Category Archives: Human Resources

Jaman anak Millenials atau Gen Y

Mengelola sebuah hotel dan bertanggung jawab penuh atas operasional serta hidup mati gajiannya para karyawan ternyata sangat menyita waktu,  sehingga kegemaran akan menulis sudah hampir terlupakan. Hanya saja sarana menulis ini sedikit membantu sebagai sarana curcol alias curhat colongan.

Booming nya industri perhotelan memaksa pihak human resources sulit dan kelimpungan untuk mencari pegawai pegawai yang handal tentunya karena supply tidak sebanding dengan demand atau permintaan, sehingga banyak sekali hotelier karbitan yang dimana banyak yang bukan merupakan lulusan pariwisata maupun perhotelan. Dengan sedikit polesan training yang intensive maka diharapkan hotelier ini bisa mengikuti ritme kerja di hotel. Soal mentalitas menjadi seorang Hotelier yang baik…wah ini takes time!

Jaman Millenials ini atau lebih gampangnya anak anak yang lahir kurang dari 30 tahun yang lalu atau yang baru kuliah di awal awal tahun 2000-an memang memerlukan perlakuan yang berbeda. Jika banyak mempunyai karyawan dengan tipe ini alias berumur 30 kebawah maka karateristik dari model anak macam ini yang patut kita ketahui adalah;

1. Mereka hidup berdampingan dengan teknology alias rata rata anak anak ini jauh dari gaptek lah, diajarin system hotel apalagi memodifikasi photo sederhana rata rata pada bisa. Social media, cari tiket murah barang bagus mereka banget lah.

2. Suka gaya yang berbeda atau membuat differensiasi dalam pekerjaannya, bagus sih kita bisa dapat staff yang kreatif.

3. Percaya diri, punya kriteria karir yang tinggi, pingin cepet naik karir gaji tinggi makanya anak anak ini banyak pingin tau nya dan banyak belajar.

4. Kekuranganya mereka ini saking banyak yang di mau sehingga kurang fokus walau banyak juga yang serius, pondasi knowledge apalagi mental belum siap sudah suka resign atau berhenti pekerjaan cari kerja yang lain atau loncat loncat perusahaan.

5. Sangat susah untuk puas untuk anak anak yang lahir di jaman ini. Alias banyak keinginannya.

6. Yang terakhir adalah yang menonjol adalah “it’s all about me” ya gitu deh, pokoke gue

Kudu pinter pinter untuk mengatur dan mengarahkan anak anak jaman sekarang agar produktifitas perusahaan bisa terus maju karena mereka sebenarnya bisa mewujudkannya, salah salah anda yang lemot alias lambat bisa jadi pemilik perusahaaan bisa memberikan peluang untuk menggantikan anda. Kasian padahal anda jauh berpengalaman dibanding anak anak ini yang memberikan impresi di depan dan sifatnya sesaat doank apalagi jika itu berkaitan dengan leadership management. Lain halnya kalo teknologi ya, mereka jago nya.

Banyak banyaklah untuk melemparkan ide dan menerima masukan masukan mereka, jika itu sesuai, berikan kebebasan berkreasi dengan controling system yang anda kuasai tentunya akan sangat efektif untuk perusahaan.

Siap siap balapan pulang malam ama mereka, khan mereka gak ada yang nungguin di rumah…haaa…

 

 

Pelatihan Leadership oleh Kopassus di Batujajar, Bandung

Sungguh mengejutkan dan tidak pernah terbayangkan bahwa setelah berkarir selama ini dan mengikuti banyaknya seminar, pelatihan dan lokakarya dari berbagai lembaga dan institusi akhirnya ditugaskan perusahaan yang dimana kali ini cukup berbeda dan menarik, yaitu Pelatihan Leadership oleh Kopassus di salah satu markasnya di Batujajar, Bandung.

Pelatihan ini benar benar sangat berbeda dengan apa yang pernah saya dapatkan sebelumnya. Pada saat kami memasuki markas Kopassus saja sudah terpampang tulisan besar yang kira kira berbunyi “Bila ragu Silakan kembali sekarang juga” buset deh….

Read more »

Hotelier Karbitan

Bagi para mahasiswa lulusan perhotelan di era tahun menjelang 2000an, mereka merasakan tidak enaknya lulus pada tahun tersebut, selain jamannya krismon ditambah banyaknya pengusaha yang mengemplang dana pinjaman atau terkenal dengan istilah BLBI. Hingga setelah tahun 2000 pun dengan maraknya sekolah perhotelan khususnya di Bali banyak kalangan menyebutnya dengan era “Over Supply” alias kebanyakan muridnya dibanding jumlah hotelnya. Tak heran dari 30 orang teman saya di kampus hanya kurang dari 10 yang tetap berkarir di perhotelan, itu yang kami ketahui dari grup Facebook yang kami buat.

Read more »

Chef Celebrity Karbitan

Buat pembaca yang berada di Indonesia, sekarang ini sedang marak maraknya acara TV mengenai cooking dan mengetengahkan banyaknya Chef muda yang cantik cantik atau ganteng dan akhirnya terkenal dengan Chef Celebrity.

Pertama kali saya cukup takjub juga bahwa banyak akhirnya seni kuliner sangat dihargai dan tentunya jika rating TV tersebut naik yang pada akhirnya banyak TV lain melakukan program yang sama. Hanya saja jika kita melihat acara acara tersebut buat yang sudah lama berkecimpung di dunia pariwisata khususnya di perhotelan, kita semua tahu bahwa orang yang “biasa” disebut dengan “CHEF” adalah seseorang yang sangat banyak pengalaman dibidangnya dan sudah melalui tahapan tahapan jabatan di departemen F&B (Food and Beverage) Production yaitu dimulai dari yang namanya sebagai berikut,

Read more »

Cara efektif naik jabatan, pindah pindah kerja!

Lama juga tidak mengupdate blog ini terutama hal hal yang berkaitan dengan dunia perhotelan. Januari kemarin kebetulan saya menemani boss berkunjung ke bali, mencoba beberapa hotel baru dari yang bintang 4 sampai 6..heee…kalo kerjaan yang satu ini memang kelihatan asik walau sebenarnya sarat tugas didalamnya.

Nah, tidak terduga ternyata tugas berkunjung kemarin itu saya bertemu dengan banyak (lebih dari 10 orang) teman teman di eks hotel yang dulu…..benar benar gak diharapkan karena selain saya tidak pernah kontak lagi, mereka mereka ini juga tidak ada di list social network saya mulai dari FB, Linkedin sampai twitter. Ternyata mengasyikan juga bisa menjadi bahan reuni dan berbagi pengalaman.

Dari banyak pengalaman tersebut buat pembaca blog ini yang mungkin kebetulan ada hubungannya dengan dunia pariwisata ternyata untuk mendapatkan karir yang lebih cepat naik adalah sambil bekerja secara konsisten juga harus rajin rajin pasang mata pasang telinga, memperluas jaringan di hotel lain untuk kesempatan melamar dengan kondisi naik jabatan tentunya. Bagaimana kalo naik gaji? untuk hal ini agaknya kudu berhati hati karena seringnya pindah perusahaan hanya untuk gaji, dimata pewawancara anda akan tampak bodoh dan dianggap tidak bisa menyesuaikan dengan sistem dan suasana kerja di tempat yang lama. Maka dari itu tips tips yang bisa saya rangkum ini dari pengalaman yang sudah saya lewati mungkin bisa berguna, yaitu:

Read more »

Cara permohonan pendirian/perombakan sekolah

Benernya ini bukan ngajari secara teknis bagaimana caranya, melainkan sharing pengalaman bapak saya dalam mendirikan sekolah untuk desa kami di Bali yang ternyata gak ruwet ruwet amat dalam pengajuannya.

Bulan yang lalu saya sempat liburan ke kampung halaman dan persis di belakang rumah kami terlihat bangunan baru yang tampak seperti sekolahan. Ternyata setelah saya tanya, itu salah satu proyek ayah yang sedang dikerjakannya. Saya cukup heran juga dan bertanya bagaimana desa bisa membangun sekolah dengan 6 ruangan ini. Kalo untuk tanahnya saya paham persis kalo tanah itu adalah tanah desa, tetapi walaupun dana pengelolaan LPD di desa saya sekitar lebih dari 16Milliar dan berpopulasi hanya sekitar 2000 KK saja, tidak mungkin desa membuatkan itu semua.

Read more »

Kebiasaan berbahasa 4L4Y

Dalam dunia perhotelan, segala sesuatunya adalah image, dari mulai dekorasi, interior sampai segala perlengkapan makanan dan minuman, gelas gelas yang up to date semuanya menunjang lifestyle dan positioning dari hotel tersebut.

Kalo mengenai human capitalnya tentnunya berkenaan dengan bagaimana menjadikan tenaga tenaga pekerja kita menjadi tenaga trampil dan mempunyai postur tubuh yang baik, rambut yang rapi, baju yang bersih, kuku yang tidak panjang, dan lain sebagainnya.

Read more »

Proses recruitment yang tidak adil

Minggu kemarin teman saya di perusahaan yang berbeda mengeluhkan bossnya karena suka mengambil keputusan sendiri jika akan merekrut karyawan untuk pegawai hotel yang notabene akan menjadi anak buahnya.

“emang kenapa” tanya saya waktu itu. Dia beralasan si boss tidak begitu mempertimbangkan latar belakang pendidikan, asal muka ok dan komunikatif maka untuk urusan sekelas R&F atau tingkat pelaksana tidak akan menjadi persoalan.

Read more »

Peduli Angka

Semenjak menjadi salah satu pimpinan di perusahaan yang sekarang, agaknya ada pola tertentu yang tercipta yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.

Dengan target tahunan yang harus di capai, praktis yang harus dilihat adalah angka realisasi terhadap anggaran baik harian maupun bulanan hingga per quarter atau per 4 bulan. Tiap hari yang di baca pertama kali adalah laporan harian yang menandakan sampai dimana bisnis kita berada. Hati gemas jika saat bisnis sepi terlihat tanda kurung dikolom selisih yang menandakan apa yang kita upayakan masih kurang demikian juga sebaliknya. Kalo sudah begitu hari hari rasanya kurang, 12 jam ditempat kerja rasanya kurang cukup untuk memenuhi hal hal yang ada di kepala ini.

Hanya saja ada hal yang rasanya cukup aneh, jika saya merasa pasrah atas kondisi yang terjadi, tiba tiba begitu banyak bookingan atau bisnis datang yang pada akhirnya pada akhir bulan rata rata penghasilan yang kita anggarkan ternyata tercapai.

Jika melihat anak buah, saya ingat diri sendiri beberapa tahun silam, yang dimana kita bekerja dengan plot yang sudah digariskan dan tidak begitu perduli angka yang di raih, sekilas pasti ingin tahu juga tetapi bukanlah hal yang essential.

Ora et Labora alias bekerja dan berdoa agaknya slogan yang cocok buat saya agar bisa lebih menyadari bahwa segala sesuatunya bukan mutlak berada pada kontrol kita, dan bukan pada sebuah indikator atas kerja keras kita. Ada tangan tangan yang tak terlihat yang agaknya juga mempengaruhi dari hasil yang kita upayakan. Ada pengalaman lain umpamanya di tempat kerja lain atau pas di bangku sekolah atau kuliah misalnya antara ngotot versus pasrah?

Sanksi untuk Citibank

Baru baca di kompas kemarin soal sangsi dari Bank Indonesia (BI) untuk citibank yaitu ada 3 sanksi, Sanksi pertama berupa larangan menjaring nasabah kaya dari Citigold selama satu tahun. Sanksi kedua berupa larangan penerbitan semua jenis kartu kredit selama dua tahun. “Sanksi ketiga, bank juga dilarang menggunakan jasa penagih utang atau debt collector selama dua tahun.

Untuk orang yang memang tidak berhubungan dengan Citibank agaknya dari komentar komentar yang masuk banyak yang menghujat dan menilai kalo hukumannya sangat sangat ringan. Tapi bagi saya sendiri yang dulu pernah kerja disana dan gara gara Amrozi cs ngebom bali di tahun 2002 kemarin sehingga mengakibatkan card center kami ditutup, hal itu bukanlah sesuatu yang mudah.

Perlu diingat yang bermasalah sebenarnya adalah para pelaku dan pengambil keputusan alias bos bos disana yang menggunakan jasa debt collector serta masalah oknum nyong melinda yang membobol untuk kepentingannya sendiri. Dari oknum oknum ini kalo sampai berimbas dari ratusan orang yang mencari kerja di Citibank agaknya sangat kurang bijaksana mengingat mencari pekerjaan baru selalu merupakan hal yang sulit.

Yang paling apes dari hal ini adalah pekerja sales KK yang dimana mereka ini bekerja untuk Citibank tapi bukan under Citibank alias mereka bekerja di perusahaan yang ditunjuk oleh Citibank untuk membantu penjualan KK tersebut atau bisa disebut juga jasa outsourcing yang gaji basic dan bonusnya dibayar oleh Citibank. mereka ini jumlahnya lumayan banyak, bayangkan kalo jumlah ini dikalikan oleh banyaknya kota kota besar di seluruh indonesia mengingat KK Citibank ini merupakan salah satu KK terbanyak peredarannya di Indonesia.

Duh,..nganggur maning, nganggur maning….saya teringat kehidupan saya dulu yang lumayan baik dan akhirnya harus over kredit mobil gara gara card center saya ditutup dan lumayan terseok seok untuk bangkit kembali.

Saya tidak bermaksud menyalahkan siapa siapa tapi yang jelas, nganggur itu tidak enak, apalagi masih ada rentetan dibelakang kita yang memang hidup dari hasil kerja keras kita ini. Semoga mereka mereka yang menjadi korban dari oknum oknum tersebut mendapatkan perlindungan dari Yang Maha Kuasa. Amin