Category Archives: food

Oktoberfest di Kamboja, mirip mirip tapi nggak mirip

Minggu kemarin, dalam rangka studi banding, saya bersama teman kantor datang menghadiri acara Oktoberfest di sebuah hotel di Phnom Penh yang berlansung dari tanggal 15 sampai 17 bulan ini. Sehubungan tahun depan hotel kami ingin membuat acara yang serupa, maka perlu kiranya melihat dan merasakan atmosfer yang terjadi di hotel lain dalam perhelatan pesta kumpul kumpul ala jerman dengan minum bir nya.

Read more »

Murahnya Miras di Phnom Penh

wine rackIni pendapat pribadi, berhubung dari belia sampai sekarang saya akui saya adalah peminum serta perokok (walau gak banyak), makanya kalo jalan jalan kemana aja hal yang menarik buat saya adalah melihat toko toko yang menjual minuman keras. Ibarat seorang perempuan yang sukanya ke toko tas dan parfume saya senengnya liat jenis jenis minuman keras. Sekedar melihat perkembangannya karena hal ini masih merupakan ruang lingkup pekerjaan sebagai hotelier.

Kalo ngomongin toko wine dan minuman keras, di beberapa negara ASEAN tentunya mempunyai banyak koleksi minuman minuman keras yang beraneka ragam jenisnya, tapi kalo ngomongin harganya, saya yakin Kamboja adalah yang termurah.

Kalo mau dibandingkan Indonesia dan Malaysia sudah tentu negara ini masuk kotak, karena sudah pasti harganya mahal tetapi waktu saya bandingkan dengan Vietnam yang dimana 1US$ nya sampai 19,000 dong alias lebih dari 4 kali lipatnya uang kamboja yang 1US$ hanya 4000 real. Kalo di kurs in juga masih mahal.

Bagaimana dengan Thailand? Pengalaman saya Thailand tidak hanya di Bangkok ataupun di Pattaya harga masih lebih mahal dari di Vietnam. Walau belum mengunjungi Laos dan Myanmar, menurut teman saya distributor wine yang orang prancis, tax disana lebih mahal dari kamboja.

Banyak yang mengatakan sebenarnya tidak ada tax di kamboja hanya uang pungli untuk pejabat pejabat disini saja. Jika berani memasok dengan volume besar, tidak hanya menguntungkan tetapi bisa juga menekan harga jual menjadi lebih murah.

Bagi yang suka minum wine mungkin heran setelah melihat banyak wine prancis yang dijual mulai dari harga $3 (Rp.30.000) saja. Yang laris berkisar dari $4 sampai $6. Demikian pula wine spanyol dan Italy yang cukup populer disini.

Banyak toko yang memang khusus menjual wine ini, koleksinya memang mengaggumkan dari berbagai negara seperti South Africa, Australia, Chille, California, Argentina sampai yang populer tadi italy, spanyol dan Prancis.

wine shelfing cambodia

Mungkin ada yang pernah mendengar banyak orang tua yang suka minum anggur kolesom yang di indo terkenal dengan cap orang tua. Nah minum red wine ternyata bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah stroke. Makanya sering terdengar kabar banyak orang prancis yang jarang sekali terkena stroke karena terbiasa mengkomsumsi red wine ini.

Untuk miras yang lain, relatif tidak banyak perkembangan. Hanya buat penggemar vodka, disini banyak sekali vodka dari Russia yang harganya murah banget sekelas vodka topi miring buatan Indonesia yang sering kena razia itu. Harga berkisar $3 – $6 dengan tulisan Russia yang kita gak ngerti apa artinya..heeee. Variasinya juga banyak ada yang rasa apricot, buah kiwi dan lainnya melengkapi rasa yang sudah ada sebelumnya seperti citrus, rasberry, dll.

Kalo anda bertanya bagaimana miras kamboja dibandingkan dengan harga Duty Free di airport? wow jelas masih lebih murah di kamboja donk, buat saya duty free itu hanya stempel aja, ada yang bilang duty free di Hongkong murah murah ternyata waktu berkunjung kesana nggak juga tuh.

Mungkin kalo dari segi harga, pengalaman saya pernah mendapati yang lebih murah dari kamboja, yaitu di St.Thomas sebuah virgin island kepunyaan Amerika di kepulauan karibia. Itu emang lebih murah, tapi khan jauh banget disana. Lagian itu udah dulu banget, sekarang saya udah nggak tau lagi.

Blackberry memang mahal

Jepretan iseng. Terus terang saya juga baru ngeh yang namanya blackberry yang satu ini. Ternyata nggak cuman handphonenya yang mahal yang original yang juga bisa dimakanpun juga mahal.

P260909_19.26

Waktu saya ambil, bini saya komen, blackberry seprintil begitu kalo dimakan sendiri, jangankan bikin kenyang, jadi jigong juga kagak…haaaa

oalaaa, wong aku ambil cuman buat di photo kok.

Ketika musim duren tiba

durenMasih ingatkah pada tahun 90an judul ini merupakan judul film yang dibintangi Ongky Alexander yang sangat terkenal dijamannya.Sutradaranya pun kalo gak salah Teguh karya(betul gak sih?).

Tapi judul diatas nggak ada hubunganya dengan judul film yang terkenal itu. Saya cuman mau cerita aja kalo di kamboja sekarang memang lagi musim duren.Dimana mana ada duren, padahal selama ini pasokan duren memang selalu ada karena duren yang tak mengenal musim disuplai dari Thailand.Mirip dengan di Jakarta yang sudah membudidayakan duren yang tak kenal musim dengan teknologi pertanian masa kini.

Tapi untuk duren tradisional, bulan bulan ini memang lagi musimnya sehingga di jalan jalan mereka menjual duren dengan 3 jenis yang dijual terpisah tapi ukuran besarnya sama sama besar dengan duren Thailand. 2 jenis duren itu yaitu dari provinsi kampong charm dan provinsi kompot.

Bagaimana dengan rasanya? Berhubung saya bukan ahli duren kayaknya semua jenis duren ini rasanya hampir sama, mirip duren mentega yang kandungan alkoholnya sedikit sekali dan rasanya yang manis dari permukaan luar sampai dalam. Yang membedakan hanya duren Thailand masih jadi pemenang karena biji nya yang kecil sehingga daging durennya pastinya lebih tebal dari pesaingnya yang lokal.

Yang menggembirakan apalagi, kalo harganya jadi dibanting murah karena memang saat ini duren lagi kelebihan pasokan. Kalo lagi tidak musim 1 kilonya bisa mencapai 8000 real atau Rp.20.000 tetapi kali ini harganya hanya setengahnya sekitar 3500 sampai 4000 real per kilogram.

Saya jadi teringat sewaktu nonton Tv tentang pameran duren di Taman Mini beberapa waktu yang lalu yang menyediakan puluhan jenis duren dari berbagai provinsi di Tanah air. Itu sudah pasti lebih seru!

Perkembangan klasifikasi hotel berbintang

hotelMenyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut.

Selama ini mungkin sahabat sering lewat dan melihat hotel hotel dengan berbagai bentuk bangunan dan nama yang kebanyakan dari luar negeri.Yah perlu diakui juga bahwa pengusaha kita orang Indonesia yang berbisnis di perhotelan memang terkenal di luar negeri dengan pengusaha yang suka membeli franchise atau system bisnis dari luar negeri. Selain system bisnis yang bagus juga karena jaringan yang luas mempermudah si pemilik hotel jaringan mendapatkan bisnis atau tamu tamu dari luar.Salah satu alasan yang lain ialah tidak perlu susah susah membangun reputasi padahal bayar fee nya lumayan besar, beberapa persen dari penghasilan hotel itu.

Berbicara mengenai reputasi, di Amerika nama hotel yang diciptakan merupakan suatu produk yang memang sudah di ciptakan untuk suatu segment tertentu dengan klasifikasi bintangnya. Untuk itu sebagai gambaran awal dan itung itung tambahan pengetahuan, maka saya bermaksud untuk menyajikan data tentang nama nama hotel tersebut.

Luxury/First Class/ Full Service
- Hyatt
- Westin
- Stouffer
- Ritz Carlton
- Four Season
- Marriott
- Omni
- St. Regis
- Regent
- Mandarin Oriental
- Shangrilla, dll

All Suites
- Embassy Suites
- Lexington Hotel Suites
- Park Suites Hotels
- Residence Inns
- Inn Suites International,dll

Major Multi – Product Chains (Franchise yang biasanya bisa dimiliki lebih dari satu di satu kota dengan owner yang berbeda)
- Hilton
- Holiday Inn
- Radisson
- Ramada
- Quality
- Best Western
- Howard Johnson
- Hotel Ibis
- Mercure
-Novotel,dll

Inns/Motels/Budget
- Days Inns
- Motel 6
- Best Value Inns
- Super 8 Motels, dll

Yang mengenai daftar nama tadi mungkin ada yang di kenal juga mungkin banyak yang baru mendengar. Seiring dengan perkembangan jaman, hanya beberapa produk hotel yang memang benar benar mempunyai reputasi yang seimbang walaupun di beberapa Negara yang berbeda,maksudnya ada yang brand ini luxury tapi di negara lain belum tentu kondisinya sama. Bagaimana dengan klasifikasi bintangnya? Mengenai ini jika berbicara kenyataan di lapangan, juga banyak pergeseran di karenakan seperti yang saya katakan tadi, reputasi yang berbeda beda di setiap Negara,seperti contohnya di Indonesia produk Ramada merupakan hotel bintang 4 tetapi di China dengan bentuk bangunan yang megah dengan gedung yang tinggi, klasifikasinya dimasukan ke bintang 5.

Saya yakin ini juga terjadi di level level perusahaan komunikasi, televisi, perminyakan, perbankan, maskapai penerbangan dan bidang bisnis lainnya. Dengan memahami benar benar positioning masing masing perusahaan, maka tidak heran banyak yang begitu antusias jika berbicara ingin bekerja di perusahaan tertentu, misalnya lebih bergengsi kalo harus kerja di Shangrilla daripada Ibis, Telkomsel daripada mobile 8, Trans TV daripada lokal TV Jakarta, dsb. Padahal belum tentu penghasilan yang didapat jauh berbeda malah bisa menjadi sesuatu yang merugikan seperti yang pernah saya ulas di sini dan sini untuk karir ke depannya.Pengalaman terakhir sewaktu di Singapura, gaji staff untuk hotel hotel berbintang malah hampir sama kisarannya apalagi untuk uang lemburnya, yang membedakan hanya apakah dia warga negara Singapore asli atau tidak.

Menurut pendapat pribadi saya fenomena “susah ngangkatnya” itu relatif sifatnya. Bagaimana menurut anda?

Sumber: Ronald A Nykiel, Phd.,CHA,”Marketing in the Hospitality Industry” 1990

Dam Gio : Pesta memperingati kematian

Haa..asli saya bingung bikin judulnya. Lagi blank nih. Kalo di Indo itu sama saja dengan peringatan 100 hari, atau 1000 hari kematian salah satu keluarga kita, kakek misalnya.

Suatu hari sewaktu saya hendak jalan jalan keluar hotel karena sedang libur, tiba tiba teman baru saya bapak bapak tukang taxi ini memanggil saya di kejauhan. Setelah saya hampiri, dia mengajak saya untuk datang ke rumahnya sekarang juga karena keluarganya sedang memperingati “Dam Gio” atau peringatan Tahunan buat ayahnya yang meninggal beberapa tahun yang lalu.

Setelah saya sampai di rumahnya, saya bingung, lah ini upacara kematian apa ulang tahun makan makan? kok udah banyak orang penuh dengan bir dan makanan serta orang duduk melingkar mirip acara minum ampe mabuk itu.

Tapi teman saya itu sulit menjelaskannya dalam bahasa inggris karena keterbatasannya dalam berbahasa, jadi kami pake body language aja..heee. Saya disuruhnya ke kamar utama disana ada beberapa dupa. 3 dupa di bakar dan diberikan ke saya, dan mirip di film film kungfu, dupa itu di naik turunkan sebanyak 3 kali dan di tancap di tempat dupa yang ada foto almarhum sebagai bentuk penghormatan lah sepertinya.

pestabirMenurut orang orang sana, hanya beberapa keluarga tertentu saja yang merayakannya besar besaran, tergantung dari kemampuan finansial masing masing. Kebetulan teman saya ini termasuk orang berada di desanya, maklum di bawah tempat pesta itu adalah toko tempat distributor beras, minyak goreng dan ikan asin. Untuk ukuran sini udah borju lah, terbukti saat pesta beliau sudah siap dengan belasan box bir (1 box = 24 kaleng) dan 3 kali courses atau makanan yang disajikan dari makanan pembuka, pesta udang ampe kepiting telur.

Saya tidak dapat mengorek tentang tujuan dari pesta ini karena keterbatasan bahasa inggris teman saya ini. Setelah sampai di hotel saya tanya ke anak buah saya dan dikatakan bahwa itu adalah tradisi yang ada disini, dan jika di pesta kan besar besaran setiap tahun nya adalah sebagai perwujudan rasa sukur bahwa sepeninggal almarhum atau mereka menganggapnya sebagai leluhur, orang yang sudah meninggal itu masih memberkati dan memberi berkah ke anak cucu sehingga mereka menikmati hidup yang layak di dunia. Nah makanya dengan rejeki itu mereka mengadakan pesta itu setiap tahun.

Lalu terakhir saya tanya lagi, kalo seandainya yang telah meninggal itu kakek, nenek, ayah, ibu mertua misalnya berarti mereka ngadain pestanya 4 kali dalam setahun donk? mereka jawab iya.

Wah wah, saya kudu banyak teman lokal disini kayaknya, karena bisa tiap minggu saya ikutan party ama minum bir gratis..hahahaha….itung itung mereka ngundang pak camat lah..hiii

Dragon Fruit, perkebunan di lahan berpasir

thanh-longNyambung lagi edisi jalan jalan Vietnam..heee, kemarin udah saya ceritakan desa nelayan yang deket ama tempat kerja saya dan gurun pasir, maka sekarang saya mau cerita tentang lahan pertanian yang dimanfaatkan mereka selain sawah.

Terus terang kota Phan Thiet atau termasuk dalam wilayah provinsi Binh Thuan tanahnya gak cocok buat sawah, karena rada gersang dan berpasir, maka dari itu pertanian yang cocok disana sampai terkenal dengan hasil pertaniannya yaitu berkebun Buah Naga (Dragon fruit).

Kalau mau pulang ke Saigon atau Ho Chi Minh nama lainnya, kita akan melewati perkebunan rakyat atau yang di kelola oleh perusahaan besar yang menanam Buah Naga ini. Jarak dari kota Phan Thiet hanya sekitar 15 km saja. (pokoknya yang dekat dekat tak publish..hee)

fruit-dragon1

Konon Dragon fruit atau bahasa lokal disini menyebutnya Thanh Long adalah buah yang berasal dari Cina walau ada juga yang menyebutkan berasal dari Meksiko, Amerika Selatan. padahal dulu saya pernah jalan jalan ke Meksiko tapi gak nemu ada orang yang jual ini tuh?. Ada yang buahnya berwarna putih dan juga berwarna merah. Nah kalo yang warna merah tuh saya pernah nonton di indosiar, ada petani di bogor yang menanam juga walau dalam area yang gak begitu besar. Di vietnam sebagian besar hanya menjual yang dagingnya berwarna putih.

frit-dragon2

Mengenai kasiatnya? katanya sih bisa menurunkan kolesterol dan memperhalus wajah (ayo yang para wanita!) selain itu mengatasi sembelit dan mengobati darah tinggi.

Mengenai harga, sewaktu musim sepi antara bulan May sampai Oktober gitu saya melihat harga di pinggir jalan ditulis besar besar sekitar 10.000 VND (baca. Vietnam dong) atau sekitar Rp.6000 perkilo nya dan saya yakin masih bisa ditawar. Bisa di bandingkan di carefour berapa yah? dulu sih sekitar Rp.25.000an kali.

dragon-fruit4

Teringat dulu sekitar 12 tahun yang lalu, sewaktu jadi tukang bersih bersih kamar di Singapura. Waktu itu saya heran dengan buah ini karena belum pernah lihat sebelumnya, pas saya pegang, auntie auntie (sebutan buat ibu ibu tua disana) teriak kesaya, “Don’t touch that! That’s S$5 expensive fruit!” katanya galak. Busset deh, dalam hati saya heran, masak buah sebiji gini harganya Rp. 35.000 perak (Sin dollar soalnya). Ternyata namanya juga orang hotel, kalo tamu gak mau ya daripada di buang, yah pastinya kita yang makan pada akhirnya heee…akhirnya kenal lah saya dengan buah ini.

Gak nyangka 12 tahun kemudian malah kerja di daerah penghasil buah naga ini dan tiap pagi sarapan ini gratis dicampur pake yogurt..ehhmm sedep bro.

Ps. ngomong ngomong ada yang mau tanam buah gini di indo dalam jumlah besar? saya mau deh yang bantuin cari bibitnya trus tak eksport ke Indo….hahaha…..nyambi nih boyin.

Ngelmu Boyin (jurus mabuk): Bertahan di kaleng ke 17

heineken2Bulan January ini saya namakan bulan pembawa berkah sekaligus bulan racun. lho alasannya? iya karena bulan January ini di Vietnam akan memperingati Tahun Baru Vietnam atau dikenal dengan istilah Tahun Baru ‘Tet’ karena mereka masih memakai sistim penanggalan Lunar atau Lunar kalender.

Karena menyambut Hari raya besar inilah di setiap company banyak diadakan pesta seperti pesta perusahaan yang setiap setahun sekali, pesta antar departemen, pesta kawinan, pesta individual dan lain sebagainya. Bonus pun banyak dibagikan di tahun ini, dari gaji ke 13 sampe THR dan bonus tanggal merah (ada 3 tanggal merah bulan ini).

Read more »

Kambing bakar ala vietnam

Kali ini kita cerita santai dulu yah. Pasti banyak banget yang suka makanan yang dari bahan kambing, dari kambing guling, sate kambing sampai gule kambing.

Read more »

Jangkrik goreng ini, bukan kecoak

Seperti biasa, setiap bulan saya mengambil jatah libur untuk menengok istri dan anak yang ada di kamboja. kalo kata orang “life is struggle” itu emang berlaku buat saya. Gimana nggak mereka udah saya ajak keluar negeri…eh masih saya tinggal lagi ke negeri yang lain. “Dobel luar negeri” istri saya bilang. Tapi dengan alasan untuk masa depan,apa boleh baut…..eh buat maksudnya. Liburan minggu ini (makanya jarang blogwalking nih), saya sempatkan jalan jalan dengan istri di sebuah pasar di tengah kota Phnom Penh. Pshar Thmey atau central market sesuai dengan namanya pasar ditengah kota.

Sore hari adalah waktu yang tepat kalo ingin hunting makanan tradisional karena para pedagang itu mulai menjajakan dagangannya kebanyakan di sore hari. Ada yang jualan bubur isi jeroan, sate jeroan, cumi bakar, mie goreng ala kamboja yang mie nya gede gede campur toge sampai kayak di Indonesia yaitu rempeyek udang.

Read more »