Memperingati bulan ke 4 berhenti merokok dan alkohol

Wah, ini pencapaian yang luar biasa menurut saya, karena ini terjadi tanpa paksaan pihak manapun. Terus terang saat perubahan ini terjadi sang istri cukup heran karena mendadak tanpa disertai sakit dahulu, batuk batuk atau sampai di vonis dokter duluan seperti yang terjadi oleh ayah saya, saya tiba tiba berhenti merokok dan tiap malam hari sebotol bir 750ml pun tak lagi terbeli.

MEROKOK

Berhenti merokok bukan merupakan persoalan sulit buat saya, karena dari dulupun saya bukan perokok berat. Rata rata jika merokok hanya sanggup menghabisakan 1 pack dalam waktu 3 – 4 hari alias 4-7 batang saja. Jika lebih dari itu merokok terasa membosankan dan mulut terasa panas. Jika weekend tiba alias sabtu dan minggu dimana acara keluarga banyak diadakan, praktis 2 hari bisa tidak merokok sama sekali.

ALKOHOL

Nah ini persoalan yang lumayan sulit dan berat untuk ditinggalkan, rekan rekan blogger yang sudah berhubungan dengan saya sejak tahun 2008 mungkin paham kalo postingan blog ini banyak juga mengulas tentang alkohol, teknik asli saya tentang cara minum bir sebanyak banyaknya atau bagaimana murahnya harga alkohol di negara kamboja. Sampai sampai di stats banyak juga orang yang datang ke blog ini melalui mesin pencari dengan kata kata “rahasia minum bir tanpa mabuk” , “minum alkohol tanpa mabuk”, “cara minum alkohol..”, dan masih banyak keyword lainya, beberapa suka main copy paste tanpa ijin penulis biar dirasa keren.

Sewaktu saya kabari ayah saya di desa, beliau cukup heran juga apalagi beliau tahu kalo keadaan saya baik baik saja, beliau malah sempat menanyakan mau diapakan koleksi minuman keras saya yang setiap datang dari LN saya sempatkan membeli beberapa botol dengan passport saya, istri, anak serta pembantu agar bisa membeli banyak di Duty Free…heee…maklum biasanya kita dibatasi 1 liter untuk 1 passport jika masuk ke Indonesia.

RAHASIANYA

Agak enggan juga saya menceritakannya karena ini lebih kearah pribadi dan saya yakin ini cara ini hanya bekerja untuk saya saja bukan untuk yang lain.

Yang pertama terjadi waktu satu bulan sebelum ke Dubai, saya tugas 4 hari di Kuala Lumpur. Sewaktu pulang ke Jakarta seperti biasa rokok dan minuman pasti barang yang harus dibeli di Duty Free. Sebenarnya saya sering ke Malaysia atau sekedar transit di bandara KL, tapi baru kali ini beli rokok di Duty Freenya karena biasanya rokok di Indonesia juga banyak. Setelah membeli, gambar di packnya ternyata menjijikan sekali, saya pikir saya akan tahan,  ternyata setelah satu bungkus saya memutuskan berganti rokok dan akhirnya berhenti.

Yang kedua, perjumpaan saya dengan buku ini, dari judulnya sudah kontroversial sehingga pecinta buku seperti saya jadi ingin tahu isinya. Ternyata didalamnya gaya bahasa dan pembahasannya cukup berat dan serius buat saya sehingga disela sela kesibukan perlu 3 bulan untuk membaca buku yang tebalnya hanya 300-an halaman ini.

Prinsipnya di dalam buku itu diajarkan untuk bermeditasi dan membayangkan betapa bodohnya kita secara sadar memasukkan bahan bahan berbahaya untuk tubuh kita, kita disuruh membayangkan paru paru yang rusak, lambung yang menipis, saluran jantung yang tersumbat karena kebiasaan buruk kita, sehingga akhirnya saya memutuskan berhenti dari dua kebiasaan ini secara spontan.

Mudah mudahan walaupun orang lain berhenti dari kebiasaan ini memerlukan momentum yang kuat, entah itu ancaman dari orang orang terkasih, vonis dokter, beberapa hari menginap di Rumah sakit, atau momentum lainnya. Mudah mudahan saya sanggup mengatasinya karena lingkungan saya sekarangpun masih belum bisa menjauhkan dari 2 hal tersebut. Semoga berhasil. Amin.

22 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *