Author Archives: Boyin

Kebiasaan berbahasa 4L4Y

Dalam dunia perhotelan, segala sesuatunya adalah image, dari mulai dekorasi, interior sampai segala perlengkapan makanan dan minuman, gelas gelas yang up to date semuanya menunjang lifestyle dan positioning dari hotel tersebut.

Kalo mengenai human capitalnya tentnunya berkenaan dengan bagaimana menjadikan tenaga tenaga pekerja kita menjadi tenaga trampil dan mempunyai postur tubuh yang baik, rambut yang rapi, baju yang bersih, kuku yang tidak panjang, dan lain sebagainnya.

Read more »

Bunaken, Wisata laut yang mencengangkan

Sewaktu mengikuti perhelatan akbar ATF kemarin, saya tentunya bertemu dengan begitu banyak orang orang pariwisata, pemerintahan, buyer buyer luar negeri dan juga para boss agent lokal di manado itu sendiri.

Di Manado ada 2 Travel agent besar yang menjadi key player untuk menghandle kunjungan wisatawan Luar negeri maupun yang domestik. Dua duanya saya kenal baik pemiliknya, nah salah satunya kami sempat berbincang bincang mengenai bagaimana pariwisata Manado ini bisa ditingkatkan, dari konsep penerimaan tamu itu sendiri, promosi wisata kuliner sampai memasyarakatkan wisata bahari ke masyarakat Manado itu sendiri.

Read more »

ATF 2012: Manado kota yang mengesankan

5 hari sudah usai pulang dari Manado yang tahun ini menjadi tuan rumah untuk perhelatan akbar ATF atau Asean Tourism Forum yang ke 31. Ini kali ke dua saya mengikuti ajang sekelas ATF yang dimana sebelumnya di adakan tahun 2011 lalu di Kamboja.

Dengan dihadiri lebih dari 400 internasional buyer, 100 internasional media dan 1600 exhibitor dari seluruh ASEAN, ajang ini memang menjadi moment penting untuk insan pariwisata seperti saya ini apalagi pembukaannya di buka oleh Wapres Budiono serta Menbudpar Ibu Maria Elka Pangestu.
ATF Manado booth

Sayang dibanding negara sebelumnya di Kamboja, perhelatan di Manado ini di nodai oleh belum selesainya bangunan untuk para exhibitor ini, terlihat dari atap yang belum selesai masih berupa beton sampai tembok serta area taman sekitarnya yang masih berupa tanah merah.
PDA Booth

Sungguh menyenangkan berada di Manado, kota yang ramah penduduknya, masyarakatnya sangat ringan tangan, contohnya kalo kita naik angkot dan kebetulan tujuannya agak menyimpang dikit dari trayek, sang supir dengan senang hati mengantarkan kita tiba di tujuan. Hal lainnya kota ini tidak ada pengemis dan pengamen karena jika hal itu terjadi maka pemkot akan mengembalikannya ke keluarganya dan itu sangat memalukan buat masyarakat Manado.

Bagi penggemar seafood segar dan masakan pedas, kota ini tempatnya, saya saja bingung kenapa masakannya jadi super pedas, apa cabe nya beda kali ya…tapi yang jelas saya kangen makan sambil keringetan di Manado ini. Entah kapan akan kembali lagi.

Proses recruitment yang tidak adil

Minggu kemarin teman saya di perusahaan yang berbeda mengeluhkan bossnya karena suka mengambil keputusan sendiri jika akan merekrut karyawan untuk pegawai hotel yang notabene akan menjadi anak buahnya.

“emang kenapa” tanya saya waktu itu. Dia beralasan si boss tidak begitu mempertimbangkan latar belakang pendidikan, asal muka ok dan komunikatif maka untuk urusan sekelas R&F atau tingkat pelaksana tidak akan menjadi persoalan.

Read more »

Bersepeda, Peluang tambahan income/gaji

Ada yang meragukan judul saya diatas…? berarti rekan rekan blogger bukan bikers…heee…saya pun demikian, semenjak bekerja di hotel bertipe resort dan kebetulan mempunyai area yang luas di salah satu pusat rekreasi terbesar di Asean ini, sepeda merupakan barang pelengkap untuk menunjang sarana rekreasi tamu, mau tak mau saya pun ikut memeriahkan dengan membeli sepeda walaupun di hotel kami lebih dari 100an sepeda di sewakan secara gratis.

Apalagi ditambah kampanye “bike to work” dan slogan bike bike yang lain membuat pamor sepeda menunjukkan gejala yang terus naik dan naik. Jika rekan blogger mempunyai kesempatan untuk bangun pagi dan mampir di sepanjang Sudirman – Thamrin di Jakarta ini agaknya puluhan ribu sepeda memadati sepanjang jalan tersebut yang memang bebas dari kendaraan bermotor tersebut.

Read more »

Kok bisa yah nggak diangkat?

Walaupun tugas sekarang bukan hanya mengurusi tugas tugas yang berkenaan dengan kelancaran dan perbaikan standarisasi operasional tetapi tetap saja hasil akhir dari target yang di tetapkan menjadi hal yang paling essential dari semuanya alias UUD, ujung ujung nya duit.

Walhasil saya juga ikut turun gunung juga dalam penjualan, tidak hanya dalam scope mengatur strateginya tetapi juga ikut jualan pula dengan koneksi yang saya punya selama ini langsung ke Agent maupun kenalan korporat, EO,WO,dll.

Hal yang menarik dari rekan rekan ini, berhubung segalanya saling berkaitan dan ketergantungan satu sama lain,agaknya perbedaan pebisnis di jakarta berbeda sekali dengan pebisnis di luar negeri seperti yang sudah pernah saya alami.

Read more »

Siapa yang berkompetisi?

Ini pengalaman baru buat saya selama mengantar si kecil ke sekolah, tidak heran banyak orang kaya sampai anak menteri pun memilih home schooling. Ceritanya anak saya yang baru masuk kelas 1 SD itu mengeluh karena banyaknya PR dan ulangan setiap harinya dan juga setiap hari si kecil ini cukup mendapat pressure juga dari mamanya.

Pertama kalinya saya tidak begitu menganggapnya serius karena mau diapain lagi kalo sistem pendidikan kita emang harus begitu, saya tidak pernah memberikan target yang tinggi tinggi untuk anak karena berdasarkan pengalaman saya sendiri di sekolah saya tidak pernah menembus 15 besar…boro boro juara kelas….haaa…pengakuan nih….tetapi toh nasib pada akhirnya menentukan lain, teman teman yang juara kelas dari tingkat SMA sampai kuliahpun banyak sekali atau boleh diurut belum banyak yang sukses, jadi kesuksesan tidak serta merta bergantung dari IQ atau kepintaran akademisi.

Tapi realitanya berkata lain, setiap pagi seringkali saya dengar sesama ibu ibu menanyakan nilai ulangan anak mereka masing masing, sampai sampai di sudut sekolah terdengar seorang ibu yang memarahi anaknya sebelum masuk sekolah agar tidak memalukan ibunya dengan menghasilkan nilai jelek pada saat ulangan nanti.

wah, saya tidak bisa membayangkan bagaimana ini akan terjadi seterusnya, baru kelas 1 SD udah sedemikian ketat kompetisinya bagaimana hal ini terus berlanjut sampai kelas 6 yah….aduh Tuhan saya sulit membayangkan bagaimana stressnya anak anak itu dengan pressure dari orang tua masing masing.

Jika anda masih mengharapkan permainan seperti bentengan, jlentrik, kasti, ular tangga dan permainan yang lain, anda pasti bermimpi. Di kota besar Jakarta hal itu sudah sulit didapati.

Agaknya sekarang ini saya sudah cukup biasa dengan pemandangan ibu ibu yang saling berkompetisi setiap paginya dengan menanyakan hasil ulangan kemarin, untung saya bapak bapak dan ibu ibu itu sungkan untuk menanyakannya kepada saya dan bapak bapak lain yang mengantar rasanya cukup aman dari pertanyaan seperti itu karena kami saling acuh satu sama lain.

Mintalah…pasti akan di beri!

Ini bukan curhat tapi seperti postingan khas boyin, semuanya hanya berbagi pengalaman saja, saya harapkan rekan blogger juga bisa sharing hal yang sama.

Berawal dari kepindahan saya dari bali ke jakarta, sungguh senang bisa berkiprah di ibukota. Tetapi bayangan lugu saya mengenai ibukota jauh sekali dari harapan. Kota yang super sibuk, macet, kejahatan jalanan karena saya masih menggunakan jasa angkutan kota waktu itu, serta polusi yang bisa bikin sakit kulit.

Read more »