Monthly Archives: May 2012

Abu Dhabi dan rahasia nama Burj Khalifa

Dari Dubai ke Abu Dhabi sangat dekat, hanya 1, 5 jam perjalanan darat dengan melewati jalan besar 6 jalur tanpa gerbang tol, maklum negara kaya. Sebenarnya kami hanya penasaran saja pingin tahu ada apa di sana walaupun banyak orang yang mengatakan bahwa negara kaya ini tidak banyak yang bisa dilihat. Tapi berhubung perjalanan yang pendek, kenapa gak dicoba aja kesana.

Di Abu Dhabi pertama yang disinggahi sudah pasti bangunan mesjid terkenal kalo gak salah spelling namanya Seikh Zayed mosque. Seikh Zayed adalah nama Raja Abu Dhabi yang tentu saja sudah meninggal. Bangunan yang dikenal terbesar ketiga dari yang di Mekkah sana membuat banyak wisatawan datang berkunjung dan berfoto foto disana. Sebagai informasi khusus untuk wanita tidak diperkenankan berfoto tanpa mengenakan pakaian yang tertutup sehingga di depan mesjid tersebut disediakan pakaian tersebut secara gratis.

Persinggahan ke dua adalah melewati istana komplek raja Abu Dhabi yang luas dan panjang, berhubung dilarang mengambil gambar, akhirnya kita mengambil gambar dari seberang lautan saja…heee….setelah itu apalagi kalo tidak berkunjung ke Ferrari World. Tempat ini adalah tempat semua pernik pernik merchandise ferrari dari topi sampai baju yang di banyak dijumpai di Mangga Dua dengan harga 10%nya..hee…sebenarnya untuk kebutuhan studi banding karena mereka mempunyai wahana roller coaster berbentuk mobil Ferrari yang katanya kecepatanya seperti kecepatan mobil Ferrari di darat. Tapi berhubung rombongan mayoritas enggan mengeluarkan dana lebih sekitar US$50an untuk menikmati wahana tersebut akhirnya daripada di tinggal bus, mau gak mau musti manut deh….

Rahasia nama Burj Khalifa

Semua tahu bahwa sejak 2 tahun yang lalu, Dubai terkena krisis sampai kudu restrukturisasi hutang hutangnya yang gak mungkin kebayar, tetapi karena negara tetangga Abu Dhabi yang kaya minyak ini berani menjadi penjamin dari hutang hutang Dubai, maka secara eksplisit seolah olah Abu Dhabi seperti memiliki Dubai. Ini tercermin dari cerita teman sekelas saya dulu di kuliahan yang sudah menetap disana sejak 1998 bahwa ternyata Gedung tertinggi di Dunia dengan tinggi 830 meter itu sebenarnya memakai nama Burj Dubai, sebelum dibuka resmi,  kaos kaos, gelas, segala cenderamata sudah memakai nama itu dan pas hari H peresmian gedung tersebut, si announcer dalam acara pembukaan bangunan tersebut bengong seolah olah tak percaya bahwa dalam beberapa detik sebelum nama Burj Dubai akan diresmikan sekonyong konyong Seikh dari Abu Dhabi tiba tiba berbicara dan menggantinya dengan nama Burj Khalifa. Moment ini menjadi isu nasional dikarenakan disiarkan oleh banyak stasiun televisi, tapi mau gimana lagi namanya raja tetap seorang raja, bahkan isu seikh dari Dubai yang akan pindah kantor ke bangunan ini sampai sampai mengurungkan niatnya.

Yah sekedar sharing saja, walaupun banyak hutang tapi yang saya lihat bangunan bangunan sekelas mall dan apartemen terus dalam tahap pembangunan, dilihat dari laporan tingkat hunian kamar hotel di Dubai yang mencapai rata rata 81% dan rata rata harga mencapai US$160an, sebagai orang hotel tentu saja tahu bahwa bisnis hotel atau apartemen tetap menjadi bisnis yang masih sangat menarik di Dubai. Agaknya pemerintah Dubai cukup lihai dalam membaca masa depan, disaat cadangan minyak mulai menipis, negara tersebut beralih memajukan sektor financial dan tentu saja pariwisata dimana sektor pariwisata adalah bisnis terbesar ke 3 di Dunia jika dilihat dari perputaran uang di seluruh dunia dan Dubai agaknya tidak salah langkah.

Desert Safari Dubai, exoticnya padang pasir

Setiap bulan sebenarnya saya selalu punya jadwal keluar daerah dan luar negeri,  tetapi karena kesibukan yang tidak pernah berhenti membuat blog ini agak terbengkalai.

Kepergian kali ini adalah ke kota Dubai untuk mengikuti ajang ATM yaitu Arabian Travel Market, berhubung banyak tamu tamu hotel kami banyak yang dari kawasan timur tengah, maka ajang pameran ini tidak kami sia siakan apalagi kalo ajang ini di organize oleh kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif secara gratis, jadi kami tinggal menyediakan biaya untuk akomodasi dan tiket pesawat saja.

Program selama 6 hari ini kami lalui dengan join beberapa tour yang biasanya diikuti bagi wisatawan yang pertama kali ke Dubai diantaranya yaitu desert tour atau safari gurun. Penyedia yang melakukan tour ini adalah lama tour sebuah tour and travel dari dubai yang dimana hampir semua mobil yang dipergunakan adalah sekelas land cruiser atau sejenisnya. Jarak dari kota Dubai tidak begitu jauh, hanya sekitar 1 jam perjalanan saja dengan rata rata kecepatan  mobil 120km/jam.

Setelah sampai di kawasan tersebut, peserta turun hanya untuk sekedar mempersiakan diri membeli air, ke toilet, dsb. Perjalanan akhirnya dimulai dengan off road layaknya paris dakar yang cukup menegangkan, seluruh kemampuan 4WD mobil tersebut dikerahkan, jika naik roller coaster di dunia fantasi sudah cukup menegangkan, yang ini sensasinya lebih dari itu pasalnya kita benar benar memasrahkan diri dengan kemampuan si driver ini. kalo salah sedikit saja, mobil bisa terguling ke cekungan/lembah gurun pasir. Tapi jangan khawatir, sang supir sudah menyiapkan kantong plastik bilamana anda tidak tahan dan ingin muntah…heee…

Sehabis petualang yang mengaksikan tersebut kami di jamu di suatu tempat di tengah gurun untuk santap malam, naik onta, dsb semuanya sudah dalam paket wisata tersebut. Biaya yang dikeluarkan adalah US$55 cukup sepadan dengan pengalaman yang didapat.

Disela sela makan malam, kami disuguhkan tarian putar ala arab dan tak ketinggalan bely dancer alias tari perut yang cukup mengagumkan, tak hanya dari kalangan wanita tapi juga khususnya pria…heee…

Selain foto foto ke pencakar langit Dubai seperti Hotel bintang 7 Burjl Arab atau bangunan tertinggi Al Khalifa, wisata ke gurun juga salah satu yang harus anda datangi. Mungkin pilih di sekitar bulan November untuk suhu yang bersahabat karena bulan April ini panasnya lumayan juga sekitar 38 – 45 derajat celcius, wah panas bener deh.