Persiapan membangun Hotel : Design, Feasibility Study

Dengan begitu banyaknya hotel yang dibangun di Indonesia ini ditambah banyak pengusaha “pemain baru” yang ingin pula berkecimpung di bisnis perhotelan dikarenakan kue pariwisata yang semakin menjanjikan membuat paradigma bahwa bisnis perhotelan adalah tidak serumit yang dibayangkan.

Kurangnya pengalaman ditambah rasa percaya diri yang besar dari para pengusaha ini sehingga tahapan tahapan seperti Feasibility Study yang benar tidak dilakukan, jika pun di buat itu pun bukan ahli independen yang membuatnya, jadi semua terbangun karena ego tanpa memikirkan konsekwensi yang akan ditanggung kelak. Yang dipikirkan hanya NVP dari nilai hotel itu kedepannya yang jikalau tidak untung pun dari segi operation tetapi pasti menguntungkan kalo di jual lagi. Owner lupa kalo pusing dan stress mengurus hotel yang tidak untung akan menimbulkan banyak dampak buat mereka sendiri. Di lain pihak, asset seperti Hotel tidaklah liquid dan tidak gampang di jual.

Belum lagi dalam hal design, jika hanya mengandalkan arsitek yang berpengalaman dalam membuat hotel saja itu tidaklah cukup, karena arsitek bukanlah user yang nantinya akan men “running hotel operation” itu sendiri, apalagi arsitek tentunya masing masing mempunyai ego dari karya seni nya….nah ditambah ego tambahan dari owner si pemilik hotel ini yang dimana masih sangat hijau dibidang perhotelan akhirnya tanpa disadari sang owner harus menanggung seumur hidup kenaikan “variable cost” yang tidak perlu.

Jika meng hire seorang General Manager pada saat masih dalam tahap design tentunya terlalu dini, anda juga bisa mengundang banyak hotel operator untuk “mencuri ilmunya” tetapi itu juga tidak akan efektif. Saya pernah menemukan calon owner yang banyak sekali mencari referensi untuk dipelajari tetapi belajar dengan cara mencuri seperti itu tentu tidak akan efektif karena pemahaman yang didapat pastinya akan setengah setengah dan sewaktu dikerjakan akan fatal akibatnya. Saya pernah mendapati pada saat mereka mengajukan ide dan menanyakan pendapatnya ke saya dan dalam hati itu sungguh mengagetkan sekaligus menggelikan, karena selain bukan hal yang substansial tetapi juga sangat basic. Jika dilihat dari air mukanya yang serius saya bisa memahami betapa beliau begitu “overloaded” dari mencuri ilmu dari banyak orang sehingga tidak tahu kalo pertanyaannya cukup aneh…heee….info untuk Fee bikin Feasibility Study klik disini.

Saran saya carilah konsultan indenden yang terpercaya, praktisi yang sudah puluhan tahun di Industri ini sehingga bebas dari banyak kepentingan. Kalo dari operator, mereka akan mengiyakan saja yang penting si pengusaha ini akan sign agreement dengan mereka. Lain halnya jika operatornya sekelas Marriot yang dimana ada perjanjian akan design hotel tersebut di awal. Marriot akan memberikan advise, instruksi bagaimana tata letak yang baik dan efisien. Saya tahu persis karena pernah ikut terlibat didalamnya tetapi ya itu, pengusaha kudu bayar dulu sebelum Marriot keluarin semua ilmunya dan itu Miliaran!

Ini bukan curhat tetapi sharing ilmu yang dimana saya banyak mengikuti owner yang design hotelnya bermasalah, pemilihan lokasi salah karena tidak mengadakan feasibility studi sehingga berakibat fatal untuk bisnis hotel secara keseluruhan atau sewaktu banyak mengadakan interview dengan calon owner yang dimana hotelnya pun sudah akan bermasalah di kemudian hari karena kesalahan design, konsep, dan lainnya.

Saya selalu berguman jika mendapati design bangunan yang tidak efisien tersebut …”Alangkah sayang milliaran uang terbuang setiap tahun karena tidak efisien nya bangunan tersebut hanya karena ngirit nggak mau bayar konsultan yang harganya tidak seberapa itu di awal.”

 

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of