Jan
29
2010
32

Emang bisa nglihat dari mukanya?

blackjack-tableSejak berkecimpung di dunia per kasino an, baik dari sekala public floor atau tempat judi umum sampai VIP floor, ada hal yang saya pelajari dan sampai sekarang belum bisa adalah menentukan karateristik muka penjudi itu biasanya kayak apa sih.

Karena seringnya pindah kerja dan profesi juga, saya sering berkumpul dengan macam macam latar belakang. Misalnya, sewaktu baru lulus kuliah dan ingin bergabung dengan perusahaan kapal pesiar, kami diharuskan mencari sertifikat pelaut tingkat dasar dan mengikuti pelatihannya 6 hari di akademi ilmu pelayaran di bilangan jakarta utara sana. Suatu waktu seorang bapak bapak tua yang sudah bersertifikat “master”menunjuk salah seorang laki laki kurus dan berkata kepada saya “noh itu noh, pelaut senior tuh! liat aja (maaf) pantatnya. kalo yang gitu modelnya, tu orang kebanyakan di laut.” kata beliau dengan logat betawinya sambil menghisap rokoknya dalam dalam.

Mungkin maksud pak tua itu adalah bahwa pemuda itu pantatnya tipis dikarenakan kebanyakan “jajan” di luar menurut versinya. Ah, apa iya begitu? batin saya.

Mungkin diantara para blogger juga mempunyai pengalaman yang sama mengenai bentuk tubuh atau muka manusia dilihat dari bentuk/ jenis pekerjaannya. Ada yang melihat dari dengkulnya, gaya jalannya, dan lain sebagainya. Ada juga yang suka bikin joke, “muka lu tu muka orang susah” atau kalo di jawa ada yang bilang “kalo aku iki mas balunge balung sugih” alias bakat kaya gak mungkin soro atau menderita.

Asmirandah1Saya termasuk yang tidak percaya dengan yang beginian dikarenakan pengalaman dari pekerjaan saya sendiri sekarang dimana dari kakek kakek kumel, ibu ibu gendut sampai wanita muda mirip Luna Maya saja bermain casino disini. Kenapa jadi tertarik menjadi judul postingan dikarenakan pada suatu siang saya menemui gadis imut mirip asmirandah ala cina bermain blackjack sendirian dengan chips yang menumpuk dihadapannya. Agaknya walau bukan big player dilihat dari kualitas chipsnya tapi si imut itu kelihatan hokky dengan memenangkan banyak kartu di meja dealer.

Wah, ternyata mengklasifikasikan atau menilai manusia dari bentuk mukanya termasuk susah yah, ada yang punya rumus jitu?

Ps. Maaf karena company policy, semua orang termasuk pegawai tidak diperbolehkan mengambil gambar didalam casino. Jadi bayangin aja muka asmirandah main blackjack yah…heeee…khan udah tak sediain gambar meja black jack ama si asmirandah.

Written by boyindra in: Experience, Psychology | Tags: ,
Nov
11
2009
27

Yang itu TV atau Handphone?

Kamboja memang banyak liburnya, baru minggu kemarin libur water festival sampai 5 hari, senin ini masih ada libur juga, maklum dalam setahun kamboja mempunyai 25 hari libur resmi, makanya maap agak jarang posting. Kalo ada yang ingin tahu apaan sih water festival di Kamboja itu, bisa baca postingan saya tahun lalu disini. Nah cerita kali ini terinspirasi gara gara tadi malam ikut menghadiri kondangan pernikahan teman istri orang kamboja sini. Selain belum pernah menghadiri pernikahan a la kamboja, juga penasaran dengan adat dan entertainment mereka.

Pernikahan a la kamboja sekarang dengan a la vietnam ternyata hampir sama, makan disajikan dengan set menu bergaya cina, maksudnya kalo gaya cina itu pasti di mejanya ada “lazy suzan” ditengah tengah meja. lazy suzan adalah meja bundar yang bisa diputar sehingga sewaktu makanan disajikan, para hadirin di meja itu bisa menikmati bergantian dengan memutar meja tersebut untuk mengambil makanan.

Yang berbeda adalah cara penyambutannya. Kalo di vietnam mempelai duduk dipanggung yang sudah disediakan sedangkan di kamboja mereka nungguin di depan gerbang dan aturannya selama menunggu tamu/undangan yang datang mereka bisa bolak balik berganti baju pengantin dengan pakaian khas mereka yang berbeda tentunya selama 12 kali! wuihh..capek bener nikah yak…heee

Perbedaan yang khas adalah di kamboja terkenal dengan acara yaitu “saravan atau Ruongbong” yaitu menari bersama antara pria dan wanita diiringi alunan musik yang riang, mirip pesta orang orang batak jika ada pesta.

poco2 kamboja

Nah ini yang mau saya ceritakan, walau bukan bermaksud mengeneralisasikan semua cowok kamboja, tapi memang pada waktu itu banyak teman istri yang cowok cowoknya pada membawa handphone…heee..pada bingung khan maksud saya?

Saya pun juga sempet ditanya oleh salah seorang yang SKSD (sok kenal sok dekat) sama saya, sambil menunjuk ke istri yang sedang berbincang dengan teman, si SKSD ini bertanya ke saya “maaf, Yang itu yang bersama kamu, TV apa handphone?” terus terang saya nggak ngerti maksud perkataannya, maklum di kamboja saya bukan anak gaul, akhirnya saya cuman cengengesan aja merespon pertanyaannya.

Terakhir setelah tanya ke istri akhirnya saya tahu bahwa yang dimaksud TV itu istri kalo Handphone adalah istri -istrian..haaa..dasar…alasannya adalah kalo TV itu barang yang lumayan lama digantinya kadang malah gak pernah diganti walau sudah rusak dan tv juga bukan barang yang suka ditenteng tapi kalo handphone adalah barang yang kalo lagi model baru suka dibeli, diganti dan di tenteng kemana mana.

Malam itupun cukup banyak “handphone” bertebaran di ballroom tempat acara pernikahan diadakan dan memang jika dibandingkan dengan sang pria, si handphone ini emang cukup “bening bening”, sangat kontras dengan yang “nenteng”.

Sekali lagi maap, bukan bermaksud sekali lagi menggeneralisasi cowok cowok kamboja, tapi kalo di indo biarpun mereka punya banyak “handphone” tapi kayaknya jarang deh sampe ditenteng ke pesta pernikahan.

Apa karena kita lebih munafik? ah, anda sendiri yang tau jawabnya

traditional khmer dress

Ps. Kalo yang ini (foto diatas) semuanya dijamin TV, biar berat bawa tabungnya tapi mesti dibawa..heee

Written by boyindra in: Experience, kamboja | Tags: ,
Oct
28
2009
45

Berangkat Bojog mulih Lutung

lutungBeberapa bulan ini saya cukup heran jika melihat stat yang masuk banyak bermunculan keyword baru yang mengetik “tips suami ke luar negeri”, “jika suami ke luar negeri”, “kalo suami kerja ke luar negeri” dan alhasil semuanya nyasar ke blog saya.

Bisa dipastikan, ini pasti ulah para istri yang ingin mengantisipasi suami mereka jika mendapatkan kerja di luar negeri. Saya sangat bersyukur kalo banyak istri mendapat faedah dari tips pribadi yang pernah saya jalankan. Tapi mohon maaf pula jika pada akhirnya malah pertengkaranlah yang terjadi gara gara baca tips dari blog ini. Ya maap..heee

Kebetulan juga hari ini saya lagi berbincang dengan sesama teman seperantauan (sama sama dari Indonesia gitu) , sang teman ini mengeluh kan waktu gajian yang dirasa lama…heee..padahal dalam 1 bulan itu selalu berkisar antara 30 atau 31 hari. Gak pernah saya alami 1 bulan itu 40 hari misalnya.

Kenapa bokek? begitulah kira kira pertanyaan yang saya lontarkan waktu itu. Sang teman ini berkisah banyak pengeluaran yang harus di keluarkan, ke bar lah, cari wanitalah, dan lain lain

Oalaa gitu toh ceritanya, saya males komentar, cuman geleng geleng dan manggut manggut aja (habis geleng geleng trus manggut manggut gitu bukan geleng geleng sambil manggut). Ternyata bukan cuman 1 orang aja, tetapi teman Indonesia yang lain juga mengeluhkan hal yang sama. Ini hampir sama dengan cerita saya mengenai gaya hidup disini.

Secara teori, setiap orang yang bekerja di Luar Negeri pasti mendapatkan gaji yang lebih banyak, bisa bervariasi antara 1.5 – 3 kali (artinya 50% – 300% lebih tinggi) dari di dalam negeri dengan posisi yang sama, Kalo nggak ya mana mau pindah donk. Jika rata rata kalo di Indo gaji itu kurang dan harus pinjam ama credit card, misalnya nombokin 20% dari gaji setiap bulan untuk keperluan lainnya, berarti anda masih punya 30 sampai 270% yang bisa ditabung.

Itu teori bagaimana dengan kenyataannya? kenyataannya anda bisa nabung lebih dari itu. Kok bisa? ya jelas bisa, wong kalo anda menjadi expat anda gak pernah pusing bayar listrik walaupun tiap hari di kamar pake AC, bayar air, tidak ada bayar laundry, transport (tempat kerja – tempat akomodasi anda), makan, bahkan untuk sekelas manager biaya telpon aja di bayarin. Jadi boro boro mikirin genteng bocor, rumah dimakan rayap, mobil ditabrak bajaj, dll wong yang fundamental aja pada gratisan.

Jadi yang gak beres pasti pada teman saya ini, mengapa mendadak jadi menaikkan gaya hidup? biasanya nongkrong di monas bawa nasi rantang bersama keluarga biar gratisan sekarang nge bar atau ke karaoke lengkap dengan pendamping jam jam an, biasa ngopi tubruk di pojokan kantin perusahaan, sekarang nyetok wine mahal taruh di kulkas, dan segala kegiatan rancangan “kreatif” lainnya.

Saya teringat dengan teman seperjuangan dulu di Amrik waktu bujang, setelah 1 kontrak kami pulang ke Indo, sang teman ini gak bawa apa apa, bahkan sekedar oleh olehpun tidak. Semuanya uang habis untuk wanita dan maen judi.

Terbayang kata kata bapaknya sewaktu saya antar ke rumahnya, beliau melihat sang anak tak berubah sedikitpun. Jins tetap sama, baju sampai kacamata yang menggantung di kepala pun masih sama. Sang bapak berkata (dalam bahasa Bali) ” mimi…Berangkat Bojog mulih Lutung”. Saya pun ikut tertawa terbahak bahak.

Artinya adalah “oala…berangkat monyet pulang masih monyet juga” (lebih kurus malah)

Written by boyindra in: Experience, Imagination | Tags: , ,
Oct
05
2009
30

Sampai Jumpa lagi

Judul ini jangan diartikan macam macam, berhubung penulisnya males ngasi judul panjang panjang jadilah judul seperti itu.
Minggu kemarin para warga Indonesia di Kamboja di undang acara perpisahannya Bapak Kolonel Suyanto, Atase pertahanan RI untuk kamboja serta memperkenalkan pejabat baru yang menggantikannya.

Dalam acara perpisahan dan perkenalan pejabat baru dihadiri tentu saja oleh bapak Dubes. Sejak merantau di negeri sekecil kamboja dan cukup aktif di berbagai kegiatan yang diselenggarakan KBRI, saya sebetulnya cukup kagum dengan para pejabat pejabat ataupun staff kedutaan yang cukup merakyat dan membumi. Tidak hanya pada kegiatan resmi tetapi juga kegiatan dadakan tak resmi.

Mengenal sosok Kolonel Suyanto ini tidak seperti berhadapan dengan sosok ABRI yang sangar dan pejabat yang full protokoler, beliau sangat santun dan kami bahkan seperti mengenal seorang pejabat sipil biasa. Bertandang ke rumahnya itu biasa, diajak makan, nyanyi karaoke lagu lagu Indonesia terbaru juga bisa padahal program program beliau membuat negara kamboja dan Indonesia mempunyai hubungan yang semakin mesra seperti dengan dibukannya kerjasama pelatihan pasukan elite kamboja oleh koppassus kita secara berkala. Sewaktu hari raya Idul Fitri beberapa minggu yang lalu, pasukan paspamres kita juga tiba untuk mendidik paspamresnya kamboja. Sebagai seorang prajurit mereka sudah biasa tidak memperingati hari raya bersama keluarga, malahan bertugas di negeri seberang, demikian waktu saya tanya dikesempatan yang lalu.

DSC03347

P240909_13.09

Kebetulan dalam acara perpisahan itu kami kedatangan tamu istimewa yaitu mas Bambang Hertadi Mas atau suka dipanggil mas Bambang Paimo. Beliau adalah pengayuh sepeda dan pendaki gunung yang sudah berlanglang buana di belahan dunia ini, dari Asia sampai Amerika Latin. Pada kesempatan bertandang di kamboja ini, mas Imo sedang dalam perjalanan mengarungi 4 negara ASEAN yaitu Vietnam, Kamboja, Laos dan Thailand dengan naik sepeda, beliau juga seorang pendaki dengan mendaki tak kurang dari 56 puncak gunung di kawasan Asia dan Amerika. Sosoknya yang sederhana ini ternyata merupakan pengembara solo (tunggal/sendirian) yang cukup handal.

DSC03366

Untuk itu dua duanya saya ucapkan selamat jalan dan sampai jumpa lagi. Semoga di dunia yang kecil ini kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan.

Written by boyindra in: Experience, chit chat, kamboja | Tags: ,
Oct
02
2009
17

Berkeringat di dinginnya AC

Untuk para staff, siang itu seperti biasa mereka memakai sweater ada juga yang memakai jaket karena suhu AC yang selalu dingin tetapi tidak demikian untuk Mr. X sebut saja demikian.

Setiap Mr. X berkunjung, penonton selalu ramai menyaksikan, tak lupa saya yang selalu geleng geleng (walaupun dalam hati) dengan jumlah yang dia mainkan. Mimiknya sangat serius beberapa kali mengibas ngibas kertas isian ke mukanya tanda beliau mulai gerah, setelah itu tak lupa beliau menulis di kertas isian setiap transaksi selesai dimainkan untuk perhitungan kedepannya apakah kartu akan berpihak ke “Player” atau “Banker”.

3000 diajukan di meja player, ternyata banker yang menang, 4000 diajukan kalah lagi, 3000 lagi, 5000 lagi, belum cape saya berdiri untuk menemani Mr.X ternyata keberuntungan tidak berpihak pada dirinya siang itu. Bagi yang pernah lihat langsung, yang nonton juga akan lebih tegang dibanding tegangnya anda nonton film James Bond dalam Casino Royale, walaupun tanpa background musik. Bedanya kalo Mr. X menang staff pada berteriak spontan terutama agen asuransi yang bisa mendapatkan komisi, sedangkan kalo beliau kalah suasana mendadak hening.

Akhirnya dengan lunglai beliaupun pulang dengan harapan besok akan lebih baik dari hari kemarin. Hari ini hanya kalah US$30,000 saja pada permainan Baccarat. Lagi lagi saya bergeleng geleng (dalam hati) sambil berucap kasian yah.

“Loh kok kasian? ntar kalo beliau menang terus, gimana caranya perusahaan ini akan menggaji orang orang seperti saya?” heee….ya udah Mr.X saya ucapkan sampai jumpa lagi besok. Saya akan suruh pelayan membuatkan kopi buat anda lebih manis lagi besok.

Written by boyindra in: Experience | Tags: ,
Sep
21
2009
31

Selamat hari raya Idul Fitri

Udah lumayan gatel juga ini tangan pingin ngetik berbagi info atau sekedar curhat saja di blog ini, maklum baru pindah kerja. Ceritanya rejeki di bulan ramadan ini didapat bertubi tubi setelah selesainya saya bertugas sebagai paskibra. Mungkin karena keikhlasan dalam berpartisipasi untuk 17 agustusan dengan rela berpanas panas dalam latihan yang berminggu minggu, tak dinyana saya mendapat 3 tawaran kerja sekaligus! Tuhan memang Maha Pemurah! gini gini hari bow!

Akhirnya saya terdampar di perusahaan yang buat saya lumayan besar dan megah. Besarnya karena perusahaan ini punya 3000 karyawan lebih, megahnya ya mungkin karena ini hotel casino, jadi designnya memang dibikin seperti itu.

Hanya saja saya suka sentimentil sendiri jika setiap pagi nonton berita tentang pengungsi gempa tasikmalaya yang rumahnya udah amblas dan harus berteduh di tenda tenda pengungsian sedangkan ditempat kerja melihat orang menghabiskan ribuan dollar untuk membeli hiburan dalam bentuk permainan judi. Bahkan di suatu hari di penghujung weekend saya sempet jualan member dengan transaksi lebih dari 1/2 M hanya dalam waktu 2 jam.

Kata temen saya disini saya termasuk katrok dan norak, ya maklum saja la wong ini dunia baru saya je dan saya suka membatin sendiri menyaksikan fenomena hidup yang ndomplang. Antara televisi dan realita hidup. Walau pejabat kita yang koruptor lebih jahat dengan ngembat milliaran rupiah tapi kita khan tidak melihat secara langsung dihabisin apa saja uang nya itu. Kalo anda melihat langsung atau mungkin anda saudaranya, nah baru anda akan rasakan realita hidup yang ndomplang itu.

Saya sunggup berharap agar semua manusia di muka bumi ini yang sedang kena cobaan berat agar bisa kuat dan bangkit kembali karena sesungguhnya roda dunia akan berputar sesuai yang kita inginkan jika kita mau bangkit dari cobaan dan keterpurukan tersebut. Sehingga akhirnya nanti, anda tinggal memutuskan akan hidup di pinggiran atas, pinggiran samping atau lebih suka hidup tenang dengan berada di poros roda saja, sehingga tak tergerus arus putaran hidup.

Akhirnya, ingin rasanya saya sebagi sahabat blogger sekalian mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1430 HIJRIAH, MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.

Written by boyindra in: Experience | Tags: ,
Aug
17
2009
32

Menjadi Paskibra di KBRI Phnom Penh

PaskibraUdara sungguh bersahabat pagi ini dengan agak sedikit mendung sehingga mengurangi panasnya terik matahari. Tak hanya bagi pasukan pengibar tetapi para peserta upacarapun mensukuri mendungnya hari ini.

Tetapi ketegangan para pasukan pengibar tetap terasa, bulir bulir keringat mulai merayap jatuh dari pelipis ke pipi sampai ke bibir sehingga terasa asin. Tapi apa boleh buat, kami tentu tak bisa menghapus keringat itu. Biarlah tetap asin di mulut.

Saat itupun tiba, pasukan mulai bergerak dengan aba aba menuju pembina upacara untuk mengambil bendera yang telah disediakan. Jantung berdegub kencang, konsentrasi diarahkan dengan menghitung gerakan gerakan yang telah dilatih sebelumnya.

Breb! Bendera telah siap untuk dinaikkan, komandan upacara memimpin penghormatan bendera diiringi lagu Indonesia Raya dan wah, begitu leganya sang bendera berhasil naik dipuncak bertepatan dengan selesainya lagu.

Itulah cuplikan pengalaman pribadi yang cukup mendebarkan sebagai pasukan pengibar bendera. Ada rasa haru dan bangga kok ya bisa dipilih sebagai pasukan pengibar bendera, wong seumur umur disekolah juga gak pernah ikut yang beginian. Tapi seragam paskibra dan blog ini yang akan menjadi saksi bisu untuk anak anak saya kelak bahwa bapaknya ini pernah jadi pasukan pasikbra di KBRI Phnom Penh.

Untuk sahabat sahabat blogger sekalian saya turut mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 64 semoga negara ini semakin maju dan rakyatnya makin makmur.
paskibrapelatih

istri

Ps. Numpang nampang foto dengan para pelatih dan Atase pertahanan KBRI Phnom Penh dari kika Bapak Ari Permika, Agus Setiawan, Markus Dwinanta, Achari Hananto, Ahmad Akbar, Kolonel Suyanto, Sayne S Dewi, Zacky Djumhana, Saya, dan Mas Dadang. Serta foto dengan istri.

Written by boyindra in: Experience, kamboja | Tags: ,
Jun
29
2009
32

Diselamatkan Jimat

2bucks1Apakah anda mempunyai Jimat? sesuatu yang anda percayai mempunyai berkah atau sekedar benda yang anda anggap jimat jimatan? Saya punya pengalaman cukup unik dengan jimat saya ini.

Dari dulu sampai sekarang jika tertarik dengan benda tertentu yang unik dan gampang di bawa, saya selalu bilang ke semua orang kalo “ini Jimat gue sekarang.” Lho kok pake sekarang? iya soalnya jimat suka saya ganti kalo udah bosan atau mempunyai barang baru yang lebih unik.

Nah sewaktu bekerja di Vietnam saya mempunyai jimat baru yaitu uang satu lembar pecahan 2 dolar. Karena unik dan langka makanya uang itu selalu ada di dompet saya.Lagi lagi saya ngomong ke orang lain, “ini jimat saya sekarang.”

Suatu hari saya lupa bulannya, sepulang liburan nengok istri di kamboja, saya balik ke Vietnam dengan naik bus. Sudah setengah jalan ke Vietnam, kernet bus bermaksud mengumpulkan passpor para penumpang karena mereka akan membantu kita menulis imigration card yang nantinya kita tanda tangani (lebih enak dari pesawat khan,kalo di pesawat khan kita disuruh nulis sendiri..hee).

Tiba tiba kernet itu menghampiri saya menjelaskan kalo visa saya sudah expired 9 hari yang lalu dan menginformasikan kalo per harinya akan kena denda US$5 dan biaya one entry visa sebesar US$20.

Mendengar penjelasan itu saya cukup kaget juga, soalnya kalo 9 hari artinya sewaktu saya memasuki wilayah kamboja 5 hari lalu, visa saya emang udah expired dan pengunjung gak boleh masuk wilayah kamboja tanpa perpanjangan visa tersebut. Maka dari itu saya menyalahkan pihak bus yang tidak memperpanjang visa saya sewaktu dari vietnam ke kamboja karena kebetulan saya menggunakan jasa perusahaan bus yang sama. Akhirnya pihak bus mengakui kesalahan tersebut dan itu juga merupakan kesalahan pihak imigrasi kamboja yang meloloskan saya begitu saja dan kesepakatan baru,saya cuma diminta membayar perpanjangan one entry visa sebesar US$25 tanpa denda.

Sewaktu merogoh dompet, cukup terkejut bahwa ternyata saya gak bawa uang! total uang di dompet hanya US$18dolar saja, lahh ini mah masalah nih. Saat nelpon istri yang ada malah dimarahin kok gak bawa uang yang cukup. Pikiran saya waktu itu karena di Vietnam selain ada ATMnya, juga karena di Vietnam transaksi tidak memakai US dollar tapi mata uang lokal mereka makanya saya pikir ngapain bawa uang banyak.

Kernet bus ini menyarankan untuk menarik uang ke kasino kasino yang banyak bertebaran di perbatasan/border yang akan kita lewati. wow good idea!

Akhirnya pas penumpang turun untuk istirahat sejenak di border, saya diantar ke salah satu kasino untuk mengambil uang dengan kartu ATM saya. Ternyata tidak cukup mudah, ATM bank yang sangat terkenal di kamboja (sekelas BCA kalo di Indo) ternyata gak ada disana. waduh gawat! para pegawai disana menyarankan untuk cash advance dari kartu kredit.Nah ini masalahnya,saya khan udah mencanangkan hidup bebas hutang sejak 3 tahun yang lalu sehingga semua kartu kredit saya sudah saya tutup.

2 kasino,4 kasino terlewati, semuanya tidak punya ATM untuk mengambil uang tersebut, mesin untuk debit cirrus pun gak ada. Akhirnya saya bilang ke kernet bus untuk pinjam duit ke perusahaan bus itu dulu sekitar US$7 saja, nanti sampai vietnam saya ganti karena mesin ATM untuk bank saya malah ada di sana, malahan deket dengan terminal bus itu. Tapi mereka malah gak mau tahu dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak imigrasi.

Akhirnya tibalah itu bus di perbatasan Kamboja.Semua penumpang turun, setelah di cek keseluruhan administrasi,semua penumpang naik lagi ke bus hanya saya saja yang ditahan. Lebih parahnya lagi, bus saya meninggalkan saya menuju perbatasan Vietnam yang berjarak kurang lebih 500 meter dari perbatasan kamboja.Waduh mati aku, mau diapakan nih saya?

Akhirnya saya diminta memperpanjang visa tanpa denda, tapi saya bilang bahwa saya tidak cukup uang untuk memperpanjang karena uang saya hanya US$18 saja. Sewaktu saya buktikan dengan membuka seluruh isi dompet saya, mereka mulai menghitung dan benar uang itu tidak cukup, tapi petugas itu tiba tiba tertarik dari salah satu lembaran yang ada di dompet saya itu. Yah apalagi kalo nggak si 2 dollar itu.

Saya melihat 2 dollar itu dimasukkan ke dompetnya dan sisa uang untuk visa itu tidak dipermasalahkan oleh dia, bahkan saya malah diantar khusus untuk mengejar bus yang telah meninggalkan saya itu.

Sesampai dipintu bus petugas itu tersenyum dan melambaikan tangan tanda selamat jalan kepada saya,padahal kesan pertama tadi cukup menyeramkan.

Oala..jimat jimat, sekarang dikau pindah ke tuanmu yang baru semoga engkau membawa keberuntungan ke tuanmu yang baru.Sedangkan saya? heee..saya masih punya cukup persediaan uang 2 dollar malah saya kasikan satu lembar ke istri.

“Biar beruntung ma…”

Written by boyindra in: Experience, chit chat, vietnam | Tags: ,
Jun
22
2009
14

Lepas dari kemelekatan

lekat1Habis berkunjung ke blognya mas DM (Daniel Mahendra) tentang begitu sayangnya dengan laptopnya sampe di peringati 1 tahun kebersamaan dengan laptopnya membuat saya terinspirasi untuk membuat postingan ini.

Semuanya berawal sewaktu saya pindah ke Jakarta untuk karir yang baru dengan jabatan manager untuk pertama kalinya. Tidak hanya diri sendiri yang bangga tetapi keluarga besar juga apalagi itu semua diperoleh dengan usia yang masih cukup muda.

1 Bulan bekerja di Jakarta, saya mendapat kiriman dari ayah, dengan tak sabar bungkusan di buka dan saya mendapati sebuah bolpen Montblanc berlapis emas dengan kartu nama ayah yang di baliknya bertuliskan “Congratulation to your career as..”.

Hati begitu gembira, rasanya sayalah yang paling bahagia di tempat kerja waktu itu. Bolpen itu selalu setia menemani hari demi hari dan tanpa disadari selalu memunculkan kreatifitas dan semangat dalam bekerja. Jika punya Hp mahal kayaknya belum sesenang mempunyai bolpen seperti itu. Saya bahkan merasa ada sedikit nyawa ayah saya ada di bolpen itu untuk selalu menyemangati saya agar menjadi manager yang baik.

Suatu ketika sekitar senja, dimana sudah lewat jam kantor, saya masih disibukkan oleh aktifitas di kantor tiba tiba perut merasa sakit dan dengan sedikit tergesa gesa harus pergi ke kamar kecil. Setelah balik dari ruangan kantor pribadi saya yang tidak bercampur dengan rekan kerja yang lain, bolpen itu raib dari meja kerja. Tanya kesana kesini semua staff yang ada disana tidak ada yang mengaku sampai bongkar seluruh kantor hingga membuka komputer untuk access ke kamera cctv(walau bukan nyorot tepat di kantor) tapi tetap nihil.

Kasus saya tutup sampai malam itu, saya tidak mau memperpanjang apalagi sampai memberitahu ke atasan. Dalam perjalanan pulang hati ini sedih sekali seandainya kalo bolpen itu saya beli sendiri mungkin ceritanya akan jauh berbeda, tidak sesedih ini. Keceriaan, semangat dan antusiasme dalam bekerja,semua ada di bolpen itu. Semua partikel partikel itu tertinggal didalamnya. Mendadak tubuh ini begitu lunglai bagai kehilangan sebagian nyawa.

Ditengah kegalauan ini, terdengar suara yang mengatakan kepada saya, bahwa ini semua adalah kemelekatan dan saya harus bangkit untuk melepaskannya.

Tapi kenyataanya tidaklah mudah, malam itu mata ini sulit terpejam, dibantu dengan meditasipun tetap tidak menolong. Bagaimanapun juga saya adalah manusia biasa yang sedang bersedih.

Hari pun berlalu dan sejak itu saya mendapatkan pelajaran untuk menghindari kalo bisa tidak memberi arti terhadap barang apapun. Biarlah benda tetaplah sebuah benda yang bernilai secara nominal.Jadi kalo hilang atau rusak, kalo masih pingin,ya saya akan beli lagi.

Berandai andai jika saja bisa lepas dari semua bentuk kemelekatan itu,mungkin hidup ini akan terasa sangat ringan dan damai.

Written by boyindra in: Experience, Psychology | Tags: ,
Apr
21
2009
26

Songkran: Tradisi mandi basah alaThailand

Minggu kemarin mulai dari tanggal 13 adalah hari raya besar di Kamboja, namanya Khmer New year. Mirip mirip lebaran di Indonesia. Liburan panjang, kota Phnom Penh sunyi senyap karena hampir semua orang mudik. kesempatan ini juga saya pergunakan untuk mengunjungi Thailand yang salah satu negara tetangga dekat Kamboja ini.

Dengan pesawat Phom Penh – Bangkok ditempuh hanya 1 jam saja dan karena bangkok menurut saya gak ada bedanya ama Jakarta,maka tujuan kami yaitu kota Pattaya yang jaraknya hanya sekitar 147 km dari Bangkok Airport, bisa ditempuh kurang dari 2 jam melalui jalan bebas hambatan.

Sesampainya di Pattaya yang sudah lewat sore hari, kami melihat jalan jalan dan banyak sekali orang orang yang bajunya basah, jalanan pun basah, maka istri saya pun mengira bahwa kota ini habis kena hujan.

songtran

Di hotel seperti layaknya hotel resort yang lainnya, banyak buku panduan tourist gratis yang bisa didapat dan mata saya tertuju pada sebuah  judul “City shuts down and turns into a water world for Songkran

songtran2

Ya ampun! saya baru ngeh kalo Thailand hari raya nya juga sama dengan kamboja, hanya beda beberapa hari saja dan tradisi mereka dalam menyambut hari raya tahunan yaitu semprot semprotan air dari tanggal 13 sampai puncaknya hari minggu tanggal 19 menurut salah satu receptionist di hotel tempat saya menginap.

Awalnya tradisi ini kabarnya untuk membuang sial dan persiapan dalam menghadapi Tahun baru, tetapi sekarang ini jadi tradisi tembak tembakan/ semprot semprotan air.

Biasanya tradisi ini dimulai dari siang hari jam 1 siang sampai jam 7 malam. Mobil tangki berisi air mulai menyuplai air ke restorant restorant yang sudah menyediakan drum berisi es batu jadi airnya terasa dingin banget saat kena semprot. mobil lewat semprot, orang naik motor juga kena semprot. Waduh hari pertama saya disana sih fun, maen keceh kecehan kata orang jawa bilang, hari kedua masih ok, hari ketiga rada bete, abis gimana donk, mau keluar kemana mana, mau liat daerah2 wisata kena siram air mulu udah gitu muka juga kena olesan tepung berisi air, gak heran di hari tradisi ini tingkat occupancy hotel rata rata turun, mirip Bali di hari raya Nyepi.

songtran1

Nah kalo buat cowok single, liburan di hari raya pas ada Songkrannya malah kayaknya menyenangkan,khan bisa semprot semprot cewek cewek manis pattaya sekalian ngolesin tepung basah di pipi mereka. Di jamin mereka nggak marah!heee

Written by boyindra in: Experience | Tags: ,

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com WordPress Themes