Category Archives: business - Page 2

Hotelier Karbitan

Bagi para mahasiswa lulusan perhotelan di era tahun menjelang 2000an, mereka merasakan tidak enaknya lulus pada tahun tersebut, selain jamannya krismon ditambah banyaknya pengusaha yang mengemplang dana pinjaman atau terkenal dengan istilah BLBI. Hingga setelah tahun 2000 pun dengan maraknya sekolah perhotelan khususnya di Bali banyak kalangan menyebutnya dengan era “Over Supply” alias kebanyakan muridnya dibanding jumlah hotelnya. Tak heran dari 30 orang teman saya di kampus hanya kurang dari 10 yang tetap berkarir di perhotelan, itu yang kami ketahui dari grup Facebook yang kami buat.

Read more »

Abu Dhabi dan rahasia nama Burj Khalifa

Dari Dubai ke Abu Dhabi sangat dekat, hanya 1, 5 jam perjalanan darat dengan melewati jalan besar 6 jalur tanpa gerbang tol, maklum negara kaya. Sebenarnya kami hanya penasaran saja pingin tahu ada apa di sana walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa negara kaya ini tidak banyak yang bisa dilihat. Tapi berhubung perjalanan yang pendek, kenapa gak dicoba aja kesana.

Di Abu Dhabi pertama yang disinggahi sudah pasti bangunan mesjid terkenal kalo gak salah spelling namanya Seikh Zayed mosque. Seikh Zayed adalah nama Raja Abu Dhabi yang tentu saja sudah meninggal. Bangunan yang dikenal terbesar ketiga dari yang di Mekkah sana membuat banyak wisatawan datang berkunjung dan berfoto foto disana. Sebagai informasi khusus untuk wanita tidak diperkenankan berfoto tanpa mengenakan pakaian yang tertutup sehingga di depan mesjid tersebut disediakan pakaian tersebut secara gratis.

Persinggahan ke dua adalah melewati istana komplek raja Abu Dhabi yang luas dan panjang, berhubung dilarang mengambil gambar, akhirnya kita mengambil gambar dari seberang lautan saja…heee….setelah itu apalagi kalo tidak berkunjung ke Ferrari World. Tempat ini adalah tempat semua pernik pernik merchandise ferrari dari topi sampai baju yang di banyak dijumpai di Mangga Dua dengan harga 10%nya..hee…sebenarnya untuk kebutuhan studi banding karena mereka mempunyai wahana roller coaster berbentuk mobil Ferrari yang katanya kecepatanya seperti kecepatan mobil Ferrari di darat. Tapi berhubung rombongan mayoritas enggan mengeluarkan dana lebih sekitar US$50an untuk menikmati wahana tersebut akhirnya daripada di tinggal bus, mau gak mau musti manut deh….

Rahasia nama Burj Khalifa

Semua tahu bahwa sejak 2 tahun yang lalu, Dubai terkena krisis sampai kudu restrukturisasi hutang hutangnya yang gak mungkin kebayar, tetapi karena negara tetangga Abu Dhabi yang kaya minyak ini berani menjadi penjamin dari hutang hutang Dubai, maka secara eksplisit seolah olah Abu Dhabi seperti memiliki Dubai. Ini tercermin dari cerita teman sekelas saya dulu di kuliahan yang sudah menetap disana sejak 1998 bahwa ternyata Gedung tertinggi di Dunia dengan tinggi 830 meter itu sebenarnya memakai nama Burj Dubai, sebelum dibuka resmi,  kaos kaos, gelas, segala cenderamata sudah memakai nama itu dan pas hari H peresmian gedung tersebut, si announcer dalam acara pembukaan bangunan tersebut bengong seolah olah tak percaya bahwa dalam beberapa detik sebelum nama Burj Dubai akan diresmikan sekonyong konyong Seikh dari Abu Dhabi tiba tiba berbicara dan menggantinya dengan nama Burj Khalifa. Moment ini menjadi isu nasional dikarenakan disiarkan oleh banyak stasiun televisi, tapi mau gimana lagi namanya raja tetap seorang raja, bahkan isu seikh dari Dubai yang akan pindah kantor ke bangunan ini sampai sampai mengurungkan niatnya.

Yah sekedar sharing saja, walaupun banyak hutang tapi yang saya lihat bangunan bangunan sekelas mall dan apartemen terus dalam tahap pembangunan, dilihat dari laporan tingkat hunian kamar hotel di Dubai yang mencapai rata rata 81% dan rata rata harga mencapai US$160an, sebagai orang hotel tentu saja tahu bahwa bisnis hotel atau apartemen tetap menjadi bisnis yang masih sangat menarik di Dubai. Agaknya pemerintah Dubai cukup lihai dalam membaca masa depan, disaat cadangan minyak mulai menipis, negara tersebut beralih memajukan sektor financial dan tentu saja pariwisata dimana sektor pariwisata adalah bisnis terbesar ke 3 di Dunia jika dilihat dari perputaran uang di seluruh dunia dan Dubai agaknya tidak salah langkah.

Terjebak dalam Jabatan

Suatu hari saya dikirimin oleh seorang teman lama yang singkatnya kira kira seperti ini..”tolongin donk cariin gue kerjaan..yang kira kira sesuai dengan jabatan gue sekarang…”.

Lalu saya balas seperti ini,” ada bro, tapi levelnya turun nih, kalo paket gue rasa ok banget lah..”

Seperti judul diatas, bisa ditebak, kalo kawan lama saya ini jelas menolak informasi yang saya beri. Saya sebenarnya gak menyalahkan orang orang yang berpikiran bahwa jabatan lebih penting dari uang, karena bapak saya sendiri juga sering bilang yang saya lupa bahasa jawanya yang pake imbuhan “katut..katut…” yah yang intinya dengan jabatan yang baik, otomatis uangnya juga akan ikut baik.

Sekali lagi saya nggak menyalahkan opini seperti itu, saya pun juga waktu masih baru baru kerja juga mempunyai pedoman yang sama, hanya saja yang saya lakukan tidak membabi buta pindah ke perusahaan lain yang menawarkan jabatan yang lebih baik. Alasan saya cukup simple saja yaitu bahwa perusahaan pun punya kasta!

Sewaktu bekerja di industri perhotelan, saya punya jabatan rangkap yang teman teman blogger mungkin sudah mengetahui jika mengikuti blog ini dari dulu bahwa saya dulu seorang penjual kartu kredit. Seperti halnya sales kartu kredit, pengetahuan tentang perusahaan mana dan jabatan apa saja yang memenuhi kriteria untuk di prospek adalah hal basic yang seluruh sales harus ketahui agar pekerjaannya tidak sia sia. Apa yang digariskan dari perusahaan itu yang kita harus turuti agar prospek kita mendapatkan approval dari bank dan akhirnya kita juga yang akan menikmati komisi atau bonus.

Seiring dengan pengalaman itulah, mengetahui level suatu perusahaan satu dengan yang lainnya menjadikan pengetahuan baru bagi saya. seperti contoh: seorang supervisor di suatu perusahaan A dari slip gajinya dapat dilihat bahwa penghasilannya lebih besar daripada seorang Director di perusahaan B. Tidak percaya? jadilah sales kartu kredit…heee… bahkan si supervisor ini malahan dapat incentive berupa Handphone dan pulsanya serta mobil perusahaan yang walaupun catnya penuh dengan logo perusahaannya tapi boleh dibawa pulang ke rumah.

Dalam cerita yang lain, saya punya bekas anak buah yang cukup agresif dan berambisi untuk sukses di usia muda, hal yang sangat positif tentunya. Teman ini akhirnya bisa mewujudkan cita citanya untuk menduduki jabatan yang diinginkannya dengan cara berpindah pindah pekerjaan di perusahaan yang lebih kecil dari perusahaan kami sebelumnya di luar kota Jakarta sana. Waktu berlalu, sekali lagi dengan ke agresifannya dia mencoba melamar lagi di perusahaan perusahaan besar dengan posisi yang sama. Dengan kualifikasi yang dimilikinya, Pihak HR sangat senang mendapatkan calon yang berkompeten seperti dia, hanya saja dilihat dari segi pengalaman, mereka menawarkan jabatan turun 2 level dari jabatan yang didapatnya sekarang. Gaji? jelas lebih besar dari yang didapatnya sekarang. Apakah mudah bagi seorang teman ini untuk memutuskan? sangat manusiawi, jawabannya “tidak mudah”.

Ini gambaran anak anak muda sekarang pada umumnya, untuk menutupinya, mereka bergaya hidup diluar kemampuan mereka hanya untuk memPASkan seorang yang mempunyai jabatan ini kudu punya barang, gadget, mobil yang sesuai dengan jabatannya, padahal kreditnya sangat menjerat leher kalo tidak, bisa dipastikan dalam acara networking dengan rekan rekan kerja yang lain akan menjadi bahan candaan saja.

Tidak susah sebenarnya untuk menentukan kasta dari suatu perusahaan, asal emosi tidak menguasai dalam mengambil keputusan, anda tak akan terjebak dalam jabatan tak berduit itu.

Shrinking Vacation Syndrome

Kalo udah tau yang namanya akan liburan udah pasti gejala gejala psikologis akan nampak heee..ini kalo saya lho yah…soalnya minggu depan saya akan libur panjang pulang kampung halaman menengok bapak, ibu, paman, bibi, kakek, saudara misan, sepupu, dan teman teman sekerja dulu. Oya gejala psikologisnya tentunya, kerja jadi semangat, berasa seperti abis promosi jabatan, badan berasa seger, bibir senyum senyum mulu padahal kenyataannya compi dan BB kudu dibawa untuk memonitor kerjaan yang jalan terus. Tapi gak papa, yang penting judulnya, LIBUR.

Banyak yang malah pusing mau liburan, barang yang akan dibawa bisa jadi alasannya. buat yang bekerja di LN, oleh oleh bisa menjadi hal yang memusingkan, karena harus disingkronkan antara bentuk oleh olehnya dengan budget pengeluarannya ditambah pula beratnya koper yang akan dibawa.

Di Amerika sono krisis keuangan yang mengakibatkan bengkaknya angka pengangguran menyebabkan liburan menjadi sebuah sindrom yang disebut Shrinking Vacation Syndrome. Yang dulunya liburnya ke belahan dunia lain tanpa mikirin kerjaan, sekarang malah liburan tapi kerja jalan terus, malah ada yang gak bisa libur sama sekali ada pula dapat libur tapi bingung mau pergi kemana karena semuanya menjadi tidak terjangkau oleh kocek.

Beruntung kita di Indo apalagi yang masih punya kampung halaman, se resesi apapun keuangan kita, kalo bisa pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga dan teman lama akan berasa nikmatnya. Makan ikan teri ama nasi panas aja langsung kita post di wall FB apalagi lengkap dengan krupuk dan sambalnya, intinya asal bisa kumpul dan melepaskan diri sejenak dari tekanan dunia kerja sudah membuat kita bahagia, sehingga sewaktu pulang kerja kembali, kita bisa merencanakan liburan kedepan dengan lebih baik lagi seperti menyiapkan tabungan khusus dari sisihan rejeki kita tiap bulan di negeri seberang.

Jadi liburan akhir tahun ini pada mau kemana nih?

Pajak oleh oleh dari LN

Perhatikan komen komen yang saya dapat mengenai kebijakan baru untuk tahun 2011 mengenai pajak yang dikenakan oleh bea cukai untuk barang oleh oleh dari Luar negeri, kalo pajak dari perorangan tidak lebih dari US$250 dan kalo barang bawaan keluarga US$1000,

“setuju, pak….. itu kalau Pak Menterinya orang pintar dan kreatif, pak….. Ini kan menteri asal kejar target penerimaan……. wajar keputusannyapun serba aneh…. mungkin Indoensia satu-satunya negara yang menerapkannya……..”

“negara pemeras,pejabat rampok…”

“Alhamdulilah, dengan adanya aturan ini uang masuk bagi petugas BC, Satpam bandara bahkan cleaning service yang akan jadi calo utk ngurus biar bisa bebas BM. Yah setidaknya uang yg sudah dikeluarkan utk sogok jadi pegawai BC, Satpam bandara bisa kembali deh.”

“Dasar otak udang ada di dengkul dan kemungkinan besar letaknya di bokong. Makanya gak aneh investor asing cabut dari indo karena banyak praturan yg gak masuk diakal. Bea cukai beraninya cuma ama rakyat kecil (average income family). Apa berani kenain bea masuk terhadap pejabat, conglomerate, billionaires? Mereka ini kalo shopping diluar negri bisa sampe ratusan ribu bahkan jutaan dollar tapi gak kena bea masuk. System bea masuk ude ada sejak dulu cuma skarang aje baru bergaung? yeah right!!! Bukannya tingkatkan keamanan di pelabuhan laut/udara tapi malahan bikin tourists jadi runyam sewkt dateng ke indo. Tourist ude dikenain visa on arrival masih gak cukup? Skarang harus declare barang2 bawaan dan bawa receipts camera, i-touch, n-book, ipad, portable game, dlsb. SHUT da F**K up.”

Komen diatas kayaknya udah mewakili perasaan dan pemikiran saya. Duh Indonesia, kok makin lama makin ancur begini kebijakannya….

Pak Mentri bawa kabar berita.

Saya paling doyan acara kumpul kumpul yang diselenggarakan oleh KBRI. Selain bisa kumpul kumpul bersama rekan rekan yang jarang dijumpai juga biasa…..makan makan gratisnya…heee.

Pekan kemarin kami ditelpon oleh staff kedutaan disuruh berkumpul kali ini dirumah Pak Dubes karena kami kedatangan tamu penting yang ternyata Pak Mentri Marty Natalegawa, menteri luar negeri kita.

Read more »

Ngirit BBM!

Gimana jadinya kalo di Indonesia BBM jadi ditarik tanpa Subsidi. Disini (Kamboja) BBM emang tidak disubsidi, bisa dilihat di gambar berikut.

harga bensin

US$1 sama dengan 4100 real, nah kalo di plang harga menunjukan segitu berarti BBM disini sudah melebihi $1 alias kalo dirupiahkan sekitar Rp.9500an lah perliternya.

motor

Nah foto diatas adalah pemandangan rutin dimana berhubung hampir semua lampu merah disini ada penunjuk detiknya, makanya biar hanya menunggu 30 detikpun di lampu merah banyak motor yang mematikan mesin kendaraannya. Kelihatannya kayaknya mau ngirit banget tetapi kalo semua melakukannya ada enaknya juga lho, hawa sekitarnya tidak menjadi semakin panas.

Sayang hanya motor yang mau melakukannya, kalo mobil jelas mereka nggak mau. hayo buat yang naik motor, sudahkah anda sengirit itu?

Murahnya Miras di Phnom Penh

wine rackIni pendapat pribadi, berhubung dari belia sampai sekarang saya akui saya adalah peminum serta perokok (walau gak banyak), makanya kalo jalan jalan kemana aja hal yang menarik buat saya adalah melihat toko toko yang menjual minuman keras. Ibarat seorang perempuan yang sukanya ke toko tas dan parfume saya senengnya liat jenis jenis minuman keras. Sekedar melihat perkembangannya karena hal ini masih merupakan ruang lingkup pekerjaan sebagai hotelier.

Kalo ngomongin toko wine dan minuman keras, di beberapa negara ASEAN tentunya mempunyai banyak koleksi minuman minuman keras yang beraneka ragam jenisnya, tapi kalo ngomongin harganya, saya yakin Kamboja adalah yang termurah.

Kalo mau dibandingkan Indonesia dan Malaysia sudah tentu negara ini masuk kotak, karena sudah pasti harganya mahal tetapi waktu saya bandingkan dengan Vietnam yang dimana 1US$ nya sampai 19,000 dong alias lebih dari 4 kali lipatnya uang kamboja yang 1US$ hanya 4000 real. Kalo di kurs in juga masih mahal.

Bagaimana dengan Thailand? Pengalaman saya Thailand tidak hanya di Bangkok ataupun di Pattaya harga masih lebih mahal dari di Vietnam. Walau belum mengunjungi Laos dan Myanmar, menurut teman saya distributor wine yang orang prancis, tax disana lebih mahal dari kamboja.

Banyak yang mengatakan sebenarnya tidak ada tax di kamboja hanya uang pungli untuk pejabat pejabat disini saja. Jika berani memasok dengan volume besar, tidak hanya menguntungkan tetapi bisa juga menekan harga jual menjadi lebih murah.

Bagi yang suka minum wine mungkin heran setelah melihat banyak wine prancis yang dijual mulai dari harga $3 (Rp.30.000) saja. Yang laris berkisar dari $4 sampai $6. Demikian pula wine spanyol dan Italy yang cukup populer disini.

Banyak toko yang memang khusus menjual wine ini, koleksinya memang mengaggumkan dari berbagai negara seperti South Africa, Australia, Chille, California, Argentina sampai yang populer tadi italy, spanyol dan Prancis.

wine shelfing cambodia

Mungkin ada yang pernah mendengar banyak orang tua yang suka minum anggur kolesom yang di indo terkenal dengan cap orang tua. Nah minum red wine ternyata bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah stroke. Makanya sering terdengar kabar banyak orang prancis yang jarang sekali terkena stroke karena terbiasa mengkomsumsi red wine ini.

Untuk miras yang lain, relatif tidak banyak perkembangan. Hanya buat penggemar vodka, disini banyak sekali vodka dari Russia yang harganya murah banget sekelas vodka topi miring buatan Indonesia yang sering kena razia itu. Harga berkisar $3 – $6 dengan tulisan Russia yang kita gak ngerti apa artinya..heeee. Variasinya juga banyak ada yang rasa apricot, buah kiwi dan lainnya melengkapi rasa yang sudah ada sebelumnya seperti citrus, rasberry, dll.

Kalo anda bertanya bagaimana miras kamboja dibandingkan dengan harga Duty Free di airport? wow jelas masih lebih murah di kamboja donk, buat saya duty free itu hanya stempel aja, ada yang bilang duty free di Hongkong murah murah ternyata waktu berkunjung kesana nggak juga tuh.

Mungkin kalo dari segi harga, pengalaman saya pernah mendapati yang lebih murah dari kamboja, yaitu di St.Thomas sebuah virgin island kepunyaan Amerika di kepulauan karibia. Itu emang lebih murah, tapi khan jauh banget disana. Lagian itu udah dulu banget, sekarang saya udah nggak tau lagi.

Burj Khalifa dan utang yang kebablasan

burj khalifa1Kemarin pagi seperti biasa nonton CNN, saya melihat maraknya liputan tentang peresmian gedung tertinggi didunia yang dinamai Burj Khalifa/dubai setinggi 828 meter! ck..ck..gila itu building tinggi banget bahkan katanya 2 kali tinggi empire state building di New york sana. 300 meter lebih tinggi dari menara 101 nya Taipei yang notabene tingginya juga melebihi menara petronas.

Saya lebih geleng geleng lagi ngelihatnya apalagi setelah tau november kemarin dubai gak bisa bayar hutangnya yang $60 milliar itu, bahkan saudara perserikatannya yaitu Abu Dhabi hanya bisa bantu $10 milliar saja.

Istri saya tanya, kalo orang utang mobil dan gak bisa bayar tentunya orang itu akan over kredit ke orang lain atau mobilnya di ambil pihak bank tentunya dengan uang mukanya yang hangus. Tapi kalo kota/negara gimana jadinya yah?

Walau saya bukan ahli ekonomi tapi seperti yang kita tahu dengan negara kita, gara gara utang, pemberi utang akan mengobrak abrik kebijakan ekonomi, politik dan sosial kita. Sampai pada ranah hukum sekalipun. Nah kayaknya nih ini akan terjadi juga dengan dubai.

Bulan february tahun yang lalu saja dubai sudah ditinggal oleh expatriate yang bekerja disana. Lebih dari 3000 mobil ditinggal begitu saja di bandara. Makanya kalo anda mau mobil gratis datang aja ke dubai, kunci ama surat suratnya ditinggal didalam mobil tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa klik link ini

Ternyata bahaya utang bukan saja tidak ditakuti para pengusaha pengusaha kelas kakap tetapi juga oleh sebagian masyarakat diseluruh dunia. Karena dengan berhutang, kita merasa hidup lebih layak. Foto dibawah ini adalah foto motor anak buah di parkiran hotel.

P050110_13.37_[01]

Kalo di Indo dengan slip gajinya sebenarnya dia bisa saja membeli motor bebek baru ataupun matic tetapi tidak terjadi disini (di Kamboja) dimana bank masih menaruh sangat sedikit kepercayaan kepada masyarakatnya untuk mengucurkan kredit.

Kadangkala saya juga kasian lihat mereka. Jika ingin mendapatkan sebuah motor baru tentunya dengan menyisihkan tabungan, mereka akan bisa membelinya setelah 3 tahun menabung. Wah lama amat yak? bandingan kalo di Indo kita bisa membelinya dalam waktu kurang dari 3 hari proses kredit dan tinggal dicicil aja selama 3 tahun pula beserta bunga dengan jumlah yang sama.

Berarti kredit itu memudahkan tetapi juga bisa menyulitkan. Teringat kata kata bang Rhoma yang terkenal.

Pokoknya segalanya jangan pake kata “Ter la lu” hee….

Indonesian trade and tourism promotion

trade_showTerlepas dari tegangnya hubungan diplomatik antara Kamboja dan Thailand, sepertinya moment ini sangat pas bagi Indonesia untuk mengadakan trade show atau pameran industri dan pariwisata produk produk indonesia.

Acara yang kini diadakan untuk yang kedua kalinya setelah tahun 2008 ini diadakan selama 4 hari dari tanggal 20 sampai 23 November kemarin. Lebih dari 30 stand dari berbagai perusahaan turut meramaikan acara yang di sponsori KBRI kamboja ini, mulai dari industri alat alat pertanian, farmasi, consumer good, dairy product, usaha batik, pertenunan sampai para pemilik restoran indonesia di kamboja. Asik gratis soalnya, gak perlu bayar sewa stand.

Dari pameran ini banyak atraksi kebudayaan yang dilakukan oleh anak anak asli kamboja yang belajar bahasa indonesia di KBRI Phnom Penh ini. Dari menari tari tarian tradisional indonesia hingga fashion show dengan menggunakan busana batik, tak lupa door prize yang membuat pameran selama 4 hari itu tambah semarak.

Pertemuan mengejutkan

Tak ketinggalan ada perjumpaan yang mengejutkan dari pembaca blog ini. Dia adalah mbak Rossi seorang pegawai Deplu yang tengah magang selama 3 bulan di kamboja ini. Sebelum ke kamboja, beliau tengah mencari cari data mengenai kamboja dengan mengetikkan sejumlah keyword di search engine untuk menambah wawasan saja mengenai kamboja sebelum berangkat, dan akhirnya terdamparlah beliau di blog ini. Tak disangka akhirnya kami bertemu muka dan berbincang bincang. Ini kali pertama buat saya bertemu secara nyata karena selama ini hanya berhubungan secara maya kepada rekan rekan blogger atau pencari informasi di blog ini.

Yah..walaupun ditengah kisruhnya negeri kita dengan kasus bank century dan carut marutnya peradilan hukum ini, sebagai rakyat biasa saya juga mengharapkan agar perekonomian indonesia tetap atau malah tambah maju dengan mencengkram industri industri di negara tetangga. Khan kita ikut bangga juga.

Bukankah hal ini juga akan menambah dan memperluas lapangan kerja khan?
Indonesian Expo in phnom penh 2009 004

Ps. Foto mbak Rossi paling kanan dengan ibu ibu KBRI Phnom Penh