Category Archives: chit chat - Page 2

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Tak terasa sudah 1 bulan saya di Jakarta. karena kesibukan pekerjaan baru yang rata rata saya habiskan 12- 14 jam di hotel tempat saya bekerja, karena beberapa perombakan system dan organisasi membuat kegemaran menulis jadi terbengkalai. Berhubung teman teman baru sebagian besar dari kalangan muslim, maka untuk menghormati mereka sejak tanggal 1 agustus kemarin saya ikut puasa. hanya libur puasa pas hari libur saya saja.

Ternyata ikut berpuasa banyak hikmahnya, selain menjadi diri yang lebih sabar, yang terpenting badan saya turun hampir 5 kg! weh…senangnya minta ampun, istri saya saja ngiri melihatnya..heee…

Sehabis lebaran ini kesibukan baru yang lebih banyak akan datang yaitu team kami akan siap jualan, maka dari itu saya akan sering berada di jalan untuk memperkenalkan produk kami yang baru. Tapi dibalik kesibukan itu akan ada untungnya juga karena bisa menjadi sarana networking untuk sesama teman teman blogger di Jakarta. siapa tau wawasan saya pun bertambah dari sana.

Untuk itu dalam suasana ini saya berkesempatan untuk mengucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1432 H, MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN.

Balik ke Indonesia nih…

Lumayan lama gak update karena sibuk banget nyari kerjaan di indo dan bolak balik jakarta – phnom penh disertai barusan baru balik lagi kejakarta ngurus pindahan sekolah anak, ngubek ngubek yang deket rumah.

Lumayan seru karena dulu rumah ada di cipete jakarta selatan dan kali ini di beri rumah dinas di kawasan jakarta utara dan hasilnya saya buta banget sama wilayah ini. tapi akhirnya semua ini beres dan sekarang masih balik lagi ke kamboja untuk ngurus ngurus barang dan urusan kantor.

Glad to back home! tidak hanya yang kami sekeluarga rasakan tapi juga tentunya masing masing orang tua yang paling girang karena bisa bertemu lagi walau terus terang cukup kaget badan ini beradaptasi dengan macetnya kota jakarta. Untungnya kerjaan baru ini masih dengan fasilitas layaknya expat, jadi tidak perlu bermacet macet ria untuk sampai ke kantor, cukup naik sepeda gayung 10 menit juga nyampai.

Satu hal keinginan terpendam yang bisa terwujud, adalah peluang untuk ikut pesta blogger tahun ini dan pastinya kopdar dengan blogger blogger yang ada di jakarta tentunya…heeee…

Saya masih gak tau apakah label “expate update” dalam blog ini mau dicabut apa nggak, mengingat bulan depan saya sudah tak lagi expat. Postingan postingan lama tentang kamboja akan tetap di posting karena dibuang sayang…heeee

Buat sahabat sahabat blogger kontak kontak yah kalo mau kopdar!! I’ll be there!

Tragedi Water Festival terbesar di Jembatan Diamond Island, Cambodia, yang merenggut nyawa ratusan jiwa

Berita mengejutkan datang tadi malam mengenai perayaan Water Festival yang diselenggarakan dari tanggal 20 sampai tanggal 22 kemarin. kemarin malam Senin, 22 November saya dikejutkan oleh berita bahwa pada malam terakhir perayaan Water Festival, sebanyak lebih dari 339 nyawa melayang dan ratusan lainnya cedera  saat hendak pulang dari perayaan malam terakhir dan berdesak desakan menyebrangi jembatan untuk keluar dari Diamond Island.

Sumber kejadian menyatakan bahwa jembatan yang baru dibangun persis disebelah Hotel dimana tempat saya bekerja tersebut menunjukan tanda tanda tidak kuat menahan beban sehingga hal itu menyebabkan kepanikan ribuan pejalan kaki yang akan menyebranginya, tambahan lagi dari sumber Phnom Penh post menyatakan bahwa pada malam kejadian, diperkirakan  sebanyak 1 juta manusia meninggalkan pulau tersebut disaat bersamaan dan akhirnya ditengah kepanikan, aksi saling dorong yang berakibat banyaknya manusia yang sulit bernafas disertai saling injak akhirnya merenggut banyak korban jiwa di jembatan tersebut.

Tragedi terbesar setelah Rezim Pol Pot

Menurut Perdana Menteri Hun Sen dalam video conference nya tadi pagi pukul 02:30 menyatakan bahwa kekacauan even ini adalah tragedy terbesar setelah Pol Pot rezim dilihat dari banyaknya korban jiwa. Berhubung kejadian baru tadi malam, belum di sebutkan berapa korban tewas dari tourist atau penduduk luar negeri yang berdomisili di kamboja ini. Dari teman KBRI disini, mengatakan hal itu masih dalam proses mengidentifikasi korban dikarenakan rata rata wajah orang orang Asia rata rata mirip, tetapi mengingat even ini mayoritas lebih ditujukan untuk masyarakat lokal Kamboja, besar kemungkinan bahwa mayoritas korban berasal dariKamboja.

Sungguh sangat disayangkan, ditengah galaknya pembangunan pulau tersebut untuk menyambut datangnya ATF (Asean Tourism Forum) January mendatang, fasilitas pembangunan jembatan khusus untuk akses keluar dari jembatan tersebut ternyata tidak cukup kuat menopang beban ribuan manusia yang menyebranginya. Untuk informasi saja, dalam perayaan Water Festival, semua akses menuju tempat perayaan sudah di sterilkan dari kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat sejauh radius kurang lebih 3 kilometer. Jadi jika anda ingin melihat keramaian dalam festival tersebut, anda harus terbiasa dengan jalan kaki yang cukup jauh dikarenakan kota Phnom Penh saat itu kedatangan lebih dari 2 juta pengunjung yang berdatangan dari provinsi provinsi di penjuru Kamboja.

Sontak setelah kejadian tersebut, teman teman Indonesia dan juga kami saling menghubungi untuk mengetahui keadaan masing masing dan sejauh ini dari komunity kami yang kecil ini tidak ada berita bahwa mereka pergi kesana pada waktu kejadian.

Semoga tidak ada satupun dari saudara saudara kita orang Indonesia yang menjadi korban dari tragedy tersebut.

Beruang kutub pun kelaparan akibat Global Warming

Beberapa hari yang lalu, seorang sahabat yang saya kenal sewaktu bekerja di property yang berbeda di kamboja sini mengirimkan email kepada saya. Saya mengenalnya karena dia adalah salah satu tamu hotel yang menginap pada tahun 2008 yang lalu, kami banyak berbicara dan mempunyai beberapa hal yang cocok untuk dibicarakan. Usia nya tak lagi muda, dan sudah memasuki masa pensiun. Untuk mengisi masa pensiunnya beliau banyak sekali melakukan perjalanan ke luar negeri bersama istri dan sering mengupdate saya tentang perjalanan liburannya ke berbagai negara.  Ini adalah salah satu suratnya yang menarik tentang perjalanan mereka ke Churcill untuk melihat beruang kutub serta kebetulan di sertai dengan gambar yang lengkap.

Read more »

Nggandul euy!

Jepretan iseng, maklum pemandangan ini lumayan udah jarang ditemui terutama di ibukota Phnom Penh ini. Sewaktu baru keluar dari makan siang, eh saya langsung surprise di salib oleh motor ini. Berhubung pemandangan langka dan naluri bloggernya muncul, maka diabadikanlah foto ini…heee..

Read more »

Liburan ke Singapore

Liburan minggu ini lumayan melelahkan serta melegakan,karena pada akhirnya niat saya untuk bisa mengajak orang tua jalan jalan ke luar negeri akhirnya terlaksana, selama ini beliau bekerja keras untuk menyekolahkan anak sampai akhirnya bisa pindah pindah kerja ke luar negeri sedangkan mereka sendiri belum pernah merasakan dunia luar.

Read more »

Jujube Kamboja itu bernama Puetri

Pernah lihat buah seperti ini? ini bukan apel, tapi orang Bali menamainya apel bali, entah jika anak muda dari Bali masih mengetahui buah yang terkenal dengan sebutan “bekul” (be seperti menyebut kata “benar”) ini.

Di Jawa tengah selama 10 tahun saya belum pernah menemui buah bekul ini yang ada ya jamblang atau juwet yang dimana abis makan lidahnya ikut berwarna ungu, anak saya juga suka tapi bukan makan jamblangnya melainkan permen cupa cup yang bermerk “jagoan neon” yang bikin lidah berwarna…heee…

Di supermarket sini saya menemuinya dalam bahasa inggris dinamakan jujube, kalo yang kecil itu asli dari kamboja dinamai “puetri”, nah kalo yang disampingnya yang besar mirip apel seperti dalam foto itu dari negara Thailand yang bikin. Di Bali bekul hanya setengah dari “puetri”nya kamboja, jadi lumayan kecil sekali.

Katanya, buah ini tumbuh di India, Russia, China, Eropa selatan dan Timur Tengah. Tapi kenyataannya di Kamboja banyak sekali, di Bali juga apalagi Thailand, la wong jambu klutuk tanpa klutuk favorit saya itu juga dari Thailand kok.

Rasanya agak tawar dan sudah pasti renyah atau crunchy banget, kalo apel biasa bisa ngales atau tidak kriuk kriuk lagi, sedangkan jujube ini selalu renyah. Jujube ini terkenal di Kamboja dengan cara makannya dicocol dengan garam yang di campur cabe sehingga garamnya berwarna merah, kalo di bali mirip juga cara makanya hanya garam dan cabenya dicampur terasi…ngrujak deh…

Menurut mbah google manfaat jujube ini untuk pembentukan dan pemeliharaan aliran darah, hormon tubuh, tulang, otot, kulit, rambut, enzim tubuh dan neurotransmiter. Manfaat buah jujube juga ditemukan dalam pembentukan protein lebih dari 50.000 tubuh.Bisa juga untuk menghambat tumor yang menyebabkan leukimia, obat penenang, untuk pengobatan kelainan kulit, histeria, kelelahan, kehilangan energi dan menambah nafsu makan.

Seperti halnya dengan dragon fruit yang sudah banyak banget di indonesia, apakah jujube ini sudah ada di supermarket Indonesia?

Image pohon diambil dari google

Meninjau harga pasar

Ini bukan cerita tentang harga sapi atau ayam yang sedang naik naiknya menjelang lebaran, atau cerita tentang operasi pasar karena beras juga ikutan naik. Sesuai dengan tema blog ini saya hanya ingin mensharingkan sesuatu yang berkenaan dengan para profesional dalam melindungi kemajuan dan keamanan di tempat kerja untuk kelangsungan hidup tentunya.

Read more »

Perlunya pelindungan tenaga kerja untuk umur 40 tahun ke atas?

Seorang teman lama  mengirim pesan pendek di email saya minggu kemarin. “Pak ada lowongan nggak disana? udah abis nih kontrakku.” wah, kejadian deh..dan ini kejadiannya di indo bukan kapasitasnya sebagai expat.

Seperti yang sudah baru baru saya bahas mengenai jenis jenis karyawan di sini, sebagai teman saya masih belum terima bagaimana perusahaan memperlakukan seorang karyawan lokal seperti ini, apalagi teman saya itu tak lagi muda dan mempunyai anak yang terbilang bukan anak anak lagi.

Saya termasuk ngenes juga dengernya apalagi yang menjalani yah, dia juga menceritakan bahwa anaknya pas perlu perlunya uang untuk biaya masuk PT. Negara kita ini bukannya makin baik sistemnya malah makin buruk sistem tenaga kerjanya, harusnya kayak dulu lah, kalo memang tidak diperlukan lagi bisa dipindahkan ke departemen lain, bukan langsung dipotong nafkah hidupnya gitu sehingga minimal yang tergeser mikir untuk pindah cari kerjaan tempat lain agar tak selalu di cap ” non performance staff “. Dengan cara itu minimal para pekerja itu diberi kesempatan dan uang gaji masih tetap konstan.

Dengan situasi kayak gini berarti udah gak ada bedanya dengan kerja di luar negeri apalagi menurut teman saya ini gaya gayanya juga sama, seharusnya 3 bulan sebelumnya kalo gak diperpanjang pihak HRD harus memberitahu dulu sebelumnya, ini malah cuma 1 bulan, wah wah bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan baru secepat itu. Hal ini juga diperparah dengan banyaknya iklan lowongan pekerjaan yang membatasi usia, seperti contohnya nih, dicari manager anu usia antara 27 -35, la kalo udah gini yang umur diatas itu gak ada kesempatan donk, apa memangnya kalo sudah diatas 35 kita kudu siap siap buka warteg atau jualan pulsa elektrik karena udah gak laku lagi?

Walau tidak harus dideklarasikan secara formal, setidaknya ada upaya yang lebih manusiawi untuk memperlakukan karyawan terutama yang laki laki karena biasanya mereka adalah kepala keluarga dan sebagai tulang pungung keluarga, kepada perusahaan juga diminta fleksibilitasnya dalam pengambilan keputusan pemutusan kontrak karena dampak yang terjadi cukup signifikan jika aliran dana terhenti begitu saja. walaupun sekarang ini banyak sekali suami dan istri bekerja tapi masih ada juga yang hanya suami yang bekerja dan istri membantu seadanya di rumah seperti membuka warung kecil kecilan, dan usaha kecil lainnya.

Duh kalo kayak gini ceritanya, kapan saya balik ke tanah air nih..?

Fenomena Nikah telat

mariageFenomena ini sepertinya hanya berlaku untuk orang orang yang seumuran saya saja dimana tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru tahun kemarin lulus kuliah, eh gak taunya malah sudah punya anak dua..heee.

Entah kenapa, bagi pembaca yang mengikuti terus cerita di blog ini pasti tau akan latar belakang pendidikan saya di bidang pariwisata. Sekolah perhotelan umumnya tidak membutuhkan waktu lama untuk lulusnya, karena sekolah ini memang lebih menitik beratkan ke masalah ketrampilan atau skill, walaupun dari segi manajemennya juga di ajarkan. Tak heran banyak dijumpai pada usia 20 – 21 kami sudah merasakan dunia kerja dan menghasilkan rupiah atau dollar dari sana.

Read more »