Category Archives: chit chat - Page 3

Semua bentuk rumah sama

Hanya sekedar informasi dan menambah wawasan aja, kalo ternyata orang kamboja itu kurang kreatif dalam membuat rumah. Kalo saya perhatikan 2 tahun belakangan ini, gak orang middle up walaupun yang miskin sekalipun bentuk dan desain rumahnya sama. Mau tau apanya yang sama, mari kita lihat satu persatu.

Sebenarnya rumah asli khmer itu seperti gambar di bawah ini, bawahnya tembok, atasnya kayu atau seng (kalo yang miskin di pedalaman sana).

traditional khmer house1

traditional khmer house

Tapi lambat laun rumah tradisional ini sudah jarang di jumpai di kota walau kebetulan sukur masih ada di kota (jadi gak usah pergi ke desa buat foto..hee), yang ada adalah konsep rumah konsep ruko yang hampir tidak memakai bahan kayu sama sekali kecuali pintu rumah dan furniture.

Percaya deh kalo keliling kota di kamboja khususnya Phnom Penh ini bentuk rumah 95% sama semua..plek deh pokoknya. yang 5% itu pengecualian untuk orang orang yang bener bener high rank/class, biasanya bentuk rumahnya model eropa. Gambar dibawah ini bukan motret ruko tapi itu emang rumah. Yah kalo tempatnya di jalan raya ya mungkin akan di berdayakan sebagai toko juga.

modern khmer house

Saya juga bingung, katanya jajahan prancis, kok model rumah mirip prancis malah gak ada yah? mendingan kita, coba kalo jalan jalan ke bogor, banyak sekali rumah peninggalan belanda yang masih terawat apik disana, sampai salah satu rumah teman saya di bogor itu lantainya masih asli berwarna merah kecil kecil.

Yang lulusan arsitek ama sipil bisa tuh cari pekerjaan disini, asal bisa bahasa inggris dijamin kaya deh..heee..tapi kalo udah kaya harus inget saya yah….haaa

Toko Souvenir murah di Denpasar

Kalo lagi liburan emang kegiatan ngeblog jadi sangat terbengkalai, padahal udah nenteng netbook kemana mana. Tapi berhubung nginternetnya pinjem ortu pake kartu flash, walah akhirnya udah putus asa ditengah jalan dan kehilangan selera buat buka internet.

Akhirnya saya putuskan untuk ngupdate blog setelah pulang liburan kayak sekarang ini aja, walau momentnya udah lewat tapi semangat berbagi tetap di jalankan.

Kali ini saya mau berbagi informasi toko souvenir murah di Denpasar, Bali. Kalo yang sudah pernah atau udah sering ke Bali, saya yakin mungkin belum tentu juga tahu yang namanya toko Erlangga. Toko ini terletak di pusat kota denpasar di jalan Nusa Kambangan. Saya lupa nomor tokonya tapi berhubung toko ini besar mirip supermarket souvenir dan plang papan nama yang besar jadi tidak akan sulit menemukannya.

Parkiran mobil dan motor luas ditengah jalan utama yang sempit membuat makin banyak orang yang berkunjung kesana. Sebenarnya kenapa toko itu rame dikunjungi orang salah satu alasanya adalah dikarenakan jika pengunjung seperti saya ini yang punya keterbatasan waktu untuk pergi ketempat tempat wisata yang ada di banyak kabupaten di Bali ini (Bali punya 7 kabupaten) tentunya sangat merepotkan.

Nah toko ini merupakan jawaban dari alternatif yang cemerlang karena banyak hal bisa dijumpai disini. barang yang lumayan lengkap dengan banyaknya items dengan harga yang bervariasi dari Rp.5000 sampai Rp.25.000 rata rata untuk cenderamata. Ada jajanan khas, baju serta lukisan sampai ukiran.

erlangga

Berhubung belanjanya kemarin cepet cepet jadi nggak sempet foto foto tokonya, tapi yah sudahlah yang penting udah berbagi info, lagian khan saya juga gak dibayar sepeserpun ama toko ini..heee.

Ini hanya ungkapan kepuasan dari pelanggan yang kebetulan punya blog.

Dikasi malah dijual

Seorang teman datang ke kantor saya pagi pagi, beliau mengeluh “busyet deh si anu, baru minggu kemarin gue kasi hp soalnya gue kasian ama tuh orang, pingin ngubungi dia tapi doi gak punya hp. Die minta gue beliin, ya udah karena kasian gue beliin, eh baru seminggu dibeliin udah dijual”.

“haa..elu sih gatel, kalo cewek aja gak punya hp lu beliin, gini deh jadinya” ujar saya menanggapi. “üdah brapa hp lu kasi? tanya saya

“dua, dan dua duanya dijual lagi…itu baru cewek yang gue taksir, belum anak buah gue, kelakuan sama aja nih.”keluhnya “kayaknya orang orang sini kelakuannya pada gini semua kali”. “Tapi gue kasian juga, soalnya itu hp dijual karena ibunya lagi sakit dan butuh biaya berobat”. tambahnya lagi.

Saya hanya tersenyum saja akhirnya mendengar keluhannya, hidup di negara miskin seperti kamboja dengan US dollar sebagai medium perdagangan membuat hidup para pekerja lokal level bawah atau dalam struktur organisasi disebut rank & file begitu sulit.

Akhirnya banyak orang yang terpaksa mengorbankan harga dirinya dengan bersedia di goda, dirayu atau malah terjebak dalam jurang prostitusi, baik yang terselubung maupun yang terang terangan. Hal itulah juga yang membuat banyak wanita pintar bagaimana menghandle pria atau lebih tepatnya mengerjai laki laki , ya seperti contoh teman saya ini yang mata keranjang.

Saya yakin itu adalah cara yang wanita itu pakai untuk mengerjai sang laki laki yang tidak disukainya tetapi dibutuhkan duitnya…heee. Selain itu banyak hal yang menarik untuk disimak bahwa gaji yang mereka terima ternyata lumayan susah untuk bertahan hidup di ibukota phnom penh ini, apalagi kenyataanya hasil jerih payah ini masih disunat oleh kebutuhan anggota keluarga.

Kalo di Indonesia kita begitu semangatnya memberantas korupsi, saya sangat setuju sekali, karena disini korupsi memang lumayan parah dan para pejabat disini tak segan segan menunjukkan hasil korupsinya di mata masyarakatnya dengan mobil yang super mewah dan rumah yang megah. Agak berbeda dengan kita yang menyembunyikan hasil korupsinya dan kelihatan tampil bersahaja didepan publik.

Ada yang punya pengalaman yang mirip mirip dengan teman saya ini?

Horee, Udah Setahun!

Wah gak percaya kalo orang kayak saya gini udah ngeblog selama setahun. Berarti bener kata temen, sodara, tetangga, sodaranya tetangga, istri, dan lain lain bilang, kalo saya suka nulis.

Tujuan pembuatan blog ini juga beberapa udah pada tahu kalo saya saking gapteknya mikir kalo ingin punya email yang pake nama sendiri itu kudu beli paket blog yang hostingan sendiri sehingga dapet beberapa email account yang pake nama sendiri kayak yang saya punya sekarang indra@boyindra.com

Dengan punya email pake nama sendiri tentunya lebih keren daripada pake yahoo atau gmail untuk kegiatan melamar kerja menurut saya, karena salah satu hobby saya adalah melamar pekerjaan..heee..becanda deng. Tapi kalo cara saya ini mau dipraktekkan silakan walaupun hasilnya kayaknya nggak signifikan banget, bahkan untuk perusahaan kecil pada takut ngubungi saya dikiranya pasaran saya mahal karena emailnya aja tampak profesional..heee

Belajar ngeblog secara otodidak seperti ini emang repotnya minta ampun karena keluarga, temen, sodara, tetangga, sodaranya tetangga, istri juga nggak ngerti apa itu blog apalagi setahun yang lalu mengupgrade wordpress misalnya tak semudah sekarang.

Saya juga bersyukur kalo ada yang terbantu di beberapa artikel terdahulu yang telah saya buat dan selalu dicari di search engine mbah google hampir setiap harinya seperti ramalan jayabaya, franchise es tebu, tips jalan jalan ke Petronas, tips bisa berbahasa inggris dengan cepat sampai jurus minum bir tanpa mabuk (heran banyak juga keyword yang beginian) yang kebetulan semuanya original dari pengalaman saya (kecuali yang jayabaya).

Saya juga sangat senang waktu beberapa rekan blogger maupun yang bukan, menghubungi saya via japri untuk menanyakan beberapa hal seperti pengalaman bekerja di luar negeri, set up manajemen hotel baru, ngajak bisnis buah naga (dragon fruit) sampai anak kuliahan yang sedang mencari data untuk bahan skripsi di bidang perhotelan.

Akhirnya saya mohon maaf pula jika ada beberapa artikel dan kata kata saya yang tidak berkenan serta mungkin gak bisa serius terus karena keterbatasan pengalaman dan semangat menulis yang kadang naik turun ini. Semoga jalinan tali silaturahmi kita antar sesama blogger untuk menyuarakan pendapat, isi hati, sharing pengalaman tetap selalu terjaga dan bukan “Trend Sesaat”.

Sampai Jumpa lagi

Judul ini jangan diartikan macam macam, berhubung penulisnya males ngasi judul panjang panjang jadilah judul seperti itu.
Minggu kemarin para warga Indonesia di Kamboja di undang acara perpisahannya Bapak Kolonel Suyanto, Atase pertahanan RI untuk kamboja serta memperkenalkan pejabat baru yang menggantikannya.

Dalam acara perpisahan dan perkenalan pejabat baru dihadiri tentu saja oleh bapak Dubes. Sejak merantau di negeri sekecil kamboja dan cukup aktif di berbagai kegiatan yang diselenggarakan KBRI, saya sebetulnya cukup kagum dengan para pejabat pejabat ataupun staff kedutaan yang cukup merakyat dan membumi. Tidak hanya pada kegiatan resmi tetapi juga kegiatan dadakan tak resmi.

Mengenal sosok Kolonel Suyanto ini tidak seperti berhadapan dengan sosok ABRI yang sangar dan pejabat yang full protokoler, beliau sangat santun dan kami bahkan seperti mengenal seorang pejabat sipil biasa. Bertandang ke rumahnya itu biasa, diajak makan, nyanyi karaoke lagu lagu Indonesia terbaru juga bisa padahal program program beliau membuat negara kamboja dan Indonesia mempunyai hubungan yang semakin mesra seperti dengan dibukannya kerjasama pelatihan pasukan elite kamboja oleh koppassus kita secara berkala. Sewaktu hari raya Idul Fitri beberapa minggu yang lalu, pasukan paspamres kita juga tiba untuk mendidik paspamresnya kamboja. Sebagai seorang prajurit mereka sudah biasa tidak memperingati hari raya bersama keluarga, malahan bertugas di negeri seberang, demikian waktu saya tanya dikesempatan yang lalu.

DSC03347

P240909_13.09

Kebetulan dalam acara perpisahan itu kami kedatangan tamu istimewa yaitu mas Bambang Hertadi Mas atau suka dipanggil mas Bambang Paimo. Beliau adalah pengayuh sepeda dan pendaki gunung yang sudah berlanglang buana di belahan dunia ini, dari Asia sampai Amerika Latin. Pada kesempatan bertandang di kamboja ini, mas Imo sedang dalam perjalanan mengarungi 4 negara ASEAN yaitu Vietnam, Kamboja, Laos dan Thailand dengan naik sepeda, beliau juga seorang pendaki dengan mendaki tak kurang dari 56 puncak gunung di kawasan Asia dan Amerika. Sosoknya yang sederhana ini ternyata merupakan pengembara solo (tunggal/sendirian) yang cukup handal.

DSC03366

Untuk itu dua duanya saya ucapkan selamat jalan dan sampai jumpa lagi. Semoga di dunia yang kecil ini kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan.

Memperbaiki taraf hidup tanpa meninggalkan kebersamaan

Semakin lama kehidupan para pekerja semakin sulit. Tidak hanya di Indonesia tapi juga dibelahan dunia manapun. Jika pada mulanya kita sebagai pekerja profesional bisa memilih tempat pekerjaan yang kita inginkan, sekarang agaknya harus sedikit mengurangi atau memilih bekerja di manapun tanpa syarat.

Mendapatkan pekerjaan karena koneksi atau mempunyai kenalan yang bisa membantu dalam menentukan keputusan adalah sebuah berkah, tapi nyatanya kalo tidak punya juga bukan akhir sebuah dunia, seperti halnya saya yang rata rata harus melewati lebih dari 60 kali mengirim lamaran dan hanya 2 atau 3 yang merespon dan akhirnya satu yang nembus.

Jaman dulu dengan jaman sekarang namanya mencari pekerjaan tetap sama sama sulit, hanya saja saya perhatikan peluang itu untuk tahun tahun ini semakin sedikit. yang biasanya bisa 3-4 lowongan perhari sekarang mungkin hanya 1-2 per 3 hari. Itu saja sudah tidak dibatasi di daerah tertentu apalagi dibatasi daerah tertentu..walaah.contohnya begini kalo seandainya anda mencari lowongan sebagai chief accountant misalnya, anda buka job postingan malaysia,singapura atau kawasan asia dan hari itu anda mendapatkan 3 lowongan untuk di lamar, bisa di bayangkan kalo target daerahnya anda batasi misalnya hanya jakarta saja.Mungkin bisa saja hanya ada 1 lowongan per 3 harinya dan itupun yang melamar lebih dari 100 orang…heeee

Nah, banyak rekan rekan saya akhirnya yang bertanya,”Lah kalo gak dibatasi daerah lamarannya, trus umpamanya dapet kerja di China misalnya,trus keluarga mau dibawa kemana ?, apalagi keluarga tidak ditanggung, aku cuma dibayar perusahaan dengan single status.”

“Tapi khan,dapatnya 2 sampai 3 kali di Indo,masak mau nganggur terus. sayangkan.”kata saya waktu itu.

Ini sebenarnya dilema klasik dan banyak banget yang mempertanyakannya, sayangnya hanya sedikit yang menganalisisnya lebih dalam. Kendala yang banyak dikemukakan dari kedua belah pihak (pasutri) biasanya anak yang sedang sekolah, istri gak mau hidup pisah, godaan di negeri seberang (selingkuh), mertua gak beri ijin, orang tua yang lagi sakit sakitan, salah satu anggota keluarga yang malas ikut karena tempat tugas sang ayah didaerah terpencil, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya pembahasan ini diperuntukkan oleh kalangan pekerja yang sudah berkeluarga karena memang masalah yang cukup kompleks diatas. Sebenarnya kalo mau jujur tanpa pake survey survey an, para pekerja kita saat ini banyak yang hidup berdampingan dengan hutang.Kalo ngomongin hutang KPR, itu sih sangat wajar, tapi kalo udah masuk wilayah hutang kartu kredit misalnya yang sampai punya 8 kartu dan bayarnya selalu minimum payment mulu. Nah itu tuh,mirip negara Amerika nantinya. Tinggal nunggu kata kata gini ke istri “Oh honey,I’m broke.”

Nah,jika kesempatan untuk bekerja di LN terbuka ada baiknya kalo menurut pendapat saya pribadi diambil saja dan jangan lupa usahakan keluarga di ajak juga,minimal anda dulu yang hijrah kesana.Jika 3 bulan sudah lulus probation,sambil cari cari info sewa rumah, sekolah atau kendaraan, nah boleh tuh keluarga diajak.

Banyak sekali yang karena keluarga tidak ditanggung perusahaan, hanya pekerja itu saja yang bekerja di negeri lain sedangkan istri dan anak anak ditinggal.alasannya,uang yang tidak cukup,tabungan nggak bisa lebih banyak,dan lainnya.

Saya mempunyai banyak sekali teman yang bekerja sendiri tanpa mengajak keluarga dan kalo mau tau kenyataannya 60% dari mereka menikmati kesendiriannya yang tidak sendiri. Loh? ya kalo itu saya gak usah jelaskan,yang baca pasti mengerti maksud saya. 40%nya benar benar merasa sendiri dan selalu mencari teman curhat sesama laki laki yang mengatakan tidak betah,kangen banget keluarga dan lain sebagainya.

Saran saya,coba kaji lagi berapa penghasilan yang didapat dan ongkos kalo harus membawa dan menyekolahkan anak di negeri seberang ini. Kebanyakan mereka sebenarnya mampu, hanya saja tiba tiba jadi kemaruk untuk menabung lebih banyak dan akhirnya melupakan pentingnya sebuah kebersamaan.Biar bagaimanapaun juga istri dan anak akan lebih memilih bersama daripada hidup terpisah.Disini saya menemui hampir 100% keluarga yang hijrah bersama menghabisakan rata rata tinggal lebih dari 5 tahun. Jauh lebih sedikit dari rata rata pekerja “single status” yang bekerja di luar negeri. Mereka rata rata menghabiskan waktu 1 sampai 2 tahun. Walau mereka sebenarnya “menikmati”, tapi orang rumah yang ada di Indo biasanya merasakan sebaliknya…heee.

Diselamatkan Jimat

2bucks1Apakah anda mempunyai Jimat? sesuatu yang anda percayai mempunyai berkah atau sekedar benda yang anda anggap jimat jimatan? Saya punya pengalaman cukup unik dengan jimat saya ini.

Dari dulu sampai sekarang jika tertarik dengan benda tertentu yang unik dan gampang di bawa, saya selalu bilang ke semua orang kalo “ini Jimat gue sekarang.” Lho kok pake sekarang? iya soalnya jimat suka saya ganti kalo udah bosan atau mempunyai barang baru yang lebih unik.

Nah sewaktu bekerja di Vietnam saya mempunyai jimat baru yaitu uang satu lembar pecahan 2 dolar. Karena unik dan langka makanya uang itu selalu ada di dompet saya.Lagi lagi saya ngomong ke orang lain, “ini jimat saya sekarang.”

Suatu hari saya lupa bulannya, sepulang liburan nengok istri di kamboja, saya balik ke Vietnam dengan naik bus. Sudah setengah jalan ke Vietnam, kernet bus bermaksud mengumpulkan passpor para penumpang karena mereka akan membantu kita menulis imigration card yang nantinya kita tanda tangani (lebih enak dari pesawat khan,kalo di pesawat khan kita disuruh nulis sendiri..hee).

Tiba tiba kernet itu menghampiri saya menjelaskan kalo visa saya sudah expired 9 hari yang lalu dan menginformasikan kalo per harinya akan kena denda US$5 dan biaya one entry visa sebesar US$20.

Mendengar penjelasan itu saya cukup kaget juga, soalnya kalo 9 hari artinya sewaktu saya memasuki wilayah kamboja 5 hari lalu, visa saya emang udah expired dan pengunjung gak boleh masuk wilayah kamboja tanpa perpanjangan visa tersebut. Maka dari itu saya menyalahkan pihak bus yang tidak memperpanjang visa saya sewaktu dari vietnam ke kamboja karena kebetulan saya menggunakan jasa perusahaan bus yang sama. Akhirnya pihak bus mengakui kesalahan tersebut dan itu juga merupakan kesalahan pihak imigrasi kamboja yang meloloskan saya begitu saja dan kesepakatan baru,saya cuma diminta membayar perpanjangan one entry visa sebesar US$25 tanpa denda.

Sewaktu merogoh dompet, cukup terkejut bahwa ternyata saya gak bawa uang! total uang di dompet hanya US$18dolar saja, lahh ini mah masalah nih. Saat nelpon istri yang ada malah dimarahin kok gak bawa uang yang cukup. Pikiran saya waktu itu karena di Vietnam selain ada ATMnya, juga karena di Vietnam transaksi tidak memakai US dollar tapi mata uang lokal mereka makanya saya pikir ngapain bawa uang banyak.

Kernet bus ini menyarankan untuk menarik uang ke kasino kasino yang banyak bertebaran di perbatasan/border yang akan kita lewati. wow good idea!

Akhirnya pas penumpang turun untuk istirahat sejenak di border, saya diantar ke salah satu kasino untuk mengambil uang dengan kartu ATM saya. Ternyata tidak cukup mudah, ATM bank yang sangat terkenal di kamboja (sekelas BCA kalo di Indo) ternyata gak ada disana. waduh gawat! para pegawai disana menyarankan untuk cash advance dari kartu kredit.Nah ini masalahnya,saya khan udah mencanangkan hidup bebas hutang sejak 3 tahun yang lalu sehingga semua kartu kredit saya sudah saya tutup.

2 kasino,4 kasino terlewati, semuanya tidak punya ATM untuk mengambil uang tersebut, mesin untuk debit cirrus pun gak ada. Akhirnya saya bilang ke kernet bus untuk pinjam duit ke perusahaan bus itu dulu sekitar US$7 saja, nanti sampai vietnam saya ganti karena mesin ATM untuk bank saya malah ada di sana, malahan deket dengan terminal bus itu. Tapi mereka malah gak mau tahu dan menyerahkan sepenuhnya ke pihak imigrasi.

Akhirnya tibalah itu bus di perbatasan Kamboja.Semua penumpang turun, setelah di cek keseluruhan administrasi,semua penumpang naik lagi ke bus hanya saya saja yang ditahan. Lebih parahnya lagi, bus saya meninggalkan saya menuju perbatasan Vietnam yang berjarak kurang lebih 500 meter dari perbatasan kamboja.Waduh mati aku, mau diapakan nih saya?

Akhirnya saya diminta memperpanjang visa tanpa denda, tapi saya bilang bahwa saya tidak cukup uang untuk memperpanjang karena uang saya hanya US$18 saja. Sewaktu saya buktikan dengan membuka seluruh isi dompet saya, mereka mulai menghitung dan benar uang itu tidak cukup, tapi petugas itu tiba tiba tertarik dari salah satu lembaran yang ada di dompet saya itu. Yah apalagi kalo nggak si 2 dollar itu.

Saya melihat 2 dollar itu dimasukkan ke dompetnya dan sisa uang untuk visa itu tidak dipermasalahkan oleh dia, bahkan saya malah diantar khusus untuk mengejar bus yang telah meninggalkan saya itu.

Sesampai dipintu bus petugas itu tersenyum dan melambaikan tangan tanda selamat jalan kepada saya,padahal kesan pertama tadi cukup menyeramkan.

Oala..jimat jimat, sekarang dikau pindah ke tuanmu yang baru semoga engkau membawa keberuntungan ke tuanmu yang baru.Sedangkan saya? heee..saya masih punya cukup persediaan uang 2 dollar malah saya kasikan satu lembar ke istri.

“Biar beruntung ma…”

Chating dengan Tuhan

Buka buka file lama dan saya tertarik dengan cerita yang saya dapat di salah satu milis yang saya lupa juga kapan dapatnya. Berhubung saya tidak tahu siapa yang buat maka dari itu sebelumnya buat yang menciptakan tulisan ini saya ucapkan banyak terimakasih karena sangat membantu mengobarkan semangat disaat saat keterpurukan karena krisis ekonomi ini. Sayang kalo tidak di share untuk sahabat blogger yang belum baca.

BUZZ!!!
TUHAN : Kamu memanggilKu ?

AKU: Memanggilmu? Tidak.. Ini siapa ya?

TUHAN : Ini TUHAN. Aku mendengar doamu. Jadi Aku ingin berbincang- bincang denganmu.

AKU: Ya, saya memang sering berdoa, hanya agar saya merasa lebih baik. Tapi sekarang saya sedang sibuk, sangat sibuk.

TUHAN : Sedang sibuk apa? Semut juga sibuk.

AKU: Nggak tau ya. Yang pasti saya tidak punya waktu luang sedikitpun. Hidup jadi seperti diburu-buru. Setiap waktu telah menjadi waktu sibuk.

TUHAN : Benar sekali. Aktifitas memberimu kesibukan. Tapi produktifitas memberimu hasil. Aktifitas memakan waktu, produktifitas membebaskan waktu.

AKU: Saya mengerti itu. Tapi saya tetap tidak dapat menghidarinya. Sebenarnya, saya tidak mengharapkan Tuhan mengajakku chatting seperti ini.

TUHAN : Aku ingin memecahkan masalahmu dengan waktu, dengan memberimu beberapa petunjuk. Di era internet ini, Aku ingin menggunakan medium yang lebih nyaman untukmu daripada mimpi, misalnya.

AKU: OKE, sekarang beritahu saya, mengapa hidup jadi begitu rumit?

TUHAN : Berhentilah menganalisa hidup. Jalani saja. Analisa-lah yang membuatnya jadi rumit.

AKU: Kalau begitu mengapa kami manusia tidak pernah merasa senang?

TUHAN : Hari ini adalah hari esok yang kamu khawatirkan kemarin. Kamu merasa khawatir karena kamu menganalisa. Merasa khawatir menjadi kebiasaanmu. Karena itulah kamu tidak pernah merasa senang.

AKU: Tapi bagaimana mungkin kita tidak khawatir jika ada begitu banyak ketidakpastian.

TUHAN : Ketidakpastian itu tidak bisa dihindari. Tapi kekhawatiran adalah sebuah pilihan.

AKU: Tapi, begitu banyak rasa sakit karena ketidakpastian.
TUHAN : Rasa Sakit tidak bisa dihindari, tetapi Penderitaan adalah sebuah pilihan.

AKU: Jika Penderitaan itu pilihan, mengapa orang baik selalu menderita?

TUHAN : Intan tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api. Orang baik melewati rintangan, tanpa menderita. Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.

AKU: Maksudnya pengalaman pahit itu berguna?

TUHAN : Ya. Dari segala sisi, pengalaman adalah guru yang keras. Guru pengalaman memberi ujian dulu, baru pemahamannya.

AKU: Tetapi, mengapa kami harus melalui semua ujian itu? Mengapa kami tidak dapat hidup bebas dari masalah?

TUHAN : Masalah adalah Rintangan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan mental (Purposeful Roadblocks Offering Beneficial Lessons
(to)Enhance Mental Strength). Kekuatan dari dalam diri bisa keluar dari perjuangan dan rintangan, bukan dari berleha-leha.

AKU: Sejujurnya ditengah segala persoalan ini, kami tidak tahu kemana harus melangkah

TUHAN : Jika kamu melihat keluar, maka kamu tidak akan tahu kemana kamu melangkah. Lihatlah ke dalam. Melihat keluar, kamu bermimpi.Melihat ke dalam, kamu terjaga. Mata memberimu penglihatan. Hati memberimu arah.

AKU: Kadang-kadang ketidakberhasilan membuatku menderita. Apa yang dapat saya lakukan?

TUHAN : Keberhasilan adalah ukuran yang dibuat oleh orang lain. Kepuasan adalah ukuran yang dibuat olehmu sendiri. Mengetahui tujuan perjalanan akan terasa lebih memuaskan daripada mengetahui bahwa kau sedang berjalan. Bekerjalah dengan kompas, biarkan orang lain bekejaran dengan waktu.

AKU: Di dalam saat-saat sulit, bagaimana saya bisa tetap termotivasi?

TUHAN : Selalulah melihat sudah berapa jauh saya berjalan, daripada masih berapa jauh saya harus berjalan. Selalu hitung yang harus kau syukuri,jangan hitung apa yang tidak kau peroleh.

AKU: Apa yang menarik dari manusia?

TUHAN : Jika menderita, mereka bertanya Mengapa harus aku? Jika mereka bahagia, tidak ada yang pernah bertanya Mengapa harus aku?.

AKU: Kadangkala saya bertanya, siapa saya, mengapa saya disini?

TUHAN : Jangan mencari siapa kamu, tapi tentukanlah ingin menjadi apa kamu. Berhentilah mencari mengapa saya di sini. Ciptakan tujuan itu. Hidup bukanlah proses pencarian, tapi sebuah proses penciptaan.

AKU: Bagaimana saya bisa mendapat yang terbaik dalam hidup ini?

TUHAN : Hadapilah masa lalu-mu tanpa penyesalan. Peganglah saat ini dengan keyakinan. Siapkan masa depan tanpa rasa takut.

AKU: Pertanyaan terakhir. Seringkali saya merasa doa-doaku tidak dijawab.

TUHAN : Tidak ada doa yang tidak dijawab. Seringkali jawabannya adalah TIDAK.

AKU: Terima Kasih Tuhan atas chatting yang indah ini.

TUHAN : Oke. Teguhlah dalam iman, dan buanglah rasa takut. Hidup adalah misteri untuk dipecahkan, bukan masalah untuk diselesaikan. Percayalah padaKu. Hidup itu indah jika kamu tahu cara untuk hidup.

TUHAN has signed out.

Dasar Kecoak!

Enak yah jadi blogger, bisa numpahin unek unek yang ada di benak kita di blog kita sendiri. Kali ini saya mau cerita singkat tentang prilaku orang orang kamboja disini yang amazing kelakuannya…higghhh gemes banget pokoknya.

Di depan rumah, kalo lagi pingin jajan, kebetulan ada tukang jualan “Numpang”. ya itu semacam jajanan berupa french bread alias kalo di indonesia itu roti pentung yang gurih banget diisi dengan daging dan sayuran. lalu sebagai pelengkapnya di sajikan pickle atau asinan dari timun dan pepaya muda. Rasanya kayak makan krupuk tapi dari roti karena emang rotinya disajikan panas dan crunchy banget.

Nah ceritanya saya mau beli numpang itu, eh pas kesana saya disambut oleh aroma yang sedap dari makanan lain yang disajikan yaitu sate sapi yang tengah di bakar. satenya asli potonganya gede gede bener harganyapun lumayan, setelah saya tanya perbijinya 1000 real atau Rp. 2500,- karena kepingin maka saya urungkan niat makan itu numpang. akhirnya saya pesan 4 tusuk.

Sambil ngobrol, tukang sate itu juga nawarin obat kebugaran yang umum di kamboja yaitu telur bebek yang direbus agak telat, maksudnya telur bebek itu bukan berupa telur biasa tetapi hampir berupa janin anak bebek itu. serem ya ngebayanginnya? tetapi disini laku keras selaku jagung rebus yang dijual di pinggir jalan. pria, wanita, ABGpun suka makan itu.karena saya dulu pernah mencobanya 2 kali maka gak ada salahnya saya coba pesan 1 butir saja.

Setelah di bungkus, saya mulai makan satenya.Ampun dah! itu sate apa sandal jepit? seumur hidup saya belum pernah makan sandal eh, maksudnya sate se alot itu. 4 tusuk gak ada yang bisa di makan semua! ya ampun ternyata kalo dilihat dengan jelas, jangankan di bakar, direbus aja gak akan mungkin empuk, lha wong otot elastisnya (bener ya nyebutnya) yang menyerupai plastik putih yang biasanya menyeliputi daging sapinya aja tidak di buang. Dasar edan!! saya teringat dosen kitchen saya waktu pelajaran memasak malah pernah mengeluarkan 100 ribuanya waktu itu dengan mengadakan sayembara dengan memisahkan otot itu hingga menyerupai sebuah benang dan barang siapa bisa memutus otot ini dengan tangan akan mendapatkan uangnya. Dan alhasil, tidak ada seorang mahasiswapun yang bisa.

Bagaimana dengan telurnya? itu juga gak kalah edan. pas saya buka cangkangnya ternyata bukan lagi telur yang terlihat tetapi malah anak bebek yang udah berbulu,berkepala lengkap dengan kakinya, koit kepanasan. Yaagghh!

Saya hanya bisa mengguman dalam hati sambil mengumpat “dasar kecoak.” yah itulah nama panggilan mereka kalo kita sempet frustasi jika kita berhadapan dengan orang orang lokal ini.lho kok panggilnya begitu? nah kalo rekan blogger sering ngikutin postingan ini ada sejarahnya tuh. bisa di baca postingan saya terdahulu disini.

Saya sampai mikir dan membayangkan kalo seratus pedagang asongan Jakarta hijrah disini dari tukang gorengan, mie tek tek, mie ayam, bubur ayam, sate kambing, sate ayam, pempek palembang sampe nasi padang keliling, dan bersaing dengan mereka, mungkin mereka semua pada bangkrut …heee…gak mungkin kali ye? bisa bisa kita keburu dipulangin kayak TKI di Malaysia itu.

Ps: Sorry gak bisa nampilin gambarnya, ntar pada jijik lagi. selain itu pula ngirit jatah bandwith.

Budaya melayani dan menghormati

ronaldnamasteSetiap pagi biasanya saya selalu bangun pukul 6, karena hanya di pagi hari lah saya bisa menghirup udara yang segar terutama karena kebetulan kami menyewa rumah di pinggir jalan besar. Kalo telat dikit sampai jam 7.30 sudah pemandangan kendaraan roda empat yang macet kanan dan kiri jalan akan memenuhi pemandangan dari depan rumah. Maklum office hours disini adalah jam 8 bukan seperti di Indonesia yang jam 9.

Ada pemandangan menarik yang selalu saya jumpai setiap pagi sekitar pukul 6.30, dimana terlihat pemandangan beberapa guru sekolah yang persis di seberang rumah saya sudah mulai berdiri di depan pagar sekolah dengan rapih.

Pertama kali saya melihat, saya cuma heran. “ngapain itu para guru pada di depan pagar sekolah SD beramai ramai gitu?” Berhubung saya sudah satu tahunan kerja di Vietnam sehingga saya nggak ngerti kebiasaan yang terjadi disini. Lalu saya tanya istri saya dan dia bilang itu memang tradisi sekolah SD disini, bahwa para guru memang harus berdiri di depan pagar sekolah untuk menantikan para murid untuk memberikan pelayanan menurunkan si anak dari boncengan motor yang diantar orang tua atau menghampiri dan mengantar ke kelas setelah mobil dibukakan oleh satpam, jika si anak naik mobil.

“o, gitu yah?” saya cuman manggut manggut dan saya tanyakan lagi, apa memang begitu banyak sekolah di Phnom Penh ini sehingga harus memberikan pelayanan seperti itu sebagai bentuk kompetisi? ternyata tidak.

sekolah

Kebiasaan tersebut memang terjadi di seluruh TK dan SD di seluruh Phnom Penh atau Kamboja pada umumnya dan sebagai balasannya si murid pun otomatis membalasnya dengan salam “Sompeah” sambil mengucapkan “chum reap sour” (baca: cumripsu) yaitu mencakupkan tangan di dada atau sama dengan tangan dalam posisi menyembah sebatas dada. Di Thailand salam ini yang biasa dinamakan “Sawasdee,ka” digunakan di semua kalangan baik muda ataupun tua. Di India dinamakan “Namaste”, di Bali juga tradisi ini yang sering disertai ucapan “Om Swastyastu” biasanya di gunakan bila ada perayaan upacara adat sebagai bentuk penghormatan dan selamat datang. Di Betawi mungkin bukan dengan cara sompeah tapi dengan menempelkan jari tangan orang tua ke kening si anak.

Saya berpikir jika tradisi melayani dan saling menghormati ini di tanamkan sejak kecil maka besar kemungkinan hal ini bisa di jadikan pondasi untuk masa depannya kelak agar selalu mempunyai budi pekerti yang baik dalam menghormati sesama manusia. Buat saya tradisi ini sangat menyenangkan untuk dilihat.

Akhirnya pada kesempatan mengantar sekolah si kecil, saya juga menjumpai budaya yang sama, guru guru menunggu di depan pagar. Hanya berhubung international school yang dimana banyak anak anak sekolah serta gurunya pun berbeda bangsa dan kultur, maka kebiasaan sompeah ini tidak ada, hanya salam ala bule aja seperti “Good morning” oleh sang guru dan si anak pun membalas hal yang sama.

Bagaimana dengan TK dan SD di Indonesia? Jika di terapkan, kayaknya bisa menjadi pemandangan menarik untuk di lihat tuh, tentunya diselaraskan dengan kebiasaan adat setempat.