Category Archives: business - Page 2

Ngirit BBM!

Gimana jadinya kalo di Indonesia BBM jadi ditarik tanpa Subsidi. Disini (Kamboja) BBM emang tidak disubsidi, bisa dilihat di gambar berikut.

harga bensin

US$1 sama dengan 4100 real, nah kalo di plang harga menunjukan segitu berarti BBM disini sudah melebihi $1 alias kalo dirupiahkan sekitar Rp.9500an lah perliternya.

motor

Nah foto diatas adalah pemandangan rutin dimana berhubung hampir semua lampu merah disini ada penunjuk detiknya, makanya biar hanya menunggu 30 detikpun di lampu merah banyak motor yang mematikan mesin kendaraannya. Kelihatannya kayaknya mau ngirit banget tetapi kalo semua melakukannya ada enaknya juga lho, hawa sekitarnya tidak menjadi semakin panas.

Sayang hanya motor yang mau melakukannya, kalo mobil jelas mereka nggak mau. hayo buat yang naik motor, sudahkah anda sengirit itu?

Murahnya Miras di Phnom Penh

wine rackIni pendapat pribadi, berhubung dari belia sampai sekarang saya akui saya adalah peminum serta perokok (walau gak banyak), makanya kalo jalan jalan kemana aja hal yang menarik buat saya adalah melihat toko toko yang menjual minuman keras. Ibarat seorang perempuan yang sukanya ke toko tas dan parfume saya senengnya liat jenis jenis minuman keras. Sekedar melihat perkembangannya karena hal ini masih merupakan ruang lingkup pekerjaan sebagai hotelier.

Kalo ngomongin toko wine dan minuman keras, di beberapa negara ASEAN tentunya mempunyai banyak koleksi minuman minuman keras yang beraneka ragam jenisnya, tapi kalo ngomongin harganya, saya yakin Kamboja adalah yang termurah.

Kalo mau dibandingkan Indonesia dan Malaysia sudah tentu negara ini masuk kotak, karena sudah pasti harganya mahal tetapi waktu saya bandingkan dengan Vietnam yang dimana 1US$ nya sampai 19,000 dong alias lebih dari 4 kali lipatnya uang kamboja yang 1US$ hanya 4000 real. Kalo di kurs in juga masih mahal.

Bagaimana dengan Thailand? Pengalaman saya Thailand tidak hanya di Bangkok ataupun di Pattaya harga masih lebih mahal dari di Vietnam. Walau belum mengunjungi Laos dan Myanmar, menurut teman saya distributor wine yang orang prancis, tax disana lebih mahal dari kamboja.

Banyak yang mengatakan sebenarnya tidak ada tax di kamboja hanya uang pungli untuk pejabat pejabat disini saja. Jika berani memasok dengan volume besar, tidak hanya menguntungkan tetapi bisa juga menekan harga jual menjadi lebih murah.

Bagi yang suka minum wine mungkin heran setelah melihat banyak wine prancis yang dijual mulai dari harga $3 (Rp.30.000) saja. Yang laris berkisar dari $4 sampai $6. Demikian pula wine spanyol dan Italy yang cukup populer disini.

Banyak toko yang memang khusus menjual wine ini, koleksinya memang mengaggumkan dari berbagai negara seperti South Africa, Australia, Chille, California, Argentina sampai yang populer tadi italy, spanyol dan Prancis.

wine shelfing cambodia

Mungkin ada yang pernah mendengar banyak orang tua yang suka minum anggur kolesom yang di indo terkenal dengan cap orang tua. Nah minum red wine ternyata bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah dan mencegah stroke. Makanya sering terdengar kabar banyak orang prancis yang jarang sekali terkena stroke karena terbiasa mengkomsumsi red wine ini.

Untuk miras yang lain, relatif tidak banyak perkembangan. Hanya buat penggemar vodka, disini banyak sekali vodka dari Russia yang harganya murah banget sekelas vodka topi miring buatan Indonesia yang sering kena razia itu. Harga berkisar $3 – $6 dengan tulisan Russia yang kita gak ngerti apa artinya..heeee. Variasinya juga banyak ada yang rasa apricot, buah kiwi dan lainnya melengkapi rasa yang sudah ada sebelumnya seperti citrus, rasberry, dll.

Kalo anda bertanya bagaimana miras kamboja dibandingkan dengan harga Duty Free di airport? wow jelas masih lebih murah di kamboja donk, buat saya duty free itu hanya stempel aja, ada yang bilang duty free di Hongkong murah murah ternyata waktu berkunjung kesana nggak juga tuh.

Mungkin kalo dari segi harga, pengalaman saya pernah mendapati yang lebih murah dari kamboja, yaitu di St.Thomas sebuah virgin island kepunyaan Amerika di kepulauan karibia. Itu emang lebih murah, tapi khan jauh banget disana. Lagian itu udah dulu banget, sekarang saya udah nggak tau lagi.

Burj Khalifa dan utang yang kebablasan

burj khalifa1Kemarin pagi seperti biasa nonton CNN, saya melihat maraknya liputan tentang peresmian gedung tertinggi didunia yang dinamai Burj Khalifa/dubai setinggi 828 meter! ck..ck..gila itu building tinggi banget bahkan katanya 2 kali tinggi empire state building di New york sana. 300 meter lebih tinggi dari menara 101 nya Taipei yang notabene tingginya juga melebihi menara petronas.

Saya lebih geleng geleng lagi ngelihatnya apalagi setelah tau november kemarin dubai gak bisa bayar hutangnya yang $60 milliar itu, bahkan saudara perserikatannya yaitu Abu Dhabi hanya bisa bantu $10 milliar saja.

Istri saya tanya, kalo orang utang mobil dan gak bisa bayar tentunya orang itu akan over kredit ke orang lain atau mobilnya di ambil pihak bank tentunya dengan uang mukanya yang hangus. Tapi kalo kota/negara gimana jadinya yah?

Walau saya bukan ahli ekonomi tapi seperti yang kita tahu dengan negara kita, gara gara utang, pemberi utang akan mengobrak abrik kebijakan ekonomi, politik dan sosial kita. Sampai pada ranah hukum sekalipun. Nah kayaknya nih ini akan terjadi juga dengan dubai.

Bulan february tahun yang lalu saja dubai sudah ditinggal oleh expatriate yang bekerja disana. Lebih dari 3000 mobil ditinggal begitu saja di bandara. Makanya kalo anda mau mobil gratis datang aja ke dubai, kunci ama surat suratnya ditinggal didalam mobil tersebut. Untuk lebih jelasnya bisa klik link ini

Ternyata bahaya utang bukan saja tidak ditakuti para pengusaha pengusaha kelas kakap tetapi juga oleh sebagian masyarakat diseluruh dunia. Karena dengan berhutang, kita merasa hidup lebih layak. Foto dibawah ini adalah foto motor anak buah di parkiran hotel.

P050110_13.37_[01]

Kalo di Indo dengan slip gajinya sebenarnya dia bisa saja membeli motor bebek baru ataupun matic tetapi tidak terjadi disini (di Kamboja) dimana bank masih menaruh sangat sedikit kepercayaan kepada masyarakatnya untuk mengucurkan kredit.

Kadangkala saya juga kasian lihat mereka. Jika ingin mendapatkan sebuah motor baru tentunya dengan menyisihkan tabungan, mereka akan bisa membelinya setelah 3 tahun menabung. Wah lama amat yak? bandingan kalo di Indo kita bisa membelinya dalam waktu kurang dari 3 hari proses kredit dan tinggal dicicil aja selama 3 tahun pula beserta bunga dengan jumlah yang sama.

Berarti kredit itu memudahkan tetapi juga bisa menyulitkan. Teringat kata kata bang Rhoma yang terkenal.

Pokoknya segalanya jangan pake kata “Ter la lu” hee….

Indonesian trade and tourism promotion

trade_showTerlepas dari tegangnya hubungan diplomatik antara Kamboja dan Thailand, sepertinya moment ini sangat pas bagi Indonesia untuk mengadakan trade show atau pameran industri dan pariwisata produk produk indonesia.

Acara yang kini diadakan untuk yang kedua kalinya setelah tahun 2008 ini diadakan selama 4 hari dari tanggal 20 sampai 23 November kemarin. Lebih dari 30 stand dari berbagai perusahaan turut meramaikan acara yang di sponsori KBRI kamboja ini, mulai dari industri alat alat pertanian, farmasi, consumer good, dairy product, usaha batik, pertenunan sampai para pemilik restoran indonesia di kamboja. Asik gratis soalnya, gak perlu bayar sewa stand.

Dari pameran ini banyak atraksi kebudayaan yang dilakukan oleh anak anak asli kamboja yang belajar bahasa indonesia di KBRI Phnom Penh ini. Dari menari tari tarian tradisional indonesia hingga fashion show dengan menggunakan busana batik, tak lupa door prize yang membuat pameran selama 4 hari itu tambah semarak.

Pertemuan mengejutkan

Tak ketinggalan ada perjumpaan yang mengejutkan dari pembaca blog ini. Dia adalah mbak Rossi seorang pegawai Deplu yang tengah magang selama 3 bulan di kamboja ini. Sebelum ke kamboja, beliau tengah mencari cari data mengenai kamboja dengan mengetikkan sejumlah keyword di search engine untuk menambah wawasan saja mengenai kamboja sebelum berangkat, dan akhirnya terdamparlah beliau di blog ini. Tak disangka akhirnya kami bertemu muka dan berbincang bincang. Ini kali pertama buat saya bertemu secara nyata karena selama ini hanya berhubungan secara maya kepada rekan rekan blogger atau pencari informasi di blog ini.

Yah..walaupun ditengah kisruhnya negeri kita dengan kasus bank century dan carut marutnya peradilan hukum ini, sebagai rakyat biasa saya juga mengharapkan agar perekonomian indonesia tetap atau malah tambah maju dengan mencengkram industri industri di negara tetangga. Khan kita ikut bangga juga.

Bukankah hal ini juga akan menambah dan memperluas lapangan kerja khan?
Indonesian Expo in phnom penh 2009 004

Ps. Foto mbak Rossi paling kanan dengan ibu ibu KBRI Phnom Penh

Jambu klutuk tanpa klutuk yang bikin resah

Jambu bangkok tanpa bijiBerita singkat. Yang suka baca koran atau TV mengenai berita internasional pasti udah pada ngikutin kalo saat ini hubungan negara Thailand dengan Kamboja memang lagi runyam.

Belum usai pembakaran kedutaan besar Thailand di kamboja beberapa tahun silam serta ketegangan di perbatasan satu tahun yang lalu gara gara memperebutkan candi yang di klaim milik kedua belah pihak, eh sekarang ada lagi persoalan yang lain yaitu masalah si Thaksin yang diangkat jadi penasehat senior perdana menteri kamboja yang berkuasa.

Buat info aja bagi yang gak tau Mr. Thaksin Shiwanatra (eh gitu ya nulisnya..) adalah mantan perdana menteri yang berkuasa di Thailand. Setelah digulingkan kekuasaannya dan menjadi buron dalam dakwaan korupsi, eh tau taunya malah tambah heboh karena dijadikan penasehat senior oleh Orang nomor satu disini. Di kamboja sini, orang nomor satu bukannya raja tetapi si PM ini, kekuasaannya mirip Suharto pada jamannya. Lebih serem malah tapi saya males mbahasnya.

Sebenarnya bukan politiknya yang saya takutkan, saya jadi terusik gara gara buah favorit saya jambu klutuk bangkok tanpa klutuk lenyap dipasaran, pasti ini gara gara si Thaksin, pikir saya. Ya jelas nuduh, la wong Duta besar masing masing negara aja udah pada saling mudik mungkin hal ini bisa saja berimplikasi dengan kegiatan ekonomi dan perdagangan masing masing negara.

Ternyata bukan hanya si klutuk yang gak ada, susu fresh milk anak saya juga kosong stoknya, bawang merah segede bola golf asal thailand juga mulai dikit ,gimana mau bikin telor dadar. Maklum kamboja memang belum punya teknologi dan infrastruktur untuk memproduksi dairy produk dan segala macam jenisnya, semuanya import dari negara negara tetangga Asean termasuk Indonesia.

Sekarang tinggal nunggu aja, gimana kelanjutan ceritanya…pufff..mbok ya perang politik gak usah nyamber nyamber ke wilayah ekonomi gitu lho.

Jambu…jambu..kapan kau datang lagi.

Menangani Politik kantor multiracial

Baca judulnya aja udah ngeri yah….sama….saya juga. Lho kalo sama sama ngeri ngapain di bahas? terus terang kalo udah tingkat multirasial antar negara ini kendalanya emang kompleks banget, bisa dari bahasa, agama, kebiasaan mereka, dan hal hal lain yang sangat subjectif seperti warna kulit misalnya.

Sebenarnya saya bukan pakarnya mengungkap hal ini apalagi menjadi sekelas psikolog, tetapi ini berdasarkan pengalaman saja yang sapa tau bisa dipakai bahan referensi bagi yang sedang stress mengalami situasi tingkat tinggi ini.

Cerita atau bahasan ini sebetulnya akan lebih mengkhususkan politik yang terjadi jika ada kubu/grup antar negara di satu perusahaan. Maksudnya jika ada beberapa grup antar negara berbeda, bekerja di negara yang berbeda pula maka ada kecenderungan mereka akan mencari orang orang yang senegara dengan mereka untuk menduduki jabatan tertentu dan menyingkirkan pekerja yang berbeda negara dengan mereka. Biasanya mereka akan mengincar posisi yang strategis yang mungkin sedang anda jabati. Yang akan mereka lakukan biasanya bermacam macam, dengan membuat jabatan baru yang mirip mirip jabatan anda dan mengambil beberapa yang menjadi tanggung jawab anda sebelumnya, atau tidak memperpanjang kontrak kerja anda (yang ini masih halus)

Tidak disalahkan jika anda mengalami stress tingkat tinggi dalam mengalami tekanan seperti ini karena saya juga pernah mengalaminya walaupun bukan dalam kapasitas sebagai Top management. Sebotol vodka atau red wine hanya menjadi sarana pelarian sementara. untuk itu mungkin yang bisa saya sarankan yaitu,

1. Kenali di posisi mana anda sekarang

Tingkat sapuan ombak berbeda beda sesuai dengan jabatan itu sendiri, apakah anda termasuk mid management, up atau top management (sekelas VP) yang sedang ikut dalam genderang perang.

2. Kenali siapa yang bisa diajak kerjasama/dipercaya

Dalam perusahaan besar kayaknya hampir sama dengan negara kecil bahwa kawan atau grup anda adalah orang orang yang mempunyai kepentingan yang sama. Nggak penting dari negara mana mereka berasal. Yang penting kepentingannya.

3. Selalu mempunyai data yang paling valid

Meminjam istilah orang orang terkenal yang saya lupa bukunya bahwa “information is power” nah, mungkin hal ini tentu saja merupakan senjata ampuh untuk membuktikan bahwa grup anda lebih baik dan dipercaya oleh para pemegang saham/owner.

4. Mempunyai inovasi terbaru

Jika dihadapkan oleh satu atau dua kubu besar yang sedang bersaing, sangat di sarankan mempunyai suatu inovasi atau produk terbaru yang harus anda launch secepatnya yang tentunya berhubungan dengan kontribusi revenue di perusahaan anda. Sesuaikan pengeluaran dan estimasi revenue yang akan di dapat. Yakinkan ini akan berhasil, jika tidak maka dapat dipastikan anda yang akan tersingkir.

5. Informasi tidak boleh bocor

Siapa yang mau naik jabatan, produk/kebijakan apa yang akan diluncurkan, siapa yang akan dipecat, dll pastikan informasi ini tidak bocor saat anda belum melakukannya. Dikalangan mid management biasanya grup ini yang jadi penyebar gosip bahkan bumbu bumbu sudah ditambahkan. Cerita A bisa jadi Z..heee

6. Iklaskan akan keputusan terakhir

Ikhlas itu penting. kadangkala semuanya ini diluar kontrol anda maksudnya kalo emang para pemegang saham atau owner gak suka anda apapun alasannya (namanya juga multirasial). Jika anda atau kalo grup anda dibubarkan ya kudu terima dengan lapang dada. Bukankah masih banyak negara lain yang membutuhkan tenaga profesional seperti anda.

Makanya bagi para profesional yang bekerja di luar negeri dengan kendala seperti ini, sangat disarankan untuk memutuskan hidup bebas hutang. Karena jika sudah bekeluarga anda toh harus memastikan biaya kehidupan, sekolah anak dan lain lain terus ngebul walaupun di saat saat anda nganggur. Tabunganlah yang menghidupkan anda selama anda mencari pekerjaan baru kembali.

Sebenarnya dilapangan ada trik trik yang kadangkala lumayan kotor dan bikin mules kalo diceritakan, tetapi saya lebih suka kecenderungan untuk menampilkan performa yang baik untuk menangani politik kantor ini karena tidak saja boss yang suatu saat akan menyadari kemampuan anda dan siapa tau anda akan dipanggil kembali oleh boss anda di company yang lain, tapi yang lebih penting lagi adalah Yang Maha Kuasa tahu apa yang sudah anda lakukan.

Bukankah Pekerjaan kita adalah Ibadah?

Emang Amerika saja yang menancapkan pengaruh

pusbudi1Postingan orang awam. Minggu kemarin saya bertandang ke KBRI Phnom Penh untuk menyaksikan pagelaran budaya yang didatangkan oleh penari dari yogyakarta dan merupakan malam kesenian untuk para pelajar bahasa Indonesia di Phnom Penh ini.

Pagelaran yang bertajuk “Pentas tari tradisional oleh realiska hayati dari yogyakarta dan aktualisasi murid bahasa Indonesia pusbudi Nusantara” merupakan malam kesenian dan terbuka untuk seluruh warga Indonesia yang berada di Kamboja.

Sebagai warga yang baik dan kebetulan ada waktu untuk datang ya tentunya tidak akan menyiakan kesempatan ini, apalagi ada jamuan makan malam  gratis..heee

Disana saya cukup terpukau oleh penampilan dari murid murid bahasa Indonesia yang jumlahnya 200an yang notabene warga negara asli kamboja. Mereka menunjukan kepiawaiannya dalam menari tari tradisional Indonesia, Fashion Show pakaian adat Indonesia, sampai baca puisi seperti puisi Ki Hajar Dewantara dan R.A Kartini..wah wah

Karena penasaran, saya dekati teman saya yang kebetulan salah seorang staff di KBRI itu. Beliau mengatakan bahwa setiap tahunnya mereka memberikan beasiswa untuk murid murid bahasa Indonesia untuk belajar ke Indonesia sesuai dengan minat dan bidang studi masing masing di Universitas Universitas negeri terkenal di Indonesia.

Info lainnya yang cukup mengejutkan saya juga bahwa pasukan pengawal president disini juga dilatih oleh para kopassus kita dan untuk tahun ini akan ada kerjasama melatih para tentara disini dengan ilmu beladiri pencak silat Indonesia.

Beliau mengakui jika negara sekelas Indonesia kalo  menancapkan pengaruhnya langsung ke bidang politik dan ekonomi, banyak biaya yang harus di tanggung, maka dari itu melalui pintu sosial budaya (sosbud) adalah langkah yang paling tepat dan keberhasilan itu terbukti dengan kemampuan murid murid bahasa Indonesia ini.

Hasil dari pengaruh inipun terbukti dari pendataan warga negara yang melapor, bahwa tahun 2009 ini warga Indonesia yang bekerja di Kamboja mengalami kenaikan yang signifikan hingga 532 orang dari sewaktu pertama kali saya datang ke negara ini tahun 2007 yang hanya hampir 300an. Mereka banyak yang bekerja di sektor telekomunikasi, farmasi, tekstil, NGO, dan masih banyak lagi. Restoran Indonesia yang dulu hanya 2 sekarang sudah 5 restoran.

Jadi kalo anda masih berpikir bahwa negara kita ini dilecehkan oleh negara lain, jangan percaya begitu saja. Rumor yang beredar juga mengatakan bahwa negara kamboja ini bekerja sama dengan pengusaha Indonesia untuk dibantu dibuatkan National Airlines seperti yang kita miliki dengan Garuda Indonesia Airways. Tahun 2009 ini mereka belum punya National Airlines, padahal Garuda sudah eksis di tahun 60an.

Kalo berminat mencoba kerja disini, saya kasi link untuk lamarannya di sini. Disini keahlian profesional anda di butuhkan atau kunjungi postingan saya sebelumnya di sini untuk link yang lain di vietnam.

Kalo minimal dapatnya 2 kali lipat di Indo, lumayan khan? krisis krisis gini…heee

Perkembangan klasifikasi hotel berbintang

hotelMenyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut.

Selama ini mungkin sahabat sering lewat dan melihat hotel hotel dengan berbagai bentuk bangunan dan nama yang kebanyakan dari luar negeri.Yah perlu diakui juga bahwa pengusaha kita orang Indonesia yang berbisnis di perhotelan memang terkenal di luar negeri dengan pengusaha yang suka membeli franchise atau system bisnis dari luar negeri. Selain system bisnis yang bagus juga karena jaringan yang luas mempermudah si pemilik hotel jaringan mendapatkan bisnis atau tamu tamu dari luar.Salah satu alasan yang lain ialah tidak perlu susah susah membangun reputasi padahal bayar fee nya lumayan besar, beberapa persen dari penghasilan hotel itu.

Berbicara mengenai reputasi, di Amerika nama hotel yang diciptakan merupakan suatu produk yang memang sudah di ciptakan untuk suatu segment tertentu dengan klasifikasi bintangnya. Untuk itu sebagai gambaran awal dan itung itung tambahan pengetahuan, maka saya bermaksud untuk menyajikan data tentang nama nama hotel tersebut.

Luxury/First Class/ Full Service
– Hyatt
– Westin
– Stouffer
– Ritz Carlton
– Four Season
– Marriott
– Omni
– St. Regis
– Regent
– Mandarin Oriental
– Shangrilla, dll

All Suites
– Embassy Suites
– Lexington Hotel Suites
– Park Suites Hotels
– Residence Inns
– Inn Suites International,dll

Major Multi – Product Chains (Franchise yang biasanya bisa dimiliki lebih dari satu di satu kota dengan owner yang berbeda)
– Hilton
– Holiday Inn
– Radisson
– Ramada
– Quality
– Best Western
– Howard Johnson
– Hotel Ibis
– Mercure
-Novotel,dll

Inns/Motels/Budget
– Days Inns
– Motel 6
– Best Value Inns
– Super 8 Motels, dll

Yang mengenai daftar nama tadi mungkin ada yang di kenal juga mungkin banyak yang baru mendengar. Seiring dengan perkembangan jaman, hanya beberapa produk hotel yang memang benar benar mempunyai reputasi yang seimbang walaupun di beberapa Negara yang berbeda,maksudnya ada yang brand ini luxury tapi di negara lain belum tentu kondisinya sama. Bagaimana dengan klasifikasi bintangnya? Mengenai ini jika berbicara kenyataan di lapangan, juga banyak pergeseran di karenakan seperti yang saya katakan tadi, reputasi yang berbeda beda di setiap Negara,seperti contohnya di Indonesia produk Ramada merupakan hotel bintang 4 tetapi di China dengan bentuk bangunan yang megah dengan gedung yang tinggi, klasifikasinya dimasukan ke bintang 5.

Saya yakin ini juga terjadi di level level perusahaan komunikasi, televisi, perminyakan, perbankan, maskapai penerbangan dan bidang bisnis lainnya. Dengan memahami benar benar positioning masing masing perusahaan, maka tidak heran banyak yang begitu antusias jika berbicara ingin bekerja di perusahaan tertentu, misalnya lebih bergengsi kalo harus kerja di Shangrilla daripada Ibis, Telkomsel daripada mobile 8, Trans TV daripada lokal TV Jakarta, dsb. Padahal belum tentu penghasilan yang didapat jauh berbeda malah bisa menjadi sesuatu yang merugikan seperti yang pernah saya ulas di sini dan sini untuk karir ke depannya.Pengalaman terakhir sewaktu di Singapura, gaji staff untuk hotel hotel berbintang malah hampir sama kisarannya apalagi untuk uang lemburnya, yang membedakan hanya apakah dia warga negara Singapore asli atau tidak.

Menurut pendapat pribadi saya fenomena “susah ngangkatnya” itu relatif sifatnya. Bagaimana menurut anda?

Sumber: Ronald A Nykiel, Phd.,CHA,”Marketing in the Hospitality Industry” 1990

Semua banting harga!

salesignBeberapa hari yang lalu saya mendapat telpon dari salah satu perusahaan yang saya lamar. Respon lamaran ini merupakan respon kedua yang biasanya disertai dengan pertanyaan yang cukup basic tapi sangat menentukan yaitu expected  salary. yah penentuan gaji ini seperti yang sudah pernah saya bahas dalam menentukan besaran gaji untuk para hotelier adalah hal yang cukup krusial karena kalo bidang pekerjaan, asalkan kita dulunya pernah menjabat posisi itu, maka kebanyakan untuk menduduki jabatan baru dengan tempat kerja yang baru bukanlah suatu masalah.

Intinya terkesan bahwa gaji yang saya ajukan ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan/kemampuan mereka, sempet bingung juga sih, lah wong biasanya pasarannya segitu kok sekarang jadi lain? batin saya.

Ternyata seperti ulasan yang pernah juga saya bahas mengenai pasaran kerja dalam situasi chaos memang terbukti di tahun ini. sudah menjadi rahasia umum bahwa dimana mana yang namanya orang asia kebanyakan kalah pasaran dengan orang bule, apalagi di bidang yang telah lama dan lebih dulu ditekuni oleh orang orang barat sana. “Kalah sama kulit” kata salah seorang teman saya.

Ok.kalo itu sih kita semua juga udah ngerti tapi pasaran harganya itu lho? ternyata diperoleh bocoran bahwa memang dewasa ini khususnya tahun 2009 ini,perusahaan yang ingin mendapatkan pegawai profesional berkulit putih (bule maksudnya) tidak perlu merogoh kocek lebih dalam bahkan dalam cerita saya yang terdahulu ada juga yang melamar kerja dengan latar belakang pendidikan yang berbeda.

Nggak bule, nggak asia ternyata semua banting harga! istri saya pun sempet cerita bahwa ada salah satu teman yang dia kenal orang philipin sampai membanting karier hanya karena ingin segera bekerja. dari seorang Assistant Director yang diberhentikan karena situasi ekonomi sekarang ini menjadi pegawai sekelas supervisor saja. walah,..saya cukup geleng geleng juga. Waktu ditanya alasanya, dia mengatakan yah ini untuk sementara aja, sambil jalan nanti bisa lirik lirik yang lainnya.

Saya pikir betul juga sih, hanya saja bagaimana dengan track record yang akan kita cantumkan di CV? nanti kita bisa dianggap tidak competitive, nggak laku maksudnya. Atau malah malah dianggap tidak mempunyai kemampuan yang cukup di posisi sebelumnya.

Ada lagi cerita yang lain salah seorang teman di Indonesia yang juga mengalami hal yang sama dan sewaktu memilih pekerjaannya, banyak sudah tawaran pada posisi yang sama dengan gaji yang mirip miriplah tetapi tidak diambil oleh beliau. Sewaktu saya tanya kok gak diambil, beliau memberi alasan bahwa perusahaan yang menawarkan kerja kepadanya tidak sekelas dengan perusahaannya dulu. Tapi khan gajinya mirip mirip? beliau jawab lagi “males ah, ngrusak ngrusakin CV ku aja, nanti ngangkatnya susah lagi boy.” “ngangkat” dalam artian pasaran harga profesionalnya dia.

Dan alhasil, teman saya ini sempet nganggur 7 bulan untuk mempertahankan idealisme nya.

Anda, pilih yang mana?

Sang Perintis

Minggu kemarin adalah King’s Birthday di Kamboja dan masyarakat setempat libur 3 hari dengan hari libur yang lain total libur 4 hari. Kamboja memang terkenal dengan banyak liburnya. 25 public holiday dalam setahun! Sewaktu berkunjung ke tempat seorang teman yang mempunyai warung makanan Indonesia sambil makan siang, beliau  mengajak saya untuk keluar jalan jalan sore dengan mengajak istri dan anak di suatu tempat taman bermain anak anak. Ajakan ini saya iyakan dan jam serta tempat sudah kami sepakati.

Akhirnya sore itu kamipun bertemu dan ternyata tidak hanya satu keluarga saja yang berkumpul tetapi ada keluarga Indonesia lain juga yang turut serta. Saat di perkenalkan, ternyata teman keluarga baru ini pindah dari jakarta ke kamboja baru 2 bulan. Setelah ngobrol ngobrol ternyata beliau tidak dalam ikatan kontrak dengan perusahaan lain melainkan mereka bermaksud untuk membuka usaha warung di negeri kamboja ini. Dalam kesempatan itu juga mereka membawa banyak makanan yang disediakan untuk dicoba.Dalam rangka promosi katanya. Ada rendang sapi, ayam sambal balado, terong sambal,dan masih banyak yang lain. Lumayan nih, tak terduga ada makanmakan gratis.

Sambil makan, saya lumayan kaget juga mendengar kisah singkat mereka bahwa mereka baru 2 bulan disini, tidak bisa bahasa setempat serta minggu pertama mereka pindah,istri teman baru saya ini terserang Demam Berdarah dan membutuhkan 3 minggu untuk perawatan. Untuk sekedar informasi saja, tidak disarankan untuk sakit berat disini karena keterbatasan bahasa dan kualitas pelayanan yang sangat kurang. Biasanya kalo orang Indonesia sakit berat,dokter lebih suka menyarankan mencari pengobatan di Vietnam atau Thailand sebagai negara terdekat dengan kualitas yang jauh lebih baik.

Mendengar penuturannya yang lumayan nekat, hijrah di negara asing dengan segala keterbatasan dana dan informasi membuat saya lumayan kagum dengan tekadnya. Saat berkunjung ke rumah kontrakannya, semuanya masih kosong, belum ada furniture yang berarti dan TV. (lumayan yah 2 bulan gak nonton TV). Teman baru ini juga mempunyai rencana pula untuk membangun perekonomian penduduk setempat untuk mandiri dengan membuka pelatihan seperti cara membuat mie tek tek yang sering kita jumpai di Indonesia lengkap dengan nasi gorengnya yang dijajakan keliling. Wow! Ide yang sederhana tapi amazing bagi saya.

Setelah berkenalan dengan teman baru ini, cakrawala pengetahuan saya malah di perluas lagi dengan fakta bahwa ada juga beberapa pengusaha Indonesia yang membantu menciptakan usaha mandiri bagi rakyat terbelakang Kamboja ini, salah satu contoh misalnya dengan mengajarkan mereka cara membuat tikar yang baik dengan bahan bahan alam yang bisa mereka didapat di sekitar mereka dan akhirnya di jual untuk dinikmati warga setempat. Penciptaan sarana air bersih untuk 3000 warga di kampung kampung pedesaan (kalau yang ini dananya dari Luar negeri melalui organisasi non laba/ NGO),  serta usaha yang lainnya.

Saya hanya bisa kagum saja dengan pengalaman yang saya alami minggu minggu ini dengan mendapati bahwa ada juga orang Indonesia yang ternyata cukup berani dan mampu dengan segala keahlian yang mereka miliki di bidang yang mereka pahami untuk merintis hal hal baru bahkan bisa menciptakan lapangan kerja di negeri orang.

Satu lagi yang saya suka dengan teman baru ini, ternyata masakannya yang akan di jual adalah salah satu masakan favorit saya yang belum ada di kamboja ini yakni masakan padang!