Monthly Archives: October 2015

Salah satu faktor Hoki untuk Sukses

Di dunia kerja, banyak cara untuk menggapai karir yang diinginkan. Tentunya semua orang ingin karir sampai di puncak, tapi namanya juga puncak, tidak semua orang sampai di puncak.

Di postingan sebelumnya untuk naik dengan cepat biasanya adalah berpindah pindah pekerjaan, cara ini memang efektif tetapi tentunya banyak pengorbanan yang dilakukan, diantaranya terpisah dengan keluarga dan sanak saudara. Ekses negatif nya adalah terancamnya perkawinan karena kurangnya pemenuhan kebutuhan biologis dan lunturnya kesetiaan.

Di era sekarang ini, dalam perekrutan bagian personalia mempunya kriteria yang sangat ketat diantaranya adalah track record anda jika sering berpindah pindah pekerjaan, sesi interview saja tidak cukup walaupun anda sudah memberikan citra yang baik kepada penguji atau interviewer dalam sesi wawancara, segala jurus mulai cara berpakaian, bersikap, product knowledge sampai cara anda spelling bahasa inggris dibuat sekeren mungkin. Hal yang membuat anda gugur adalah preference dari pekerjaan sebelumnya, minimal perusahaan besar meminta 4 nama yang bisa di kontak untuk ditanyai bagaimana kinerja anda di tempat kerja terdahulu. Jika satu saja mencurigakan, nah..bisa dilihat hasilnya, anda pasti masuk kotak alias gugur.

Dari beberapa pengamatan sampai kurang lebih 19 tahun saya mengamati kenapa orang sukses menuju puncak karir sedangkan yang lain tidak, diantaranya yaitu:

1. Fokus

Keliatan fokus dan serius pada saat bekerja menimbulkan citra positif, apalagi kalo anda tidak dikenal sedang bekerja tetapi dikenal oleh teman teman punya bisnis sampingan yang lain misalnya: jualan kartu kredit, asuransi, MLM, dagang online,dsb. Hal ini cepat menjadi gosip dan merusak penilain objektif tentang anda apalagi jika atasan anda lebih miskin daripada anda…ehmm..selamat deh, anda gak akan kemana mana.

2. Nurut

Kalo punya karyawan manut dan nurut, Hoki nya memang besar dibandingkan kritis dan cerdas, ini fakta. Saya gak tau apakah ini berlaku di perusahaan teknologi atau pengembangan sofware.

3. Rela di zolimi

Tragis judulnya ya..haaa..nggak maksudnya anak yang suka disuruh sana sini seperti gantiin shift teman yang gak enak, kerjaan extra dibebankan kepada anda, dilimpahkan target sulit dan ditinggal team, itu adalah situasi yang sulit dan menjengkelkan. Tahan…lakukan saja dan berdoa semoga tanpa mereka anda bisa menyelesaikannya. Setelah selesai biasanya karma baik akan menghampiri, entah tawaran pekerjaan lain dengan gaji yang lebih baik, pindah divisi atau keajaiban lainnya tiba tiba datang. Coba saja, buktikan.

Kalo digabung jadi satu intinya hanya satu kata “IKLAS” yah seperti itulah. Tapi iklas juga bisa dibikin dengan sadar akan tulisan ini, mudah mudahan anda bisa tersadarkan. Ini ilmu 19 tahun saya, udah pasti manjur, bukan buat saya aja tapi temen temen saya yang se level gaya nya mirip mirip semua.

Nah buat yang sudah terlanjur punya citra diluar ke tiga ini, saya sarankan memulai kehidupan baru dengan pindah kerja baru dan bentuk citra positif anda mulai sekarang. Belum ada kata terlambat.

 

Gaji Expat di patok di Kurs Rp.12.000

Baru mendapatkan informasi bahwa dalam rangka menolong pihak pengusaha yang kebetulan mempunyai karyawan expat yang digaji dalam mata uang US dollar, maka mulai bulan Oktober ini pemerintah mengeluarkan peraturan yang dimana expat yang bekerja di Indonesia akan mendapatkan gaji dalam bentuk rupiah dengan kurs yang dipatok sebesar Rp.12.000.

Hal ini tentunya merupakan kebijakan pemerintah yang berpihak kepada pengusaha lokal karena speerti yang kita tahu bahwa Gaji adalah komponen terbesar dalam biaya yang harus dibayarkan perusahaan selain biaya energi seperti listrik dan air. Kalau kurs dollarnya gak karuan seperti ini tentunya banyak pengusaha yang mengeluh. Bahkan ada beberapa perusahaan yang menurun produktifitasnya dikarenakan gaji beberapa manager lokal kalah dengan anak buahnya yang expat gara gara selisih kurs yang menggila ini. Kalo awal awal kerja masih dikisaran Rp.10.000 si boss masih tinggi gajinya , nah semenjak kurs sampai RP.14.500 eh malah gajinya dengan anak buahnya yang expat malah sama dan cenderung lebih tinggi…haaa…jelas gak semangat lah kerjanya.

Namanya juga kebijakan banyak yang gak tau, makanya kalo ada rekan rekan yang bekerja dengan menggunakan tenaga expat mudah mudahan bisa terbantu dengan informasi ini. Terus terang saya sendiri juga belum lihat secara langsung surat dari Permen(peraturan menteri) tenaga kerja ini. Tetapi daripada nungguin Permen nya mendingan rekan rekan cari tau sendiri karena memang belum ada yang mengunggahnya di internet.