Sep
21
2009
31

Selamat hari raya Idul Fitri

Udah lumayan gatel juga ini tangan pingin ngetik berbagi info atau sekedar curhat saja di blog ini, maklum baru pindah kerja. Ceritanya rejeki di bulan ramadan ini didapat bertubi tubi setelah selesainya saya bertugas sebagai paskibra. Mungkin karena keikhlasan dalam berpartisipasi untuk 17 agustusan dengan rela berpanas panas dalam latihan yang berminggu minggu, tak dinyana saya mendapat 3 tawaran kerja sekaligus! Tuhan memang Maha Pemurah! gini gini hari bow!

Akhirnya saya terdampar di perusahaan yang buat saya lumayan besar dan megah. Besarnya karena perusahaan ini punya 3000 karyawan lebih, megahnya ya mungkin karena ini hotel casino, jadi designnya memang dibikin seperti itu.

Hanya saja saya suka sentimentil sendiri jika setiap pagi nonton berita tentang pengungsi gempa tasikmalaya yang rumahnya udah amblas dan harus berteduh di tenda tenda pengungsian sedangkan ditempat kerja melihat orang menghabiskan ribuan dollar untuk membeli hiburan dalam bentuk permainan judi. Bahkan di suatu hari di penghujung weekend saya sempet jualan member dengan transaksi lebih dari 1/2 M hanya dalam waktu 2 jam.

Kata temen saya disini saya termasuk katrok dan norak, ya maklum saja la wong ini dunia baru saya je dan saya suka membatin sendiri menyaksikan fenomena hidup yang ndomplang. Antara televisi dan realita hidup. Walau pejabat kita yang koruptor lebih jahat dengan ngembat milliaran rupiah tapi kita khan tidak melihat secara langsung dihabisin apa saja uang nya itu. Kalo anda melihat langsung atau mungkin anda saudaranya, nah baru anda akan rasakan realita hidup yang ndomplang itu.

Saya sunggup berharap agar semua manusia di muka bumi ini yang sedang kena cobaan berat agar bisa kuat dan bangkit kembali karena sesungguhnya roda dunia akan berputar sesuai yang kita inginkan jika kita mau bangkit dari cobaan dan keterpurukan tersebut. Sehingga akhirnya nanti, anda tinggal memutuskan akan hidup di pinggiran atas, pinggiran samping atau lebih suka hidup tenang dengan berada di poros roda saja, sehingga tak tergerus arus putaran hidup.

Akhirnya, ingin rasanya saya sebagi sahabat blogger sekalian mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 HIJRIAH, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

Written by boyindra in: Experience | Tags: ,
Aug
17
2009
32

Menjadi Paskibra di KBRI Phnom Penh

PaskibraUdara sungguh bersahabat pagi ini dengan agak sedikit mendung sehingga mengurangi panasnya terik matahari. Tak hanya bagi pasukan pengibar tetapi para peserta upacarapun mensukuri mendungnya hari ini.

Tetapi ketegangan para pasukan pengibar tetap terasa, bulir bulir keringat mulai merayap jatuh dari pelipis ke pipi sampai ke bibir sehingga terasa asin. Tapi apa boleh buat, kami tentu tak bisa menghapus keringat itu. Biarlah tetap asin di mulut.

Saat itupun tiba, pasukan mulai bergerak dengan aba aba menuju pembina upacara untuk mengambil bendera yang telah disediakan. Jantung berdegub kencang, konsentrasi diarahkan dengan menghitung gerakan gerakan yang telah dilatih sebelumnya.

Breb! Bendera telah siap untuk dinaikkan, komandan upacara memimpin penghormatan bendera diiringi lagu Indonesia Raya dan wah, begitu leganya sang bendera berhasil naik dipuncak bertepatan dengan selesainya lagu.

Itulah cuplikan pengalaman pribadi yang cukup mendebarkan sebagai pasukan pengibar bendera. Ada rasa haru dan bangga kok ya bisa dipilih sebagai pasukan pengibar bendera, wong seumur umur disekolah juga gak pernah ikut yang beginian. Tapi seragam paskibra dan blog ini yang akan menjadi saksi bisu untuk anak anak saya kelak bahwa bapaknya ini pernah jadi pasukan pasikbra di KBRI Phnom Penh.

Untuk sahabat sahabat blogger sekalian saya turut mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 64 semoga negara ini semakin maju dan rakyatnya makin makmur.
paskibrapelatih

istri

Ps. Numpang nampang foto dengan para pelatih dan Atase pertahanan KBRI Phnom Penh dari kika Bapak Ari Permika, Agus Setiawan, Markus Dwinanta, Achari Hananto, Ahmad Akbar, Kolonel Suyanto, Sayne S Dewi, Zacky Djumhana, Saya, dan Mas Dadang. Serta foto dengan istri.

Written by boyindra in: Experience, kamboja | Tags: ,
Jun
29
2009
35

Diselamatkan Jimat

2bucks1Apakah anda mempunyai Jimat? sesuatu yang anda percayai mempunyai berkah atau sekedar benda yang anda anggap jimat jimatan? Saya punya pengalaman cukup unik dengan jimat saya ini.

Dari dulu sampai sekarang jika tertarik dengan benda tertentu yang unik dan gampang di bawa, saya selalu bilang ke semua orang kalo “ini Jimat gue sekarang.” Lho kok pake sekarang? iya soalnya jimat suka saya ganti kalo udah bosan atau mempunyai barang baru yang lebih unik.

Nah sewaktu bekerja di Vietnam saya mempunyai jimat baru yaitu uang satu lembar pecahan 2 dolar. Karena unik dan langka makanya uang itu selalu ada di dompet saya.Lagi lagi saya ngomong ke orang lain, “ini jimat saya sekarang.”

Suatu hari saya lupa bulannya, sepulang liburan nengok istri di kamboja, saya balik ke Vietnam dengan naik bus. Sudah setengah jalan ke Vietnam, kernet bus bermaksud mengumpulkan passpor para penumpang karena mereka akan membantu kita menulis imigration card yang nantinya kita tanda tangani (lebih enak dari pesawat khan,kalo di pesawat khan kita disuruh nulis sendiri..hee).

Tiba tiba kernet itu menghampiri saya menjelaskan kalo visa saya sudah expired 9 hari yang lalu dan menginformasikan kalo per harinya akan kena denda US$5 dan biaya one entry visa sebesar US$20.

Mendengar penjelasan itu saya cukup kaget juga, soalnya kalo 9 hari artinya sewaktu saya memasuki wilayah kamboja 5 hari lalu, visa saya emang udah expired dan pengunjung gak boleh masuk wilayah kamboja tanpa perpanjangan visa tersebut. Maka dari itu saya menyalahkan pihak bus yang tidak memperpanjang visa saya sewaktu dari vietnam ke kamboja karena kebetulan saya menggunakan jasa perusahaan bus yang sama. Akhirnya pihak bus mengakui kesalahan tersebut dan itu juga merupakan kesalahan pihak imigrasi kamboja yang meloloskan saya begitu saja dan kesepakatan baru,saya cuma diminta membayar perpanjangan one entry visa sebesar US$25 tanpa denda.

Sewaktu merogoh dompet, cukup terkejut bahwa ternyata saya gak bawa uang! total uang di dompet hanya US$18dolar saja, lahh ini mah masalah nih. Saat nelpon istri yang ada malah dimarahin kok gak bawa uang yang cukup. Pikiran saya waktu itu karena di Vietnam selain ada ATMnya, juga karena di Vietnam transaksi tidak memakai US dollar tapi mata uang lokal mereka makanya saya pikir ngapain bawa uang banyak.

Kernet bus ini menyarankan untuk menarik uang ke kasino kasino yang banyak bertebaran di perbatasan/border yang akan kita lewati. wow good idea!

Akhirnya pas penumpang turun untuk istirahat sejenak di border, saya diantar ke salah satu kasino untuk mengambil uang dengan kartu ATM saya. Ternyata tidak cukup mudah, ATM bank yang sangat terkenal di kamboja (sekelas BCA kalo di Indo) ternyata gak ada disana. waduh gawat! para pegawai disana menyarankan untuk cash advance dari kartu kredit.Nah ini masalahnya,saya khan udah mencanangkan hidup bebas hutang sejak 3 tahun yang lalu sehingga semua kartu kredit saya sudah saya tutup.

2 kasino,4 kasino terlewati, semuanya tidak punya ATM untuk mengambil uang tersebut, mesin untuk debit cirrus pun gak ada. Akhirnya saya bilang ke kernet bus untuk pinjam duit ke perusahaan bus itu dulu sekitar US$7 saja, nanti sampai vietnam saya ganti karena mesin ATM untuk bank saya malah ada di sana, malahan deket dengan terminal bus itu. Tapi mereka malah gak mau tahu dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak imigrasi.

Akhirnya tibalah itu bus di perbatasan Kamboja.Semua penumpang turun, setelah di cek keseluruhan administrasi,semua penumpang naik lagi ke bus hanya saya saja yang ditahan. Lebih parahnya lagi, bus saya meninggalkan saya menuju perbatasan Vietnam yang berjarak kurang lebih 500 meter dari perbatasan kamboja.Waduh mati aku, mau diapakan nih saya?

Akhirnya saya diminta memperpanjang visa tanpa denda, tapi saya bilang bahwa saya tidak cukup uang untuk memperpanjang karena uang saya hanya US$18 saja. Sewaktu saya buktikan dengan membuka seluruh isi dompet saya, mereka mulai menghitung dan benar uang itu tidak cukup, tapi petugas itu tiba tiba tertarik dari salah satu lembaran yang ada di dompet saya itu. Yah apalagi kalo nggak si 2 dollar itu.

Saya melihat 2 dollar itu dimasukkan ke dompetnya dan sisa uang untuk visa itu tidak dipermasalahkan oleh dia, bahkan saya malah diantar khusus untuk mengejar bus yang telah meninggalkan saya itu.

Sesampai dipintu bus petugas itu tersenyum dan melambaikan tangan tanda selamat jalan kepada saya,padahal kesan pertama tadi cukup menyeramkan.

Oala..jimat jimat, sekarang dikau pindah ke tuanmu yang baru semoga engkau membawa keberuntungan ke tuanmu yang baru.Sedangkan saya? heee..saya masih punya cukup persediaan uang 2 dollar malah saya kasikan satu lembar ke istri.

“Biar beruntung ma…”

Written by boyindra in: Experience, chit chat, vietnam | Tags: ,
Jun
22
2009
15

Lepas dari kemelekatan

lekat1Habis berkunjung ke blognya mas DM (Daniel Mahendra) tentang begitu sayangnya dengan laptopnya sampe di peringati 1 tahun kebersamaan dengan laptopnya membuat saya terinspirasi untuk membuat postingan ini.

Semuanya berawal sewaktu saya pindah ke Jakarta untuk karir yang baru dengan jabatan manager untuk pertama kalinya. Tidak hanya diri sendiri yang bangga tetapi keluarga besar juga apalagi itu semua diperoleh dengan usia yang masih cukup muda.

1 Bulan bekerja di Jakarta, saya mendapat kiriman dari ayah, dengan tak sabar bungkusan di buka dan saya mendapati sebuah bolpen Montblanc berlapis emas dengan kartu nama ayah yang di baliknya bertuliskan “Congratulation to your career as..”.

Hati begitu gembira, rasanya sayalah yang paling bahagia di tempat kerja waktu itu. Bolpen itu selalu setia menemani hari demi hari dan tanpa disadari selalu memunculkan kreatifitas dan semangat dalam bekerja. Jika punya Hp mahal kayaknya belum sesenang mempunyai bolpen seperti itu. Saya bahkan merasa ada sedikit nyawa ayah saya ada di bolpen itu untuk selalu menyemangati saya agar menjadi manager yang baik.

Suatu ketika sekitar senja, dimana sudah lewat jam kantor, saya masih disibukkan oleh aktifitas di kantor tiba tiba perut merasa sakit dan dengan sedikit tergesa gesa harus pergi ke kamar kecil. Setelah balik dari ruangan kantor pribadi saya yang tidak bercampur dengan rekan kerja yang lain, bolpen itu raib dari meja kerja. Tanya kesana kesini semua staff yang ada disana tidak ada yang mengaku sampai bongkar seluruh kantor hingga membuka komputer untuk access ke kamera cctv(walau bukan nyorot tepat di kantor) tapi tetap nihil.

Kasus saya tutup sampai malam itu, saya tidak mau memperpanjang apalagi sampai memberitahu ke atasan. Dalam perjalanan pulang hati ini sedih sekali seandainya kalo bolpen itu saya beli sendiri mungkin ceritanya akan jauh berbeda, tidak sesedih ini. Keceriaan, semangat dan antusiasme dalam bekerja,semua ada di bolpen itu. Semua partikel partikel itu tertinggal didalamnya. Mendadak tubuh ini begitu lunglai bagai kehilangan sebagian nyawa.

Ditengah kegalauan ini, terdengar suara yang mengatakan kepada saya, bahwa ini semua adalah kemelekatan dan saya harus bangkit untuk melepaskannya.

Tapi kenyataanya tidaklah mudah, malam itu mata ini sulit terpejam, dibantu dengan meditasipun tetap tidak menolong. Bagaimanapun juga saya adalah manusia biasa yang sedang bersedih.

Hari pun berlalu dan sejak itu saya mendapatkan pelajaran untuk menghindari kalo bisa tidak memberi arti terhadap barang apapun. Biarlah benda tetaplah sebuah benda yang bernilai secara nominal.Jadi kalo hilang atau rusak, kalo masih pingin,ya saya akan beli lagi.

Berandai andai jika saja bisa lepas dari semua bentuk kemelekatan itu,mungkin hidup ini akan terasa sangat ringan dan damai.

Written by boyindra in: Experience, Psychology | Tags: ,
Apr
21
2009
26

Songkran: Tradisi mandi basah alaThailand

Minggu kemarin mulai dari tanggal 13 adalah hari raya besar di Kamboja, namanya Khmer New year. Mirip mirip lebaran di Indonesia. Liburan panjang, kota Phnom Penh sunyi senyap karena hampir semua orang mudik. kesempatan ini juga saya pergunakan untuk mengunjungi Thailand yang salah satu negara tetangga dekat Kamboja ini.

Dengan pesawat Phom Penh – Bangkok ditempuh hanya 1 jam saja dan karena bangkok menurut saya gak ada bedanya ama Jakarta,maka tujuan kami yaitu kota Pattaya yang jaraknya hanya sekitar 147 km dari Bangkok Airport, bisa ditempuh kurang dari 2 jam melalui jalan bebas hambatan.

Sesampainya di Pattaya yang sudah lewat sore hari, kami melihat jalan jalan dan banyak sekali orang orang yang bajunya basah, jalanan pun basah, maka istri saya pun mengira bahwa kota ini habis kena hujan.

songtran

Di hotel seperti layaknya hotel resort yang lainnya, banyak buku panduan tourist gratis yang bisa didapat dan mata saya tertuju pada sebuah  judul “City shuts down and turns into a water world for Songkran

songtran2

Ya ampun! saya baru ngeh kalo Thailand hari raya nya juga sama dengan kamboja, hanya beda beberapa hari saja dan tradisi mereka dalam menyambut hari raya tahunan yaitu semprot semprotan air dari tanggal 13 sampai puncaknya hari minggu tanggal 19 menurut salah satu receptionist di hotel tempat saya menginap.

Awalnya tradisi ini kabarnya untuk membuang sial dan persiapan dalam menghadapi Tahun baru, tetapi sekarang ini jadi tradisi tembak tembakan/ semprot semprotan air.

Biasanya tradisi ini dimulai dari siang hari jam 1 siang sampai jam 7 malam. Mobil tangki berisi air mulai menyuplai air ke restorant restorant yang sudah menyediakan drum berisi es batu jadi airnya terasa dingin banget saat kena semprot. mobil lewat semprot, orang naik motor juga kena semprot. Waduh hari pertama saya disana sih fun, maen keceh kecehan kata orang jawa bilang, hari kedua masih ok, hari ketiga rada bete, abis gimana donk, mau keluar kemana mana, mau liat daerah2 wisata kena siram air mulu udah gitu muka juga kena olesan tepung berisi air, gak heran di hari tradisi ini tingkat occupancy hotel rata rata turun, mirip Bali di hari raya Nyepi.

songtran1

Nah kalo buat cowok single, liburan di hari raya pas ada Songkrannya malah kayaknya menyenangkan,khan bisa semprot semprot cewek cewek manis pattaya sekalian ngolesin tepung basah di pipi mereka. Di jamin mereka nggak marah!heee

Written by boyindra in: Experience | Tags: ,
Apr
01
2009
16

Tips jalan jalan ke Petronas twin tower

petronastwinMaaf jarang buka blog nih, gara gara memang jadwal saya sekeluarga berlibur. Sebelum pulang kampung saya di Bali dan mengunjungi mertua di Jakarta, kami mengunjungi Malaysia karena memang belum pernah lihat gedung kembar Petronas tersebut.

Di karenakan jarak Indonesia dan Malaysia yang dekat, ditambah banyaknya budget airline yang menyebabkan harga tiket semakin terjangkau, maka dari itu tidak ada salahnya saya berbagi info cara murah untuk pergi kesana dan juga kisaran harga yang harus dikeluarkan.

Pesawat

Soal pesawat itu relatif, saya tidak bisa infokan karena harga yang berbeda beda. Kalo pesawat seperti air asia rekan blogger bisa memesan jauh jauh hari untuk mendapatkan harga tiket yang lebih murah karena kalo tinggal beberapa minggu baru memesan tiket biasanya harga semakin mahal.

Taxi

Mengenai Taxi, jarak antara bandara Kuala Lumpur ke kotanya mirip Cengkareng ke Semanggi hanya saja lebih jauh sedikit, bisa di tempuh dalam waktu 45 – 60 menit kalo nggak macet. Kalo pesan taxi di airport harga sekitar 70 – 90 RM atau Rp.350.000an. Kalo mau pake bus harga jauh lebih murah sekitar 8 – 14 RM kalo gak salah ingat.

Hotel

Banyak hotel yang murah di sekitaran daerah bukit bintang, ada banyak guest house, hotel bintang 2 dengan harga yang terjangkau dari 50 RM atau untuk sekeluarga dengan 3 tempat tidur sekitar 130 RM saja. dan tempat ini (Bukit Bintang) banyak sekali pusat jajanan pinggir jalan serta naik taxi pun lumayan sangat dekat walaupun informasi yang saya dapat sebelumnya ialah walking distance alias bisa jalan ke gedung petronasnya padahal tetep harus naik taxi apa monorail.

Makanan

Dekat hotel kecil tempat saya menginap adalah di jalan alor, disana banyak sekali makanan yang buka di tepi jalan dengan kisaran harga yang terjangkau mulai dari 5 RM atau Rp.20.000an.

Kendala

Kendala yang suka di jumpai ialah banyak sekali tukang taxi yang enggan memakai argo dan anda harus tega dengan sedikit pintar menawar dikarenakan mereka akan nge charge anda dengan harga mahal sedangkan kita benar benar buta ama situasi disana. berhati hati juga dengan tukang taxi yang jualan dengan merekomendasikan tempat tempat yang bagus hanya untuk memperolah komisi dan ujung ujungnya anda malah tertunda rencana utama anda. Sebagai contoh kalo mereka minta harga RM 15 dari jalan alor ke petronas untuk mengantar anda tawar 5 – 7 RM saja karena itulah harga sebenarnya.

Info Khusus

Petronas Twin tower tidak dipungut biaya naik ke jembatannya, anda cukup mengambil tiket dan menunggu giliran kapan kesananya. dan ingat jangan kesana hari senin! karena mereka tutup. Tapi anda bisa foto di sekitar gedung dengan melihat lihat kolam yang menjelang sore, ada atraksi fountainnya dan kalo haus bisa minum gratis air minum untuk publik di sekitar taman dekat dengan jembatan.
Jadi yang akan kesana bisa di bayangkan ya biaya yang harus dikeluarkan. Tinggal pintar pintar cari tiket murahnya saja untuk pesawat.

PS. Paling enak kalo kesana jika ada teman atau saudara yang bisa memberi kita tumpangan tempat tinggal lengkap dengan transport jemputan ke bandara dan sekalian di masakin..heee…makin lengkap deh ngiritnya…

Written by boyindra in: Experience, chit chat | Tags: ,
Mar
08
2009
56

Dam Gio : Pesta memperingati kematian

Haa..asli saya bingung bikin judulnya. Lagi blank nih. Kalo di Indo itu sama saja dengan peringatan 100 hari, atau 1000 hari kematian salah satu keluarga kita, kakek misalnya.

Suatu hari sewaktu saya hendak jalan jalan keluar hotel karena sedang libur, tiba tiba teman baru saya bapak bapak tukang taxi ini memanggil saya di kejauhan. Setelah saya hampiri, dia mengajak saya untuk datang ke rumahnya sekarang juga karena keluarganya sedang memperingati “Dam Gio” atau peringatan Tahunan buat ayahnya yang meninggal beberapa tahun yang lalu.

Setelah saya sampai di rumahnya, saya bingung, lah ini upacara kematian apa ulang tahun makan makan? kok udah banyak orang penuh dengan bir dan makanan serta orang duduk melingkar mirip acara minum ampe mabuk itu.

Tapi teman saya itu sulit menjelaskannya dalam bahasa inggris karena keterbatasannya dalam berbahasa, jadi kami pake body language aja..heee. Saya disuruhnya ke kamar utama disana ada beberapa dupa. 3 dupa di bakar dan diberikan ke saya, dan mirip di film film kungfu, dupa itu di naik turunkan sebanyak 3 kali dan di tancap di tempat dupa yang ada foto almarhum sebagai bentuk penghormatan lah sepertinya.

pestabirMenurut orang orang sana, hanya beberapa keluarga tertentu saja yang merayakannya besar besaran, tergantung dari kemampuan finansial masing masing. Kebetulan teman saya ini termasuk orang berada di desanya, maklum di bawah tempat pesta itu adalah toko tempat distributor beras, minyak goreng dan ikan asin. Untuk ukuran sini udah borju lah, terbukti saat pesta beliau sudah siap dengan belasan box bir (1 box = 24 kaleng) dan 3 kali courses atau makanan yang disajikan dari makanan pembuka, pesta udang ampe kepiting telur.

Saya tidak dapat mengorek tentang tujuan dari pesta ini karena keterbatasan bahasa inggris teman saya ini. Setelah sampai di hotel saya tanya ke anak buah saya dan dikatakan bahwa itu adalah tradisi yang ada disini, dan jika di pesta kan besar besaran setiap tahun nya adalah sebagai perwujudan rasa sukur bahwa sepeninggal almarhum atau mereka menganggapnya sebagai leluhur, orang yang sudah meninggal itu masih memberkati dan memberi berkah ke anak cucu sehingga mereka menikmati hidup yang layak di dunia. Nah makanya dengan rejeki itu mereka mengadakan pesta itu setiap tahun.

Lalu terakhir saya tanya lagi, kalo seandainya yang telah meninggal itu kakek, nenek, ayah, ibu mertua misalnya berarti mereka ngadain pestanya 4 kali dalam setahun donk? mereka jawab iya.

Wah wah, saya kudu banyak teman lokal disini kayaknya, karena bisa tiap minggu saya ikutan party ama minum bir gratis..hahahaha….itung itung mereka ngundang pak camat lah..hiii

Written by boyindra in: Experience, food, vietnam | Tags: , ,
Feb
10
2009
47

Mencuri Ilmu Boss

dogSuatu pagi seorang staff saya menanyakan sesuatu tentang hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Karena bukan kali pertamanya dia menanyakan hal yang sama, maka saya bertanya kepadanya,

Saya: “‘why you kept asking me the same things? Did you write it down of what I said to you last time?”

Staff: “I’m forgot, I more comfortable if I asked you directly.” sambil cengar cengir malu.

(more…)

Written by boyindra in: Experience, front office | Tags: ,
Jan
25
2009
46

Lunar New Year: refleksi pengembangan diri

ang-paoPagi ini tidak seperti biasanya, walau hari minggu dan seperti biasa saya selalu bekerja di hari minggu, ada suatu suasana lain yang saya rasakan.

Setiap melewati staff yang bekerja pagi ini, terlihat senyum mengembang di bibir mereka. angin dingin sepoi sepoi terasa segar dan mendukung indahnya suasana. Yah..hari ini adalah hari terakhir penanggalan Lunar Kalendar alias besok sudah Tahun Baru!

(more…)

Written by boyindra in: Experience, Imagination, vietnam | Tags: ,
Jan
22
2009
79

Ngelmu Boyin (jurus mabuk): Bertahan di kaleng ke 17

heineken2Bulan January ini saya namakan bulan pembawa berkah sekaligus bulan racun. lho alasannya? iya karena bulan January ini di Vietnam akan memperingati Tahun Baru Vietnam atau dikenal dengan istilah Tahun Baru ‘Tet’ karena mereka masih memakai sistim penanggalan Lunar atau Lunar kalender.

Karena menyambut Hari raya besar inilah di setiap company banyak diadakan pesta seperti pesta perusahaan yang setiap setahun sekali, pesta antar departemen, pesta kawinan, pesta individual dan lain sebagainya. Bonus pun banyak dibagikan di tahun ini, dari gaji ke 13 sampe THR dan bonus tanggal merah (ada 3 tanggal merah bulan ini).

(more…)

Written by boyindra in: Experience, food, vietnam | Tags: , ,

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com WordPress Themes