Jun
07
2010
25

Pak Mentri bawa kabar berita.

Saya paling doyan acara kumpul kumpul yang diselenggarakan oleh KBRI. Selain bisa kumpul kumpul bersama rekan rekan yang jarang dijumpai juga biasa…..makan makan gratisnya…heee.

Pekan kemarin kami ditelpon oleh staff kedutaan disuruh berkumpul kali ini dirumah Pak Dubes karena kami kedatangan tamu penting yang ternyata Pak Mentri Marty Natalegawa, menteri luar negeri kita.

(more…)

Written by boyindra in: business,kamboja |
May
18
2010
26

Ngirit BBM!

Gimana jadinya kalo di Indonesia BBM jadi ditarik tanpa Subsidi. Disini (Kamboja) BBM emang tidak disubsidi, bisa dilihat di gambar berikut.

harga bensin

US$1 sama dengan 4100 real, nah kalo di plang harga menunjukan segitu berarti BBM disini sudah melebihi $1 alias kalo dirupiahkan sekitar Rp.9500an lah perliternya.

motor

Nah foto diatas adalah pemandangan rutin dimana berhubung hampir semua lampu merah disini ada penunjuk detiknya, makanya biar hanya menunggu 30 detikpun di lampu merah banyak motor yang mematikan mesin kendaraannya. Kelihatannya kayaknya mau ngirit banget tetapi kalo semua melakukannya ada enaknya juga lho, hawa sekitarnya tidak menjadi semakin panas.

Sayang hanya motor yang mau melakukannya, kalo mobil jelas mereka nggak mau. hayo buat yang naik motor, sudahkah anda sengirit itu?

Written by boyindra in: business,kamboja | Tags: ,
Apr
09
2010
33

Dirty Old Man

Suatu hari pagi pagi sekali kita udah ngobrol sesama teman di luar teman kantor. yang dibicarain apalagi kalo nggak seputar masalah kerjaan lengkap dengan tokoh utamanya yang tentunya kita kenal…heee… jadi cowok maupun cewek sama aja kalo lagi ngumpul ya suka nggosip juga.

(more…)

Written by boyindra in: Experience,kamboja | Tags:
Feb
08
2010
35

Semua TKI memang pahlawan devisa

Suatu siang di kantin kantor, kami dari berbagai bangsa ada Indonesia, Philipina, Singapura dan India ngobrol ngobrol ringan sambil makan siang. Ngobrol yang ngalur ngidul dengan bermacam macam topik itu sungguh mengasikkan. Selain untuk menambah wawasan juga pengetahuan baru juga tentang tabiat masing masing negara.

Teman saya yang orang philipina itu bercerita bahwa dia sedang berusaha mencari mobil bekas untuk keperluan mobilitasnya, bahkan menurut ceritanya, karena saking ngilernya dengan type mobil tertentu, dia rela meminjam uang kepada teman temannya sesama komunitinya (sesama philipino maksudnya) agar tercapai cita citanya memiliki jenis mobil tersebut.

Lain lagi dengan yang India, dia berencana untuk mengajak kakak iparnya dan anggota saudara yang lain untuk hijrah ke kamboja dalam rangka mendirikan restaurant masakan India yang dinilai belum cukup banyak itu. Saya sempet kasi masukan karena saya lebih lama tinggal di kamboja sini, bahwa banyak resto masakan India yang sudah bangkrut karena kenyataanya mana ada masakan India yang murah? dan sang teman ini cuman angguk angguk aja.

Nah kalo yang orang Singapore ini sedikit beda, karena boss, dia ingin menyalurkan hobbynya dengan membeli motor trail untuk hobby barunya yang tercipta dengan tiba tiba. kok tiba tiba? ya iyalah, kalo di Singapore mana ada duit main yang beginian, nah karena disini dirasa mampu, makanya terciptalah hobby dadakan itu.

Nah yang terakhir kita orang Indonesia ada dua orang, yang satu kemana mana masih naik ojek atau taxi sedangkan saya cukup membeli sepeda motor yang dimana pada waktu itu juga sepeda motor bekas , ada seorang teman yang kepepet sekali perlu uang dan menjualnya dengan harga jauh dari harga pasaran. Pikir pikir merawat motor jauh lebih murah dibanding merawat mobil dan lebih irit dibanding naik ojek secara keseluruhan.

Percakapan diatas memang percakapan sebagian kecil kelompok saja, tetapi kalo di generalisasikan sesuai kebangsaannya, kebanyakan orang Indonesia yang bekerja sementara disini memang hidup yang paling sederhana. Alasanya sudah pasti karena masing masing memanfaatkan kesempatan baik ini untuk menabung dan membawa tabungannya ke daerah/ kampung masing masing. Hal ini tentunya agak sedikit berbeda dengan orang Indonesia yang memutuskan tinggal lama atau yang hidup dengan punya usaha disini. Kalo yang itu malah saya tidak tahu.

Sewaktu bekerja di Singapura negara mana yang staffnya suka overtime buat tambahan gaji, fakta yang saya lihat orang Indo. Dan sewaktu di pelayaran, banyak teman teman yang hanya mengalokasikan sebagian gajinya hanya membeli kartu telepon. Buat telpon orang tua di kampung. Sementara pekerja yang lain banyak menghabiskan gajinya dengan membeli baju/fashion, stereo set, dsb. Malah sesama orang Indo kita malah saling pamer dan lomba berapa banyak kita bisa ngirit dan bawa uang pulang, karena kontrak pulangnya kadang bersamaan.

Makanya dengan mayoritas sifat pekerja kita yang seperti itu, hendaknya pemerintah lebih mendukung pekerja indonesia untuk bekerja di luar negeri tentunya dengan perundang undangan yang lebih berpihak kepada pekerja, minimal memberikan rasa aman, karena rasa aman merupakan kebutuhan utama setiap manusia. Mereka para pekerja Indonesia pulang membawa devisa bagi negara.

Terkadang saya kangen juga untuk ngetes mobil dan ngebut di jalan tol, kalo udah gitu biasanya saya suka SKSD sama teman yang punya mobil dan hang out bersamanya tentunya dengan meminta persetujuannya kalo bisa nyetirin mobilnya..haaa…sayangnya disini juga gak ada jalan tol dan sistem jalan disini semuanya serba blok per blok yang jaraknya hanya per 100 meter saja
udah ketemu pengkolan. Mau ngebut dimana?

Written by boyindra in: Human Resources,kamboja |
Dec
28
2009
32

Semua bentuk rumah sama

Hanya sekedar informasi dan menambah wawasan aja, kalo ternyata orang kamboja itu kurang kreatif dalam membuat rumah. Kalo saya perhatikan 2 tahun belakangan ini, gak orang middle up walaupun yang miskin sekalipun bentuk dan desain rumahnya sama. Mau tau apanya yang sama, mari kita lihat satu persatu.

Sebenarnya rumah asli khmer itu seperti gambar di bawah ini, bawahnya tembok, atasnya kayu atau seng (kalo yang miskin di pedalaman sana).

traditional khmer house1

traditional khmer house

Tapi lambat laun rumah tradisional ini sudah jarang di jumpai di kota walau kebetulan sukur masih ada di kota (jadi gak usah pergi ke desa buat foto..hee), yang ada adalah konsep rumah konsep ruko yang hampir tidak memakai bahan kayu sama sekali kecuali pintu rumah dan furniture.

Percaya deh kalo keliling kota di kamboja khususnya Phnom Penh ini bentuk rumah 95% sama semua..plek deh pokoknya. yang 5% itu pengecualian untuk orang orang yang bener bener high rank/class, biasanya bentuk rumahnya model eropa. Gambar dibawah ini bukan motret ruko tapi itu emang rumah. Yah kalo tempatnya di jalan raya ya mungkin akan di berdayakan sebagai toko juga.

modern khmer house

Saya juga bingung, katanya jajahan prancis, kok model rumah mirip prancis malah gak ada yah? mendingan kita, coba kalo jalan jalan ke bogor, banyak sekali rumah peninggalan belanda yang masih terawat apik disana, sampai salah satu rumah teman saya di bogor itu lantainya masih asli berwarna merah kecil kecil.

Yang lulusan arsitek ama sipil bisa tuh cari pekerjaan disini, asal bisa bahasa inggris dijamin kaya deh..heee..tapi kalo udah kaya harus inget saya yah….haaa

Written by boyindra in: chit chat,kamboja | Tags: ,
Nov
26
2009
27

Indonesian trade and tourism promotion

trade_showTerlepas dari tegangnya hubungan diplomatik antara Kamboja dan Thailand, sepertinya moment ini sangat pas bagi Indonesia untuk mengadakan trade show atau pameran industri dan pariwisata produk produk indonesia.

Acara yang kini diadakan untuk yang kedua kalinya setelah tahun 2008 ini diadakan selama 4 hari dari tanggal 20 sampai 23 November kemarin. Lebih dari 30 stand dari berbagai perusahaan turut meramaikan acara yang di sponsori KBRI kamboja ini, mulai dari industri alat alat pertanian, farmasi, consumer good, dairy product, usaha batik, pertenunan sampai para pemilik restoran indonesia di kamboja. Asik gratis soalnya, gak perlu bayar sewa stand.

Dari pameran ini banyak atraksi kebudayaan yang dilakukan oleh anak anak asli kamboja yang belajar bahasa indonesia di KBRI Phnom Penh ini. Dari menari tari tarian tradisional indonesia hingga fashion show dengan menggunakan busana batik, tak lupa door prize yang membuat pameran selama 4 hari itu tambah semarak.

Pertemuan mengejutkan

Tak ketinggalan ada perjumpaan yang mengejutkan dari pembaca blog ini. Dia adalah mbak Rossi seorang pegawai Deplu yang tengah magang selama 3 bulan di kamboja ini. Sebelum ke kamboja, beliau tengah mencari cari data mengenai kamboja dengan mengetikkan sejumlah keyword di search engine untuk menambah wawasan saja mengenai kamboja sebelum berangkat, dan akhirnya terdamparlah beliau di blog ini. Tak disangka akhirnya kami bertemu muka dan berbincang bincang. Ini kali pertama buat saya bertemu secara nyata karena selama ini hanya berhubungan secara maya kepada rekan rekan blogger atau pencari informasi di blog ini.

Yah..walaupun ditengah kisruhnya negeri kita dengan kasus bank century dan carut marutnya peradilan hukum ini, sebagai rakyat biasa saya juga mengharapkan agar perekonomian indonesia tetap atau malah tambah maju dengan mencengkram industri industri di negara tetangga. Khan kita ikut bangga juga.

Bukankah hal ini juga akan menambah dan memperluas lapangan kerja khan?
Indonesian Expo in phnom penh 2009 004

Ps. Foto mbak Rossi paling kanan dengan ibu ibu KBRI Phnom Penh

Written by boyindra in: business,kamboja | Tags: ,
Nov
17
2009
38

Jambu klutuk tanpa klutuk yang bikin resah

Jambu bangkok tanpa bijiBerita singkat. Yang suka baca koran atau TV mengenai berita internasional pasti udah pada ngikutin kalo saat ini hubungan negara Thailand dengan Kamboja memang lagi runyam.

Belum usai pembakaran kedutaan besar Thailand di kamboja beberapa tahun silam serta ketegangan di perbatasan satu tahun yang lalu gara gara memperebutkan candi yang di klaim milik kedua belah pihak, eh sekarang ada lagi persoalan yang lain yaitu masalah si Thaksin yang diangkat jadi penasehat senior perdana menteri kamboja yang berkuasa.

Buat info aja bagi yang gak tau Mr. Thaksin Shiwanatra (eh gitu ya nulisnya..) adalah mantan perdana menteri yang berkuasa di Thailand. Setelah digulingkan kekuasaannya dan menjadi buron dalam dakwaan korupsi, eh tau taunya malah tambah heboh karena dijadikan penasehat senior oleh Orang nomor satu disini. Di kamboja sini, orang nomor satu bukannya raja tetapi si PM ini, kekuasaannya mirip Suharto pada jamannya. Lebih serem malah tapi saya males mbahasnya.

Sebenarnya bukan politiknya yang saya takutkan, saya jadi terusik gara gara buah favorit saya jambu klutuk bangkok tanpa klutuk lenyap dipasaran, pasti ini gara gara si Thaksin, pikir saya. Ya jelas nuduh, la wong Duta besar masing masing negara aja udah pada saling mudik mungkin hal ini bisa saja berimplikasi dengan kegiatan ekonomi dan perdagangan masing masing negara.

Ternyata bukan hanya si klutuk yang gak ada, susu fresh milk anak saya juga kosong stoknya, bawang merah segede bola golf asal thailand juga mulai dikit ,gimana mau bikin telor dadar. Maklum kamboja memang belum punya teknologi dan infrastruktur untuk memproduksi dairy produk dan segala macam jenisnya, semuanya import dari negara negara tetangga Asean termasuk Indonesia.

Sekarang tinggal nunggu aja, gimana kelanjutan ceritanya…pufff..mbok ya perang politik gak usah nyamber nyamber ke wilayah ekonomi gitu lho.

Jambu…jambu..kapan kau datang lagi.

Written by boyindra in: business,kamboja | Tags: ,
Nov
11
2009
27

Yang itu TV atau Handphone?

Kamboja memang banyak liburnya, baru minggu kemarin libur water festival sampai 5 hari, senin ini masih ada libur juga, maklum dalam setahun kamboja mempunyai 25 hari libur resmi, makanya maap agak jarang posting. Kalo ada yang ingin tahu apaan sih water festival di Kamboja itu, bisa baca postingan saya tahun lalu disini. Nah cerita kali ini terinspirasi gara gara tadi malam ikut menghadiri kondangan pernikahan teman istri orang kamboja sini. Selain belum pernah menghadiri pernikahan a la kamboja, juga penasaran dengan adat dan entertainment mereka.

Pernikahan a la kamboja sekarang dengan a la vietnam ternyata hampir sama, makan disajikan dengan set menu bergaya cina, maksudnya kalo gaya cina itu pasti di mejanya ada “lazy suzan” ditengah tengah meja. lazy suzan adalah meja bundar yang bisa diputar sehingga sewaktu makanan disajikan, para hadirin di meja itu bisa menikmati bergantian dengan memutar meja tersebut untuk mengambil makanan.

Yang berbeda adalah cara penyambutannya. Kalo di vietnam mempelai duduk dipanggung yang sudah disediakan sedangkan di kamboja mereka nungguin di depan gerbang dan aturannya selama menunggu tamu/undangan yang datang mereka bisa bolak balik berganti baju pengantin dengan pakaian khas mereka yang berbeda tentunya selama 12 kali! wuihh..capek bener nikah yak…heee

Perbedaan yang khas adalah di kamboja terkenal dengan acara yaitu “saravan atau Ruongbong” yaitu menari bersama antara pria dan wanita diiringi alunan musik yang riang, mirip pesta orang orang batak jika ada pesta.

poco2 kamboja

Nah ini yang mau saya ceritakan, walau bukan bermaksud mengeneralisasikan semua cowok kamboja, tapi memang pada waktu itu banyak teman istri yang cowok cowoknya pada membawa handphone…heee..pada bingung khan maksud saya?

Saya pun juga sempet ditanya oleh salah seorang yang SKSD (sok kenal sok dekat) sama saya, sambil menunjuk ke istri yang sedang berbincang dengan teman, si SKSD ini bertanya ke saya “maaf, Yang itu yang bersama kamu, TV apa handphone?” terus terang saya nggak ngerti maksud perkataannya, maklum di kamboja saya bukan anak gaul, akhirnya saya cuman cengengesan aja merespon pertanyaannya.

Terakhir setelah tanya ke istri akhirnya saya tahu bahwa yang dimaksud TV itu istri kalo Handphone adalah istri -istrian..haaa..dasar…alasannya adalah kalo TV itu barang yang lumayan lama digantinya kadang malah gak pernah diganti walau sudah rusak dan tv juga bukan barang yang suka ditenteng tapi kalo handphone adalah barang yang kalo lagi model baru suka dibeli, diganti dan di tenteng kemana mana.

Malam itupun cukup banyak “handphone” bertebaran di ballroom tempat acara pernikahan diadakan dan memang jika dibandingkan dengan sang pria, si handphone ini emang cukup “bening bening”, sangat kontras dengan yang “nenteng”.

Sekali lagi maap, bukan bermaksud sekali lagi menggeneralisasi cowok cowok kamboja, tapi kalo di indo biarpun mereka punya banyak “handphone” tapi kayaknya jarang deh sampe ditenteng ke pesta pernikahan.

Apa karena kita lebih munafik? ah, anda sendiri yang tau jawabnya

traditional khmer dress

Ps. Kalo yang ini (foto diatas) semuanya dijamin TV, biar berat bawa tabungnya tapi mesti dibawa..heee

Written by boyindra in: Experience,kamboja | Tags: ,
Oct
05
2009
30

Sampai Jumpa lagi

Judul ini jangan diartikan macam macam, berhubung penulisnya males ngasi judul panjang panjang jadilah judul seperti itu.
Minggu kemarin para warga Indonesia di Kamboja di undang acara perpisahannya Bapak Kolonel Suyanto, Atase pertahanan RI untuk kamboja serta memperkenalkan pejabat baru yang menggantikannya.

Dalam acara perpisahan dan perkenalan pejabat baru dihadiri tentu saja oleh bapak Dubes. Sejak merantau di negeri sekecil kamboja dan cukup aktif di berbagai kegiatan yang diselenggarakan KBRI, saya sebetulnya cukup kagum dengan para pejabat pejabat ataupun staff kedutaan yang cukup merakyat dan membumi. Tidak hanya pada kegiatan resmi tetapi juga kegiatan dadakan tak resmi.

Mengenal sosok Kolonel Suyanto ini tidak seperti berhadapan dengan sosok ABRI yang sangar dan pejabat yang full protokoler, beliau sangat santun dan kami bahkan seperti mengenal seorang pejabat sipil biasa. Bertandang ke rumahnya itu biasa, diajak makan, nyanyi karaoke lagu lagu Indonesia terbaru juga bisa padahal program program beliau membuat negara kamboja dan Indonesia mempunyai hubungan yang semakin mesra seperti dengan dibukannya kerjasama pelatihan pasukan elite kamboja oleh koppassus kita secara berkala. Sewaktu hari raya Idul Fitri beberapa minggu yang lalu, pasukan paspamres kita juga tiba untuk mendidik paspamresnya kamboja. Sebagai seorang prajurit mereka sudah biasa tidak memperingati hari raya bersama keluarga, malahan bertugas di negeri seberang, demikian waktu saya tanya dikesempatan yang lalu.

DSC03347

P240909_13.09

Kebetulan dalam acara perpisahan itu kami kedatangan tamu istimewa yaitu mas Bambang Hertadi Mas atau suka dipanggil mas Bambang Paimo. Beliau adalah pengayuh sepeda dan pendaki gunung yang sudah berlanglang buana di belahan dunia ini, dari Asia sampai Amerika Latin. Pada kesempatan bertandang di kamboja ini, mas Imo sedang dalam perjalanan mengarungi 4 negara ASEAN yaitu Vietnam, Kamboja, Laos dan Thailand dengan naik sepeda, beliau juga seorang pendaki dengan mendaki tak kurang dari 56 puncak gunung di kawasan Asia dan Amerika. Sosoknya yang sederhana ini ternyata merupakan pengembara solo (tunggal/sendirian) yang cukup handal.

DSC03366

Untuk itu dua duanya saya ucapkan selamat jalan dan sampai jumpa lagi. Semoga di dunia yang kecil ini kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan.

Written by boyindra in: Experience,chit chat,kamboja | Tags: ,
Aug
17
2009
36

Menjadi Paskibra di KBRI Phnom Penh

PaskibraUdara sungguh bersahabat pagi ini dengan agak sedikit mendung sehingga mengurangi panasnya terik matahari. Tak hanya bagi pasukan pengibar tetapi para peserta upacarapun mensukuri mendungnya hari ini.

Tetapi ketegangan para pasukan pengibar tetap terasa, bulir bulir keringat mulai merayap jatuh dari pelipis ke pipi sampai ke bibir sehingga terasa asin. Tapi apa boleh buat, kami tentu tak bisa menghapus keringat itu. Biarlah tetap asin di mulut.

Saat itupun tiba, pasukan mulai bergerak dengan aba aba menuju pembina upacara untuk mengambil bendera yang telah disediakan. Jantung berdegub kencang, konsentrasi diarahkan dengan menghitung gerakan gerakan yang telah dilatih sebelumnya.

Breb! Bendera telah siap untuk dinaikkan, komandan upacara memimpin penghormatan bendera diiringi lagu Indonesia Raya dan wah, begitu leganya sang bendera berhasil naik dipuncak bertepatan dengan selesainya lagu.

Itulah cuplikan pengalaman pribadi yang cukup mendebarkan sebagai pasukan pengibar bendera. Ada rasa haru dan bangga kok ya bisa dipilih sebagai pasukan pengibar bendera, wong seumur umur disekolah juga gak pernah ikut yang beginian. Tapi seragam paskibra dan blog ini yang akan menjadi saksi bisu untuk anak anak saya kelak bahwa bapaknya ini pernah jadi pasukan pasikbra di KBRI Phnom Penh.

Untuk sahabat sahabat blogger sekalian saya turut mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA KE 64 semoga negara ini semakin maju dan rakyatnya makin makmur.
paskibrapelatih

istri

Ps. Numpang nampang foto dengan para pelatih dan Atase pertahanan KBRI Phnom Penh dari kika Bapak Ari Permika, Agus Setiawan, Markus Dwinanta, Achari Hananto, Ahmad Akbar, Kolonel Suyanto, Sayne S Dewi, Zacky Djumhana, Saya, dan Mas Dadang. Serta foto dengan istri.

Written by boyindra in: Experience,kamboja | Tags: ,

Powered by WordPress | Aeros Theme | TheBuckmaker.com WordPress Themes