Remodeling Business dalam dunia TV (New Economy)

Minggu lalu di hari yang saya lupa, saya kebetulan bisa pulang cepat dari kantor sehingga waktu senggang tersebut tentu saja dilakukan dengan bercengkrama bersama keluarga. Sehabis makan bersama, kami pun menonton TV, istri saya senang sekali dengan acara campur campur di antv demikian juga YKS di trans karena menurutnya acara tersebut lucu dan sangat menghibur.

Karena saya jarang menonton channel tersebut karena biasanya belum sampai di rumah juga biasanya acara favorit saya adalah yang berbau movies seperti HBO, Cinemax, Fox, dsb.

Ternyata acara tersebut sungguh lucu dan sangat menghibur malahan menurut saya dibanding acara yang berbau reality show acara semacam campur campur ataupun YKS adalah acara reality show yang “sesungguhnya” karena selain di siarkan secara live, gaya dan interaksi yang melibatkan seluruh komponen baik penonton bayaran, pemain, crew tv sampai SPG yang dipajang pun tampak sangat natural.

Ada satu hal yang menarik disini adalah saat terjadi clash antara crew tv yang mengatur jalannya acara dengan artis Luna Maya sebagai pembawa acara yang disiarkan secara live sampai sampai sewaktu Luna ‘walk out’ dari acara, kamera TV terus menyiarkan kemarahan Luna terhadap crew TV tersebut. Walaupun akhirnya acara berujung permintaan maaf dan itupun juga dilakukan secara live di segment acara berikutnya yang dikemas dengan ciamik sehingga tidak terlalu menimbulkan kesan incident yang berlebihan.

Hal ini mengingatkan sebuah buku yang mengetengahkan bahwa bisnis kedepan yang akan laku adalah model bisnis yang disebut dengan era ‘New Economy’ dimana para pengusaha harus mengubah sikap mental cara cara dalam berbisnis dengan sikap mental ‘New economy’

New economy adalah mengubah sikap mental lama bahwa jika biasanya para pemain diatur oleh script dan tunduk kepada pengarah acara, sekarang ini keadaannya berbalik seolah olah kedudukannya sejajar, keterlibatan crew TV maupun penonton sangat terlihat. Seperti halnya majalah bisnis ‘Fast Company’ yang kini menjadi rival berat Bussines week dan FORTUNE karena Fast Company membuka website dimana mereka membuka kesempatan pembacanya untuk berdiskusi tentang isi majalah.

Contoh lainnya adalah bagaimana pemain campur campur membolehkan pemainnya bermain di YKS ataupun sebaliknya dari YKS ke campur campur ketimbang bisnis model lama yang mungkin kita masih ingat kalo dulu seorang artis mati matian membela salah satu stasiun TV sehingga muncul paradigma artis A mainnnya hanya di TV A, artis B besarnya di TV B. Ini mirip dengan model bisnis yang diterapkan IKEA, ketimbang bermusuhan dengan Greenpeace mengenai protes penggunaan klorida dalam industry nya, IKEA menggandeng Greenpeace untuk menemukan teknologi yang bisa menghilangkan klorida dari industri cat. Sikap mental yang biasanya absolut, di New economy digantikan dengan sikap mental merangkul semua pihak untuk tujuan kemajuan perusahaan tentunya.

Harus diakui bahwa acara ke dua TV tersebut menjadi perbincangan hangat dan menjadikan rating mereka sangat tinggi sebagai acara terfavorit.

Nah untuk stasiun TV yang lain apakah mereka siap untuk ditinggalkan pemirsanya dengan market share yang mulai menurun? Kita tonton saja nanti.

34 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *