersenyum saja akhirnya mendengar keluhannya, hidup di negara miskin seperti kamboja dengan US dollar sebagai medium perdagangan membuat hidup para pekerja lokal level bawah atau dalam struktur organisasi disebut rank & file begitu sulit.

Akhirnya banyak orang yang terpaksa mengorbankan harga dirinya dengan bersedia di goda, dirayu atau malah terjebak dalam jurang prostitusi, baik yang terselubung maupun yang terang terangan. Hal itulah juga yang membuat banyak wanita pintar bagaimana menghandle pria atau lebih tepatnya mengerjai laki laki , ya seperti contoh teman saya ini yang mata keranjang.

Saya yakin itu adalah cara yang wanita itu pakai untuk mengerjai sang laki laki yang tidak disukainya tetapi dibutuhkan duitnya…heee. Selain itu banyak hal yang menarik untuk disimak bahwa gaji yang mereka terima ternyata lumayan susah untuk bertahan hidup di ibukota phnom penh ini, apalagi kenyataanya hasil jerih payah ini masih disunat oleh kebutuhan anggota keluarga.

Kalo di Indonesia kita begitu semangatnya memberantas korupsi, saya sangat setuju sekali, karena disini korupsi memang lumayan parah dan para pejabat disini tak segan segan menunjukkan hasil korupsinya di mata masyarakatnya dengan mobil yang super mewah dan rumah yang megah. Agak berbeda dengan kita yang menyembunyikan hasil korupsinya dan kelihatan tampil bersahaja didepan publik.

Ada yang punya pengalaman yang mirip mirip dengan teman saya ini?

Written by boyindra in: chit chat | Tags: ,
Nov
30
2009
30

Kemanakah kau sahabat blogger?

Gara gara ketemu dengan pembaca blog ini di pameran indonesia di kamboja minggu kemarin, saya jadi berpikir kalo postingan blog ini perlu ditambah jenis kategorinya.

Makanya kalo dilihat di sidebar sekarang ada penambahan 2 kategori yaitu kategori Vietnam dan Kamboja. Maksudnya sudah tentu jika ada pencari informasi yang melalui search engine ingin tau sedikit sedikit tentang negara kamboja dan vietnam yang akhirnya nyasar di blog ini, bisa melanjutkan dengan cerita lainnya hanya dengan mengklik berdasarkan 2 kategori yang ada di sidebar tersebut.

Akhirnya saya kudu edit semua artikel yang saya tulis yang kira kira masih related ama kamboja atau vietnam. Selesai melakukan pengelompokan berdasarkan kategori ini,  saya kok  tertarik untuk membaca beberapa postingan yang sudah lampau sambil mengenang masa lalu (ciee..melankolis ceritanya).

Setelah membaca baca beberapa postingan dan komen semua sahabat sahabat blogger di postingan terdahulu, saya teringat bahwa selama ini banyak juga para blogger yang  saya lupa alamatnya dan tidak pernah saya kunjungi lagi.

Iseng iseng saya klik alamat mereka dan ternyata memang sebagian besar sudah tidak mengupdate tulisannya, kadang saya malah masih ingat kalo di beberapa postingan mereka yang terakhir itu adalah postingan yang masih saya kunjungi.

Ternyata berhubungan dengan sahabat sahabat dunia maya tetap berkesan di hati ini, malah angan kadang melambung jauh dengan berpikir apa yang sedang mereka lakukan sekarang, terutama para blogger yang topiknya lebih ke umum dan kehidupan sehari hari.

Teringat ucapan seorang guru yang mengatakan “0ld friends pass away, new friends appear. The most important thing is to make it meaningful“ yang menjadi landasan saya berpikir bahwa bagaimana kecilnya kita berhubungan baik secara maya maupun nyata, tetapi tetap akan menjadi bagian dari kehidupan kita yang berarti.

Bagaimana dengan anda, selama blogwalking, apakah ada artinya buat
anda?

Written by boyindra in: Psychology | Tags: ,
Nov
26
2009
27

Indonesian trade and tourism promotion

trade_showTerlepas dari tegangnya hubungan diplomatik antara Kamboja dan Thailand, sepertinya moment ini sangat pas bagi Indonesia untuk mengadakan trade show atau pameran industri dan pariwisata produk produk indonesia.

Acara yang kini diadakan untuk yang kedua kalinya setelah tahun 2008 ini diadakan selama 4 hari dari tanggal 20 sampai 23 November kemarin. Lebih dari 30 stand dari berbagai perusahaan turut meramaikan acara yang di sponsori KBRI kamboja ini, mulai dari industri alat alat pertanian, farmasi, consumer good, dairy product, usaha batik, pertenunan sampai para pemilik restoran indonesia di kamboja. Asik gratis soalnya, gak perlu bayar sewa stand.

Dari pameran ini banyak atraksi kebudayaan yang dilakukan oleh anak anak asli kamboja yang belajar bahasa indonesia di KBRI Phnom Penh ini. Dari menari tari tarian tradisional indonesia hingga fashion show dengan menggunakan busana batik, tak lupa door prize yang membuat pameran selama 4 hari itu tambah semarak.

Pertemuan mengejutkan

Tak ketinggalan ada perjumpaan yang mengejutkan dari pembaca blog ini. Dia adalah mbak Rossi seorang pegawai Deplu yang tengah magang selama 3 bulan di kamboja ini. Sebelum ke kamboja, beliau tengah mencari cari data mengenai kamboja dengan mengetikkan sejumlah keyword di search engine untuk menambah wawasan saja mengenai kamboja sebelum berangkat, dan akhirnya terdamparlah beliau di blog ini. Tak disangka akhirnya kami bertemu muka dan berbincang bincang. Ini kali pertama buat saya bertemu secara nyata karena selama ini hanya berhubungan secara maya kepada rekan rekan blogger atau pencari informasi di blog ini.

Yah..walaupun ditengah kisruhnya negeri kita dengan kasus bank century dan carut marutnya peradilan hukum ini, sebagai rakyat biasa saya juga mengharapkan agar perekonomian indonesia tetap atau malah tambah maju dengan mencengkram industri industri di negara tetangga. Khan kita ikut bangga juga.

Bukankah hal ini juga akan menambah dan memperluas lapangan kerja khan?
Indonesian Expo in phnom penh 2009 004

Ps. Foto mbak Rossi paling kanan dengan ibu ibu KBRI Phnom Penh

Written by boyindra in: business, kamboja | Tags: ,
Nov
21
2009
44

Kenapa gak dari dulu

chinese_bookPostingan curhat. Judul diatas memang berbau penyesalan. Memang penyesalan datangnya selalu terlambat…huuu…

Di tempat kerja sekarang, walaupun masih wilayah kamboja, tapi tempat kerja sekarang serasa berada di cina. Maklum Casino kalo di Kamboja ya kebanyakan pemainnya dari cina, malaysia cina atau vietnam. Gak boss gak anak buah, banyak yang pake bahasa cina, walau bahasa profesional karena bekerja di lingkungan multirasial seperti ini tetap pake bahasa inggris, tapi tetep aja keliatan kalo kegiatan informal seperti makan di kantin atau ngerokok banyak yang pake bahasa cina.

Akibatnya terciptalah kelompok kelompok berdasarkan bahasa, yang Indonesia ngumpulnya sesama Indonesia walaupun kalangan minoritas. Yang dari Hongkong ngumpul sesama Hongkis (sebutan orang hokkian), yang India kumpul sesama keling lainnya (item abis sih kulitnya..hee), yang Vietnam juga sama.

Nah yang paling enak ya orang Malaysia, bahasa cina bisa, malay bisa, inggris apalagi. Kelompok ini yang paling enak, bisa menclok kemana mana, selain itu udah mayoritas pula.

Jadi teringat sewaktu SMP, saya punya temen cina kaya yang waktu itu ngajakin kursus privat, gak pake bayar lagi padahal harganya muahal banget untuk ukuran jaman itu. Sang teman ngajakin karena waktu itu dia perlu teman buat nemenin dia. Tapi waktu itu dengan angkuhnya saya mikir, “ngapain belajar bahasa cina?” akhirnya walaupun saya tidak menolak, hanya gak pernah nongol aja ke rumahnya pas jadwalnya kursus.

Setelah melihat kenyataan kalo bahasa cina udah diperlukan dimana mana, bahkan di indonesia banyak villa, property dan hotel yang udah di miliki oleh orang orang cina daratan. Tentunya kalo pendekatannya bisa menggunakan bahasa cina, diharapkan paketnya pun akan berbeda kalo nglamar disana..heee (ngerti khan maksud saya)

Tidak ada kata terlambat! tapi ternyata setelah sekarang terdampar disini, nyari guru privat yang bisa ngajar ternyata susah banget. Karena kebanyakan bisa ngajar tapi pake bahasa cina – kamboja. cari yang bisa cina – inggris susahnya minta ampun. Akhirnya setelah hampir 2 bulan ngubek ngubek tanya sana sini akhirnya dapet juga. Walau harus ngerogoh US$7 per jam untuk si guru, tapi sebandinglah dengan investasi kedepannya. Mudah mudahan 2 tahun lagi bisa kelihatan hasilnya.

Ternyata memang benar bahwa bahasa cina adalah satu dari bahasa tersulit di dunia, dengan mempelajari 4 nada yang berbeda (beda nada beda arti), minggu minggu pertama udah lumayan bikin stress..heee

Ayo buat yang lain, mumpung di Indonesia, bisa cari yang paket murah, kenapa gak dicoba dari sekarang? Ntar nyesel lagi udah baca blog ini terus ngalamin kejadian kayak saya sekarang..heeee

Ps. Kalo mau belajar otodidak bisa di alamat ini

Written by boyindra in: Human Resources | Tags: ,
Nov
17
2009
38

Jambu klutuk tanpa klutuk yang bikin resah

Jambu bangkok tanpa bijiBerita singkat. Yang suka baca koran atau TV mengenai berita internasional pasti udah pada ngikutin kalo saat ini hubungan negara Thailand dengan Kamboja memang lagi runyam.

Belum usai pembakaran kedutaan besar Thailand di kamboja beberapa tahun silam serta ketegangan di perbatasan satu tahun yang lalu gara gara memperebutkan candi yang di klaim milik kedua belah pihak, eh sekarang ada lagi persoalan yang lain yaitu masalah si Thaksin yang diangkat jadi penasehat senior perdana menteri kamboja yang berkuasa.

Buat info aja bagi yang gak tau Mr. Thaksin Shiwanatra (eh gitu ya nulisnya..) adalah mantan perdana menteri yang berkuasa di Thailand. Setelah digulingkan kekuasaannya dan menjadi buron dalam dakwaan korupsi, eh tau taunya malah tambah heboh karena dijadikan penasehat senior oleh Orang nomor satu disini. Di kamboja sini, orang nomor satu bukannya raja tetapi si PM ini, kekuasaannya mirip Suharto pada jamannya. Lebih serem malah tapi saya males mbahasnya.

Sebenarnya bukan politiknya yang saya takutkan, saya jadi terusik gara gara buah favorit saya jambu klutuk bangkok tanpa klutuk lenyap dipasaran, pasti ini gara gara si Thaksin, pikir saya. Ya jelas nuduh, la wong Duta besar masing masing negara aja udah pada saling mudik mungkin hal ini bisa saja berimplikasi dengan kegiatan ekonomi dan perdagangan masing masing negara.

Ternyata bukan hanya si klutuk yang gak ada, susu fresh milk anak saya juga kosong stoknya, bawang merah segede bola golf asal thailand juga mulai dikit ,gimana mau bikin telor dadar. Maklum kamboja memang belum punya teknologi dan infrastruktur untuk memproduksi dairy produk dan segala macam jenisnya, semuanya import dari negara negara tetangga Asean termasuk Indonesia.

Sekarang tinggal nunggu aja, gimana kelanjutan ceritanya…pufff..mbok ya perang politik gak usah nyamber nyamber ke wilayah ekonomi gitu lho.

Jambu…jambu..kapan kau datang lagi.

Written by boyindra in: business, kamboja | Tags: ,
Nov
11
2009
27

Yang itu TV atau Handphone?

Kamboja memang banyak liburnya, baru minggu kemarin libur water festival sampai 5 hari, senin ini masih ada libur juga, maklum dalam setahun kamboja mempunyai 25 hari libur resmi, makanya maap agak jarang posting. Kalo ada yang ingin tahu apaan sih water festival di Kamboja itu, bisa baca postingan saya tahun lalu disini. Nah cerita kali ini terinspirasi gara gara tadi malam ikut menghadiri kondangan pernikahan teman istri orang kamboja sini. Selain belum pernah menghadiri pernikahan a la kamboja, juga penasaran dengan adat dan entertainment mereka.

Pernikahan a la kamboja sekarang dengan a la vietnam ternyata hampir sama, makan disajikan dengan set menu bergaya cina, maksudnya kalo gaya cina itu pasti di mejanya ada “lazy suzan” ditengah tengah meja. lazy suzan adalah meja bundar yang bisa diputar sehingga sewaktu makanan disajikan, para hadirin di meja itu bisa menikmati bergantian dengan memutar meja tersebut untuk mengambil makanan.

Yang berbeda adalah cara penyambutannya. Kalo di vietnam mempelai duduk dipanggung yang sudah disediakan sedangkan di kamboja mereka nungguin di depan gerbang dan aturannya selama menunggu tamu/undangan yang datang mereka bisa bolak balik berganti baju pengantin dengan pakaian khas mereka yang berbeda tentunya selama 12 kali! wuihh..capek bener nikah yak…heee

Perbedaan yang khas adalah di kamboja terkenal dengan acara yaitu “saravan atau Ruongbong” yaitu menari bersama antara pria dan wanita diiringi alunan musik yang riang, mirip pesta orang orang batak jika ada pesta.

poco2 kamboja

Nah ini yang mau saya ceritakan, walau bukan bermaksud mengeneralisasikan semua cowok kamboja, tapi memang pada waktu itu banyak teman istri yang cowok cowoknya pada membawa handphone…heee..pada bingung khan maksud saya?

Saya pun juga sempet ditanya oleh salah seorang yang SKSD (sok kenal sok dekat) sama saya, sambil menunjuk ke istri yang sedang berbincang dengan teman, si SKSD ini bertanya ke saya “maaf, Yang itu yang bersama kamu, TV apa handphone?” terus terang saya nggak ngerti maksud perkataannya, maklum di kamboja saya bukan anak gaul, akhirnya saya cuman cengengesan aja merespon pertanyaannya.

Terakhir setelah tanya ke istri akhirnya saya tahu bahwa yang dimaksud TV itu istri kalo Handphone adalah istri -istrian..haaa..dasar…alasannya adalah kalo TV itu barang yang lumayan lama digantinya kadang malah gak pernah diganti walau sudah rusak dan tv juga bukan barang yang suka ditenteng tapi kalo handphone adalah barang yang kalo lagi model baru suka dibeli, diganti dan di tenteng kemana mana.

Malam itupun cukup banyak “handphone” bertebaran di ballroom tempat acara pernikahan diadakan dan memang jika dibandingkan dengan sang pria, si handphone ini emang cukup “bening bening”, sangat kontras dengan yang “nenteng”.

Sekali lagi maap, bukan bermaksud sekali lagi menggeneralisasi cowok cowok kamboja, tapi kalo di indo biarpun mereka punya banyak “handphone” tapi kayaknya jarang deh sampe ditenteng ke pesta pernikahan.

Apa karena kita lebih munafik? ah, anda sendiri yang tau jawabnya

traditional khmer dress

Ps. Kalo yang ini (foto diatas) semuanya dijamin TV, biar berat bawa tabungnya tapi mesti dibawa..heee

Written by boyindra in: Experience, kamboja | Tags: ,
Oct
28
2009
45

Berangkat Bojog mulih Lutung

lutungBeberapa bulan ini saya cukup heran jika melihat stat yang masuk banyak bermunculan keyword baru yang mengetik “tips suami ke luar negeri”, “jika suami ke luar negeri”, “kalo suami kerja ke luar negeri” dan alhasil semuanya nyasar ke blog saya.

Bisa dipastikan, ini pasti ulah para istri yang ingin mengantisipasi suami mereka jika mendapatkan kerja di luar negeri. Saya sangat bersyukur kalo banyak istri mendapat faedah dari tips pribadi yang pernah saya jalankan. Tapi mohon maaf pula jika pada akhirnya malah pertengkaranlah yang terjadi gara gara baca tips dari blog ini. Ya maap..heee

Kebetulan juga hari ini saya lagi berbincang dengan sesama teman seperantauan (sama sama dari Indonesia gitu) , sang teman ini mengeluh kan waktu gajian yang dirasa lama…heee..padahal dalam 1 bulan itu selalu berkisar antara 30 atau 31 hari. Gak pernah saya alami 1 bulan itu 40 hari misalnya.

Kenapa bokek? begitulah kira kira pertanyaan yang saya lontarkan waktu itu. Sang teman ini berkisah banyak pengeluaran yang harus di keluarkan, ke bar lah, cari wanitalah, dan lain lain

Oalaa gitu toh ceritanya, saya males komentar, cuman geleng geleng dan manggut manggut aja (habis geleng geleng trus manggut manggut gitu bukan geleng geleng sambil manggut). Ternyata bukan cuman 1 orang aja, tetapi teman Indonesia yang lain juga mengeluhkan hal yang sama. Ini hampir sama dengan cerita saya mengenai gaya hidup disini.

Secara teori, setiap orang yang bekerja di Luar Negeri pasti mendapatkan gaji yang lebih banyak, bisa bervariasi antara 1.5 – 3 kali (artinya 50% – 300% lebih tinggi) dari di dalam negeri dengan posisi yang sama, Kalo nggak ya mana mau pindah donk. Jika rata rata kalo di Indo gaji itu kurang dan harus pinjam ama credit card, misalnya nombokin 20% dari gaji setiap bulan untuk keperluan lainnya, berarti anda masih punya 30 sampai 270% yang bisa ditabung.

Itu teori bagaimana dengan kenyataannya? kenyataannya anda bisa nabung lebih dari itu. Kok bisa? ya jelas bisa, wong kalo anda menjadi expat anda gak pernah pusing bayar listrik walaupun tiap hari di kamar pake AC, bayar air, tidak ada bayar laundry, transport (tempat kerja – tempat akomodasi anda), makan, bahkan untuk sekelas manager biaya telpon aja di bayarin. Jadi boro boro mikirin genteng bocor, rumah dimakan rayap, mobil ditabrak bajaj, dll wong yang fundamental aja pada gratisan.

Jadi yang gak beres pasti pada teman saya ini, mengapa mendadak jadi menaikkan gaya hidup? biasanya nongkrong di monas bawa nasi rantang bersama keluarga biar gratisan sekarang nge bar atau ke karaoke lengkap dengan pendamping jam jam an, biasa ngopi tubruk di pojokan kantin perusahaan, sekarang nyetok wine mahal taruh di kulkas, dan segala kegiatan rancangan “kreatif” lainnya.

Saya teringat dengan teman seperjuangan dulu di Amrik waktu bujang, setelah 1 kontrak kami pulang ke Indo, sang teman ini gak bawa apa apa, bahkan sekedar oleh olehpun tidak. Semuanya uang habis untuk wanita dan maen judi.

Terbayang kata kata bapaknya sewaktu saya antar ke rumahnya, beliau melihat sang anak tak berubah sedikitpun. Jins tetap sama, baju sampai kacamata yang menggantung di kepala pun masih sama. Sang bapak berkata (dalam bahasa Bali) ” mimi…Berangkat Bojog mulih Lutung”. Saya pun ikut tertawa terbahak bahak.

Artinya adalah “oala…berangkat monyet pulang masih monyet juga” (lebih kurus malah)

Written by boyindra in: Experience, Imagination | Tags: , ,
Oct
23
2009
37

Pengamat

Kulihat tabrakan di pengkolan di siang hari
Tak seberapa lama datanglah polisi
Para pengendara itu saling mencaci maki
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Kulihat tatapan mereka yang penuh rasa takut
Teman sekerja saling mendorong dan menyikut
Banyak yang menjadi pendengar dan juga pengecut
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Sang Jenderal melangkahkan kaki di lobby
Kami menyambutnya dengan senang hati
Saat bermain, dia berkata kepada ajudannya “sstt, jangan bilang istri”
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Bukan hanya negara penuh politik
Tempat kerjapun penuh intrik
Membuat semua jadi tergelitik
Merubah keadaan dan melanggar ethic
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Banyak hal yang didapat dari koran
Kadang membuat kita menjadi bosan
Seperti halnya anak kecil tak doyan sayuran
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Oh, indahnya lekukan alam semesta
Menemani hari hariku senantiasa
Banyak orang terlalu sibuk untuk menyadarinya
Perlahan kulewati dan berkata dalam diri
Oh, indahnya sampai di rumah

Ps. Ehmm…Ini lagi coba coba bikin puisi mengingat masa SD dulu.

Written by boyindra in: Imagination | Tags:
Oct
17
2009
27

Menangani Politik kantor multiracial

Baca judulnya aja udah ngeri yah….sama….saya juga. Lho kalo sama sama ngeri ngapain di bahas? terus terang kalo udah tingkat multirasial antar negara ini kendalanya emang kompleks banget, bisa dari bahasa, agama, kebiasaan mereka, dan hal hal lain yang sangat subjectif seperti warna kulit misalnya.

Sebenarnya saya bukan pakarnya mengungkap hal ini apalagi menjadi sekelas psikolog, tetapi ini berdasarkan pengalaman saja yang sapa tau bisa dipakai bahan referensi bagi yang sedang stress mengalami situasi tingkat tinggi ini.

Cerita atau bahasan ini sebetulnya akan lebih mengkhususkan politik yang terjadi jika ada kubu/grup antar negara di satu perusahaan. Maksudnya jika ada beberapa grup antar negara berbeda, bekerja di negara yang berbeda pula maka ada kecenderungan mereka akan mencari orang orang yang senegara dengan mereka untuk menduduki jabatan tertentu dan menyingkirkan pekerja yang berbeda negara dengan mereka. Biasanya mereka akan mengincar posisi yang strategis yang mungkin sedang anda jabati. Yang akan mereka lakukan biasanya bermacam macam, dengan membuat jabatan baru yang mirip mirip jabatan anda dan mengambil beberapa yang menjadi tanggung jawab anda sebelumnya, atau tidak memperpanjang kontrak kerja anda (yang ini masih halus)

Tidak disalahkan jika anda mengalami stress tingkat tinggi dalam mengalami tekanan seperti ini karena saya juga pernah mengalaminya walaupun bukan dalam kapasitas sebagai Top management. Sebotol vodka atau red wine hanya menjadi sarana pelarian sementara. untuk itu mungkin yang bisa saya sarankan yaitu,

1. Kenali di posisi mana anda sekarang

Tingkat sapuan ombak berbeda beda sesuai dengan jabatan itu sendiri, apakah anda termasuk mid management, up atau top management (sekelas VP) yang sedang ikut dalam genderang perang.

2. Kenali siapa yang bisa diajak kerjasama/dipercaya

Dalam perusahaan besar kayaknya hampir sama dengan negara kecil bahwa kawan atau grup anda adalah orang orang yang mempunyai kepentingan yang sama. Nggak penting dari negara mana mereka berasal. Yang penting kepentingannya.

3. Selalu mempunyai data yang paling valid

Meminjam istilah orang orang terkenal yang saya lupa bukunya bahwa “information is power” nah, mungkin hal ini tentu saja merupakan senjata ampuh untuk membuktikan bahwa grup anda lebih baik dan dipercaya oleh para pemegang saham/owner.

4. Mempunyai inovasi terbaru

Jika dihadapkan oleh satu atau dua kubu besar yang sedang bersaing, sangat di sarankan mempunyai suatu inovasi atau produk terbaru yang harus anda launch secepatnya yang tentunya berhubungan dengan kontribusi revenue di perusahaan anda. Sesuaikan pengeluaran dan estimasi revenue yang akan di dapat. Yakinkan ini akan berhasil, jika tidak maka dapat dipastikan anda yang akan tersingkir.

5. Informasi tidak boleh bocor

Siapa yang mau naik jabatan, produk/kebijakan apa yang akan diluncurkan, siapa yang akan dipecat, dll pastikan informasi ini tidak bocor saat anda belum melakukannya. Dikalangan mid management biasanya grup ini yang jadi penyebar gosip bahkan bumbu bumbu sudah ditambahkan. Cerita A bisa jadi Z..heee

6. Iklaskan akan keputusan terakhir

Ikhlas itu penting. kadangkala semuanya ini diluar kontrol anda maksudnya kalo emang para pemegang saham atau owner gak suka anda apapun alasannya (namanya juga multirasial). Jika anda atau kalo grup anda dibubarkan ya kudu terima dengan lapang dada. Bukankah masih banyak negara lain yang membutuhkan tenaga profesional seperti anda.

Makanya bagi para profesional yang bekerja di luar negeri dengan kendala seperti ini, sangat disarankan untuk memutuskan hidup bebas hutang. Karena jika sudah bekeluarga anda toh harus memastikan biaya kehidupan, sekolah anak dan lain lain terus ngebul walaupun di saat saat anda nganggur. Tabunganlah yang menghidupkan anda selama anda mencari pekerjaan baru kembali.

Sebenarnya dilapangan ada trik trik yang kadangkala lumayan kotor dan bikin mules kalo diceritakan, tetapi saya lebih suka kecenderungan untuk menampilkan performa yang baik untuk menangani politik kantor ini karena tidak saja boss yang suatu saat akan menyadari kemampuan anda dan siapa tau anda akan dipanggil kembali oleh boss anda di company yang lain, tapi yang lebih penting lagi adalah Yang Maha Kuasa tahu apa yang sudah anda lakukan.

Bukankah Pekerjaan kita adalah Ibadah?

Written by boyindra in: Psychology, business | Tags: ,

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com WordPress Themes