Hotelier Karbitan

Bagi para mahasiswa lulusan perhotelan di era tahun menjelang 2000an, mereka merasakan tidak enaknya lulus pada tahun tersebut, selain jamannya krismon ditambah banyaknya pengusaha yang mengemplang dana pinjaman atau terkenal dengan istilah BLBI. Hingga setelah tahun 2000 pun dengan maraknya sekolah perhotelan khususnya di Bali banyak kalangan menyebutnya dengan era “Over Supply” alias kebanyakan muridnya dibanding jumlah hotelnya. Tak heran dari 30 orang teman saya di kampus hanya kurang dari 10 yang tetap berkarir di perhotelan, itu yang kami ketahui dari grup Facebook yang kami buat.

Era sejak 3 tahun lalu sampai sekarang sangat berubah, mungkin rekan rekan blogger dari belahan daerah manapun akan merasakan begitu banyaknya pembangunan hotel baru, tidak hanya di Jakarta tetapi yang lebih mengejutkan adalah daerah seperti Bandung, Bali, Semarang dan kota kota diluar pulau Jawa lainnya. Diperkirakan lebih dari 50 hotel baru dibangun setiap tahunnya. Data tersebut didapat dari pembicaraan dengan teman teman yang bekerja dari corporate hotel operator terkenal dari mulai Accor (Novotel, Ibis, Mercure, dll), Archipelago (Aston International, fave hotel), Tauzia (hotel Harris) sampai Santika (Santika, Amaris).

Perkembangan yang amat pesat ini merupakan sejarah pertumbuhan hotel paling dasyat dalam sejarah hidup saya. Faktor kebangkitan kelas menengah/ middle class di Indonesia disertai pertumbuhan ekonomi di Asia khususnya China yang membuat industry pariwisata sangat bergairah.

Lokal General Manager

Ini adalah angin segar untuk insan insan Indonesian hotelier, karena sekarang paradigma “Manager Bule” tidak lagi menjadi tolok ukur bagi pengusaha pengusaha Indonesia yang berinvestasi di bisnis Hotel ini. Mungkin ini masih berlaku untuk beberapa hotel hotel Chain besar seperti Shangrilla, Marriott, Kempinski, Intercontinental dan beberapa brand lainnya, tetapi kenyataannya adalah brand budget hotel yang paling pesat pertumbuhannya dan 100% dikelola oleh Manager Lokal alias made in Indonesia.

Secara otomatis pergerakan atau movement pegawai pegawai hotel atau yang kita sebut Hotelier ini traffic nya sangat kencang, karena sangat normal jika kenaikan karir dirasa sulit ditempat yang sekarang maka mereka akan mencari hotel yang baru dengan karir yang naik dan gaji yang naik pula.

Walaupun tahun ini yang diperkirakan sampai tahun 2015 mendatang masih jaman keemasan para Hotelier tetapi sayangnya banyak pihak HR atau SDM yang kurang cermat dalam proses rekruitmentnya, mungkin juga bisa disebabkan karena banyaknya corporate HR yang begitu sibuk karena misalnya ada sebuah hotel operator yang akan membuka 20 hotel dalam 1 tahun dan jika masing masing hotel memiliki 200 kamar misalnya berarti kira kira ada 6000 orang yang harus mengisi lembar lamaran dan melakukan proses interview sejumlah itu pula.

Hal ini yang banyak dimanfaatkan para Hotelier opportunis untuk mendapatkan karir yang lebih tinggi, caranya cukup gampang yaitu memanfaatkan performance yang bagus dan membuat diri sendiri atraktif saat proses interview, padahal pengetahuan dan mentalitasnya sebagai hotelier bisa kelihatan saat mereka menduduki jabatan tersebut. Di pihak lain pihak HR sedikit tidak berdaya dengan banyaknya tuntutan yang harus dipenuhi karena deadline pembangunan hotel tersebut harus dipersiapkan sebelum hotel tersebut beroperasi, hidup seperti berkejar kejaran. Standarisasi proses perekrutan bisa jadi diabaikan untuk memenuhi kuota pemenuhan karyawan tersebut.

Imbas dari fenomena ini banyak para travel agent yang menjadi mitra hotel untuk mengisi wisatawan mengeluhkan rendahnya pengetahuan dan mentalitas para hotelier hotelier muda, tapi apa daya jika memang demand lebih besar dari supply. Ya monggo terima aja.

Agaknya era ini cocok disebut “This time is not the Employer choose the employee but the employee the one who chose the employer”. Rada kontras dengan krisis ekonomi di Eropa atau pengangguran global di Indonesia ya? tapi teman teman ini adalah faktanya.

 

 

Leave a comment ?

31 Comments.

  1. memang bener ya, skrng kalo hari libur aja, susah utk mencari kamar hotel yang kosong. semuanya sudah penuh dibooking jauh2 hari. Akhir maret kmrin, aku nyari hotel di Bandung, susah bgt. Pas dapet, memang pelayanan dari front office gimana gitu, kayak yg cuek, kurang care lah… mgkin ya itu karena kualifikasinya yg kurang ya hehehe

    Reply

    Boyin Reply:

    @Anton, kemungkinan besar bisa jadi…

    Reply

  2. Dan semakin banyak hotel baru tumbuh….. tetaaap saja full….

    Reply

    Boyin Reply:

    @Zizy Damanik, semua pengusaha pada bikin hotel semua…

    Reply

  3. Wah tentang karbitan lagi nih hehehe. Kayakanya dengan semakin menjamurnya hotel di Indonesia, membuat peluang kerja menjadi lebih besar dan qoute nya pas banget nih pak Boy
    “This time is not the Employer choose the employee but the employee the one who chose the employer”

    Ini ada positive dan negative nya sih menurut saya. Positive dari sisi si pencari kerja dan kesempatan meningkatkan karier, dan negative bagi hotel nya karena mendapatkan hotelier yang kurang pengetahuannya.

    Reply

    Boyin Reply:

    @Max Manroe, Ada yang susah cari kerja ada juga yang susah cari pegawai….

    Reply

  4. sdm sebenarnya banyak, banyak yang nganggur sulit cari kerja. Cuman nyari yang kompeten itu yg sulit. :mrgreen:

    Reply

    Boyin Reply:

    @Wempi, kompeten sama sdm dan sesuai kantong employer…

    Reply

  5. hehe… giliran dapat yang kompeten, isi kantong pengusahanya yang gak cukup :mrgreen:

    Reply

  6. Saya merasakan hal ini mas Boyin, saat tidur di hotel Aston di salah satu ibukota propinsi di Indonesia, terihat sekali pengelolaan hotelnya tak sesuai standard.

    Reply

    Boyin Reply:

    @edratna, bisa jadi bukan dari lulusan sekolah perhotelan….

    Reply

  7. Dua hal yang penting disini setelah tak amati.
    1. susah cari kerja
    2. susah cari pegawai :mrgreen:

    Reply

    Boyin Reply:

    @Mas Andank, ironis khan…memang kenyataannya begitu…

    Reply

  8. Banyak hotel dunia konstruksi juga rame, hehe…
    Tapi soal kualitas sdm emang harusnya sesuai yang dibutuhkan. Tepatnya kata orang kulon the right man on the right job

    Reply

    Boyin Reply:

    @Alris, mas Alris suka mengerjakan proyek hotel juga ya…?

    Reply

  9. terimakasih atas informasinya ya gan

    Reply

    Boyin Reply:

    @akhbar, sipp…

    Reply

  10. Hotel2 kian menjamur ya di tanah air khususnya daerah2 tujuan wisata. Moga saja nanti bisa diimbangi dengan kualitas juga biar tidak

    Reply

  11. Moga aja dgn berjalannya waktu para pengusaha perhotelan akan meningkatkan SDM nya

    Reply

    Boyin Reply:

    @Nugs, dapet yang berkualitas gitu mas…

    Reply

  12. jogja aja ketambahan 5 hotel berbintang thn 2012 kemarin mas.. yg jurusan hospitality gmpng bgt cari kerja..

    Reply

    Boyin Reply:

    @tomi, ya seperti itulah pak…

    Reply

  13. Salah aku masuk jurusan teknik mesin kemaren…. :D

    Reply

    Boyin Reply:

    @Sriyono Semarang, wkkkwakkk….nglamar di perminyakan juga masih banyak banget kale mas…

    Reply

  14. segala sesuatu yang karbitan pastilah punya kelemahan

    Reply

    Boyin Reply:

    @achmad sholeh, bagus pesona aja di awal…

    Reply

  15. jhadi inget kota saya sendiri mas, Solo, dimana hotel-hotel terus saja bermunculan seiring dengan peningkatan kunjungan pariwisata di kota ini

    Reply

    Boyin Reply:

    @Yos Beda, nah bener khan…

    Reply

  16. pas jaman itu bisnis pariwisata seret ya mas.. :grin:

    Reply

    Boyin Reply:

    @ooms,heee…seret banget…Suharto tumbang je….

    Reply

  17. semoga bisa memajukan perekonomian indonesia dengan semakin menjamurnya perhotelan

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>