Feb
27
2010
34

Nyuri kreditnya orang

Didalam dunia internet copas mencopas itu biasa, walaupun banyak blog memberikan disclaimer tentang “boleh copas tapi harus menyertakan sumbernya” pada kenyataannya tetep aja masih banyak yang copas. Buat saya kalo digituin sebenarnya agak keki juga tapi mengingat saya juga suka copas gambar, jadi saya relain aja.

Suatu ketika saya pernah iseng ngecek tulisan saya yang berbau tips di website copy scape itu dan kelihatan ada anak muda ganteng dengan pose lagi petenteng (basa indonesianya apaan yah) menceritakan tips bagaimana cara kuat minum alkohol tanpa mabuk yang notabene copasan dari blog ini. Saya mah cuman geleng geleng keki aja, tapi dalam hati saya ketawa juga, ntar kalo beneran diajakin minum trus gak sesuai dengan teorinya, bukannya malah diketawain..haaa.

Tapi bukan itu yang saya mau sharing, kali ini masih berkisar tentang kehidupan yang “katanya”profesional tetapi ternyata hanya bikin malu dunia profesional aja. Sharing aja agar berhati hati buat rekan rekan atau rekan saudara, atau teman yang akan bekerja di luar negeri.

Di suatu perusahan ada seorang teman manager yang jaim banget, kelihatan pinter dan berpengalaman. Kalo ngomong gak lepas dari kata-kata seperti ini “sewaktu saya di sana…caranya begini..”, “sewaktu di perusahaan A,B,C, saya biasanya..begini..begina..beginul..begindang…hahaha” pernah denger yang kayak gitu?

Suatu waktu, ada proyek baru dari big boss yang harus dilakukan oleh kita para bawahannya, teman ini dapat bagian ini, saya bagian yang lain. Suatu ketika sang teman berkunjung ke kantor saya dan menanyakan soal pekerjaan itu, dia sempet ngelihat kerjaan dan proposal yang saya buat dilayar komputer dan memberikan pendapatnya.

Besoknya di inbox saya, saya melihat emailnya yang ditujukan kepada big boss kami dengan tak lupa cc ke saya lengkap dengan attachmentnya. Saya lumayan kaget juga sewaktu melihat proposalnya, lha kok proposal yang notabene persis punya saya disertakan juga dalam laporannya lengkap dengan namanya yang mengklaim sebagai “prepared by”.

Semua orang pasti keki dan sangat gondok kalo di kerjain seperti itu, apalagi kalo beda kebangsaan, wuiih mungkin itu emosi bisa sampai di ubun ubun. Makanya, saya cuman mau cerita aja, kalo bekerja di luar negeri kudu siap siap dengan hal hal semacam itu agar nggak kaget trus gak bisa nahan emosi trus patah semangat dan ujung ujungnya nanti stress ingin pulang ke tanah air. Mau diajak berantem itu orang juga nggak ngaruh, kadang kita sebagai bangsa Indonesia lumayan minoritas dan suka gak ada power untuk itu. Mau debat debatan dalam bahasa inggrispun bisa bisa anda yang kalah cepat..haaaa. Makanya kudu belajar ngelmu boyin disini.

Akhirnya dalam kasus ini, si teman yang akhirnya malu(gak tau beneran malu nggak dia) setelah mendapat telpon dari saya yang mengatakan begini “Oii bro! the one that you’ve just sent it, I’ve send it to him earlier yesterday. Anyway you’ve got to be fast a little bit lah, if you want to copy mine..heee” dan telponpun saya tutup tanpa peduli suara diseberang sana.

Udah selesai? belon. Langkah selanjutnya anda kudu datang ke boss dan jelaskan tentang apa yang terjadi, kadang sang boss juga nggak ngeh siapa yang nyuri duluan, apalagi kalo si boss berbeda kebangsaan dengan anda dan malah satu kampung (ras maksudnya) dengan teman anda ini. Gunakan communication skill anda agar gak terkesan ngadu kayak anak kecil.

Gimana kalo nggak berani untuk klarifikasi? ya udah terserah anda. Tanggung sendiri akibat selanjutnya.

Written by boyindra in: Psychology | Tags: ,
Jan
29
2010
33

Emang bisa nglihat dari mukanya?

blackjack-tableSejak berkecimpung di dunia per kasino an, baik dari sekala public floor atau tempat judi umum sampai VIP floor, ada hal yang saya pelajari dan sampai sekarang belum bisa adalah menentukan karateristik muka penjudi itu biasanya kayak apa sih.

Karena seringnya pindah kerja dan profesi juga, saya sering berkumpul dengan macam macam latar belakang. Misalnya, sewaktu baru lulus kuliah dan ingin bergabung dengan perusahaan kapal pesiar, kami diharuskan mencari sertifikat pelaut tingkat dasar dan mengikuti pelatihannya 6 hari di akademi ilmu pelayaran di bilangan jakarta utara sana. Suatu waktu seorang bapak bapak tua yang sudah bersertifikat “master”menunjuk salah seorang laki laki kurus dan berkata kepada saya “noh itu noh, pelaut senior tuh! liat aja (maaf) pantatnya. kalo yang gitu modelnya, tu orang kebanyakan di laut.” kata beliau dengan logat betawinya sambil menghisap rokoknya dalam dalam.

Mungkin maksud pak tua itu adalah bahwa pemuda itu pantatnya tipis dikarenakan kebanyakan “jajan” di luar menurut versinya. Ah, apa iya begitu? batin saya.

Mungkin diantara para blogger juga mempunyai pengalaman yang sama mengenai bentuk tubuh atau muka manusia dilihat dari bentuk/ jenis pekerjaannya. Ada yang melihat dari dengkulnya, gaya jalannya, dan lain sebagainya. Ada juga yang suka bikin joke, “muka lu tu muka orang susah” atau kalo di jawa ada yang bilang “kalo aku iki mas balunge balung sugih” alias bakat kaya gak mungkin soro atau menderita.

Asmirandah1Saya termasuk yang tidak percaya dengan yang beginian dikarenakan pengalaman dari pekerjaan saya sendiri sekarang dimana dari kakek kakek kumel, ibu ibu gendut sampai wanita muda mirip Luna Maya saja bermain casino disini. Kenapa jadi tertarik menjadi judul postingan dikarenakan pada suatu siang saya menemui gadis imut mirip asmirandah ala cina bermain blackjack sendirian dengan chips yang menumpuk dihadapannya. Agaknya walau bukan big player dilihat dari kualitas chipsnya tapi si imut itu kelihatan hokky dengan memenangkan banyak kartu di meja dealer.

Wah, ternyata mengklasifikasikan atau menilai manusia dari bentuk mukanya termasuk susah yah, ada yang punya rumus jitu?

Ps. Maaf karena company policy, semua orang termasuk pegawai tidak diperbolehkan mengambil gambar didalam casino. Jadi bayangin aja muka asmirandah main blackjack yah…heeee…khan udah tak sediain gambar meja black jack ama si asmirandah.

Written by boyindra in: Experience,Psychology | Tags: ,
Nov
30
2009
30

Kemanakah kau sahabat blogger?

Gara gara ketemu dengan pembaca blog ini di pameran indonesia di kamboja minggu kemarin, saya jadi berpikir kalo postingan blog ini perlu ditambah jenis kategorinya.

Makanya kalo dilihat di sidebar sekarang ada penambahan 2 kategori yaitu kategori Vietnam dan Kamboja. Maksudnya sudah tentu jika ada pencari informasi yang melalui search engine ingin tau sedikit sedikit tentang negara kamboja dan vietnam yang akhirnya nyasar di blog ini, bisa melanjutkan dengan cerita lainnya hanya dengan mengklik berdasarkan 2 kategori yang ada di sidebar tersebut.

Akhirnya saya kudu edit semua artikel yang saya tulis yang kira kira masih related ama kamboja atau vietnam. Selesai melakukan pengelompokan berdasarkan kategori ini,  saya kok  tertarik untuk membaca beberapa postingan yang sudah lampau sambil mengenang masa lalu (ciee..melankolis ceritanya).

Setelah membaca baca beberapa postingan dan komen semua sahabat sahabat blogger di postingan terdahulu, saya teringat bahwa selama ini banyak juga para blogger yang  saya lupa alamatnya dan tidak pernah saya kunjungi lagi.

Iseng iseng saya klik alamat mereka dan ternyata memang sebagian besar sudah tidak mengupdate tulisannya, kadang saya malah masih ingat kalo di beberapa postingan mereka yang terakhir itu adalah postingan yang masih saya kunjungi.

Ternyata berhubungan dengan sahabat sahabat dunia maya tetap berkesan di hati ini, malah angan kadang melambung jauh dengan berpikir apa yang sedang mereka lakukan sekarang, terutama para blogger yang topiknya lebih ke umum dan kehidupan sehari hari.

Teringat ucapan seorang guru yang mengatakan “0ld friends pass away, new friends appear. The most important thing is to make it meaningful“ yang menjadi landasan saya berpikir bahwa bagaimana kecilnya kita berhubungan baik secara maya maupun nyata, tetapi tetap akan menjadi bagian dari kehidupan kita yang berarti.

Bagaimana dengan anda, selama blogwalking, apakah ada artinya buat
anda?

Written by boyindra in: Psychology | Tags: ,
Oct
17
2009
28

Menangani Politik kantor multiracial

Baca judulnya aja udah ngeri yah….sama….saya juga. Lho kalo sama sama ngeri ngapain di bahas? terus terang kalo udah tingkat multirasial antar negara ini kendalanya emang kompleks banget, bisa dari bahasa, agama, kebiasaan mereka, dan hal hal lain yang sangat subjectif seperti warna kulit misalnya.

Sebenarnya saya bukan pakarnya mengungkap hal ini apalagi menjadi sekelas psikolog, tetapi ini berdasarkan pengalaman saja yang sapa tau bisa dipakai bahan referensi bagi yang sedang stress mengalami situasi tingkat tinggi ini.

Cerita atau bahasan ini sebetulnya akan lebih mengkhususkan politik yang terjadi jika ada kubu/grup antar negara di satu perusahaan. Maksudnya jika ada beberapa grup antar negara berbeda, bekerja di negara yang berbeda pula maka ada kecenderungan mereka akan mencari orang orang yang senegara dengan mereka untuk menduduki jabatan tertentu dan menyingkirkan pekerja yang berbeda negara dengan mereka. Biasanya mereka akan mengincar posisi yang strategis yang mungkin sedang anda jabati. Yang akan mereka lakukan biasanya bermacam macam, dengan membuat jabatan baru yang mirip mirip jabatan anda dan mengambil beberapa yang menjadi tanggung jawab anda sebelumnya, atau tidak memperpanjang kontrak kerja anda (yang ini masih halus)

Tidak disalahkan jika anda mengalami stress tingkat tinggi dalam mengalami tekanan seperti ini karena saya juga pernah mengalaminya walaupun bukan dalam kapasitas sebagai Top management. Sebotol vodka atau red wine hanya menjadi sarana pelarian sementara. untuk itu mungkin yang bisa saya sarankan yaitu,

1. Kenali di posisi mana anda sekarang

Tingkat sapuan ombak berbeda beda sesuai dengan jabatan itu sendiri, apakah anda termasuk mid management, up atau top management (sekelas VP) yang sedang ikut dalam genderang perang.

2. Kenali siapa yang bisa diajak kerjasama/dipercaya

Dalam perusahaan besar kayaknya hampir sama dengan negara kecil bahwa kawan atau grup anda adalah orang orang yang mempunyai kepentingan yang sama. Nggak penting dari negara mana mereka berasal. Yang penting kepentingannya.

3. Selalu mempunyai data yang paling valid

Meminjam istilah orang orang terkenal yang saya lupa bukunya bahwa “information is power” nah, mungkin hal ini tentu saja merupakan senjata ampuh untuk membuktikan bahwa grup anda lebih baik dan dipercaya oleh para pemegang saham/owner.

4. Mempunyai inovasi terbaru

Jika dihadapkan oleh satu atau dua kubu besar yang sedang bersaing, sangat di sarankan mempunyai suatu inovasi atau produk terbaru yang harus anda launch secepatnya yang tentunya berhubungan dengan kontribusi revenue di perusahaan anda. Sesuaikan pengeluaran dan estimasi revenue yang akan di dapat. Yakinkan ini akan berhasil, jika tidak maka dapat dipastikan anda yang akan tersingkir.

5. Informasi tidak boleh bocor

Siapa yang mau naik jabatan, produk/kebijakan apa yang akan diluncurkan, siapa yang akan dipecat, dll pastikan informasi ini tidak bocor saat anda belum melakukannya. Dikalangan mid management biasanya grup ini yang jadi penyebar gosip bahkan bumbu bumbu sudah ditambahkan. Cerita A bisa jadi Z..heee

6. Iklaskan akan keputusan terakhir

Ikhlas itu penting. kadangkala semuanya ini diluar kontrol anda maksudnya kalo emang para pemegang saham atau owner gak suka anda apapun alasannya (namanya juga multirasial). Jika anda atau kalo grup anda dibubarkan ya kudu terima dengan lapang dada. Bukankah masih banyak negara lain yang membutuhkan tenaga profesional seperti anda.

Makanya bagi para profesional yang bekerja di luar negeri dengan kendala seperti ini, sangat disarankan untuk memutuskan hidup bebas hutang. Karena jika sudah bekeluarga anda toh harus memastikan biaya kehidupan, sekolah anak dan lain lain terus ngebul walaupun di saat saat anda nganggur. Tabunganlah yang menghidupkan anda selama anda mencari pekerjaan baru kembali.

Sebenarnya dilapangan ada trik trik yang kadangkala lumayan kotor dan bikin mules kalo diceritakan, tetapi saya lebih suka kecenderungan untuk menampilkan performa yang baik untuk menangani politik kantor ini karena tidak saja boss yang suatu saat akan menyadari kemampuan anda dan siapa tau anda akan dipanggil kembali oleh boss anda di company yang lain, tapi yang lebih penting lagi adalah Yang Maha Kuasa tahu apa yang sudah anda lakukan.

Bukankah Pekerjaan kita adalah Ibadah?

Written by boyindra in: Psychology,business | Tags: ,
Aug
24
2009
24

Jawaban dari sebuah pengharapan

Berhubung disini TV Indonya cuman bisa nangkep Indosiar jadi hanya program TV ini saja yang jadi hiburan kalo mau nonton channel Indonesia.

Saya nggak tau apakah anda suka nonton  “Take me out Indonesia” sebuah program cari jodoh yang saya kira pertamanya lebih ke acara orang cari jodoh buat fun aja atau ada juga yang kelihatan ajang promosi masing masing karir yang bersangkutan (walau keliatannya ada juga sih kayak gitu).

Saya jadi pingin nulis ini karena begitu terharunya episode jumat tanggal 21 Agustus kemarin dimana 2 orang single parents akhirnya mendapatkan jodohnya dari 2 orang twin alias kembar yang masih berstatus single. Agak terlalu awal jika saya berpikir itu suatu jodoh karena cinta, tetapi saya menangkap kesan bahwa itulah suatu moment yang diciptakan yang Maha Kuasa tentang dijawabnya sebuah pengharapan seorang anak manusia.

Saya suka perhatikan 2 single parent itu banyak menerima penolakan dalam episode episode sebelumnya dan saya merasakan juga untuk seorang wanita bagaimanapun kuat mentalnya tentu sakit juga rasanya kalo ditolak seperti itu walaupun ini adalah sebuah TV Show.

Tapi tidak ada yang tidak mungkin dalam kamus Tuhan, status janda boleh saja mempengaruhi positioningnya dalam bertarung dengan banyak peserta single yang lebih cantik dan seksi, tapi dengan keyakinan dan konsistensi, apa yang diharapkan pasti akan terwujud.

Dalam perjalanan dari suatu pengharapan atau keinginan, kadang ujiannya lumayan berat, selain kita harus terus berusaha juga waktu untuk menunggu yang kadang kita pikir tak kunjung datang juga membuat keyakinan kita goyah. Mau terus atau berhenti saja. Maklum sebagai manusia kita khan tidak tahu, berapa lama lagi kita harus menunggu atau melangkah.

Buat yang pernah mengalami pasti memahami maksud saya seperti bagaimana rasanya menanti kenaikan jabatan yang sudah ditunggu bertahun tahun, menanti pekerjaan setelah beratus ratus lamaran pekerjaan dikirim, pasangan hidup yang tak kunjung datang, bisnis yang susah sekali berkembang, dan kasus yang lainnya yang dimana dalam perjalanan pengharapan itu banyak sekali latihan mental yang harus dilalui seperti disindir orang orang terdekat kita, diledek, dijauhi dalam pergaulan, mendapatkan tatapan aneh sampai yang paling parah hancurnya hubungan komitmen dari sebuah pasangan baik dari yang masih pacaran ataupun yang sudah menikah.

Ada beberapa teman yang mempunyai slogan atau kata kata yang menguatkan yang sekiranya bisa rekan rekan blogger ambil. Kalo sudah pernah mendengar ya sukur deh, diantaranya yaitu Badai pasti berlalu, Orang sabar disayang Tuhan, Bersabar dan bertahan lebih lama niscaya kesempatan itu akan datang, Sebuah kesempatan yang baik untuk berinstropeksi diri, Tuhan tidak pernah mencoba umatnya lebih dari kemampuan umat tersebut dan kalo saya pribadi adalah, Mungkin Tuhan masih sibuk menolong orang lain yang lebih parah konsidinya dari saya, jadi tinggal nunggu kapan giliran saya datang, karena saya sangat yakin giliran saya pasti tiba!

Eh saya hampir lupa ngucapin selamat buat para single parent Jessie dan Della yang mendapatkan the twin Wiajaya dan Kusuma, walaupun ini mungkin bukan dari akhir perjalanan. Yang penting diAtas sudah memberi jalan bagi kalian berdua. Kalo seandainya bisa lanjut di jenjang pernikahan, semoga awet selalu sampai kakek nenek.

Duh kok jadi sentimentil gini saya…hahaaa

Written by boyindra in: Psychology | Tags: ,
Aug
11
2009
19

Tips untuk istri: Jika Suami kerja ke LN

Tips singkat. Seperti yang sudah sering saya bahas mengenai nasib hidup kalangan pekerja saat ini yang akhirnya harus memutuskan menjadi profesional di Luar Negeri, perpisahan adalah hal yang menyakitkan bagi pasangan suami istri. Gak suami gak juga istri malah kalo punya anak, semuanya merasa kehilangan dan berat banget untuk berpisah. Tapi apa boleh baut..eh buat, ibarat slogan yang sering kita dengar, “kumpul ora kumpul mangan” kalo memang harus di lakukan ya lakukan.

Dalam postingan sebelumnya (lihat dibawah), saya percaya setiap pasutri pasti mempunyai komitmen dalam perkawinan mereka. Ya iya donk, masak kawin gak pake komitmen..heee, komitmen itu salah satunya saling percaya dan saling setia.

Hanya saja jika sang suami bekerja sendirian di LN, kita percaya kalo di Indo sang suami itu orangnya ngayomi, rajin berdoa dan masih banyak hal positif lainnya. Hanya saja kita harus memperhatikan faktor external yang kadang para istri kurang pengalaman karena tidak tahunya medan yang akan suami hadapi. Jangankan istri, sang suami juga banyak yang “have no idea” apa yang akan terjadi di tempat kerjanya.

Selain faktor internal, faktor external biasanya akan sangat mempengaruhi komitmen pasutri dalam perjalanan perkawinan mereka, misalnya seringnya party atau gathering gathering yang diadakan perusahaan, apalagi perusahaan luar negeri, abis party nah lanjutannya itu tuh. Pengaruh ajakan boss (gak enak nolak) pertama tama disuruh nemenin boss dengan wanitanya lama lama boss bisa mesenin satu untuk suami anda..halah… dan faktor lainnya yaitu pertemanan dengan rekan kerja sekantor yang laki laki diiringi kebiasaan baru sepulang kerja ala bule seperti nongkrong di resto untuk makan malam lalu lanjut di bar, dan lain lain.

Kadang istri yang tidak tahu detail pekerjaan suami hanya bisa berpasrah diri dan menyerahkan sepenuhnya kepada felling aja padahal jaman modern gini ada hal hal yang bisa diantisipasi yang mungkin belum terpikirkan.

Nah berikut tips sangat sederhana untuk di coba sapa tau anda gak kepikiran,

1. Pasang internet Unlimited di rumah

Tujuannya agar anda dan suami serta anak bisa melihat secara langsung (Live) kondisi masing masing secara fisik. Anda bisa download skype atau yahoo messenger untuk video chat. Kalo sang suami bilang mahal dan harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli PC atau Laptop,katakan ini kebutuhan yang teramat penting untuk anak anda atau anda sendiri.Bukankan beli komputer dan pasang internet jauh lebih ngirit dibanding mboyong keluarga kesana khan?heee…

2. Adakan perjanjian waktu kapan suami bisa video call dengan anda setiap hari

Usahakan minta chat setiap hari dengan waktu yang menjelang waktu tidur malam misalnya pukul 20.00 atau 20.30 karena jam jam segini biasanya jam para wanita meminta perhatian buat pasangannya atau suami bersiap siap ngabur ke tempat lainnya..haaa..kayak dukun aja saya…tapi para wanita ngerti donk maksud saya….ehhmmm

3. Pastikan pesan pesan sponsor selalu menghiasi percakapan dalam video call

Dalam ilmu subconscious mind atau ilmu bawah sadar, repetisi adalah hal yang sangat baik untuk memprogram pikiran bawah sadar. makanya anda sering khan lihat iklan baru yang selalu diulang ulang terus dalam satu hari. tujuannya agar iklan itu bisa masuk di benak yang menonton lebih kuat, sukur sukur permanen. pesan sponsor yang di maksud adalah mengucapkan kata cinta, mengingatkan agar selalu setia, anak rindu dan sayang kepada suami, dan lainnya.

4. Tetap lanjutkan dengan SMS di siang hari dan waktu senggang lainnya

Hubungan jarak jauh emang mahal harganya apalagi buat pasutri, kalo masih pacaran sih bisa bisa aja lah. SMS berisi perhatian untuk mengingatkan suami seperti “udah makan siang pa” atau “si kecil lagi kangen lihat foto papanya”  dan cara komunikasi yang lainnya.

Kadang akan terjadi kendala dimana jadwal chating terbentur dengan tugas suami di malam hari ya seperti harus menghadiri party inilah, undangan inilah, gathering yang lanjut di bar,dan lain sebagainya.untuk itu agaknya jika tips nomor satu sampai empat sudah dijalani,agaknya susah sang suami untuk macam macam karena ya itu, anda sudah menanamkan pesan pesan kesetiaan dan perhatian setiap hari di bawah sadarnya sehingga akan mencerminkan prilaku sang suami kedepannya. AMIN

Written by boyindra in: Psychology | Tags: ,
Jun
22
2009
15

Lepas dari kemelekatan

lekat1Habis berkunjung ke blognya mas DM (Daniel Mahendra) tentang begitu sayangnya dengan laptopnya sampe di peringati 1 tahun kebersamaan dengan laptopnya membuat saya terinspirasi untuk membuat postingan ini.

Semuanya berawal sewaktu saya pindah ke Jakarta untuk karir yang baru dengan jabatan manager untuk pertama kalinya. Tidak hanya diri sendiri yang bangga tetapi keluarga besar juga apalagi itu semua diperoleh dengan usia yang masih cukup muda.

1 Bulan bekerja di Jakarta, saya mendapat kiriman dari ayah, dengan tak sabar bungkusan di buka dan saya mendapati sebuah bolpen Montblanc berlapis emas dengan kartu nama ayah yang di baliknya bertuliskan “Congratulation to your career as..”.

Hati begitu gembira, rasanya sayalah yang paling bahagia di tempat kerja waktu itu. Bolpen itu selalu setia menemani hari demi hari dan tanpa disadari selalu memunculkan kreatifitas dan semangat dalam bekerja. Jika punya Hp mahal kayaknya belum sesenang mempunyai bolpen seperti itu. Saya bahkan merasa ada sedikit nyawa ayah saya ada di bolpen itu untuk selalu menyemangati saya agar menjadi manager yang baik.

Suatu ketika sekitar senja, dimana sudah lewat jam kantor, saya masih disibukkan oleh aktifitas di kantor tiba tiba perut merasa sakit dan dengan sedikit tergesa gesa harus pergi ke kamar kecil. Setelah balik dari ruangan kantor pribadi saya yang tidak bercampur dengan rekan kerja yang lain, bolpen itu raib dari meja kerja. Tanya kesana kesini semua staff yang ada disana tidak ada yang mengaku sampai bongkar seluruh kantor hingga membuka komputer untuk access ke kamera cctv(walau bukan nyorot tepat di kantor) tapi tetap nihil.

Kasus saya tutup sampai malam itu, saya tidak mau memperpanjang apalagi sampai memberitahu ke atasan. Dalam perjalanan pulang hati ini sedih sekali seandainya kalo bolpen itu saya beli sendiri mungkin ceritanya akan jauh berbeda, tidak sesedih ini. Keceriaan, semangat dan antusiasme dalam bekerja,semua ada di bolpen itu. Semua partikel partikel itu tertinggal didalamnya. Mendadak tubuh ini begitu lunglai bagai kehilangan sebagian nyawa.

Ditengah kegalauan ini, terdengar suara yang mengatakan kepada saya, bahwa ini semua adalah kemelekatan dan saya harus bangkit untuk melepaskannya.

Tapi kenyataanya tidaklah mudah, malam itu mata ini sulit terpejam, dibantu dengan meditasipun tetap tidak menolong. Bagaimanapun juga saya adalah manusia biasa yang sedang bersedih.

Hari pun berlalu dan sejak itu saya mendapatkan pelajaran untuk menghindari kalo bisa tidak memberi arti terhadap barang apapun. Biarlah benda tetaplah sebuah benda yang bernilai secara nominal.Jadi kalo hilang atau rusak, kalo masih pingin,ya saya akan beli lagi.

Berandai andai jika saja bisa lepas dari semua bentuk kemelekatan itu,mungkin hidup ini akan terasa sangat ringan dan damai.

Written by boyindra in: Experience,Psychology | Tags: ,
Jan
14
2009
40

Yang penting, I’m faster than you!

lari2Beberapa tahun yang lalu setelah bom di bali dan mengguncang industry pariwisata disana, banyak perusahaan terutama hotel hotel mulai mengadakan pengawasan dalam hal security yang cukup extra ketat.

Demikian pula di perusahaan saya dulu, sampai perusahaan kami yang berbasis di Amerika sana mendatangkan seorang corporate security dari amerika untuk men training kita mengenai isu dalam mengantisipasi keamanan.

(more…)

Written by boyindra in: Experience,Psychology | Tags: , ,
Dec
20
2008
38

Anak Balita Lupa Bapaknya?

balitaAda ada saja cara CNN untuk mengupas habis masalah krisis ekonomi global ini. Pagi pagi 2 hari yang lalu di ceritakan tentang kisah keluarga kecil di Jepang, Sepasang suami istri dan 1 anak balita dibawah 3 tahun.

Konon diceritakan bahwa sang suami harus bekerja 14 jam per hari dan 3 jam menuju tempat kerja alias 6 jam bolak balik. total 20 jam setiap harinya. dari jam 5 pagi berangkat dan baru midnight nyampe rumah.

Dalam sesi wawancara dengan sang istri yang ibu rumah tangga itu mengaku bahwa sudah beberapa kali sang buah hati lupa akan wajah ayahnya. Jadi setiap beberapa minggunya si anak menangis karena mengira sang ayah adalah “stranger” alias orang asing.

(more…)

Written by boyindra in: Psychology | Tags: , ,
Nov
11
2008
17

Hotel jobs is sucks?

Suatu hari pukul 8 malam saya pergi ke caffe shop hotel untuk makan malam, berhubung udah laper banget maka saya mengambil makanan di meja buffet daripada memesan menu. Tidak ada manager lain yang makan waktu itu hanya teman baru saya seorang manager proyek yang bekerja sementara untuk keperluan proyek hotel.Teman ini orang Jerman yang sudah melanglang buana ke mana mana, setelah mengambil makanan lalu saya duduk di meja bersama teman saya ini dan kami pun ngobrol ngobrol ringan saja, salah satu obrolan itu adalah mengenai pekerjaan yang kira kira sebagai berikut,

(more…)

Written by boyindra in: Psychology | Tags: , ,

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com WordPress Themes