Category Archives: chit chat - Page 2

Bersepeda, Peluang tambahan income/gaji

Ada yang meragukan judul saya diatas…? berarti rekan rekan blogger bukan bikers…heee…saya pun demikian, semenjak bekerja di hotel bertipe resort dan kebetulan mempunyai area yang luas di salah satu pusat rekreasi terbesar di Asean ini, sepeda merupakan barang pelengkap untuk menunjang sarana rekreasi tamu, mau tak mau saya pun ikut memeriahkan dengan membeli sepeda walaupun di hotel kami lebih dari 100an sepeda di sewakan secara gratis.

Apalagi ditambah kampanye “bike to work” dan slogan bike bike yang lain membuat pamor sepeda menunjukkan gejala yang terus naik dan naik. Jika rekan blogger mempunyai kesempatan untuk bangun pagi dan mampir di sepanjang Sudirman – Thamrin di Jakarta ini agaknya puluhan ribu sepeda memadati sepanjang jalan tersebut yang memang bebas dari kendaraan bermotor tersebut.

Read more »

Kok bisa yah nggak diangkat?

Walaupun tugas sekarang bukan hanya mengurusi tugas tugas yang berkenaan dengan kelancaran dan perbaikan standarisasi operasional tetapi tetap saja hasil akhir dari target yang di tetapkan menjadi hal yang paling essential dari semuanya alias UUD, ujung ujung nya duit.

Walhasil saya juga ikut turun gunung juga dalam penjualan, tidak hanya dalam scope mengatur strateginya tetapi juga ikut jualan pula dengan koneksi yang saya punya selama ini langsung ke Agent maupun kenalan korporat, EO,WO,dll.

Hal yang menarik dari rekan rekan ini, berhubung segalanya saling berkaitan dan ketergantungan satu sama lain,agaknya perbedaan pebisnis di jakarta berbeda sekali dengan pebisnis di luar negeri seperti yang sudah pernah saya alami.

Read more »

Pengemis bermodal

Sejak sebulan ini bekerja di dalam kawasan Ancol, musim musim pasca lebaran sudah pasti sibuknya minta ampun. Resort tempat saya bekerja juga rame pengunjung, rata rata tingkat hunian diatas 97% dari tanggal 29 sampai tanggal 3 september lalu.

Senang sekali bisa melihat kegembiraan anak anak yang berlibur bersama keluarga dan keluarga besar disini, di jalan jalan kawasan terlihat ramenya kendaraan penuh sesak, seakan akan seluruh warga jakarta yang tidak pulang kampung tumpek blek mencari hiburan di ancol padahal jalur puncak atau bandung pun juga penuh.

Banyak cerita yang lucu lucu juga disini, diantaranya ada sebagian warga yang malah datang ke ancol untuk berdagang dan tentu saja dilarang oleh petugas kami karena memang bukan pada tempatnya. Tapi ada satu yang rada aneh yaitu pengemis! mungkin pembaca bog yang belum pernah ke ancol belum mengetahui bahwa masuk kawasan ancol harus membayar melalui pintu pintu gerbang yang tersedia. Per orang dikenai Rp. 15.000 jika membawa kendaraanpun akan dikenai charge tambahan per kendaraan baik mobil, bis atau sepeda motor.

Entah bagaimana mereka masuk tapi yang jelas kemungkinan besar mereka memang modal dulu untuk masuk ke ancol ini, lalu kemungkinan ganti baju “dinas” dan selanjutnya menjalankan aksinya yang sudah tentu digagalkan petugas kami.

Ada ada saja memang, semoga saja pengemis itu bisa balik modal dari biaya investasi masuk kawasan ini. sukur sukur punya kelebihan uang untuk bisa masuk ke wahana wahana seperti Dunia Fantasi, Atlantis atau Gelanggang Samudra…heee….pengemis khan juga manusia…butuh hiburan dan refresing juga…halah….

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Tak terasa sudah 1 bulan saya di Jakarta. karena kesibukan pekerjaan baru yang rata rata saya habiskan 12- 14 jam di hotel tempat saya bekerja, karena beberapa perombakan system dan organisasi membuat kegemaran menulis jadi terbengkalai. Berhubung teman teman baru sebagian besar dari kalangan muslim, maka untuk menghormati mereka sejak tanggal 1 agustus kemarin saya ikut puasa. hanya libur puasa pas hari libur saya saja.

Ternyata ikut berpuasa banyak hikmahnya, selain menjadi diri yang lebih sabar, yang terpenting badan saya turun hampir 5 kg! weh…senangnya minta ampun, istri saya saja ngiri melihatnya..heee…

Sehabis lebaran ini kesibukan baru yang lebih banyak akan datang yaitu team kami akan siap jualan, maka dari itu saya akan sering berada di jalan untuk memperkenalkan produk kami yang baru. Tapi dibalik kesibukan itu akan ada untungnya juga karena bisa menjadi sarana networking untuk sesama teman teman blogger di Jakarta. siapa tau wawasan saya pun bertambah dari sana.

Untuk itu dalam suasana ini saya berkesempatan untuk mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1432 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.

Balik ke Indonesia nih…

Lumayan lama gak update karena sibuk banget nyari kerjaan di indo dan bolak balik jakarta – phnom penh disertai barusan baru balik lagi kejakarta ngurus pindahan sekolah anak, ngubek ngubek yang deket rumah.

Lumayan seru karena dulu rumah ada di cipete jakarta selatan dan kali ini di beri rumah dinas di kawasan jakarta utara dan hasilnya saya buta banget sama wilayah ini. tapi akhirnya semua ini beres dan sekarang masih balik lagi ke kamboja untuk ngurus ngurus barang dan urusan kantor.

Glad to back home! tidak hanya yang kami sekeluarga rasakan tapi juga tentunya masing masing orang tua yang paling girang karena bisa bertemu lagi walau terus terang cukup kaget badan ini beradaptasi dengan macetnya kota jakarta. Untungnya kerjaan baru ini masih dengan fasilitas layaknya expat, jadi tidak perlu bermacet macet ria untuk sampai ke kantor, cukup naik sepeda gayung 10 menit juga nyampai.

Satu hal keinginan terpendam yang bisa terwujud, adalah peluang untuk ikut pesta blogger tahun ini dan pastinya kopdar dengan blogger blogger yang ada di jakarta tentunya…heeee…

Saya masih gak tau apakah label “expate update” dalam blog ini mau dicabut apa nggak, mengingat bulan depan saya sudah tak lagi expat. Postingan postingan lama tentang kamboja akan tetap di posting karena dibuang sayang…heeee

Buat sahabat sahabat blogger kontak kontak yah kalo mau kopdar!! I’ll be there!

Tragedi Water Festival terbesar di Jembatan Diamond Island, Cambodia, yang merenggut nyawa ratusan jiwa

Berita mengejutkan datang tadi malam mengenai perayaan Water Festival yang diselenggarakan dari tanggal 20 sampai tanggal 22 kemarin. kemarin malam Senin, 22 November saya dikejutkan oleh berita bahwa pada malam terakhir perayaan Water Festival, sebanyak lebih dari 339 nyawa melayang dan ratusan lainnya cedera  saat hendak pulang dari perayaan malam terakhir dan berdesak desakan menyebrangi jembatan untuk keluar dari Diamond Island.

Sumber kejadian menyatakan bahwa jembatan yang baru dibangun persis disebelah Hotel dimana tempat saya bekerja tersebut menunjukan tanda tanda tidak kuat menahan beban sehingga hal itu menyebabkan kepanikan ribuan pejalan kaki yang akan menyebranginya, tambahan lagi dari sumber Phnom Penh post menyatakan bahwa pada malam kejadian, diperkirakan  sebanyak 1 juta manusia meninggalkan pulau tersebut disaat bersamaan dan akhirnya ditengah kepanikan, aksi saling dorong yang berakibat banyaknya manusia yang sulit bernafas disertai saling injak akhirnya merenggut banyak korban jiwa di jembatan tersebut.

Tragedi terbesar setelah Rezim Pol Pot

Menurut Perdana Menteri Hun Sen dalam video conference nya tadi pagi pukul 02:30 menyatakan bahwa kekacauan even ini adalah tragedy terbesar setelah Pol Pot rezim dilihat dari banyaknya korban jiwa. Berhubung kejadian baru tadi malam, belum di sebutkan berapa korban tewas dari tourist atau penduduk luar negeri yang berdomisili di kamboja ini. Dari teman KBRI disini, mengatakan hal itu masih dalam proses mengidentifikasi korban dikarenakan rata rata wajah orang orang Asia rata rata mirip, tetapi mengingat even ini mayoritas lebih ditujukan untuk masyarakat lokal Kamboja, besar kemungkinan bahwa mayoritas korban berasal dariKamboja.

Sungguh sangat disayangkan, ditengah galaknya pembangunan pulau tersebut untuk menyambut datangnya ATF (Asean Tourism Forum) January mendatang, fasilitas pembangunan jembatan khusus untuk akses keluar dari jembatan tersebut ternyata tidak cukup kuat menopang beban ribuan manusia yang menyebranginya. Untuk informasi saja, dalam perayaan Water Festival, semua akses menuju tempat perayaan sudah di sterilkan dari kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat sejauh radius kurang lebih 3 kilometer. Jadi jika anda ingin melihat keramaian dalam festival tersebut, anda harus terbiasa dengan jalan kaki yang cukup jauh dikarenakan kota Phnom Penh saat itu kedatangan lebih dari 2 juta pengunjung yang berdatangan dari provinsi provinsi di penjuru Kamboja.

Sontak setelah kejadian tersebut, teman teman Indonesia dan juga kami saling menghubungi untuk mengetahui keadaan masing masing dan sejauh ini dari komunity kami yang kecil ini tidak ada berita bahwa mereka pergi kesana pada waktu kejadian.

Semoga tidak ada satupun dari saudara saudara kita orang Indonesia yang menjadi korban dari tragedy tersebut.

Beruang kutub pun kelaparan akibat Global Warming

Beberapa hari yang lalu, seorang sahabat yang saya kenal sewaktu bekerja di property yang berbeda di kamboja sini mengirimkan email kepada saya. Saya mengenalnya karena dia adalah salah satu tamu hotel yang menginap pada tahun 2008 yang lalu, kami banyak berbicara dan mempunyai beberapa hal yang cocok untuk dibicarakan. Usia nya tak lagi muda, dan sudah memasuki masa pensiun. Untuk mengisi masa pensiunnya beliau banyak sekali melakukan perjalanan ke luar negeri bersama istri dan sering mengupdate saya tentang perjalanan liburannya ke berbagai negara.  Ini adalah salah satu suratnya yang menarik tentang perjalanan mereka ke Churcill untuk melihat beruang kutub serta kebetulan di sertai dengan gambar yang lengkap.

Read more »

Nggandul euy!

Jepretan iseng, maklum pemandangan ini lumayan udah jarang ditemui terutama di ibukota Phnom Penh ini. Sewaktu baru keluar dari makan siang, eh saya langsung surprise di salib oleh motor ini. Berhubung pemandangan langka dan naluri bloggernya muncul, maka diabadikanlah foto ini…heee..

Read more »

Liburan ke Singapore

Liburan minggu ini lumayan melelahkan serta melegakan,karena pada akhirnya niat saya untuk bisa mengajak orang tua jalan jalan ke luar negeri akhirnya terlaksana, selama ini beliau bekerja keras untuk menyekolahkan anak sampai akhirnya bisa pindah pindah kerja ke luar negeri sedangkan mereka sendiri belum pernah merasakan dunia luar.

Read more »

Jujube Kamboja itu bernama Puetri

Pernah lihat buah seperti ini? ini bukan apel, tapi orang Bali menamainya apel bali, entah jika anak muda dari Bali masih mengetahui buah yang terkenal dengan sebutan “bekul” (be seperti menyebut kata “benar”) ini.

Di Jawa tengah selama 10 tahun saya belum pernah menemui buah bekul ini yang ada ya jamblang atau juwet yang dimana abis makan lidahnya ikut berwarna ungu, anak saya juga suka tapi bukan makan jamblangnya melainkan permen cupa cup yang bermerk “jagoan neon” yang bikin lidah berwarna…heee…

Di supermarket sini saya menemuinya dalam bahasa inggris dinamakan jujube, kalo yang kecil itu asli dari kamboja dinamai “puetri”, nah kalo yang disampingnya yang besar mirip apel seperti dalam foto itu dari negara Thailand yang bikin. Di Bali bekul hanya setengah dari “puetri”nya kamboja, jadi lumayan kecil sekali.

Katanya, buah ini tumbuh di India, Russia, China, Eropa selatan dan Timur Tengah. Tapi kenyataannya di Kamboja banyak sekali, di Bali juga apalagi Thailand, la wong jambu klutuk tanpa klutuk favorit saya itu juga dari Thailand kok.

Rasanya agak tawar dan sudah pasti renyah atau crunchy banget, kalo apel biasa bisa ngales atau tidak kriuk kriuk lagi, sedangkan jujube ini selalu renyah. Jujube ini terkenal di Kamboja dengan cara makannya dicocol dengan garam yang di campur cabe sehingga garamnya berwarna merah, kalo di bali mirip juga cara makanya hanya garam dan cabenya dicampur terasi…ngrujak deh…

Menurut mbah google manfaat jujube ini untuk pembentukan dan pemeliharaan aliran darah, hormon tubuh, tulang, otot, kulit, rambut, enzim tubuh dan neurotransmiter. Manfaat buah jujube juga ditemukan dalam pembentukan protein lebih dari 50.000 tubuh.Bisa juga untuk menghambat tumor yang menyebabkan leukimia, obat penenang, untuk pengobatan kelainan kulit, histeria, kelelahan, kehilangan energi dan menambah nafsu makan.

Seperti halnya dengan dragon fruit yang sudah banyak banget di indonesia, apakah jujube ini sudah ada di supermarket Indonesia?

Image pohon diambil dari google