Wedding di Australia

Juni lalu saya dan sekeluarga menghadiri adik ipar ke sydney, Australia karena adik ipar menikah dengan orang sana (Australia citizen). Tentunya ini menjadi alasan yang baik sekalian berlibur. Tetapi karena jadwal saya yang lumayan padat karena di minggu yang sama saya harus berangkat tugas ke China menjadikan liburan ini menjadi yang tersingkat sepanjang sejarah kami. 4 malam saja…ya 4 malam saja…hiks…

Saking seringnya saya menghandle perhelatan wedding di Indonesia, baik berkebangsaan Indonesia atau Luar negeri maupun campuran, wedding ceremony dan celebrationnya a la Australia tergolong menarik dan mengaggumkan. Menarik karena proses ceremony yang a la gereja itu diselenggarakan di tempat pernikahan khusus yang berbentuk rumah, sudah termasuk wedding chappel didalamnya dan tempat untuk jamuan makan malam sekala besar hingga 200pax dengan suasana rumah.

Mengagumkannya karena baru ini kali pertama saya menghadiri acara pernikahan dari mulai pukul 16.30 sore dan berakhir hingga pukul 22.00 malam dengan jumlah hadirin yang protol alias pulang duluan kurang dari 3%..ck..ck mengagumkan bagaimana mereka mengapresiasi sebuah pernikahan.

 

Beda dengan di Indonesia, dari ratusan wedding yang saya amati karena saya bekerja di sebuah hotel yang mempunyai wedding chapel dan ballroom, orang indonesia paling tahan datang ke acara perkawinan paling lama 2 jam….kalo di rata rata mungkin hanya 1 jam saja…itu pun jika sistem gaya weddingnya adalah Chinese Wedding alias makan meja dengan lazy susan atau meja putar yang menghidangkan makanan course per course. Walaupun makanan yang dihidangkan bisa sampai 12 macam jenis makanan tetapi banyak sekali orang Indonesia yang pulang lebih awal, entah karena kekenyangan atau memang budaya tidak betah menghadiri acara wedding yang lama. Jika model wedding yang disajikan adalah prasmanan atau model buffet, makan sambil berdiri maka rata rata yang menghadiri paling lama hanya 1 jam.

 

Dari analisa yang saya dapat rasanya kita sebagai orang Indonesia terlalu banyak mengirim undangan perkawinan, sehingga yang diundang bukan benar benar teman dekat atau keluarga dekat, malah ada yang hanya kenalan bapak, ibu, mertua yang tidak mempunyai kekerabatan/ hubungan yang tinggi sehingga bisa menghadiri acara sampai selesai. Budaya tidak tepat waktu alias jam karet karena alasan macet yang juga menjadikan alasan tersebut.

Mungkin bisa menjadi perrtimbangan buat rekan rekan blogger ya kalo banyaknya undangan tidak berkorelasi terhadap banyaknya angpao yang anda terima kecuali bapak anda seorang pejabat yang sedang menjabat saat itu unless gaya wedding kita dirubah seperti gaya wedding Vietnam….kapan kapan saya bahas…heee…

 

21
Leave a Reply

avatar
11 Comment threads
10 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
12 Comment authors
galuhBlog OrangHeartWisata Lombokluthfisetyawanan Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
Sriyono Semarang
Guest

Wah, menikah di mana ya nanti enaknya… 😀
Pak, nyari tanahnya untuk apa, pabrik, mall, sawah, atau apa nih?

Nella
Guest

Setuju sekali dengan statement “banyaknya undangan tidak berkorelasi terhadap banyaknya angpao yang anda terima” :D, yang ada malah tambah biaya buat makanan tamunya hehe.

Zizy Damanik
Guest

Orang Indonesia ini selalu mengedepankan nama baik keluarga. Katanya kalau gak undang sanak famili, nanti diomongin. Gak undang teman-teman bapak ntar dijauhi… ya gitu gitulah… 🙂

Alris
Guest

Betah amat ya orang disana menghadiri pesta perkawinan. Saya kalo diundang pesta perkawinan duduk satu jam aja pantat rasanya udah panas pengen pulang, hehe…

Rina
Guest

Yang diundang terlalu banyak, maka persiapannya juga butuh banyak alhasil kebanyakan memang lelet dan bahkan saya pernah menghadiri suatu pernikahan yang dimulainya mundur sekitar 1,5 jam, saya pikir nggak jadi nikah tu mau pulang saja 😆
Wih, keren bisa menghadiri undangan wedding di Australia nie 😛

duniaely
Guest

di sini jg sama mas, nggak sebanyak seperti di indonesia tamu yg diundang kl ada pesta nikah

luthfisetyawanan
Guest

wahhh,,makanannya campur baur berarti ya?hehehe

Wisata Lombok
Guest

di Hari Lebaran ini, saya mengucapkan, selamat Hari Raya Idul Fitri 1434H, mohon maaf lahir dan bathin.

Heart
Guest

Wah saya jadi ingat mas, datang ke resepsi pernikahan orang, meski tidak mengenal dengan mempelainya maupun keluarganya. Yang penting bisa makan gratis. 😀

Blog Orang
Guest

makanannya campur baur berarti ya?hehehe

galuh
Guest

Di indonesia yang penting tamunya banyak sehingga berkesan wahhh…