Mengapa Pelacur Mahasiswi akan semakin marak menjelang Pemilu?

Setiap hari ada saja berita yang menghebohkan negeri ini, sampai sampai sebagai masyarakat awam kita jadi lupa berapa banyak kasus yang telah lewat yang ditangani KPK yang belum terselesaikan. Salah satu yang menarik dan terulang lagi dengan gaya yang sama yaitu kasus daging sapi impor yang melibatkan seorang mantan petinggi PKS. Gaya tersebut adalah penyuapan dengan melibatkan mahasiswi cantik yang diduga PSK yang belakangan diketahui bayarannya pun menggiurkan, kabarnya sampai 10 juta!

Di Amerika, PSK jalanan cukup berat dalam mendapatkan uang, rata rata mereka mempunyai cara untuk bertahan hidup yaitu disebut boosting, roosting dan melacur. Boosting adalah mencuri di toko kemudian menjual barang curian tersebut. Roosting berarti membantu mengawasi situasi bagi geng penjual narkoba yang sedang menjajakan obat terlarang tersebut. Jika dihadapkan oleh ketiga pekerjaan tersebut, mana yang paling tidak enak menurut mereka? jawaban rata rata adalah Melacur, karena sesungguhnya menurut pengakuan secara mental mereka cukup tersiksa. Lalu bagaimana jika upah dari melacur ini dua kali lebih besar? apakah mereka mau mengulangnya? 100% jawabannya adalah “tentu saja!”

Ditinjau secara kebutuhan, kita semua juga tahu jika contohnya antara PSK dibandingkan dengan seorang insinyur bahwa akan sangat berpeluang seorang insinyur menggunakan jasa PSK dibandingkan seorang PSK menggunakan jasa insinyur sehingga dari gambaran ini kebutuhan akan PSK apalagi dalam lobi lobi bisnis kalangan pebisnis maupun politik akan sangat banyak khususnya menjelang pemilu ini karena perputaran uang akan jauh lebih besar dibandingkan tahun tahun normal. Tidak hanya PSK, hotel,  tukang sablon, perusahaan advertisingpun akan mendapatkan banyak omset dari perhelatan ini.

Dibanding diorganisir germo, agaknya PSK mahasiswi yang begerilya akan lebih banyak mendapatkan pemasukan apalagi kalo ditilik dari tamu tamu yang akan dihadapi misalnya dari kalangan partai politik, masalah penyimpangan sexsual sampai kekerasan dengan cara cara tak lazim kemungkinan akan sedikit dihadapi mereka sehingga keperluan akan germo yang membekingi atau yang melindungi sedikit terabaikan, kecuali sedikit prosentase dari kemungkinan penularan penyakit menular atau HIV/ AIDS karena dengan iming2 uang besar dan tanpa beking/germo sulit agaknya menolak permintaan jika client menginginkan melakukannya tanpa pelindung. Bodyguard yang menunggu di luar menjadikan pelacur apalagi sekelas mahasiswi agak takut menolak dibandingkan yang mempunyai beking.

Tetapi untuk resiko tersebut diatas, dengan sedikit pengetahuan, siapa yang akan peduli jika masa inkubasi penyakit tersebut akan mulai terasa setelah 5 tahun? Jika rata rata aktifitas seksual perempuan di Indonesia sekarang ditilik dari banyaknya kasus di kota kota besar dimulai pada masa masa masa SMP, maka saat mereka Mahasiswi, apa yang salah dengan menjadikannya sedikit komersial? hal ini terang terangan kita dengar dari mahasiwi Rani di salah satu TV nasional mengenai iming iming uang 10 juta sembari meminta maaf kepada kampus tempat dirinya kuliah.

Kuatnya lembaga Keluarga adalah suatu hal mutlak untuk meminimalisir hal hal tersebut diatas, selain pelacuran dan narkoba bisa menjadi satu kesatuan paket, pergaulan, rangsangan ekonomi melalui produk turunannya gaya hidup bisa menjadikan perbuatan ini makin marak.

Leave a comment ?

29 Comments.

  1. katanya 10 juta hanya untuk kenalan paak? :D
    mahal amiiir, amir saja nggak mahal…
    #backsound#
    Mengapa yang enak enak,
    Itu diharamkan,
    Mengapa yang asik asik,
    Itu yang dilaraaaang…

    Reply

  2. postingan yang menarik,,
    salam kenal..

    Reply

  3. oot : error nih mas kalau reply koment.. comment form id nya salah :oops:

    keliatannya di jakarta gak pemilu aja ttp banjir order mas

    Reply

  4. baru tau nih, memangnya ada ya? :mrgreen:

    Reply

    Boyin Reply:

    @Wempi, heee…

    Reply

  5. jadi bahan renungan juga :shock: apa kalau memang tidak mamapu membentuk lembaga keluarga yang kuat, tidak usah saja punya anak gitu … :???: daripada nanti kedepan malah anak tersebut mempermalukan keluarga, agama, bangsa dan tanah air … :neutral:

    Reply

    Boyin Reply:

    @gadgetboi, yah..lembaga keluarga yang menjadi pintu utama mestinya…

    Reply

  6. Agak ngeri baca berita kalau anak2 SMP sekarang sudah mulai mengenal sex….
    takut karena anak saya perempuan… :sad:

    Reply

    Boyin Reply:

    @Zizy Damanik, saya pun demikian…

    Reply

  7. miris memang kalo ada “kejadian” pelacur berstatus mahasiswi ini. salah satu bukti bahwa di Indonesia ada “peluang” untuk “lapangan pekerjaan” seperti ini. dan, sasarannya tak lagi ke pria-pria hidung belang, melainkan juga semua hal yang terkait kisaran politik.

    Reply

    Boyin Reply:

    @Billy Koesoemadinata, malahan tambah marak…

    Reply

  8. Kayaknya selain karena tuntutan ekonomi, biasanya sih mereka rela “jual diri” agar dapat duit untuk belanja sana sini.
    Pengen hidup mewah di kota besar.
    Ngeri juga ya.

    Reply

    Boyin Reply:

    @Zippy, iya..kalo disini kayaknya alasannya itu…

    Reply

  9. yang dipakai contoh kok ya insinyur gitu lho… hehehe

    Reply

    Boyin Reply:

    @endar, wakkkwkk….yang insinyur kalo baca ini jangan tersinggung yah….

    Reply

  10. Serem juga ya mas kalo anak anak kita sudah mengenal sex.

    Reply

    Boyin Reply:

    @Hosting Termurah, serem emang untuk ngebayanginnya….

    Reply

  11. gaya hidup anak sekarang emang kalau tidak kuat mudah terjerumus ke dunia seperti itu mas

    Reply

    Boyin Reply:

    @achmad sholeh,setuju…

    Reply

  12. Kalau pemilukadanya pilihan bupati, pelacurnya anak SMA. Kalau pilkadanya milih gubernur, pelacurnya mahasiswa…

    Reply

    Boyin Reply:

    @marsudiyanto, jadi makin tinggi jabatannya pelacurnya makin tua..bukan begitu pak mars..?

    Reply

  13. Katanya sih 10jt cuma buat ngobrol doang, haha…
    boong kok gede banget ya. “ngobro” dalam tanda kutip di dalam kamar iya kaleeee…

    Reply

    Boyin Reply:

    @Alris, haaa…

    Reply

  14. Wah kritis sekali, kalo melihat peristiwa belakangan ini saya cukup percaya bahwa banyak sekali pejabat2 yang memerlukan “pelicin” dan lobi-lobi politik mereka.

    Tapi contohnya jangan pake insinyur lah pak hahaha… :mrgreen:

    Reply

    Boyin Reply:

    @Max Manroe, haaa…iya nih..maaf banyak yg sdh protes nih…

    Reply

  15. yang di pelajari di perguruan tinggi itu sebenernya apa ya? kok malah milih jadi pelacur….

    Reply

    Boyin Reply:

    @Mas Tejo, status dan daya nalar untuk menjual diri sendiri…halah…

    Reply

  16. peranan orangtua sangat besar.yang dididik dengan baik aja terkadang bisa nyasar apalagi yang tidak di didik

    Reply

    Boyin Reply:

    @luthfisetyawanan, dididik dan diawasi terus tentunya

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>