Category Archives: Experience - Page 2

Mintalah…pasti akan di beri!

Ini bukan curhat tapi seperti postingan khas boyin, semuanya hanya berbagi pengalaman saja, saya harapkan rekan blogger juga bisa sharing hal yang sama.

Berawal dari kepindahan saya dari bali ke jakarta, sungguh senang bisa berkiprah di ibukota. Tetapi bayangan lugu saya mengenai ibukota jauh sekali dari harapan. Kota yang super sibuk, macet, kejahatan jalanan karena saya masih menggunakan jasa angkutan kota waktu itu, serta polusi yang bisa bikin sakit kulit.

Read more »

Blog ini di Hack

Lama juga tidak pernah mengurus blog ini hingga suatu sore saya menemukan bahwa blog ini di hack dan tampilan blog ini di blok oleh hacker lengkap dengan identitasnya.

Seperti biasa saya menghubungi pihak hostingan dan mendapatkan penjelasan kalau si hakcer ini menyusup lewat theme yang baru saja saya ganti itu dan untuk mengatasinya pihak hostingan mengganti sementara theme dan mengubah permission direktori public htmlnya. Untung semua postingan tidak hilang. Kemungkinan si hacker membaca bahwa postingan di blog ini adalah purely sarana untuk berbagi saja…heee….

Saat ini baru saya menemukan bahwa wordpress versi sekarang ini yang 3.2.1 agak kurang compatible dengan banyak theme yang bertebaran sekarang ini. terbukti banyak juga yang mengeluhkannya di internet mengenai banyak fungsi yang tidak dapat dijalankan.

Sampai sekarang saya masih takut theme apa yang kira kira aman untuk di pakai, ringan, simple tanpa terlalu  harus pasang banyak image.

Mungkin teman teman blogger ada rekomendasi free themenya, mungkin akan saya coba.

Sekolah menciptakan anak zombie?

Sejak bermukim di kamboja dan vietnam dengan total waktu hampir 5 tahun ini, praktis kami tidak terlalu banyak tahu mengenai perkembangan pendidikan di tanah air yang kabarnya banyak sekali mencetak anak anak unggulan di kancah internasional.

Read more »

Pengemis bermodal

Sejak sebulan ini bekerja di dalam kawasan Ancol, musim musim pasca lebaran sudah pasti sibuknya minta ampun. Resort tempat saya bekerja juga rame pengunjung, rata rata tingkat hunian diatas 97% dari tanggal 29 sampai tanggal 3 september lalu.

Senang sekali bisa melihat kegembiraan anak anak yang berlibur bersama keluarga dan keluarga besar disini, di jalan jalan kawasan terlihat ramenya kendaraan penuh sesak, seakan akan seluruh warga jakarta yang tidak pulang kampung tumpek blek mencari hiburan di ancol padahal jalur puncak atau bandung pun juga penuh.

Banyak cerita yang lucu lucu juga disini, diantaranya ada sebagian warga yang malah datang ke ancol untuk berdagang dan tentu saja dilarang oleh petugas kami karena memang bukan pada tempatnya. Tapi ada satu yang rada aneh yaitu pengemis! mungkin pembaca bog yang belum pernah ke ancol belum mengetahui bahwa masuk kawasan ancol harus membayar melalui pintu pintu gerbang yang tersedia. Per orang dikenai Rp. 15.000 jika membawa kendaraanpun akan dikenai charge tambahan per kendaraan baik mobil, bis atau sepeda motor.

Entah bagaimana mereka masuk tapi yang jelas kemungkinan besar mereka memang modal dulu untuk masuk ke ancol ini, lalu kemungkinan ganti baju “dinas” dan selanjutnya menjalankan aksinya yang sudah tentu digagalkan petugas kami.

Ada ada saja memang, semoga saja pengemis itu bisa balik modal dari biaya investasi masuk kawasan ini. sukur sukur punya kelebihan uang untuk bisa masuk ke wahana wahana seperti Dunia Fantasi, Atlantis atau Gelanggang Samudra…heee….pengemis khan juga manusia…butuh hiburan dan refresing juga…halah….

Summary kopdar dari pencari informasi blog ini

Sebenarnya semuanya berawal dari hobby menulis, gak nyangka kalo dari hasil tulisan di blog ini beberapa ada yang terbantu dan menjadi kawan dalam dunia nyata. Bahkan ada kawan baru yang mengatakan jika ingin mengetahui tentang kamboja, bertandanglah ke blog ini. Buat saya ini sedikit berlebihan, karena saya hampir jarang sekali menceritakan tentang tempat wisata di kamboja seperti candi Angkor Wat yang terkenal, Bayon, pantai indah di Sihanoukville walaupun pernah kami tinggal 6 bulan lamanya disana.

Seperti yang rekan rekan semua tahu dan ditulis di halaman tentang saya, semua tulisan isinya tentang pengalaman bekerja, berlibur dan tidak mengkhususkan bercerita mengenai Kamboja ataupun Vietnam. Meski menulis dengan apa adanya seperti ini, tetapi saya cukup senang ada sedikit teman baru yang mengirim email untuk bertemu dikarenakan mereka menanyakan informaso akan bekerja atau hanya sedang berkunjung ke kamboja, beberapa teman itu adalah,

Mbak Rossy

Mbak Rossy ini pernah saya ceritakan di postingan dahulu, kami bertemu secara tidak sengaja di Indonesia expo di Phnom Penh. Karena seluruh staff maupun pejabat KBRI disini saya kenal, kami di perkenalkan oleh salah satu staff KBRI dan di beri tahu kalo saya penulis di boyindra.com, mbak rossy ini cukup kaget dan berkata bahwa beliau banyak membuka halaman halaman blog saya sebagai sumber infomasi tentang kamboja karena statusnya sebagai team study banding dari kantornya di jakarta. Akhirnya kami banyak berbincang bincang mengenai suasana dan kehidupan di Kamboja.

Mas Jeffry Febrianto

Mas Jeffry ini kebetulan juga seorang hotelier yang kebetulan lagi hampir bekerja di hotel tempat saya bekerja sekarang, sayang pertemuan kami yang cukup intens di email tidak membuahkan pertemuan lebih lanjut karena ternyata perusahaan memutuskan tidak merekrutnya, padahal dia sudah sempat berkunjung ke Phnom Penh untuk interview.

Mas Rommy Yohanes

Nah mas rommy ini juga seorang hotelier dan menjadi teman disini, sebelum kedatangannya di kamboja, banyak sekali yang ditanyakan sampai akhirnya kami bertukar pin BB. Hingga sekarang beliau masih bekerja disini dan masih sering nongkrong bareng karena Phnom penh bukanlah kota besar. Hotel mas rommy ini hanya berjarak 5 menit jalan kaki dari hotel saya, alias tetanggaan.

Pak Asmoro

Nama lengkapnya saya lupa, kartu namanya tertinggal di rumah. Pak Asmoro ini yang mengaku membuka hampir seluruh isi postingan blog ini sebelum bekerja di kamboja sebagai staff ahli Worldbank. Sewaktu kita makan siang dan ketemuan, selain ngobrol soal Kamboja, beliau juga kadang mengkonfirmasi beberapa postingan tentang pengalaman saya yang saya buat…haaaa…bikin saya terkaget kaget karena harus mengingat kembali.

Memang tidak banyak orang yang saya temui dari blog ini tetapi walau amat sedikit, pertemanan ini menimbulkan kesan yang mendalam bagi diri saya. Tidak banyak memang orang yang mengenal apa itu negara Kamboja tetapi jika melalui blog ini banyak yang telah terbantu, sudah cukup membuat saya merasa bahagia.

Yah, postingan ini dibuat menjelang hari hari terakhir di negeri berpajak murah ini, sekedar dokumentasi untuk saya sendiri sebetulnya karena setelah itu saya masih bingung mau posting apa setelah saya bermukim di Indonesia bulan depan.

Gak usah di iri in, orang lain juga nggak terlalu menghargai kok

Habis main ke blognya bu Edratna soal makan siang /maksi, saya jadi terinspirasi untuk sharing pengalaman saya soal makanan dan barang barang mewah lainnya. Sewaktu saya kecil, saya paling doyan makan tempe dan sampai sekarangpun minimal satu kali seminggu saya masih sering makan tempe dari teman saya yang jualan tempe di kamboja sini.

Suatu ketika saya diajak ortu sekitar tahun 80-an liburan ke Jakarta menengok sepupu saya yang lumayan berada dan tinggal di rumah mereka. Selama di rumah mereka, tante saya yang jago masak ini sering banget menyuguhi kami dengan berbagai macam makanan internasional dari sirloin steak, sukiyaki dan makanan lainnya yang menurut saya mewah waktu itu. Sepulang dari liburan itu tiap saat saya suka menagih ortu untuk makan makanan mewah tersebut dan akhirnya dipenuhi hanya pada akhir pekan saja karena harga makanan itu khan cukup mahal. Pada saat itu saya berpikir enak sekali yah jadi orang kaya, punya mobil mewah dan makannya makanan yang enak enak pula.

Bukan kebetulan juga kalo akhirnya Tuhan menempatkan saya untuk bersekolah di sekolah perhotelan, dimana pelajaran tentang kemewahan menjadi bagian keseharian saya. Sekolah mengajarkan cara memasak makan makanan barat lengkap dengan ilmu pengetahuan tentang  daging, potongan makanan, saus sampai pengetahuan tentang wine, cocktail atau minuman campuran dan cara menjadi seorang bartender dan pernah mabuk karena terlalu banyak mencoba jenis jenis minuman itu.

Sewaktu di bekerja di Bali saya pernah ditugaskan untuk memonitor anak buah untuk merawat mobil tamu saya yang tinggal lebih dari 5 tahun di hotel kami. Tak kurang 12 mobil tamu ini disimpan dalam parkiran hotel kami, dari mercy S class, model SLK, range rover, jaguar sampai 2 motor harley davidson juga ada dalam koleksi tamu ini. Supaya terawat baik, mobil mobil mewah ini tak boleh hanya dipanaskan tapi juga harus dibawa berputar putar agar oli transmisi tersebar dengan merata. Sebagai kacung hotel, naik harley dan mencoba keliling keliling dengan mobil mewah tersebut adalah hal yang biasa, apalagi yang empunya suka traveling sampai kadang kadang 2 bulan lamanya dengan kamar hotel yang terus dibayar. Asal itu mobil tidak rusak atau tertabrak, si pemilik mobil ini agaknya tidak terlalu perduli kalo kita muternya ‘rada jauh’.

Ada kejadian yang saya suka tersenyum sendiri kalo ingat, gimana nggak bandel, pada suatu saat, anak yang punya mobil ini ingin nembak seorang wanita yang tinggal di hotel lain dan minta saya membawakan seikat bunga mawar kuning untuk dikirimkan ke hotel wanita itu. Alih alih membawa mobil, motor harley lah yang saya bawa dan mawar itu saya dudukin tangkainya sampai akhirnya dalam perjalanan, seikat mawar itu sampai ke tangan wanita itu dengan bentuknya yang gak karuan karena banyak bunga yang rontok dilibas angin…heee…intinya orang orang kaya itu tidak terlalu perduli dengan barang yang dimilikinya, sekali lagi asalkan kita tidak ngrusakin apalagi ngotorin, karena membersihkan setiap hari itu juga bagian dari service hotel kami. Tentang wanita itu? oh dia gak terlalu risau akan bunga itu, karena anak tamu saya ini sudah merupakan jaminan yang cukup untuk masa depannya..heee…

Nah bicara soal sekarang ini, malah sebaliknya, semenjak jadi expat di hotel berbintang, makanan luar negeri malah membosankan walaupun itu tidak hanya masakan barat tapi juga termasuk makanan vietnam, korea, china, india sampai libanon. Saya lebih suka nongkrong diresto teman saya makan ayam kalasan, tahu telor surabaya sampai soto betawi.

Saya jadi teringat ucapannya Mario teguh yang kalo gak salah kira kira omonganya begini, “gak usah ngiriin kelebihan orang lain, la wong orang lain itu nggak merasa bahkan malah nggak terlalu menghargai kelebihan yang kita ingini itu kok.”

Jadi bahagia aja dengan apa yang kita punya, rasanya malah lebih gampang dan nikmat.

Liburan ke Koh Kong, perbatasan Thailand

Buat pengunjung setia blog ini pasti pada tau kalo saya sementara ini berdomisili di Kamboja, negeri yang lumayan banyak tanggal liburnya alias Public holiday. Kalo tahun kemarin dan sebelumnya tanggalan libur di kamboja ada 25 hari dalam setahun, tahun ini kabarnya ada 27! heee…mantap gak sih….libur teruss.

Di bulan April ini ada libur yang namanya hari raya Khmer atau Khmer new year…persis kayak lebaran di Indo, kota Phnom Penh sepi senyap, semua orang pada pulang kampung, sekitar 6000an expatriat yang ada di Phnom Penh saja sebagian besar menggunakan waktu ini dengan berlibur, ada yang ke luar negeri ada juga menjelajahi propinsi yang ada di sekitaran wilayah kamboja.

Liburan kali ini cukup seru karena kami pergi beramai ramai dengan perkumpulan teman teman sebangsa alias orang Indonesia semua yang ikut liburan untuk pergi ke perbatasan Kamboja – Thailand di Koh Kong. Tempat itu terkenal dengan hutan mangrove yang di klaim katanya terluas di Asia Tenggara, selain itu khususnya anak anak bisa berkunjung ke Safari world mirip taman safari di kawasan puncak sana dengan menyaksikan pertunjukan binatang yang sangat menarik dan mengagumkan seperti Orang Utan Boxing, burung beo main sepeda, ikan lumba lumba seperti di ancol sampai pertunjukan harimau india yang besarnya ajubile bisa 1.5x besar harimau sumatra. Untuk penginapan tersedia banyak hotel yang murah, range antara US$20 – US$30 banyak ada disini sudah ber AC.

Selain di Koh Kong, kami juga menyebrangi perbatasan ke kota kecil di Thailand bernama Trat, kalo di Thailand apalagi kalo nggak nyari penganan yang serba berbau Duren, jenang duren, permen duren, dll. Duren disana harganya lumayan murah…3kg cuman US$1 atau 30 Bath saja alias Rp.8500.
15042011211

Karena Koh Kong ini terletak di dekat pantai dan Sungai besar, Seafood segar merupakan makanan yang murah pula disini, kami bahkan masih bisa menyaksikan orang lokal sini berburu ikan pari di pinggiran laut yang cuman dalamnya sebetis itu dengan tombak!
DSC02245

DSC02204

Kalo ada yang mau mencoba peruntungan juga ada casino mewah disini, dengan gedung bergaya venetian khas eropa, lumayan terang benderang dengan lampu warna warni yang dipsang di pinggir jalan.
DSC02197

DSC02183

Liburan kali ini selain murmer, juga menyenangkan karena dilakukan rombongan bersama saudara saudara setanah air. Ayo kapan mau kesini?

Alternatif Side Job: Jualan Kartu kredit

Agaknya ini sudah agak basi untuk judul diatas dikarenakan saya sudah melakukanya sejak tahun 2002 silam. Hanya saja setelah makan siang, saya tertarik dengan salah satu berita di kompas mengenai banyaknya merchant yang di tutup oleh beberapa issuing bank kartu kredit tersebut dikarenakan banyaknya merchant yang menyalahi aturan penggunaan cash advance untuk merchantnya yang dimana hal itu tidak diperbolehkan.

Ingin berbagi pengalaman dulu,  sewaktu menjadi night auditor di salah satu hotel, saya selalu bekerja di malam hari, dari pukul 22.30 malam sudah nyampe hotel dan balik atau selesai shift pukul 07.00 pagi. Seperti normalnya pekerja malam, tentunya gantinya tidur adalah dipagi hari, tetapi karena ditempat kerja saya masih bisa nyuri nyuri 1 – 2 jam semedi (haa..mau bilang tidur malu…) makanya pagi hari saya pergunakan untuk menghasilkan uang tambahan dengan berjualan kartu kredit. Alhasil saya cukup beruntung waktu itu walaupun terkesan freelance tapi saya malah seperti staff yang ada gaji basicnya..dulu sekitar Rp.500.000 per bulan.

Read more »

Suoi Tien, tempat wisata di pinggiran Ho Chi Minh

Sewaktu liburan Pchum Ben kami berkunjung lagi ke Vietnam, kalo ini kami sekeluarga mencoba tempat wisata baru yang hampir sama dengan Dam sen Park, namanya Suoi Tien.

Suoi tien ini lebih bagus, lengkap serta lebih modern dibanding Dam Sen dengan tiket masuk kurang lebih sama murahnya, hanya perjalanan disana lumayan jauh dibanding Dam sen yang masih dalam kota. Perbandingan kalo naik taxi ke Dam Sen adalah 100.000 dong atau Rp.50.000, nah kalo ke Suoi tien ini antara 250.000 hingga 300.000 atau Rp.150.000 kalo terjebak macet. Maka disarankan anda naik bus saja karena tiket bus jauh dekat hanya 3000 dong atau Rp.1500 saja dengan catatan perjalanan bisa 45 menit lebih lama..heee..la wong diputer puter dulu trayeknya.

Read more »

Benci dokter sekarang cinta

Sejak beberapa tahun yang lalu, karena beberapa peristiwa yang terjadi terhadap teman, saudara atau pada diri sendiri membuat saya mempunyai persepsi yang tidak baik terhadap profesi dokter. Terlalu panjang rasanya kalau saya harus ceritakan ulah apa yang dokter dokter tersebut lakukan, intinya saya punya pandangan berhubung biaya menjadi dokter itu mahal, seolah olah mereka memperlakukan seorang pasien itu murni sebagai sebuah bisnis yang dimana biaya investasi mereka mulai dari sekolah sampai peralatan praktek mereka kudu balik modal cepat.

Read more »