Category Archives: Human Resources

Pelatihan Leadership oleh Kopassus di Batujajar, Bandung

Sungguh mengejutkan dan tidak pernah terbayangkan bahwa setelah berkarir selama ini dan mengikuti banyaknya seminar, pelatihan dan lokakarya dari berbagai lembaga dan institusi akhirnya ditugaskan perusahaan yang dimana kali ini cukup berbeda dan menarik, yaitu Pelatihan Leadership oleh Kopassus di salah satu markasnya di Batujajar, Bandung.

Pelatihan ini benar benar sangat berbeda dengan apa yang pernah saya dapatkan sebelumnya. Pada saat kami memasuki markas Kopassus saja sudah terpampang tulisan besar yang kira kira berbunyi “Bila ragu Silakan kembali sekarang juga” buset deh….

Read more »

Hotelier Karbitan

Bagi para mahasiswa lulusan perhotelan di era tahun menjelang 2000an, mereka merasakan tidak enaknya lulus pada tahun tersebut, selain jamannya krismon ditambah banyaknya pengusaha yang mengemplang dana pinjaman atau terkenal dengan istilah BLBI. Hingga setelah tahun 2000 pun dengan maraknya sekolah perhotelan khususnya di Bali banyak kalangan menyebutnya dengan era “Over Supply” alias kebanyakan muridnya dibanding jumlah hotelnya. Tak heran dari 30 orang teman saya di kampus hanya kurang dari 10 yang tetap berkarir di perhotelan, itu yang kami ketahui dari grup Facebook yang kami buat.

Read more »

Chef Celebrity Karbitan

Buat pembaca yang berada di Indonesia, sekarang ini sedang marak maraknya acara TV mengenai cooking dan mengetengahkan banyaknya Chef muda yang cantik cantik atau ganteng dan akhirnya terkenal dengan Chef Celebrity.

Pertama kali saya cukup takjub juga bahwa banyak akhirnya seni kuliner sangat dihargai dan tentunya jika rating TV tersebut naik yang pada akhirnya banyak TV lain melakukan program yang sama. Hanya saja jika kita melihat acara acara tersebut buat yang sudah lama berkecimpung di dunia pariwisata khususnya di perhotelan, kita semua tahu bahwa orang yang “biasa” disebut dengan “CHEF” adalah seseorang yang sangat banyak pengalaman dibidangnya dan sudah melalui tahapan tahapan jabatan di departemen F&B (Food and Beverage) Production yaitu dimulai dari yang namanya sebagai berikut,

Read more »

Cara efektif naik jabatan, pindah pindah kerja!

Lama juga tidak mengupdate blog ini terutama hal hal yang berkaitan dengan dunia perhotelan. Januari kemarin kebetulan saya menemani boss berkunjung ke bali, mencoba beberapa hotel baru dari yang bintang 4 sampai 6..heee…kalo kerjaan yang satu ini memang kelihatan asik walau sebenarnya sarat tugas didalamnya.

Nah, tidak terduga ternyata tugas berkunjung kemarin itu saya bertemu dengan banyak (lebih dari 10 orang) teman teman di eks hotel yang dulu…..benar benar gak diharapkan karena selain saya tidak pernah kontak lagi, mereka mereka ini juga tidak ada di list social network saya mulai dari FB, Linkedin sampai twitter. Ternyata mengasyikan juga bisa menjadi bahan reuni dan berbagi pengalaman.

Dari banyak pengalaman tersebut buat pembaca blog ini yang mungkin kebetulan ada hubungannya dengan dunia pariwisata ternyata untuk mendapatkan karir yang lebih cepat naik adalah sambil bekerja secara konsisten juga harus rajin rajin pasang mata pasang telinga, memperluas jaringan di hotel lain untuk kesempatan melamar dengan kondisi naik jabatan tentunya. Bagaimana kalo naik gaji? untuk hal ini agaknya kudu berhati hati karena seringnya pindah perusahaan hanya untuk gaji, dimata pewawancara anda akan tampak bodoh dan dianggap tidak bisa menyesuaikan dengan sistem dan suasana kerja di tempat yang lama. Maka dari itu tips tips yang bisa saya rangkum ini dari pengalaman yang sudah saya lewati mungkin bisa berguna, yaitu:

Read more »

Cara permohonan pendirian/perombakan sekolah

Benernya ini bukan ngajari secara teknis bagaimana caranya, melainkan sharing pengalaman bapak saya dalam mendirikan sekolah untuk desa kami di Bali yang ternyata gak ruwet ruwet amat dalam pengajuannya.

Bulan yang lalu saya sempat liburan ke kampung halaman dan persis di belakang rumah kami terlihat bangunan baru yang tampak seperti sekolahan. Ternyata setelah saya tanya, itu salah satu proyek ayah yang sedang dikerjakannya. Saya cukup heran juga dan bertanya bagaimana desa bisa membangun sekolah dengan 6 ruangan ini. Kalo untuk tanahnya saya paham persis kalo tanah itu adalah tanah desa, tetapi walaupun dana pengelolaan LPD di desa saya sekitar lebih dari 16Milliar dan berpopulasi hanya sekitar 2000 KK saja, tidak mungkin desa membuatkan itu semua.

Read more »

Kebiasaan berbahasa 4L4Y

Dalam dunia perhotelan, segala sesuatunya adalah image, dari mulai dekorasi, interior sampai segala perlengkapan makanan dan minuman, gelas gelas yang up to date semuanya menunjang lifestyle dan positioning dari hotel tersebut.

Kalo mengenai human capitalnya tentnunya berkenaan dengan bagaimana menjadikan tenaga tenaga pekerja kita menjadi tenaga trampil dan mempunyai postur tubuh yang baik, rambut yang rapi, baju yang bersih, kuku yang tidak panjang, dan lain sebagainnya.

Read more »

Proses recruitment yang tidak adil

Minggu kemarin teman saya di perusahaan yang berbeda mengeluhkan bossnya karena suka mengambil keputusan sendiri jika akan merekrut karyawan untuk pegawai hotel yang notabene akan menjadi anak buahnya.

“emang kenapa” tanya saya waktu itu. Dia beralasan si boss tidak begitu mempertimbangkan latar belakang pendidikan, asal muka ok dan komunikatif maka untuk urusan sekelas R&F atau tingkat pelaksana tidak akan menjadi persoalan.

Read more »

Peduli Angka

Semenjak menjadi salah satu pimpinan di perusahaan yang sekarang, agaknya ada pola tertentu yang tercipta yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Dengan target tahunan yang harus di capai, praktis yang harus dilihat adalah angka realisasi terhadap anggaran baik harian maupun bulanan hingga per quarter atau per 4 bulan. Tiap hari yang di baca pertama kali adalah laporan harian yang menandakan sampai dimana bisnis kita berada. Hati gemas jika saat bisnis sepi terlihat tanda kurung dikolom selisih yang menandakan apa yang kita upayakan masih kurang demikian juga sebaliknya. Kalo sudah begitu hari hari rasanya kurang, 12 jam ditempat kerja rasanya kurang cukup untuk memenuhi hal hal yang ada di kepala ini.

Hanya saja ada hal yang rasanya cukup aneh, jika saya merasa pasrah atas kondisi yang terjadi, tiba tiba begitu banyak bookingan atau bisnis datang yang pada akhirnya pada akhir bulan rata rata penghasilan yang kita anggarkan ternyata tercapai.

Jika melihat anak buah, saya ingat diri sendiri beberapa tahun silam, yang dimana kita bekerja dengan plot yang sudah digariskan dan tidak begitu perduli angka yang di raih, sekilas pasti ingin tahu juga tetapi bukanlah hal yang essential.

Ora et Labora alias bekerja dan berdoa agaknya slogan yang cocok buat saya agar bisa lebih menyadari bahwa segala sesuatunya bukan mutlak berada pada kontrol kita, dan bukan pada sebuah indikator atas kerja keras kita. Ada tangan tangan yang tak terlihat yang agaknya juga mempengaruhi dari hasil yang kita upayakan. Ada pengalaman lain umpamanya di tempat kerja lain atau pas di bangku sekolah atau kuliah misalnya antara ngotot versus pasrah?

Sanksi untuk Citibank

Baru baca di kompas kemarin soal sangsi dari Bank Indonesia (BI) untuk citibank yaitu ada 3 sanksi, Sanksi pertama berupa larangan menjaring nasabah kaya dari Citigold selama satu tahun. Sanksi kedua berupa larangan penerbitan semua jenis kartu kredit selama dua tahun. “Sanksi ketiga, bank juga dilarang menggunakan jasa penagih utang atau debt collector selama dua tahun.

Untuk orang yang memang tidak berhubungan dengan Citibank agaknya dari komentar komentar yang masuk banyak yang menghujat dan menilai kalo hukumannya sangat sangat ringan. Tapi bagi saya sendiri yang dulu pernah kerja disana dan gara gara Amrozi cs ngebom bali di tahun 2002 kemarin sehingga mengakibatkan card center kami ditutup, hal itu bukanlah sesuatu yang mudah.

Perlu diingat yang bermasalah sebenarnya adalah para pelaku dan pengambil keputusan alias bos bos disana yang menggunakan jasa debt collector serta masalah oknum nyong melinda yang membobol untuk kepentingannya sendiri. Dari oknum oknum ini kalo sampai berimbas dari ratusan orang yang mencari kerja di Citibank agaknya sangat kurang bijaksana mengingat mencari pekerjaan baru selalu merupakan hal yang sulit.

Yang paling apes dari hal ini adalah pekerja sales KK yang dimana mereka ini bekerja untuk Citibank tapi bukan under Citibank alias mereka bekerja di perusahaan yang ditunjuk oleh Citibank untuk membantu penjualan KK tersebut atau bisa disebut juga jasa outsourcing yang gaji basic dan bonusnya dibayar oleh Citibank. mereka ini jumlahnya lumayan banyak, bayangkan kalo jumlah ini dikalikan oleh banyaknya kota kota besar di seluruh indonesia mengingat KK Citibank ini merupakan salah satu KK terbanyak peredarannya di Indonesia.

Duh,..nganggur maning, nganggur maning….saya teringat kehidupan saya dulu yang lumayan baik dan akhirnya harus over kredit mobil gara gara card center saya ditutup dan lumayan terseok seok untuk bangkit kembali.

Saya tidak bermaksud menyalahkan siapa siapa tapi yang jelas, nganggur itu tidak enak, apalagi masih ada rentetan dibelakang kita yang memang hidup dari hasil kerja keras kita ini. Semoga mereka mereka yang menjadi korban dari oknum oknum tersebut mendapatkan perlindungan dari Yang Maha Kuasa. Amin

Terjebak dalam Jabatan

Suatu hari saya dikirimin oleh seorang teman lama yang singkatnya kira kira seperti ini..”tolongin donk cariin gue kerjaan..yang kira kira sesuai dengan jabatan gue sekarang…”.

Lalu saya balas seperti ini,” ada bro, tapi levelnya turun nih, kalo paket gue rasa ok banget lah..”

Seperti judul diatas, bisa ditebak, kalo kawan lama saya ini jelas menolak informasi yang saya beri. Saya sebenarnya gak menyalahkan orang orang yang berpikiran bahwa jabatan lebih penting dari uang, karena bapak saya sendiri juga sering bilang yang saya lupa bahasa jawanya yang pake imbuhan “katut..katut…” yah yang intinya dengan jabatan yang baik, otomatis uangnya juga akan ikut baik.

Sekali lagi saya nggak menyalahkan opini seperti itu, saya pun juga waktu masih baru baru kerja juga mempunyai pedoman yang sama, hanya saja yang saya lakukan tidak membabi buta pindah ke perusahaan lain yang menawarkan jabatan yang lebih baik. Alasan saya cukup simple saja yaitu bahwa perusahaan pun punya kasta!

Sewaktu bekerja di industri perhotelan, saya punya jabatan rangkap yang teman teman blogger mungkin sudah mengetahui jika mengikuti blog ini dari dulu bahwa saya dulu seorang penjual kartu kredit. Seperti halnya sales kartu kredit, pengetahuan tentang perusahaan mana dan jabatan apa saja yang memenuhi kriteria untuk di prospek adalah hal basic yang seluruh sales harus ketahui agar pekerjaannya tidak sia sia. Apa yang digariskan dari perusahaan itu yang kita harus turuti agar prospek kita mendapatkan approval dari bank dan akhirnya kita juga yang akan menikmati komisi atau bonus.

Seiring dengan pengalaman itulah, mengetahui level suatu perusahaan satu dengan yang lainnya menjadikan pengetahuan baru bagi saya. seperti contoh: seorang supervisor di suatu perusahaan A dari slip gajinya dapat dilihat bahwa penghasilannya lebih besar daripada seorang Director di perusahaan B. Tidak percaya? jadilah sales kartu kredit…heee… bahkan si supervisor ini malahan dapat incentive berupa Handphone dan pulsanya serta mobil perusahaan yang walaupun catnya penuh dengan logo perusahaannya tapi boleh dibawa pulang ke rumah.

Dalam cerita yang lain, saya punya bekas anak buah yang cukup agresif dan berambisi untuk sukses di usia muda, hal yang sangat positif tentunya. Teman ini akhirnya bisa mewujudkan cita citanya untuk menduduki jabatan yang diinginkannya dengan cara berpindah pindah pekerjaan di perusahaan yang lebih kecil dari perusahaan kami sebelumnya di luar kota Jakarta sana. Waktu berlalu, sekali lagi dengan ke agresifannya dia mencoba melamar lagi di perusahaan perusahaan besar dengan posisi yang sama. Dengan kualifikasi yang dimilikinya, Pihak HR sangat senang mendapatkan calon yang berkompeten seperti dia, hanya saja dilihat dari segi pengalaman, mereka menawarkan jabatan turun 2 level dari jabatan yang didapatnya sekarang. Gaji? jelas lebih besar dari yang didapatnya sekarang. Apakah mudah bagi seorang teman ini untuk memutuskan? sangat manusiawi, jawabannya “tidak mudah”.

Ini gambaran anak anak muda sekarang pada umumnya, untuk menutupinya, mereka bergaya hidup diluar kemampuan mereka hanya untuk memPASkan seorang yang mempunyai jabatan ini kudu punya barang, gadget, mobil yang sesuai dengan jabatannya, padahal kreditnya sangat menjerat leher kalo tidak, bisa dipastikan dalam acara networking dengan rekan rekan kerja yang lain akan menjadi bahan candaan saja.

Tidak susah sebenarnya untuk menentukan kasta dari suatu perusahaan, asal emosi tidak menguasai dalam mengambil keputusan, anda tak akan terjebak dalam jabatan tak berduit itu.