Category Archives: vietnam

Suoi Tien, tempat wisata di pinggiran Ho Chi Minh

Sewaktu liburan Pchum Ben kami berkunjung lagi ke Vietnam, kalo ini kami sekeluarga mencoba tempat wisata baru yang hampir sama dengan Dam sen Park, namanya Suoi Tien.

Suoi tien ini lebih bagus, lengkap serta lebih modern dibanding Dam Sen dengan tiket masuk kurang lebih sama murahnya, hanya perjalanan disana lumayan jauh dibanding Dam sen yang masih dalam kota. Perbandingan kalo naik taxi ke Dam Sen adalah 100.000 dong atau Rp.50.000, nah kalo ke Suoi tien ini antara 250.000 hingga 300.000 atau Rp.150.000 kalo terjebak macet. Maka disarankan anda naik bus saja karena tiket bus jauh dekat hanya 3000 dong atau Rp.1500 saja dengan catatan perjalanan bisa 45 menit lebih lama..heee..la wong diputer puter dulu trayeknya.

Read more »

Biji Lotus goreng

Salah satu oleh oleh yang wajib dibeli oleh istri saya kalo ke vietnam adalah membawa beberapa kilo camilan berupa biji lotus yang telah digoreng. Penganan ini bisa menggantikan kacang bawang dan lebih sehat karena nggak ada kandungan lemaknya.

lotus-seed

Biji lotus dijadikan penganan memang susah ditemui di negara kita, tetapi di negara semacam kamboja dan vietnam, banyak sekali ibu ibu yang menjualnya dalam keadaan segar berbentuk seperti corong shower kamar mandi. batang bunga itu kemudian dipecah pecah untuk diambil bijinya dan dimakan begitu saja dalam keadaan segar.

Rasanya hambar dan mengupasnya butuh ketekunan, makanya pertama kali saya coba hanya satu komen saya..”males” makanya semenjak kita menemukan dalam keadaan sudah dikupas dan digoreng, tentu saja istri demen banget, alasannya “ini camilan diet”.

Tanaman lotus yang konon originalnya berasal dari India dan di bawa ke China 2000 tahun yang lalu itu berguna untuk memelihara fungsi limpa, hati dan ginjal. Biji Lotus juga obat anti diare kronik, mengurangi gelisah, debar jantung dan insomnia.

Lotus_seed1

Nah, kalo mau coba biji lotus ini, coba aja ambil tanaman lotus di tempat anda tapi yang sudah tua ya? nah itu corong silakan di oncek oncek..eh, dikupas maksudnya deng dan silakan dinikmati sebagai camilan sehat anda.

Eh, ngomong ngomong kalo ini bisa di sosialisasikan ke masyarakat di indonesia bisa merupakan alternatif bisnis untuk keluarga. Bocoran info aja disini orang jual yang fresh masih berupa corong untuk 6 corong dijual seharga 3000 real saja atau sekitar Rp.7500 kalo yang sudah dikupas apalagi digoreng sekitar US$15 per kilonya.

Ps. Berhubung males motret. Photo diambil dari Google.

Komunis = Murah untuk Rakyat

Bulan mei ini banyak banget liburnya, dikamboja memang terkenal banyak hari liburnya sudah saya pernah bahas tahun lalu disini. Weekend kemarin kami pergi berlibur ke Vietnam, selain suntuk dengan kerjaan yang menyibukkan, juga banyak titipan dari keluarga di Indonesia.

Read more »

Diselamatkan Jimat

2bucks1Apakah anda mempunyai Jimat? sesuatu yang anda percayai mempunyai berkah atau sekedar benda yang anda anggap jimat jimatan? Saya punya pengalaman cukup unik dengan jimat saya ini.

Dari dulu sampai sekarang jika tertarik dengan benda tertentu yang unik dan gampang di bawa, saya selalu bilang ke semua orang kalo “ini Jimat gue sekarang.” Lho kok pake sekarang? iya soalnya jimat suka saya ganti kalo udah bosan atau mempunyai barang baru yang lebih unik.

Nah sewaktu bekerja di Vietnam saya mempunyai jimat baru yaitu uang satu lembar pecahan 2 dolar. Karena unik dan langka makanya uang itu selalu ada di dompet saya.Lagi lagi saya ngomong ke orang lain, “ini jimat saya sekarang.”

Suatu hari saya lupa bulannya, sepulang liburan nengok istri di kamboja, saya balik ke Vietnam dengan naik bus. Sudah setengah jalan ke Vietnam, kernet bus bermaksud mengumpulkan passpor para penumpang karena mereka akan membantu kita menulis imigration card yang nantinya kita tanda tangani (lebih enak dari pesawat khan,kalo di pesawat khan kita disuruh nulis sendiri..hee).

Tiba tiba kernet itu menghampiri saya menjelaskan kalo visa saya sudah expired 9 hari yang lalu dan menginformasikan kalo per harinya akan kena denda US$5 dan biaya one entry visa sebesar US$20.

Mendengar penjelasan itu saya cukup kaget juga, soalnya kalo 9 hari artinya sewaktu saya memasuki wilayah kamboja 5 hari lalu, visa saya emang udah expired dan pengunjung gak boleh masuk wilayah kamboja tanpa perpanjangan visa tersebut. Maka dari itu saya menyalahkan pihak bus yang tidak memperpanjang visa saya sewaktu dari vietnam ke kamboja karena kebetulan saya menggunakan jasa perusahaan bus yang sama. Akhirnya pihak bus mengakui kesalahan tersebut dan itu juga merupakan kesalahan pihak imigrasi kamboja yang meloloskan saya begitu saja dan kesepakatan baru,saya cuma diminta membayar perpanjangan one entry visa sebesar US$25 tanpa denda.

Sewaktu merogoh dompet, cukup terkejut bahwa ternyata saya gak bawa uang! total uang di dompet hanya US$18dolar saja, lahh ini mah masalah nih. Saat nelpon istri yang ada malah dimarahin kok gak bawa uang yang cukup. Pikiran saya waktu itu karena di Vietnam selain ada ATMnya, juga karena di Vietnam transaksi tidak memakai US dollar tapi mata uang lokal mereka makanya saya pikir ngapain bawa uang banyak.

Kernet bus ini menyarankan untuk menarik uang ke kasino kasino yang banyak bertebaran di perbatasan/border yang akan kita lewati. wow good idea!

Akhirnya pas penumpang turun untuk istirahat sejenak di border, saya diantar ke salah satu kasino untuk mengambil uang dengan kartu ATM saya. Ternyata tidak cukup mudah, ATM bank yang sangat terkenal di kamboja (sekelas BCA kalo di Indo) ternyata gak ada disana. waduh gawat! para pegawai disana menyarankan untuk cash advance dari kartu kredit.Nah ini masalahnya,saya khan udah mencanangkan hidup bebas hutang sejak 3 tahun yang lalu sehingga semua kartu kredit saya sudah saya tutup.

2 kasino,4 kasino terlewati, semuanya tidak punya ATM untuk mengambil uang tersebut, mesin untuk debit cirrus pun gak ada. Akhirnya saya bilang ke kernet bus untuk pinjam duit ke perusahaan bus itu dulu sekitar US$7 saja, nanti sampai vietnam saya ganti karena mesin ATM untuk bank saya malah ada di sana, malahan deket dengan terminal bus itu. Tapi mereka malah gak mau tahu dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak imigrasi.

Akhirnya tibalah itu bus di perbatasan Kamboja.Semua penumpang turun, setelah di cek keseluruhan administrasi,semua penumpang naik lagi ke bus hanya saya saja yang ditahan. Lebih parahnya lagi, bus saya meninggalkan saya menuju perbatasan Vietnam yang berjarak kurang lebih 500 meter dari perbatasan kamboja.Waduh mati aku, mau diapakan nih saya?

Akhirnya saya diminta memperpanjang visa tanpa denda, tapi saya bilang bahwa saya tidak cukup uang untuk memperpanjang karena uang saya hanya US$18 saja. Sewaktu saya buktikan dengan membuka seluruh isi dompet saya, mereka mulai menghitung dan benar uang itu tidak cukup, tapi petugas itu tiba tiba tertarik dari salah satu lembaran yang ada di dompet saya itu. Yah apalagi kalo nggak si 2 dollar itu.

Saya melihat 2 dollar itu dimasukkan ke dompetnya dan sisa uang untuk visa itu tidak dipermasalahkan oleh dia, bahkan saya malah diantar khusus untuk mengejar bus yang telah meninggalkan saya itu.

Sesampai dipintu bus petugas itu tersenyum dan melambaikan tangan tanda selamat jalan kepada saya,padahal kesan pertama tadi cukup menyeramkan.

Oala..jimat jimat, sekarang dikau pindah ke tuanmu yang baru semoga engkau membawa keberuntungan ke tuanmu yang baru.Sedangkan saya? heee..saya masih punya cukup persediaan uang 2 dollar malah saya kasikan satu lembar ke istri.

“Biar beruntung ma…”

Dam Gio : Pesta memperingati kematian

Haa..asli saya bingung bikin judulnya. Lagi blank nih. Kalo di Indo itu sama saja dengan peringatan 100 hari, atau 1000 hari kematian salah satu keluarga kita, kakek misalnya.

Suatu hari sewaktu saya hendak jalan jalan keluar hotel karena sedang libur, tiba tiba teman baru saya bapak bapak tukang taxi ini memanggil saya di kejauhan. Setelah saya hampiri, dia mengajak saya untuk datang ke rumahnya sekarang juga karena keluarganya sedang memperingati “Dam Gio” atau peringatan Tahunan buat ayahnya yang meninggal beberapa tahun yang lalu.

Setelah saya sampai di rumahnya, saya bingung, lah ini upacara kematian apa ulang tahun makan makan? kok udah banyak orang penuh dengan bir dan makanan serta orang duduk melingkar mirip acara minum ampe mabuk itu.

Tapi teman saya itu sulit menjelaskannya dalam bahasa inggris karena keterbatasannya dalam berbahasa, jadi kami pake body language aja..heee. Saya disuruhnya ke kamar utama disana ada beberapa dupa. 3 dupa di bakar dan diberikan ke saya, dan mirip di film film kungfu, dupa itu di naik turunkan sebanyak 3 kali dan di tancap di tempat dupa yang ada foto almarhum sebagai bentuk penghormatan lah sepertinya.

pestabirMenurut orang orang sana, hanya beberapa keluarga tertentu saja yang merayakannya besar besaran, tergantung dari kemampuan finansial masing masing. Kebetulan teman saya ini termasuk orang berada di desanya, maklum di bawah tempat pesta itu adalah toko tempat distributor beras, minyak goreng dan ikan asin. Untuk ukuran sini udah borju lah, terbukti saat pesta beliau sudah siap dengan belasan box bir (1 box = 24 kaleng) dan 3 kali courses atau makanan yang disajikan dari makanan pembuka, pesta udang ampe kepiting telur.

Saya tidak dapat mengorek tentang tujuan dari pesta ini karena keterbatasan bahasa inggris teman saya ini. Setelah sampai di hotel saya tanya ke anak buah saya dan dikatakan bahwa itu adalah tradisi yang ada disini, dan jika di pesta kan besar besaran setiap tahun nya adalah sebagai perwujudan rasa sukur bahwa sepeninggal almarhum atau mereka menganggapnya sebagai leluhur, orang yang sudah meninggal itu masih memberkati dan memberi berkah ke anak cucu sehingga mereka menikmati hidup yang layak di dunia. Nah makanya dengan rejeki itu mereka mengadakan pesta itu setiap tahun.

Lalu terakhir saya tanya lagi, kalo seandainya yang telah meninggal itu kakek, nenek, ayah, ibu mertua misalnya berarti mereka ngadain pestanya 4 kali dalam setahun donk? mereka jawab iya.

Wah wah, saya kudu banyak teman lokal disini kayaknya, karena bisa tiap minggu saya ikutan party ama minum bir gratis..hahahaha….itung itung mereka ngundang pak camat lah..hiii

Dragon Fruit, perkebunan di lahan berpasir

thanh-longNyambung lagi edisi jalan jalan Vietnam..heee, kemarin udah saya ceritakan desa nelayan yang deket ama tempat kerja saya dan gurun pasir, maka sekarang saya mau cerita tentang lahan pertanian yang dimanfaatkan mereka selain sawah.

Terus terang kota Phan Thiet atau termasuk dalam wilayah provinsi Binh Thuan tanahnya gak cocok buat sawah, karena rada gersang dan berpasir, maka dari itu pertanian yang cocok disana sampai terkenal dengan hasil pertaniannya yaitu berkebun Buah Naga (Dragon fruit).

Kalau mau pulang ke Saigon atau Ho Chi Minh nama lainnya, kita akan melewati perkebunan rakyat atau yang di kelola oleh perusahaan besar yang menanam Buah Naga ini. Jarak dari kota Phan Thiet hanya sekitar 15 km saja. (pokoknya yang dekat dekat tak publish..hee)

fruit-dragon1

Konon Dragon fruit atau bahasa lokal disini menyebutnya Thanh Long adalah buah yang berasal dari Cina walau ada juga yang menyebutkan berasal dari Meksiko, Amerika Selatan. padahal dulu saya pernah jalan jalan ke Meksiko tapi gak nemu ada orang yang jual ini tuh?. Ada yang buahnya berwarna putih dan juga berwarna merah. Nah kalo yang warna merah tuh saya pernah nonton di indosiar, ada petani di bogor yang menanam juga walau dalam area yang gak begitu besar. Di vietnam sebagian besar hanya menjual yang dagingnya berwarna putih.

frit-dragon2

Mengenai kasiatnya? katanya sih bisa menurunkan kolesterol dan memperhalus wajah (ayo yang para wanita!) selain itu mengatasi sembelit dan mengobati darah tinggi.

Mengenai harga, sewaktu musim sepi antara bulan May sampai Oktober gitu saya melihat harga di pinggir jalan ditulis besar besar sekitar 10.000 VND (baca. Vietnam dong) atau sekitar Rp.6000 perkilo nya dan saya yakin masih bisa ditawar. Bisa di bandingkan di carefour berapa yah? dulu sih sekitar Rp.25.000an kali.

dragon-fruit4

Teringat dulu sekitar 12 tahun yang lalu, sewaktu jadi tukang bersih bersih kamar di Singapura. Waktu itu saya heran dengan buah ini karena belum pernah lihat sebelumnya, pas saya pegang, auntie auntie (sebutan buat ibu ibu tua disana) teriak kesaya, “Don’t touch that! That’s S$5 expensive fruit!” katanya galak. Busset deh, dalam hati saya heran, masak buah sebiji gini harganya Rp. 35.000 perak (Sin dollar soalnya). Ternyata namanya juga orang hotel, kalo tamu gak mau ya daripada di buang, yah pastinya kita yang makan pada akhirnya heee…akhirnya kenal lah saya dengan buah ini.

Gak nyangka 12 tahun kemudian malah kerja di daerah penghasil buah naga ini dan tiap pagi sarapan ini gratis dicampur pake yogurt..ehhmm sedep bro.

Ps. ngomong ngomong ada yang mau tanam buah gini di indo dalam jumlah besar? saya mau deh yang bantuin cari bibitnya trus tak eksport ke Indo….hahaha…..nyambi nih boyin.

Fishing Village dan Red Sand Dunes

Kali ini saya ingin memenuhi permintaan beberapa sahabat blogger yang minta di ceritakan tempat wisata menarik di Vietnam. Berhubung sebagai kuli hotel saya jarang pergi kemana mana, maka dari itu tempat wisata menarik kali ini yang akan saya ceritakan adalah tempat wisata yang paling dekat dengan tempat saya bekerja.

Kota tempat saya bekerja adalah kota Phan Thiet, merupakan tempat yang rada unik. Berjarak 200 km dari Ho Chi Minh atau nama lainnya Saigon. Berhubung negara ini rada tertinggal dari Indonesia, makanya jangan berharap ada jalan tol disini.

200 km hampir sama seperti Jakarta – Bandung yang dimana bisa di tempuh dengan 2,5 jam perjalanan. tetapi dengan jarak yang sama disini bisa dua kali lipatnya lebih atau sekitar 4 – 5 jam perjalanan darat. o ya maaf, lapangan udara juga belum ada disini, jadi hanya dengan mobil, bus atau kereta.

Nah ngomong ngomong ama uniknya, tempat ini merupakan perpaduan antara desa nelayan dengan pantai indahnya dan gurun pasir merah atau dikenal dengan nama ‘Red Sand Dunes’ pas di atas pantainya. Aneh, jelas iya makanya saya bilang unik.

Beruntung tempat saya bekerja sangat dekat dengan Red Sand Dunes ini alias tetangganya Gurun Pasir. Dekatnya sangat dekat, hanya berjarak kurang dari 200 meter! makanya anda hanya perlu jalan kaki dan berjalanlah menanjak ke gurun pasir tersebut.

Yah maklumlah dengan gambarnya, karena hanya di bidik dengan kamera hp saya seadanya yang cuman 2 mp. kalo mau foto yang keren ya browsing di google aja..heee

dunes1

Dan biar gak di protes juga karena nanti dikira bukan saya yang photo, dunes2terpaksa harus potret diri sendiri sebagai bukti buat rekan rekan blogger dan berhubung perginya sendirian makanya photonya pake tangan kanan. Kasian yah..yang lain wisata rame rame bareng keluarga….eh saya malah wisata sendirian, berteman bir dan potato chips.

Oya, bagaimana dengan fishing Village? yang ini juga dekat banget, hanya berjarak sekitar 1 km saja. kalo dilihat tampak seperti pearl harbournya vietnam..heee. karena dinamakan fishing village, makanya seafood disini murah murah banget. Udang bakar, Ikan bakar, Cumi bakar..wah..wah..mau di steam atau di goreng juga bisa. Sebagai gambaran, untuk Udang Bakar pedas yang besarnya sedang, sebanyak 1/4 kilogram hanya sekitar Rp.20.000 saja.

fishing-village

Bagaimana dengan mayoritas pekerjaan di daerah ini? Tentu saja sesuai dengan namanya, kebanyakan adalah Nelayan karena jarang banget ada sawah disini dan juga tentunya di sektor pariwisata karena ada lebih dari 80 hotel disini dari yang guest house sampai hotel berbintang dan 2 lapangan golf.

Sebenarnya masih banyak banget tempat wisata disini, dari wisata cable car dengan patung Budha raksasa yang sedang berebah (Lying Budha), air panas alami, canyon sampai White Sand Dunes atau Gurun pasir putih alias pasirnya warnanya putih kayak pasir pantai dan semuanya dekat dekat. Paling jauh hanya 30km.

Nah sementara, itu dulu yang bisa saya ceritakan, kayaknya saya gak berbakat jadi travel writer nih..hee..pingin cepet cepet selesai posting aja. Tapi postingan depan saya akan ceritakan tentang salah satu budaya penduduk lokal disini. Thank you

Pemerintah menciptakan PHK untuk insan pariwisata

tax2Semua orang tahu dunia sedang dilanda krisis, begitu banyak yang di PHK jumlahnya bukan lagi ribuan tetapi sudah jutaan, terutama di sektor sektor manufacturer/industry.

Bagaimana dengan sektor pariwisata? ya namanya Indonesia, mana bisa sih kita dapat data benarnya, tetapi kalo di Amerika, menurut U.S Travel Association menyatakan bahwa Travel Industry mempekerjakan 7.7 Juta American (baca: warga negara Amerika) dan menyumbang US$ 115,000,000 pajak ke pemerintah setiap tahunnya. Data didapat bahwa sudah 200,000 orang kehilangan pekerjaan di travel industry ini dan akan bertambah sekitar seperempat juta orang tahun ini.

Read more »

Lunar New Year: refleksi pengembangan diri

ang-paoPagi ini tidak seperti biasanya, walau hari minggu dan seperti biasa saya selalu bekerja di hari minggu, ada suatu suasana lain yang saya rasakan.

Setiap melewati staff yang bekerja pagi ini, terlihat senyum mengembang di bibir mereka. angin dingin sepoi sepoi terasa segar dan mendukung indahnya suasana. Yah..hari ini adalah hari terakhir penanggalan Lunar Kalendar alias besok sudah Tahun Baru!

Read more »

Ngelmu Boyin (jurus mabuk): Bertahan di kaleng ke 17

heineken2Bulan January ini saya namakan bulan pembawa berkah sekaligus bulan racun. lho alasannya? iya karena bulan January ini di Vietnam akan memperingati Tahun Baru Vietnam atau dikenal dengan istilah Tahun Baru ‘Tet’ karena mereka masih memakai sistim penanggalan Lunar atau Lunar kalender.

Karena menyambut Hari raya besar inilah di setiap company banyak diadakan pesta seperti pesta perusahaan yang setiap setahun sekali, pesta antar departemen, pesta kawinan, pesta individual dan lain sebagainya. Bonus pun banyak dibagikan di tahun ini, dari gaji ke 13 sampe THR dan bonus tanggal merah (ada 3 tanggal merah bulan ini).

Read more »