Category Archives: business - Page 2

Menangani Politik kantor multiracial

Baca judulnya aja udah ngeri yah….sama….saya juga. Lho kalo sama sama ngeri ngapain di bahas? terus terang kalo udah tingkat multirasial antar negara ini kendalanya emang kompleks banget, bisa dari bahasa, agama, kebiasaan mereka, dan hal hal lain yang sangat subjectif seperti warna kulit misalnya.

Sebenarnya saya bukan pakarnya mengungkap hal ini apalagi menjadi sekelas psikolog, tetapi ini berdasarkan pengalaman saja yang sapa tau bisa dipakai bahan referensi bagi yang sedang stress mengalami situasi tingkat tinggi ini.

Cerita atau bahasan ini sebetulnya akan lebih mengkhususkan politik yang terjadi jika ada kubu/grup antar negara di satu perusahaan. Maksudnya jika ada beberapa grup antar negara berbeda, bekerja di negara yang berbeda pula maka ada kecenderungan mereka akan mencari orang orang yang senegara dengan mereka untuk menduduki jabatan tertentu dan menyingkirkan pekerja yang berbeda negara dengan mereka. Biasanya mereka akan mengincar posisi yang strategis yang mungkin sedang anda jabati. Yang akan mereka lakukan biasanya bermacam macam, dengan membuat jabatan baru yang mirip mirip jabatan anda dan mengambil beberapa yang menjadi tanggung jawab anda sebelumnya, atau tidak memperpanjang kontrak kerja anda (yang ini masih halus)

Tidak disalahkan jika anda mengalami stress tingkat tinggi dalam mengalami tekanan seperti ini karena saya juga pernah mengalaminya walaupun bukan dalam kapasitas sebagai Top management. Sebotol vodka atau red wine hanya menjadi sarana pelarian sementara. untuk itu mungkin yang bisa saya sarankan yaitu,

1. Kenali di posisi mana anda sekarang

Tingkat sapuan ombak berbeda beda sesuai dengan jabatan itu sendiri, apakah anda termasuk mid management, up atau top management (sekelas VP) yang sedang ikut dalam genderang perang.

2. Kenali siapa yang bisa diajak kerjasama/dipercaya

Dalam perusahaan besar kayaknya hampir sama dengan negara kecil bahwa kawan atau grup anda adalah orang orang yang mempunyai kepentingan yang sama. Nggak penting dari negara mana mereka berasal. Yang penting kepentingannya.

3. Selalu mempunyai data yang paling valid

Meminjam istilah orang orang terkenal yang saya lupa bukunya bahwa “information is power” nah, mungkin hal ini tentu saja merupakan senjata ampuh untuk membuktikan bahwa grup anda lebih baik dan dipercaya oleh para pemegang saham/owner.

4. Mempunyai inovasi terbaru

Jika dihadapkan oleh satu atau dua kubu besar yang sedang bersaing, sangat di sarankan mempunyai suatu inovasi atau produk terbaru yang harus anda launch secepatnya yang tentunya berhubungan dengan kontribusi revenue di perusahaan anda. Sesuaikan pengeluaran dan estimasi revenue yang akan di dapat. Yakinkan ini akan berhasil, jika tidak maka dapat dipastikan anda yang akan tersingkir.

5. Informasi tidak boleh bocor

Siapa yang mau naik jabatan, produk/kebijakan apa yang akan diluncurkan, siapa yang akan dipecat, dll pastikan informasi ini tidak bocor saat anda belum melakukannya. Dikalangan mid management biasanya grup ini yang jadi penyebar gosip bahkan bumbu bumbu sudah ditambahkan. Cerita A bisa jadi Z..heee

6. Iklaskan akan keputusan terakhir

Ikhlas itu penting. kadangkala semuanya ini diluar kontrol anda maksudnya kalo emang para pemegang saham atau owner gak suka anda apapun alasannya (namanya juga multirasial). Jika anda atau kalo grup anda dibubarkan ya kudu terima dengan lapang dada. Bukankah masih banyak negara lain yang membutuhkan tenaga profesional seperti anda.

Makanya bagi para profesional yang bekerja di luar negeri dengan kendala seperti ini, sangat disarankan untuk memutuskan hidup bebas hutang. Karena jika sudah bekeluarga anda toh harus memastikan biaya kehidupan, sekolah anak dan lain lain terus ngebul walaupun di saat saat anda nganggur. Tabunganlah yang menghidupkan anda selama anda mencari pekerjaan baru kembali.

Sebenarnya dilapangan ada trik trik yang kadangkala lumayan kotor dan bikin mules kalo diceritakan, tetapi saya lebih suka kecenderungan untuk menampilkan performa yang baik untuk menangani politik kantor ini karena tidak saja boss yang suatu saat akan menyadari kemampuan anda dan siapa tau anda akan dipanggil kembali oleh boss anda di company yang lain, tapi yang lebih penting lagi adalah Yang Maha Kuasa tahu apa yang sudah anda lakukan.

Bukankah Pekerjaan kita adalah Ibadah?

Emang Amerika saja yang menancapkan pengaruh

pusbudi1Postingan orang awam. Minggu kemarin saya bertandang ke KBRI Phnom Penh untuk menyaksikan pagelaran budaya yang didatangkan oleh penari dari yogyakarta dan merupakan malam kesenian untuk para pelajar bahasa Indonesia di Phnom Penh ini.

Pagelaran yang bertajuk “Pentas tari tradisional oleh realiska hayati dari yogyakarta dan aktualisasi murid bahasa Indonesia pusbudi Nusantara” merupakan malam kesenian dan terbuka untuk seluruh warga Indonesia yang berada di Kamboja.

Sebagai warga yang baik dan kebetulan ada waktu untuk datang ya tentunya tidak akan menyiakan kesempatan ini, apalagi ada jamuan makan malam  gratis..heee

Disana saya cukup terpukau oleh penampilan dari murid murid bahasa Indonesia yang jumlahnya 200an yang notabene warga negara asli kamboja. Mereka menunjukan kepiawaiannya dalam menari tari tradisional Indonesia, Fashion Show pakaian adat Indonesia, sampai baca puisi seperti puisi Ki Hajar Dewantara dan R.A Kartini..wah wah

Karena penasaran, saya dekati teman saya yang kebetulan salah seorang staff di KBRI itu. Beliau mengatakan bahwa setiap tahunnya mereka memberikan beasiswa untuk murid murid bahasa Indonesia untuk belajar ke Indonesia sesuai dengan minat dan bidang studi masing masing di Universitas Universitas negeri terkenal di Indonesia.

Info lainnya yang cukup mengejutkan saya juga bahwa pasukan pengawal president disini juga dilatih oleh para kopassus kita dan untuk tahun ini akan ada kerjasama melatih para tentara disini dengan ilmu beladiri pencak silat Indonesia.

Beliau mengakui jika negara sekelas Indonesia kalo  menancapkan pengaruhnya langsung ke bidang politik dan ekonomi, banyak biaya yang harus di tanggung, maka dari itu melalui pintu sosial budaya (sosbud) adalah langkah yang paling tepat dan keberhasilan itu terbukti dengan kemampuan murid murid bahasa Indonesia ini.

Hasil dari pengaruh inipun terbukti dari pendataan warga negara yang melapor, bahwa tahun 2009 ini warga Indonesia yang bekerja di Kamboja mengalami kenaikan yang signifikan hingga 532 orang dari sewaktu pertama kali saya datang ke negara ini tahun 2007 yang hanya hampir 300an. Mereka banyak yang bekerja di sektor telekomunikasi, farmasi, tekstil, NGO, dan masih banyak lagi. Restoran Indonesia yang dulu hanya 2 sekarang sudah 5 restoran.

Jadi kalo anda masih berpikir bahwa negara kita ini dilecehkan oleh negara lain, jangan percaya begitu saja. Rumor yang beredar juga mengatakan bahwa negara kamboja ini bekerja sama dengan pengusaha Indonesia untuk dibantu dibuatkan National Airlines seperti yang kita miliki dengan Garuda Indonesia Airways. Tahun 2009 ini mereka belum punya National Airlines, padahal Garuda sudah eksis di tahun 60an.

Kalo berminat mencoba kerja disini, saya kasi link untuk lamarannya di sini. Disini keahlian profesional anda di butuhkan atau kunjungi postingan saya sebelumnya di sini untuk link yang lain di vietnam.

Kalo minimal dapatnya 2 kali lipat di Indo, lumayan khan? krisis krisis gini…heee

Perkembangan klasifikasi hotel berbintang

hotelMenyambung tentang perkataan “susah ngangkatnya” di artikel sebelumnya, saya malah mendapat ilham menulis artikel lebih lanjut untuk sekedar sharing dengan sahabat blogger untuk mengenal lebih lanjut tentang basic pengetahuan klasifikasi hotel berbintang di tinjau dari nama hotel tersebut.

Selama ini mungkin sahabat sering lewat dan melihat hotel hotel dengan berbagai bentuk bangunan dan nama yang kebanyakan dari luar negeri.Yah perlu diakui juga bahwa pengusaha kita orang Indonesia yang berbisnis di perhotelan memang terkenal di luar negeri dengan pengusaha yang suka membeli franchise atau system bisnis dari luar negeri. Selain system bisnis yang bagus juga karena jaringan yang luas mempermudah si pemilik hotel jaringan mendapatkan bisnis atau tamu tamu dari luar.Salah satu alasan yang lain ialah tidak perlu susah susah membangun reputasi padahal bayar fee nya lumayan besar, beberapa persen dari penghasilan hotel itu.

Berbicara mengenai reputasi, di Amerika nama hotel yang diciptakan merupakan suatu produk yang memang sudah di ciptakan untuk suatu segment tertentu dengan klasifikasi bintangnya. Untuk itu sebagai gambaran awal dan itung itung tambahan pengetahuan, maka saya bermaksud untuk menyajikan data tentang nama nama hotel tersebut.

Luxury/First Class/ Full Service
- Hyatt
- Westin
- Stouffer
- Ritz Carlton
- Four Season
- Marriott
- Omni
- St. Regis
- Regent
- Mandarin Oriental
- Shangrilla, dll

All Suites
- Embassy Suites
- Lexington Hotel Suites
- Park Suites Hotels
- Residence Inns
- Inn Suites International,dll

Major Multi – Product Chains (Franchise yang biasanya bisa dimiliki lebih dari satu di satu kota dengan owner yang berbeda)
- Hilton
- Holiday Inn
- Radisson
- Ramada
- Quality
- Best Western
- Howard Johnson
- Hotel Ibis
- Mercure
-Novotel,dll

Inns/Motels/Budget
- Days Inns
- Motel 6
- Best Value Inns
- Super 8 Motels, dll

Yang mengenai daftar nama tadi mungkin ada yang di kenal juga mungkin banyak yang baru mendengar. Seiring dengan perkembangan jaman, hanya beberapa produk hotel yang memang benar benar mempunyai reputasi yang seimbang walaupun di beberapa Negara yang berbeda,maksudnya ada yang brand ini luxury tapi di negara lain belum tentu kondisinya sama. Bagaimana dengan klasifikasi bintangnya? Mengenai ini jika berbicara kenyataan di lapangan, juga banyak pergeseran di karenakan seperti yang saya katakan tadi, reputasi yang berbeda beda di setiap Negara,seperti contohnya di Indonesia produk Ramada merupakan hotel bintang 4 tetapi di China dengan bentuk bangunan yang megah dengan gedung yang tinggi, klasifikasinya dimasukan ke bintang 5.

Saya yakin ini juga terjadi di level level perusahaan komunikasi, televisi, perminyakan, perbankan, maskapai penerbangan dan bidang bisnis lainnya. Dengan memahami benar benar positioning masing masing perusahaan, maka tidak heran banyak yang begitu antusias jika berbicara ingin bekerja di perusahaan tertentu, misalnya lebih bergengsi kalo harus kerja di Shangrilla daripada Ibis, Telkomsel daripada mobile 8, Trans TV daripada lokal TV Jakarta, dsb. Padahal belum tentu penghasilan yang didapat jauh berbeda malah bisa menjadi sesuatu yang merugikan seperti yang pernah saya ulas di sini dan sini untuk karir ke depannya.Pengalaman terakhir sewaktu di Singapura, gaji staff untuk hotel hotel berbintang malah hampir sama kisarannya apalagi untuk uang lemburnya, yang membedakan hanya apakah dia warga negara Singapore asli atau tidak.

Menurut pendapat pribadi saya fenomena “susah ngangkatnya” itu relatif sifatnya. Bagaimana menurut anda?

Sumber: Ronald A Nykiel, Phd.,CHA,”Marketing in the Hospitality Industry” 1990

Semua banting harga!

salesignBeberapa hari yang lalu saya mendapat telpon dari salah satu perusahaan yang saya lamar. Respon lamaran ini merupakan respon kedua yang biasanya disertai dengan pertanyaan yang cukup basic tapi sangat menentukan yaitu expected  salary. yah penentuan gaji ini seperti yang sudah pernah saya bahas dalam menentukan besaran gaji untuk para hotelier adalah hal yang cukup krusial karena kalo bidang pekerjaan, asalkan kita dulunya pernah menjabat posisi itu, maka kebanyakan untuk menduduki jabatan baru dengan tempat kerja yang baru bukanlah suatu masalah.

Intinya terkesan bahwa gaji yang saya ajukan ternyata tidak sesuai dengan kebutuhan/kemampuan mereka, sempet bingung juga sih, lah wong biasanya pasarannya segitu kok sekarang jadi lain? batin saya.

Ternyata seperti ulasan yang pernah juga saya bahas mengenai pasaran kerja dalam situasi chaos memang terbukti di tahun ini. sudah menjadi rahasia umum bahwa dimana mana yang namanya orang asia kebanyakan kalah pasaran dengan orang bule, apalagi di bidang yang telah lama dan lebih dulu ditekuni oleh orang orang barat sana. “Kalah sama kulit” kata salah seorang teman saya.

Ok.kalo itu sih kita semua juga udah ngerti tapi pasaran harganya itu lho? ternyata diperoleh bocoran bahwa memang dewasa ini khususnya tahun 2009 ini,perusahaan yang ingin mendapatkan pegawai profesional berkulit putih (bule maksudnya) tidak perlu merogoh kocek lebih dalam bahkan dalam cerita saya yang terdahulu ada juga yang melamar kerja dengan latar belakang pendidikan yang berbeda.

Nggak bule, nggak asia ternyata semua banting harga! istri saya pun sempet cerita bahwa ada salah satu teman yang dia kenal orang philipin sampai membanting karier hanya karena ingin segera bekerja. dari seorang Assistant Director yang diberhentikan karena situasi ekonomi sekarang ini menjadi pegawai sekelas supervisor saja. walah,..saya cukup geleng geleng juga. Waktu ditanya alasanya, dia mengatakan yah ini untuk sementara aja, sambil jalan nanti bisa lirik lirik yang lainnya.

Saya pikir betul juga sih, hanya saja bagaimana dengan track record yang akan kita cantumkan di CV? nanti kita bisa dianggap tidak competitive, nggak laku maksudnya. Atau malah malah dianggap tidak mempunyai kemampuan yang cukup di posisi sebelumnya.

Ada lagi cerita yang lain salah seorang teman di Indonesia yang juga mengalami hal yang sama dan sewaktu memilih pekerjaannya, banyak sudah tawaran pada posisi yang sama dengan gaji yang mirip miriplah tetapi tidak diambil oleh beliau. Sewaktu saya tanya kok gak diambil, beliau memberi alasan bahwa perusahaan yang menawarkan kerja kepadanya tidak sekelas dengan perusahaannya dulu. Tapi khan gajinya mirip mirip? beliau jawab lagi “males ah, ngrusak ngrusakin CV ku aja, nanti ngangkatnya susah lagi boy.” “ngangkat” dalam artian pasaran harga profesionalnya dia.

Dan alhasil, teman saya ini sempet nganggur 7 bulan untuk mempertahankan idealisme nya.

Anda, pilih yang mana?

Sang Perintis

Minggu kemarin adalah King’s Birthday di Kamboja dan masyarakat setempat libur 3 hari dengan hari libur yang lain total libur 4 hari. Kamboja memang terkenal dengan banyak liburnya. 25 public holiday dalam setahun! Sewaktu berkunjung ke tempat seorang teman yang mempunyai warung makanan Indonesia sambil makan siang, beliau  mengajak saya untuk keluar jalan jalan sore dengan mengajak istri dan anak di suatu tempat taman bermain anak anak. Ajakan ini saya iyakan dan jam serta tempat sudah kami sepakati.

Akhirnya sore itu kamipun bertemu dan ternyata tidak hanya satu keluarga saja yang berkumpul tetapi ada keluarga Indonesia lain juga yang turut serta. Saat di perkenalkan, ternyata teman keluarga baru ini pindah dari jakarta ke kamboja baru 2 bulan. Setelah ngobrol ngobrol ternyata beliau tidak dalam ikatan kontrak dengan perusahaan lain melainkan mereka bermaksud untuk membuka usaha warung di negeri kamboja ini. Dalam kesempatan itu juga mereka membawa banyak makanan yang disediakan untuk dicoba.Dalam rangka promosi katanya. Ada rendang sapi, ayam sambal balado, terong sambal,dan masih banyak yang lain. Lumayan nih, tak terduga ada makanmakan gratis.

Sambil makan, saya lumayan kaget juga mendengar kisah singkat mereka bahwa mereka baru 2 bulan disini, tidak bisa bahasa setempat serta minggu pertama mereka pindah,istri teman baru saya ini terserang Demam Berdarah dan membutuhkan 3 minggu untuk perawatan. Untuk sekedar informasi saja, tidak disarankan untuk sakit berat disini karena keterbatasan bahasa dan kualitas pelayanan yang sangat kurang. Biasanya kalo orang Indonesia sakit berat,dokter lebih suka menyarankan mencari pengobatan di Vietnam atau Thailand sebagai negara terdekat dengan kualitas yang jauh lebih baik.

Mendengar penuturannya yang lumayan nekat, hijrah di negara asing dengan segala keterbatasan dana dan informasi membuat saya lumayan kagum dengan tekadnya. Saat berkunjung ke rumah kontrakannya, semuanya masih kosong, belum ada furniture yang berarti dan TV. (lumayan yah 2 bulan gak nonton TV). Teman baru ini juga mempunyai rencana pula untuk membangun perekonomian penduduk setempat untuk mandiri dengan membuka pelatihan seperti cara membuat mie tek tek yang sering kita jumpai di Indonesia lengkap dengan nasi gorengnya yang dijajakan keliling. Wow! Ide yang sederhana tapi amazing bagi saya.

Setelah berkenalan dengan teman baru ini, cakrawala pengetahuan saya malah di perluas lagi dengan fakta bahwa ada juga beberapa pengusaha Indonesia yang membantu menciptakan usaha mandiri bagi rakyat terbelakang Kamboja ini, salah satu contoh misalnya dengan mengajarkan mereka cara membuat tikar yang baik dengan bahan bahan alam yang bisa mereka didapat di sekitar mereka dan akhirnya di jual untuk dinikmati warga setempat. Penciptaan sarana air bersih untuk 3000 warga di kampung kampung pedesaan (kalau yang ini dananya dari Luar negeri melalui organisasi non laba/ NGO),  serta usaha yang lainnya.

Saya hanya bisa kagum saja dengan pengalaman yang saya alami minggu minggu ini dengan mendapati bahwa ada juga orang Indonesia yang ternyata cukup berani dan mampu dengan segala keahlian yang mereka miliki di bidang yang mereka pahami untuk merintis hal hal baru bahkan bisa menciptakan lapangan kerja di negeri orang.

Satu lagi yang saya suka dengan teman baru ini, ternyata masakannya yang akan di jual adalah salah satu masakan favorit saya yang belum ada di kamboja ini yakni masakan padang!

Mens sana in corpore sano

Mudah mudahan penulisannya bener. kalo artinya saya masih inget, ” didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat” heee..terus apa donk kaitanya dengan kata kata diatas?

Terus terang saya juga nggak tau kok terlintas kata kata tersebut jadi judul. Mungkin gara gara bulan yang lalu saya mampir ke carefour di Pattaya, Thailand maklum di kamboja masih udik,  belum ada carefour..heee. Padahal Kamboja sebelumnya merupakan jajahan prancis.

Tapi sebenarnya bukan itu sih, kami kesana mau cari souvenir kayak kaos kaos bergambar “Thailand” yang katanya jauh lebih murah daripada pergi ke souvenir shop tradisional. (dasar carefour suka mematikan usaha kecil dan saya pun sebagai tourist budget juga terpaksa turut andil mematikan usaha rakyat kecil…hiks).

senam-carefour

Tapi saya kali ini tidak sedang membahas monopoli yang dilakukan carefour hanya kebetulan saja sewaktu berbelanja sekitar jam 5 sore saya dikejutkan dengan pengumuman oleh pengeras suara yang mungkin mengatakan (pake bahasa thailand sih,coba bahasa jowo) minta ijin sebentar bahwa staffnya ingin melakukan sesuatu. Dan jreng! walah itu para karyawan mendadak pada berbaris dan akhirnya dengan diiringi lagu kebangsaan mereka, kayaknya sih lagu “mars carefour” mereka mulai melakukan senam dan menyanyi dipimpin oleh salah seorang dari antara mereka.

Dasar blogger yang kayak gitu jelas gak boleh lewat donk, akhirnya bisa juga mengabadikan “senam singkat” mereka yang kurang dari 3 menit itu. Gantian orang orang yang lihat saya, mereka pikir mungkin kok kayak gituan aja di photo? heee…biarin aja.

Ini sudah pasti ulah para konsultan konsultan marketing yang memberikan ide untuk differensiasi dalam pelayanan yang dimana dengan senam dan yel yel itu sebagai ungkapan dan meyakinkan para pengunjung atau pelanggan bahwa mereka para staff carefour siap dalam melayani mereka dengan segenap jiwa.

Jika anda pernah ikut pelatihan para begawan begawan marketing Indonesia juga sama (sekarang trainer biasa juga udah melakukan hal yang sama), sering banget disela sela pelatihan di berikan jeda untuk stretching atau melakukan peregangan sehingga materi pelajaran selanjutnya bisa diikuti dengan mudah dan ceria serta semangat karena senam itu membuat aliran darah kembali lancar.

Sewaktu saya menjadi pelayan di salah satu cafe paling terkenal di Bali 10 tahun yang lalu, hal yang sama juga sering kami lakukan, terutama jika ternyata pada “Pub Hours” para pengunjung tidak bergerak untuk berdansa di dance floor. Biasanya kami para waiter/s melakukan apa yang disebut “Shout” dan akhirnya menarik pengunjung untuk berdisco dengan kami. Setelah suasana mulai panas para waiter/s pun balik ke kerjaan semula.

Saya kurang paham jargon jargon marketingnya, tapi yang jelas dengan sangat ketatnya persaingan antar perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, mereka sudah pasti akan memberdayakan human capitalnya sampai pada titik optimum sehingga pelayanan dan produktifitas pun bisa dicapai sesuai dengan standard yang di harapkan.

Mungkin ada pengalaman rekan rekan blogger yang lain seperti ngapalin misi dan visi perusahaan ala anak SD jaman dulu di perusahaan masing masing trus kalo udah hapal di test ama boss misalnya?

Protes G20 dan tebak tebak benak SBY

mikir2Semalam saya sempet rebutan remot tv ama anak saya yang seharian maunya nonton kartun terus, maklum tv nya cuman satu. Akhirnya sempet juga nonton CNN walau hanya beberapa menit aja.

Baru nonton saya sudah dikejutkan berita gelombang protes besar besaran oleh para demonstran yang menentang salah satu hasil keputusan mengenai diberikannya dana stimulus sebesar US$ 1 triliun dan alokasi untuk IMF sebesar US$750 milliar!kalo di rupiahin, nol nya berapa banyak ya?

Saking keselnya para demonstran itu sehingga demo nya berakhir anarkis. Kaca kaca di pecahin, slogan slogan anti bankir dimana mana. Tapi yang namanya penguasa tetep aja..EGP ah, yang penting situ situ yang protes juga ikut nanggung biayanya dengan bayar pajak ya? emangnya nyetak duit gratis? ya enggaklah.

Saya yang nonton juga numpang geleng geleng aja, la wong IMF kok di bantu, bukanya dia malah yang bikin dunia ancur? pura pura bantu ujungnya minta semua aset negara tersebut di privatisasi ampe BUMN nya juga and ujung ujungnya orang orang asing yang notabene gank gank nya juga yang beli itu BUMN dan perusahaan yang lainnya. Efeknya buat kita para pegawai? ya itu, susah banget jadi karyawan permanen sekarang, semuanya sistim kontrak, outsourching yang di gaji harian, de el. Pokoknya kita jadi makin kayak kacung di negeri sendiri. Sakit jadi takut soalnya gak ditanggung, istri mau melahirkan cari utangan dimana mana soalnya gak di bayar full, dan masih banyak yang lainnya.

Udah deh,ini cuman curhat doank. Jangan kan kita, la pak SBY yang notabene juga gak demen ama IMF ampe di bubarin dan dibayar lunas utang utang kita (Indonesia) aja gak sanggup protes kok, malah presiden Rusia yang terkenal ‘tough’ pada saat pertemuan itu juga gak bisa ngimbangi yang lain. Hebat bener tuh Yahudi. Sekedar info aja bagi yang belum tahu, yang punya World Bank ama IMF itu bankir bankir yahudi. Makanya para protes/ demonstran itu tahu bahwa itu hanya bikin kaya sebagian pihak aja yang mungkin populasinya di dunia ini kurang dari 1%.

Pikiran saya jadi malah ngaco ngliat berita ini.Saya jadi membayangkan apa yang ada di benak pak SBY mengikuti pertemuan ini soalnya beliau khan juga kepepet jadwal kampanye. Naluri saya yang pernah sebagai murid sekolahan kali berpikirnya beliau begini, ” Busyet deh, ini orang pada ngomong panjang panjang amat! cepet selesain deh, terserah lu ngomong apa ama mutusin apa, gua ngikut aja dah! soalnya lagi di tungguin para simpatisan simpatisan di daerah nih!”

“Bener nih Mbah Boyin?” kata temen saya

“Lho kok Mbah?”

” Abis tau aja apa yang di benak pak SBY, kayak dukun aja deh!.”

“@#$%^^*#”

Pemerintah menciptakan PHK untuk insan pariwisata

tax2Semua orang tahu dunia sedang dilanda krisis, begitu banyak yang di PHK jumlahnya bukan lagi ribuan tetapi sudah jutaan, terutama di sektor sektor manufacturer/industry.

Bagaimana dengan sektor pariwisata? ya namanya Indonesia, mana bisa sih kita dapat data benarnya, tetapi kalo di Amerika, menurut U.S Travel Association menyatakan bahwa Travel Industry mempekerjakan 7.7 Juta American (baca: warga negara Amerika) dan menyumbang US$ 115,000,000 pajak ke pemerintah setiap tahunnya. Data didapat bahwa sudah 200,000 orang kehilangan pekerjaan di travel industry ini dan akan bertambah sekitar seperempat juta orang tahun ini.

Read more »

Yuk, bermain insentif

insentif1Liburan emang enak diisi dengan baca buku selain jalan jalan bersama keluarga tentunya. Kali ini selain nemu bahan bacaan baru di blog orang lain juga gak kalah menariknya baca buku buku lawas.

Kali ini saya lagi membaca ulang bukunya ekonom muda Amerika Steven D lewitt yang salah satunya tentang peran insentif disegala bentuk permasalahan di kehidupan kita. Sangat menarik mirip mirip hubungan sebab akibat.

Menurut beliau, ilmu ekonomi akarnya adalah ilmu yang mempelajari insentif yakni bagaimana orang memperoleh apa yang dia inginkan, khususnya pada saat orang lain ingin atau membutuhkan hal yang sama. Ekonom tipikal biasanya percaya bahwa tidak ada masalah di dunia ini yang tidak bisa diselesaikan dengan merancang insentif yang tepat. Meski solusi itu tidak selamanya indah, bisa melibatkan paksaan, penalti yang berlebihan bahkan pelanggaran terhadap kebebasan manusia. Namun masalah utama akan selalu dapat terselesaikan. Insentif bagaikan peluru, pengatur, kunci, bahkan dianggap sebagai obyek kecil dengan kekuatan dasyat untuk mengubah situasi.

Read more »

Analisa finansial tutup tahun

finance2

Tidak terasa 5 hari lagi akan menjelang tutup tahun, rasanya hari berganti hari, bulan berganti bulan begitu cepatnya hingga saking tidak relanya saya selalu lupa hari dan memundurkan hari tanpa saya sadari. kalo umpamanya hari ini jumat, saya selalu mengira masih hari kamis dan itu sering banget di ingatkan oleh anak buah saya.

Untuk postingan terakhir tahun ini ingin sebenarnya sharing dan mengajak sahabat sahabat blogger untuk bersikap atau mengambil ancang ancang menghadapi tahun 2009 yang kata banyak pakar bakalan sulit kedepannya. Tapi agaknya sudah pernah saya posting di sini mengenai bagaimana mencanangkan hidup hemat dengan mengatur cara pemakaian kartu kredit serta menyikapi hutang.

Read more »