Category Archives: Human Resources

Standar kisaran gaji Staff, Manager, GM Hotel Bintang 3, 4, 4+, 5

2bucks1Penentuan ini tidaklah mudah, selain UMK yang berbeda beda di setiap kota di Indonesia ini, jika dipaparkan pun banyak yang akan protes mengenai hal ini karena seperti judul diatas, bagaimana menentukan yang Bintang 3 dengan yang Bintang 3+ misalnya. Bintang 4 dengan Bintang 4+, atau bintang 5 kelas lokal atau yang kelas reputasi Internasional, semuanya perlu pengalaman dan hanya feeling yang bermain.

Komponen penentuannya sangat banyak dan beragam, tetapi lebih gampangnya begini, anda kudu sedikitnya tahu mengenai kualitas bahan bangunan yang digunakan oleh hotel tersebut untuk mengukur kualitas dari sebuah hotel yang di klaim berbintang ini. Bukan hanya sekedar besar bangunannya saja, apakah marmer nya asli atau print dari Cina, apakah memakai granit kualitas bagus atau hanya yang biasa saja atau hanya keramik kualitas rendah. Nah itu yang harus dipahami, karena itu menentukan kualitas investasi dari owner atas hotel tersebut. Beberapa hotel dibawah management hotel yang mumpuni tetapi kualitas hotelnya dan bangunannya minim. Selain itu lebih banyak bermain feeling aja dan maaf feeling ini makin tepat jika anda sudah banyak sekali pengalaman bekerja di hotel sehingga tidak salah mengestimasi.

Umumnya level di hotel dibagi berjenjang yaitu dari,

Read more »

Salah satu faktor Hoki untuk Sukses

Di dunia kerja, banyak cara untuk menggapai karir yang diinginkan. Tentunya semua orang ingin karir sampai di puncak, tapi namanya juga puncak, tidak semua orang sampai di puncak.

Di postingan sebelumnya untuk naik dengan cepat biasanya adalah berpindah pindah pekerjaan, cara ini memang efektif tetapi tentunya banyak pengorbanan yang dilakukan, diantaranya terpisah dengan keluarga dan sanak saudara. Ekses negatif nya adalah terancamnya perkawinan karena kurangnya pemenuhan kebutuhan biologis dan lunturnya kesetiaan.

Di era sekarang ini, dalam perekrutan bagian personalia mempunya kriteria yang sangat ketat diantaranya adalah track record anda jika sering berpindah pindah pekerjaan, sesi interview saja tidak cukup walaupun anda sudah memberikan citra yang baik kepada penguji atau interviewer dalam sesi wawancara, segala jurus mulai cara berpakaian, bersikap, product knowledge sampai cara anda spelling bahasa inggris dibuat sekeren mungkin. Hal yang membuat anda gugur adalah preference dari pekerjaan sebelumnya, minimal perusahaan besar meminta 4 nama yang bisa di kontak untuk ditanyai bagaimana kinerja anda di tempat kerja terdahulu. Jika satu saja mencurigakan, nah..bisa dilihat hasilnya, anda pasti masuk kotak alias gugur.

Dari beberapa pengamatan sampai kurang lebih 19 tahun saya mengamati kenapa orang sukses menuju puncak karir sedangkan yang lain tidak, diantaranya yaitu:

1. Fokus

Keliatan fokus dan serius pada saat bekerja menimbulkan citra positif, apalagi kalo anda tidak dikenal sedang bekerja tetapi dikenal oleh teman teman punya bisnis sampingan yang lain misalnya: jualan kartu kredit, asuransi, MLM, dagang online,dsb. Hal ini cepat menjadi gosip dan merusak penilain objektif tentang anda apalagi jika atasan anda lebih miskin daripada anda…ehmm..selamat deh, anda gak akan kemana mana.

2. Nurut

Kalo punya karyawan manut dan nurut, Hoki nya memang besar dibandingkan kritis dan cerdas, ini fakta. Saya gak tau apakah ini berlaku di perusahaan teknologi atau pengembangan sofware.

3. Rela di zolimi

Tragis judulnya ya..haaa..nggak maksudnya anak yang suka disuruh sana sini seperti gantiin shift teman yang gak enak, kerjaan extra dibebankan kepada anda, dilimpahkan target sulit dan ditinggal team, itu adalah situasi yang sulit dan menjengkelkan. Tahan…lakukan saja dan berdoa semoga tanpa mereka anda bisa menyelesaikannya. Setelah selesai biasanya karma baik akan menghampiri, entah tawaran pekerjaan lain dengan gaji yang lebih baik, pindah divisi atau keajaiban lainnya tiba tiba datang. Coba saja, buktikan.

Kalo digabung jadi satu intinya hanya satu kata “IKLAS” yah seperti itulah. Tapi iklas juga bisa dibikin dengan sadar akan tulisan ini, mudah mudahan anda bisa tersadarkan. Ini ilmu 19 tahun saya, udah pasti manjur, bukan buat saya aja tapi temen temen saya yang se level gaya nya mirip mirip semua.

Nah buat yang sudah terlanjur punya citra diluar ke tiga ini, saya sarankan memulai kehidupan baru dengan pindah kerja baru dan bentuk citra positif anda mulai sekarang. Belum ada kata terlambat.

 

Jaman anak Millenials atau Gen Y

Mengelola sebuah hotel dan bertanggung jawab penuh atas operasional serta hidup mati gajiannya para karyawan ternyata sangat menyita waktu,  sehingga kegemaran akan menulis sudah hampir terlupakan. Hanya saja sarana menulis ini sedikit membantu sebagai sarana curcol alias curhat colongan.

Booming nya industri perhotelan memaksa pihak human resources sulit dan kelimpungan untuk mencari pegawai pegawai yang handal tentunya karena supply tidak sebanding dengan demand atau permintaan, sehingga banyak sekali hotelier karbitan yang dimana banyak yang bukan merupakan lulusan pariwisata maupun perhotelan. Dengan sedikit polesan training yang intensive maka diharapkan hotelier ini bisa mengikuti ritme kerja di hotel. Soal mentalitas menjadi seorang Hotelier yang baik…wah ini takes time!

Jaman Millenials ini atau lebih gampangnya anak anak yang lahir kurang dari 30 tahun yang lalu atau yang baru kuliah di awal awal tahun 2000-an memang memerlukan perlakuan yang berbeda. Jika banyak mempunyai karyawan dengan tipe ini alias berumur 30 kebawah maka karateristik dari model anak macam ini yang patut kita ketahui adalah;

1. Mereka hidup berdampingan dengan teknology alias rata rata anak anak ini jauh dari gaptek lah, diajarin system hotel apalagi memodifikasi photo sederhana rata rata pada bisa. Social media, cari tiket murah barang bagus mereka banget lah.

2. Suka gaya yang berbeda atau membuat differensiasi dalam pekerjaannya, bagus sih kita bisa dapat staff yang kreatif.

3. Percaya diri, punya kriteria karir yang tinggi, pingin cepet naik karir gaji tinggi makanya anak anak ini banyak pingin tau nya dan banyak belajar.

4. Kekuranganya mereka ini saking banyak yang di mau sehingga kurang fokus walau banyak juga yang serius, pondasi knowledge apalagi mental belum siap sudah suka resign atau berhenti pekerjaan cari kerja yang lain atau loncat loncat perusahaan.

5. Sangat susah untuk puas untuk anak anak yang lahir di jaman ini. Alias banyak keinginannya.

6. Yang terakhir adalah yang menonjol adalah “it’s all about me” ya gitu deh, pokoke gue

Kudu pinter pinter untuk mengatur dan mengarahkan anak anak jaman sekarang agar produktifitas perusahaan bisa terus maju karena mereka sebenarnya bisa mewujudkannya, salah salah anda yang lemot alias lambat bisa jadi pemilik perusahaaan bisa memberikan peluang untuk menggantikan anda. Kasian padahal anda jauh berpengalaman dibanding anak anak ini yang memberikan impresi di depan dan sifatnya sesaat doank apalagi jika itu berkaitan dengan leadership management. Lain halnya kalo teknologi ya, mereka jago nya.

Banyak banyaklah untuk melemparkan ide dan menerima masukan masukan mereka, jika itu sesuai, berikan kebebasan berkreasi dengan controling system yang anda kuasai tentunya akan sangat efektif untuk perusahaan.

Siap siap balapan pulang malam ama mereka, khan mereka gak ada yang nungguin di rumah…haaa…

 

 

Pelatihan Leadership oleh Kopassus di Batujajar, Bandung

Sungguh mengejutkan dan tidak pernah terbayangkan bahwa setelah berkarir selama ini dan mengikuti banyaknya seminar, pelatihan dan lokakarya dari berbagai lembaga dan institusi akhirnya ditugaskan perusahaan yang dimana kali ini cukup berbeda dan menarik, yaitu Pelatihan Leadership oleh Kopassus di salah satu markasnya di Batujajar, Bandung.

Pelatihan ini benar benar sangat berbeda dengan apa yang pernah saya dapatkan sebelumnya. Pada saat kami memasuki markas Kopassus saja sudah terpampang tulisan besar yang kira kira berbunyi “Bila ragu Silakan kembali sekarang juga” buset deh….

Read more »

Hotelier Karbitan

Bagi para mahasiswa lulusan perhotelan di era tahun menjelang 2000an, mereka merasakan tidak enaknya lulus pada tahun tersebut, selain jamannya krismon ditambah banyaknya pengusaha yang mengemplang dana pinjaman atau terkenal dengan istilah BLBI. Hingga setelah tahun 2000 pun dengan maraknya sekolah perhotelan khususnya di Bali banyak kalangan menyebutnya dengan era “Over Supply” alias kebanyakan muridnya dibanding jumlah hotelnya. Tak heran dari 30 orang teman saya di kampus hanya kurang dari 10 yang tetap berkarir di perhotelan, itu yang kami ketahui dari grup Facebook yang kami buat.

Read more »

Chef Celebrity Karbitan

Buat pembaca yang berada di Indonesia, sekarang ini sedang marak maraknya acara TV mengenai cooking dan mengetengahkan banyaknya Chef muda yang cantik cantik atau ganteng dan akhirnya terkenal dengan Chef Celebrity.

Pertama kali saya cukup takjub juga bahwa banyak akhirnya seni kuliner sangat dihargai dan tentunya jika rating TV tersebut naik yang pada akhirnya banyak TV lain melakukan program yang sama. Hanya saja jika kita melihat acara acara tersebut buat yang sudah lama berkecimpung di dunia pariwisata khususnya di perhotelan, kita semua tahu bahwa orang yang “biasa” disebut dengan “CHEF” adalah seseorang yang sangat banyak pengalaman dibidangnya dan sudah melalui tahapan tahapan jabatan di departemen F&B (Food and Beverage) Production yaitu dimulai dari yang namanya sebagai berikut,

Read more »

Cara efektif naik jabatan, pindah pindah kerja!

Lama juga tidak mengupdate blog ini terutama hal hal yang berkaitan dengan dunia perhotelan. Januari kemarin kebetulan saya menemani boss berkunjung ke bali, mencoba beberapa hotel baru dari yang bintang 4 sampai 6..heee…kalo kerjaan yang satu ini memang kelihatan asik walau sebenarnya sarat tugas didalamnya.

Nah, tidak terduga ternyata tugas berkunjung kemarin itu saya bertemu dengan banyak (lebih dari 10 orang) teman teman di eks hotel yang dulu…..benar benar gak diharapkan karena selain saya tidak pernah kontak lagi, mereka mereka ini juga tidak ada di list social network saya mulai dari FB, Linkedin sampai twitter. Ternyata mengasyikan juga bisa menjadi bahan reuni dan berbagi pengalaman.

Dari banyak pengalaman tersebut buat pembaca blog ini yang mungkin kebetulan ada hubungannya dengan dunia pariwisata ternyata untuk mendapatkan karir yang lebih cepat naik adalah sambil bekerja secara konsisten juga harus rajin rajin pasang mata pasang telinga, memperluas jaringan di hotel lain untuk kesempatan melamar dengan kondisi naik jabatan tentunya. Bagaimana kalo naik gaji? untuk hal ini agaknya kudu berhati hati karena seringnya pindah perusahaan hanya untuk gaji, dimata pewawancara anda akan tampak bodoh dan dianggap tidak bisa menyesuaikan dengan sistem dan suasana kerja di tempat yang lama. Maka dari itu tips tips yang bisa saya rangkum ini dari pengalaman yang sudah saya lewati mungkin bisa berguna, yaitu:

Read more »

Cara permohonan pendirian/perombakan sekolah

Benernya ini bukan ngajari secara teknis bagaimana caranya, melainkan sharing pengalaman bapak saya dalam mendirikan sekolah untuk desa kami di Bali yang ternyata gak ruwet ruwet amat dalam pengajuannya.

Bulan yang lalu saya sempat liburan ke kampung halaman dan persis di belakang rumah kami terlihat bangunan baru yang tampak seperti sekolahan. Ternyata setelah saya tanya, itu salah satu proyek ayah yang sedang dikerjakannya. Saya cukup heran juga dan bertanya bagaimana desa bisa membangun sekolah dengan 6 ruangan ini. Kalo untuk tanahnya saya paham persis kalo tanah itu adalah tanah desa, tetapi walaupun dana pengelolaan LPD di desa saya sekitar lebih dari 16Milliar dan berpopulasi hanya sekitar 2000 KK saja, tidak mungkin desa membuatkan itu semua.

Read more »

Kebiasaan berbahasa 4L4Y

Dalam dunia perhotelan, segala sesuatunya adalah image, dari mulai dekorasi, interior sampai segala perlengkapan makanan dan minuman, gelas gelas yang up to date semuanya menunjang lifestyle dan positioning dari hotel tersebut.

Kalo mengenai human capitalnya tentnunya berkenaan dengan bagaimana menjadikan tenaga tenaga pekerja kita menjadi tenaga trampil dan mempunyai postur tubuh yang baik, rambut yang rapi, baju yang bersih, kuku yang tidak panjang, dan lain sebagainnya.

Read more »

Proses recruitment yang tidak adil

Minggu kemarin teman saya di perusahaan yang berbeda mengeluhkan bossnya karena suka mengambil keputusan sendiri jika akan merekrut karyawan untuk pegawai hotel yang notabene akan menjadi anak buahnya.

“emang kenapa” tanya saya waktu itu. Dia beralasan si boss tidak begitu mempertimbangkan latar belakang pendidikan, asal muka ok dan komunikatif maka untuk urusan sekelas R&F atau tingkat pelaksana tidak akan menjadi persoalan.

Read more »