<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Boyindra's Weblog &#187; front office</title>
	<atom:link href="http://boyindra.com/category/front-office/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://boyindra.com</link>
	<description>Expate update</description>
	<lastBuildDate>Fri, 27 Jan 2012 07:35:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Proses recruitment yang tidak adil</title>
		<link>http://boyindra.com/2012/01/09/proses-recruitment-yang-tidak-adil/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2012/01/09/proses-recruitment-yang-tidak-adil/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 09:39:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[front office]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=1212</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2012/01/09/proses-recruitment-yang-tidak-adil/" title="Proses recruitment yang tidak adil"></a>Minggu kemarin teman saya di perusahaan yang berbeda mengeluhkan bossnya karena suka mengambil keputusan sendiri jika akan merekrut karyawan untuk pegawai hotel yang notabene akan menjadi anak buahnya. &#8220;emang kenapa&#8221; tanya saya waktu itu. Dia beralasan si boss tidak begitu &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2012/01/09/proses-recruitment-yang-tidak-adil/">Read more &#187;</a></p>
Related posts:<ol>
<li><a href='http://boyindra.com/2011/11/24/siapa-yang-berkompetisi/' rel='bookmark' title='Siapa yang berkompetisi?'>Siapa yang berkompetisi?</a> <small>Ini pengalaman baru buat saya selama mengantar si kecil ke...</small></li>
<li><a href='http://boyindra.com/2011/04/12/terjebak-dalam-jabatan/' rel='bookmark' title='Terjebak dalam Jabatan'>Terjebak dalam Jabatan</a> <small>Suatu hari saya dikirimin oleh seorang teman lama yang singkatnya...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2012/01/09/proses-recruitment-yang-tidak-adil/" title="Proses recruitment yang tidak adil"></a><p>Minggu kemarin teman saya di perusahaan yang berbeda mengeluhkan bossnya karena suka mengambil keputusan sendiri jika akan merekrut karyawan untuk pegawai hotel yang notabene akan menjadi anak buahnya.</p>
<p>&#8220;emang kenapa&#8221; tanya saya waktu itu. Dia beralasan si boss tidak begitu mempertimbangkan latar belakang pendidikan, asal muka ok dan komunikatif maka untuk urusan sekelas R&amp;F atau tingkat pelaksana tidak akan menjadi persoalan.</p>
<p><span id="more-1212"></span></p>
<p>Urusan bertambah ribet karena memang dunia perhotelan tidak sama dengan perusahaan lain yang biasa menerima lulusan universitas/strata. Di perhotelan skill khusus sangat diperlukan, kalo tidak ya kita harus ngajari dari awal. masalah memberikan pelatihan itu urusan yang gak ribet tapi bagaimana dengan mentalitas?</p>
<p>Saya manggut manggut setuju dengan argumen teman saya ini, selidik punya selidik ternyata bossnya juga dulu bukan lulusan perhotelan hanya saja sudah berkiprah di dunia perhotelan sejak tahun 80-an.</p>
<p>Saya teringat bagaimana kami membangun mentalitas pada waktu itu. waktu itu ada lowongan ke singapura untuk management training yang akhirnya memberangkatkan 98 siswa ke singapura, dengan tempaan yang cukup sadis dengan realitas yang ada ala singapura, alhasil tahun depannya waktu ada pembukaan training serupa dari 98 hanya 7 termasuk saya yang berminat kembali kesana. Saya ingat begitu banyaknya teman teman menangis berbarengan, ada yang sambil main gitar menyanyi lagu melow, dan tingkah cengeng lainnya&#8230;heee&#8230;didikan singapura memang top menurut saya padahal di singapura training di gaji $sin 500 &#8211; $sin 600 dengan tambahan over time sekitar $6 &#8211; $8 per jam. Bayangkan kalo training di indonesia, sepeserpun tidak dapat!</p>
<p>Kembali ke teman saya ini, saya hanya menyarankan supaya dibentuk SOP saja mengenai kriteria penerimaan karyawan baru ini dari awal, lalu pura puranya kirim proposalnya ke bossnya untuk di acc tapi dalam email tersebut juga cc kan ke General Manager yang biasanya orang bule. Biasanya kesewenang wenangan itu akan teratasi dengan sendirinya karena ditakutkan nantinya bisa bisa karena hubungan kerabat dan sebagainya yang merusak proses recruitment tersebut.</p>
<p>Related posts:<ol>
<li><a href='http://boyindra.com/2011/11/24/siapa-yang-berkompetisi/' rel='bookmark' title='Siapa yang berkompetisi?'>Siapa yang berkompetisi?</a> <small>Ini pengalaman baru buat saya selama mengantar si kecil ke...</small></li>
<li><a href='http://boyindra.com/2011/04/12/terjebak-dalam-jabatan/' rel='bookmark' title='Terjebak dalam Jabatan'>Terjebak dalam Jabatan</a> <small>Suatu hari saya dikirimin oleh seorang teman lama yang singkatnya...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2012/01/09/proses-recruitment-yang-tidak-adil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (2)</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Feb 2009 00:56:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[front office]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[career]]></category>
		<category><![CDATA[jobs]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=440</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/" title="Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (2)"></a>Menyambung artikel sebelumnya, saya akan bahas kenapa hotel tersebut tidak melakukan promosi ke dalam tetapi kok malah mencari banyak karyawan baru untuk mengisi pos pos yang kosong dari level staff sampe tingkat manajerial. Di setiap hotel berbintang yang mempunyai system &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/" title="Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (2)"></a><p>Menyambung artikel sebelumnya, saya akan bahas kenapa hotel tersebut tidak melakukan promosi ke dalam tetapi kok malah mencari banyak karyawan baru untuk mengisi pos pos yang kosong dari level staff sampe tingkat manajerial.</p>
<p><span id="more-440"></span></p>
<p>Di setiap hotel berbintang yang mempunyai system yang bagus, setiap tahunnya selalu ada proses evaluasi tahunan yang istilah kerennya di namakan <strong>assesment</strong>. Saya yakin di perusahaan konvesional pasti ada hal tersebut yang dimana tujuannya selain untuk memantau performa karyawan juga bisa sebagai alat pertimbangan untuk kenaikan pangkat, kenaikan gaji bahkan bisa hal yang sebaliknya. Penurunan jabatan yang bisa juga disertai penurunan gaji.</p>
<p>Apakah hal ini dilaksanakan dengan baik? saya berani jamin semuanya melakukannya dengan baik karena ini sudah merupakan standard yang harus dilakukan.</p>
<p>Sayangnya manajemen yang baik adalah manajemen yang tidak buta, kenyataan di lapangan menunjukan bahwa hasil dari assesment yang terjadi setiap tahun itu merupakan assesment yang bersifat formalitas belaka, alias hanya memenuhi kebutuhan administratif tahunan. Anda berteman dengan staff anda selama 10 tahun. apakah anda masih obyektif dalam menilai performa staff anda itu?</p>
<p>Cara yang paling baik untuk meningkatkan kualitas hotel/perusahaan tersebut adalah dengan mengunakan karyawan baru yang masih segar, penuh semangat untuk di jadikan alat gesek atau batu asah dengan karyawan lama, agar tercipta kompetisi baru serta merubah paradigma para staff lama bahwa karena mereka lebih senior, maka otomatis mereka yang lebih berhak untuk menduduki jabatan yang kosong. Selain itu adalah terciptanya dinamika dalam operational hotel/perusahaan tersebut, karena staff baru bisa memberikan sumbangan dalam hal ide yang mereka dapat dari pekerjaan/pengalaman mereka sebelumnya, sehingga bisa melengkapi bahkan menyempurnakan system kerja yang ada di hotel tersebut. Teringat seorang pakar motivasi mengatakan batu asah seorang manusia untuk maju ialah mausia itu sendiri alias harus ada kompetisi dengan orang lain.</p>
<p>Sekarang dari segi staff lama, apa yang salah? tidak ada yang salah sepertinya dari teman saya itu. karena prestasinya di bangku kuliah sehingga dia mendapatkan pekerjaan di Hotel/perusahaan yang terkenal dan mendapatkan income yang cukup bagus. dari gaji yang didapat, teman saya ini bisa mempunyai BTN dengan kredit 10 tahun dan motor bebek keluaran terbaru.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan performa kerjanya? Pekerjaannya pun saya pikir bagus bagus saja. karena pekerjaan itu dilakukan setiap hari jadi segala sesuatunya lancar lancar saja. Lah iki boyin bikin bingung aja..la terus apanya donk yang gak beres?</p>
<p>Gini, saya ceritakan faktanya yah. Ternyata teman saya ini cukup beruntung kerja di hotel mewah ini. Selain gaji yang sudah saya sebutkan tadi, ternyata teman kerjanya sangat baik, supervisornya juga baik sampe bossnya pun selalu menciptakan lingkungan kerja yang amat menyenangkan, bersahabat dan mendukung. Akhirnya masing masing individu sangat betah kerja disana, saking betahnya hingga turn over karyawan nyaris nol hingga 10 tahun terakhir (sekarang kayaknya hotelnya udah 15 tahun berdiri).</p>
<p>Jadi terjawab sudah yah? Lah kalo turn overnya nol, trus teman saya ini gimana caranya naik pangkat? wong gak ada yang resign, semua betah di posisi dan jabatannya masing masing.  Sedangkan dilain pihak adanya kebijakan dari pusat (stakeholder) seperti yang sudah saya bahas diatas tentang perekrutan karyawan baru.</p>
<p>Jadi inget inget aja judul diatas, kenyamanan tempat bekerja anda belum tentu akan menguntungkan anda pada akhirnya.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/02/16/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>37</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (1)</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Feb 2009 01:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[front office]]></category>
		<category><![CDATA[Human Resources]]></category>
		<category><![CDATA[career]]></category>
		<category><![CDATA[jobs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=437</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/" title="Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (1)"></a>Akhir tahun 2004 adalah saat yang terindah dalam karir saya. bukan karena jabatan yang tinggi, sama sekali tidak. gaji yang menggiurkan, enggak juga.naik sih tapi bukan itu pointnya. Sewaktu kuliah, saya adalah mahasiswa yang pas pas an IPnya. gak terkenal &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/" title="Bahaya kenyamanan tempat kerja dalam pengembangan karir (1)"></a><p><img class="alignleft size-full wp-image-444" title="office" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/02/office.jpeg" alt="office" width="150" height="112" />Akhir tahun 2004 adalah saat yang terindah dalam karir saya. bukan karena jabatan yang tinggi, sama sekali tidak. gaji yang menggiurkan, enggak juga.naik sih tapi bukan itu pointnya.</p>
<p>Sewaktu kuliah, saya adalah mahasiswa yang pas pas an IPnya. gak terkenal dalam bidang mata kuliah apapun. kalau ada mata kuliah yang agak berat dikit seperti manajemen atau marketing dan ada tugas kelompok, bisanya cuman jadi pengikut. ngiyain teman teman yang lebih pintar.</p>
<p><span id="more-437"></span></p>
<p>Sebenarnya menurut pendapat saya,menjadi mahasiswa pintar dengan IP yang bagus itu penting banget. saya yakin yang lainnya juga setuju. Karena dengan IP yang bagus anda bisa diterima di perusahaan yang bagus dengan gaji yang ok pula.</p>
<p>Sayang, mau diapain lagi, ternyata saya bukan mahasiswa seperti itu, terbukti sewaktu ada bukaan lowongan untuk hotel bintang 5 berlian yang terkenal mewah dan tekenal dengan gaji dan service charge yang tinggi. saya gak masuk hitungan. beberapa teman yang memang saya akui lebih pintar dan rajin,  mendapat kesempatan itu. Oya buat yang belum mengerti apa itu service charge bisa buka postingan saya dulu yang judulnya <a href="http://boyindra.com/2008/10/25/rupiah-10000-insan-perhotelan-pada-senang/">ini.</a></p>
<p>Singkat cerita akhirnya saya bekerja di hotel bintang 4 di daerah pantai kuta. hotelnya para selebritis Indonesia. hampir semua selebritis indonesia udah pernah nginep di hotel ini (gak usah ditebak yah).</p>
<p>Enak banget sering ketemu artis dan penyanyi ibukota, tapi kerjaan di dalamnya ampun deh. banyak pressure dan tuntutannya lumayan berat. selalu kekurangan staff padahal hotelnya rame banget.maklum murah meriah. banyak teman teman yang gak kuat. sebagai gambaran saja dalam waktu 6 bulan saya jadi staff senior nomor lima dari 12 staff di reception alias ada 7 orang resign dalam waktu 6 bulan.</p>
<p>Waktu berlalu, makin banyak yang datang dan pergi. Ada yang cuma 1 tahun saja bekerja, 6 bulan bahkan 1 bulan gak kuat langsung cabut. tidak hanya staff tetapi level supervisor, assistant manajer sampai departemen head pun silih berganti.</p>
<p>Banyak orang menganggap itu suatu kesalahan manajemen yang buruk.tapi hal buruk tidak selamanya buruk, selalu ada hal baiknya juga. dari situasi tersebut, management mulai mempertimbangkan untuk mempromosikan staff staff yang bertahan/berdedikasi dan berprestasi untuk mengisi beberapa jabatan yang lowong dan sukur saya termasuk diantaranya.</p>
<p>Suatu ketika hotel paling ngetop di bali membuka ekspansi perluasan property nya dan membutukan banyak karyawan, dari staff biasa sampai managerial level. proses interview pun berlangsung ketat. 5 kali proses interview. Dari Human Resources Manager, psycho test, Human Resources Director, Director dari departemen yang anda lamar dan terakhir dengan General Manager.</p>
<p>Dari ribuan pelamar yang tidak hanya dari Bali tetapi juga di daerah lain di Indonesia, syukur banget akhirnya saya keterima disalah satu departemen paling bergengsi di hotel tersebut sebagai assistant departemen head yang mengelola puluhan villa yang di sewakan US$600 per malam. Ini tentunya beda banget dengan kelas hotel di kuta yang harga kamarnya gak sampe sepertiganya. Kerja pun kerja keras banget yang dimana saking kerasnya tuntutan kerja disana sehingga pada waktu saya resign setelah mengabdi disana selama 4 tahun, hotel masih harus membayar sisa libur saya yang 53 hari tersebut. terdiri dari cuti tahunan yang gak bisa diambil selama 3 tahun (jadi 3 tahun gak pernah cuti) serta jatah tanggal merah terhutang, yang setiap tanggalan merah saya selalu masuk untuk bekerja.</p>
<p>Menyambung paragraph pertama tulisan diatas, saya cukup kaget juga bahwa di tempat saya yang baru ini saya bertemu teman kampus saya yang sudah bekerja lebih dulu semenjak lulus kuliah di hotel bergengsi ini dan yang lebih kagetnya teman saya yang terkenal pintar ber IP tinggi ini menjadi anak buah saya dan berbeda 2 level di bawah saya.tidak hanya itu, ada kakak kelas atau senior saya di kampus yang masih menjadi staff juga walaupun tidak di departemen saya.</p>
<p>Apa yang salah dengan ini? Dari sisi manajemen hotel ini system perekrutannya yang salah atau kebijakannya dalam pengembangan karyawannya yang salah?</p>
<p>Silakan koment dulu dan saya akan bahas lagi di bagian ke dua tentang cerita nyata ini.</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/02/13/bahaya-kenyamanan-tempat-kerja-dalam-pengembangan-karir-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>36</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencuri Ilmu Boss</title>
		<link>http://boyindra.com/2009/02/10/mencuri-ilmu-boss/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2009/02/10/mencuri-ilmu-boss/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 04:54:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Experience]]></category>
		<category><![CDATA[front office]]></category>
		<category><![CDATA[jobs]]></category>
		<category><![CDATA[karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/10/mencuri-ilmu-boss/" title="Mencuri Ilmu Boss"></a>Suatu pagi seorang staff saya menanyakan sesuatu tentang hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Karena bukan kali pertamanya dia menanyakan hal yang sama, maka saya bertanya kepadanya, Saya: &#8220;&#8216;why you kept asking me the same things? Did you write it down &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2009/02/10/mencuri-ilmu-boss/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2009/02/10/mencuri-ilmu-boss/" title="Mencuri Ilmu Boss"></a><p><img class="alignleft size-full wp-image-426" title="dog" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2009/02/dog.jpeg" alt="dog" width="84" height="117" />Suatu pagi seorang staff saya menanyakan sesuatu tentang hal yang berkaitan dengan pekerjaannya. Karena bukan kali pertamanya dia menanyakan hal yang sama, maka saya bertanya kepadanya,</p>
<p>Saya: &#8220;&#8216;why you kept asking me the same things? Did you write it down of what I said to you last time?&#8221;</p>
<p>Staff: &#8220;I&#8217;m forgot, I more comfortable if I asked you directly.&#8221; sambil cengar cengir malu.</p>
<p><span id="more-423"></span></p>
<p>Sebenarnya gak masalah sih nanya lagi, wong saya juga gak sibuk sibuk amat. Tapi kasian dianya menurut saya, kalo caranya kayak gitu, seberapa lama dia bekerja di suatu tempat, ya gak bakalan memperoleh kemajuan.</p>
<p>Beda banget kayak di Indonesia, saya sering sekali menemui lulusan universitas yang keen banget (basa opo sih nih)&#8230;maksudnya ngeet..eh, semangat banget belajar hal hal yang baru. Bawa buku catatan setiap hari, datang paling pagi, nanya mulu kayak anak baru umur 5 tahun. Di suruh ngapain aja mau. nge fax lah, filling pokoknya giat banget. memang gak banyak sih populasi jenis gini, tapi pasti adalah barang satu atau dua staff yang model beginian di kantor anda.</p>
<p>Sayang sekali kadang kekurangan dari staff model gini adalah ketidak sabaran mereka dalam membangun karir. membangun karir tidak secepat dalam mempelajari hal hal baru. selain ilmu pengetahuannya itu sendiri juga jangan lupa sikap mental yang terbentuk juga di dapat dari pengalaman. dan pengalaman membutuhkan waktu.</p>
<p>Akhirnya mereka meloncat dari satu perusahaan ke perusahaan yang lain hanya untuk mencari selisih beberapa ratus ribu gaji yang berbeda dengan jabatan yang sama. Waktu berlalu, beberapa dari mereka lelah dan akhirnya tidak kemana mana.</p>
<p>Dulu saya juga suka gitu, malah manager saya suka pelit ilmu. kadang beliau bertanya &#8220;ngapain sih, khan belum waktunya?&#8221; saat saya bertanya yang menjurus ke penghitungan revenue, padahal saya masih staff rank &amp; file biasa.</p>
<p>Gagal dari manajer yang satu, kita cari manajer yang lain, kebetulan ada seorang manajer yang kerjanya kebetulan hampir selalu shift malam. Kalo staff lain kerja shift malam bersama dia banyak yang ngeluh karena manajer itu suka molor ampe jam 7 pagi sedangkan staff harus tunggu dia untuk menghitung pendapatan hotel dan rumus rumus yang tentunya staff tidak tahu karena kerjaan kita khan hanya mengumpulkan data dan foto kopi saja. karena molornya kebangetan, maka kita sebagai staff harus buru buru atau ngebut untuk mendistribusikan report tersebut sebelum jam 8 pagi.</p>
<p>Nah, ini kesempatan nih. Pada suatu malam saya berhasil membuat deal dengan dia kalo dia bisa bebas meneruskan tidurnya tetapi dia harus ngajarin saya cara bikin laporannya, nanti tinggal dia yang tanda tangan paginya. Saya garansi 2 hari diajarin langsung bisa dilepas. Ternyata akhirnya kita jadi kawan karib. Setiap dia kerja malam disitu pulalah ada saya. Laporan selesai setiap jam 5 pagi dan itu artinya saya punya waktu juga ikutan memejamkan mata sebelum anak shift pagi datang..heee</p>
<p>Kalo disini anak anaknya pada gak teachable ya sukur deh. Teringat seorang boss yang saya jumpai dan sudah lama bercokol di kamboja pada waktu yang lalu, beliau sempat mengatakan begini sewaktu saya mengeluh tentang anak buah saya,</p>
<p><strong>&#8220;Loe harus bersyukur kalo mereka pada bego bego semua, coba pikir deh, kalo mereka pada pinter, kita kita gini mana laku disini?&#8221; (orang indonesia maksudnya)<br />
</strong></p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2009/02/10/mencuri-ilmu-boss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>47</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penipuan Kartu kredit melalui korespondensi.</title>
		<link>http://boyindra.com/2008/10/15/penipuan-kartu-kredit-melalui-korespondensi/</link>
		<comments>http://boyindra.com/2008/10/15/penipuan-kartu-kredit-melalui-korespondensi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2008 08:49:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Boyin</dc:creator>
				<category><![CDATA[front office]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>
		<category><![CDATA[credit card]]></category>
		<category><![CDATA[hoak letter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://boyindra.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/10/15/penipuan-kartu-kredit-melalui-korespondensi/" title="Penipuan Kartu kredit melalui korespondensi."></a>Selama bekerja di lokal hotel dan banyak melakukan korespondensi untuk tamu tamu yang direct booking atau melalui agent, saya lumayan sering menemui email email yang berbau hoax atau penipuan. Kalau yang mengenai nigerian scam sih itu banyak banget dan langsung &#8230;<p class="read-more"><a href="http://boyindra.com/2008/10/15/penipuan-kartu-kredit-melalui-korespondensi/">Read more &#187;</a></p>
No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://boyindra.com/2008/10/15/penipuan-kartu-kredit-melalui-korespondensi/" title="Penipuan Kartu kredit melalui korespondensi."></a><p><a href="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/credit-card.jpeg"><img class="alignleft size-medium wp-image-82" title="credit-card" src="http://boyindra.com/wp-content/uploads/2008/10/credit-card.jpeg" alt="" width="126" height="113" /></a>Selama bekerja di lokal hotel dan banyak melakukan korespondensi untuk tamu tamu yang direct booking atau melalui agent, saya lumayan sering menemui email email yang berbau hoax atau penipuan. Kalau yang mengenai nigerian scam sih itu banyak banget dan langsung kita delete tapi kalo yang pertama tama menyamar sebagai tamu dan melakukan pendekatan yang keliatannya masuk akal itu yang bener bener buang waktu.</p>
<p>Berikut ini salah satu cuplikan korepondensi saya dengan si pelaku. pertama tama tentu saja si pelaku menanyakan harga kamar dan tipe kamarnya nah setelah di balas pada koresponden kedua akan terlihat balasan sebagai berikut,</p>
<p><span id="more-75"></span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Thanks for getting back fast, i will want you to get back to me with the Grand total cost of 3 single or any 3 available room for 5 nights in U S D so that i can forward my credit card details for you to charge for the reservation. Thanks.</span></p>
<p>lalu setelah anda balas kalkulasi total stay nya dan email balik ke mereka, maka balasan emailnya sebagai berikut,</p>
<p><span style="color: #0000ff;">Hello,</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Thanks for the bookings &amp; confirmations .The total cost of the  accommodation is quite okay by me and i&#8217;m ready to pay the bills. I  also want you to help me Charge another $4500 to a travel agent who  has issued my guests air flight ticket to your hotel.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">The $4500 that will be sent to the agent is for the ticket fare for my  guests which will be deducted from my credit card. Also, i&#8217;m  compensating you with the sum of $400 for the transfer fee and for  your efforts.</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Please note that i should have given the travel agency my credit card  for him to deduct the ticket funds but he told me that he doesn&#8217;t have  the facilities to charge or debit credit card , so that&#8217;s why i bring  my vote of confidence in you and i dont want you to betray the vote of  confidence i put in you so i want you to transfer the funds to him  after you have made the charges and the money charged has reflected in  your account you can now make the transfer to the agent via western  union. Below is the charges you&#8217;ll make on my credit card will be:</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Note that my credit card will be charged for the amounts above. Please  do get back to me if you are in the office right now so that i can  forward my credit card details to you , then you can charge full mount  and transfer the agent funds to him via western union.  Please respond.<br />
Kind regards </span></p>
<p>Nah lho..! buat yang udah pengalaman kita akan tau persis bagaimana caranya untuk menghindari tekanan tekanan lain yang dibuat pelaku kepada anda dari surat ini dengan alasan untuk meyakinkan anda. terus terang saya posting yang ini karena bahasa yang digunakan sangat halus dan tidak terkesan membodohi kita. sayangnya saya tidak akan posting kelanjutannya di sini karena memang akan panjang tulisannya (pengalaman menunjukan jika anda tidak cepat cepat bereaksi akan terjadi aksi balas membalas minimal 3 kali surat menyurat lagi dan itu bakal buang buang waktu)</p>
<p>Biasanya para supervisor atau manager tipikal asia (yang berusaha secara  halus menolak) akan meladeni sampai terjadi beberapa kali aksi saling balas argument. Rata rata beragument tentang kebijakan hotel, regulasi hotel, keputusan management, dan alasan lainnya. Yang paling ngeri adalah kasus yang pernah diceritakan chief pengawasan kartu kredit di bali yang saya lupa namanya (bekerja untuk AMEX) bahwa ada beberapa hotel dan villa kecil yang termakan oleh issue tersebut dan lebih parahnya adalah diapprove dan ditandatangani oleh GM! (GM nya bule, saya ampe bingung lulusan mana tuh GM).</p>
<p>Si pelaku ini rata rata menyasar ke hotel hotel lokal yang mereka kira masih di operasikan oleh manajemen keluarga sehingga banyak yang tidak berlatar belakang perhotelan yang kuat atau malah tidak mengerti sama sekali detail system yang harus di jalankan. (seperti kebijakan bank tentang kartu kredit, cash advance, SOF, dll).</p>
<p>Terakhir saking sebelnya saya terima hoax seperti itu akhirnya korespondensi itu hanya berakhir di 3 kali reply saja dengan bunyi sebagai berikut,</p>
<p><span style="color: #0000ff;">I am sorry that we could not facilitate your request. You may try  another hotel.<br />
Thank you</span></p>
<p><span style="color: #0000ff;">Kind regards,<br />
Boy Indra </span></p>
<p>Dan doi pun gak pernah nongol nongol lagi!</p>
<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://boyindra.com/2008/10/15/penipuan-kartu-kredit-melalui-korespondensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

