Walaupun tugas sekarang bukan hanya mengurusi tugas tugas yang berkenaan dengan kelancaran dan perbaikan standarisasi operasional tetapi tetap saja hasil akhir dari target yang di tetapkan menjadi hal yang paling essential dari semuanya alias UUD, ujung ujung nya duit.
Walhasil saya juga ikut turun gunung juga dalam penjualan, tidak hanya dalam scope mengatur strateginya tetapi juga ikut jualan pula dengan koneksi yang saya punya selama ini langsung ke Agent maupun kenalan korporat, EO,WO,dll.
Hal yang menarik dari rekan rekan ini, berhubung segalanya saling berkaitan dan ketergantungan satu sama lain,agaknya perbedaan pebisnis di jakarta berbeda sekali dengan pebisnis di luar negeri seperti yang sudah pernah saya alami.
Letaknya adalah banyak sekali orang yang jarang mengangkat telpon jika nomornya tidak dikenal, ini cukup mengherankan, apalagi jika dari fix phone alias telpon kantor/rumah non GSM. Padahal banyak sekali kerjasama bisnis yang bernilai puluhan sampai ratusan juta akan berpotensi jika saja orang tersebut mau mengankat telpon apalagi kalo sampai menelpon balik.
Jika saja yang saya telpon adalah anak sekolahan atau ibu RT hal ini mungkin bisa dimaklumi, bisa saja itu telpon dari sales asuransi, kartu kredit atau yang lainnya, tapi jika seorang pebisnis atau seorang marketing yang juga hidup dari target melakukan hal yang serupa sungguh sangat disayangkan, pengalaman saya hampir tidak pernah menghadapi itu di LN, semua panggilan masuk pasti diangkat, jika tidak sempat diangkat pasti di telpon balik karena sesungguhnya orang tidak pernah tahu apakah telpon ini penting buat dirinya atau tidak.
Hal baru yang menarik untuk disimak, jaman sekarang ini yang saya tau di Jakarta ini, banyak sekali orang lebih nyaman kalo berkomunikasi via sms atau lewat BBM, dibandingkan menelpon barang 1 – 2 menit, jempol mereka benar benar bertenaga sehingga sesuatu yang sebenarnya bisa terselesaikan dengan hanya bercakap cakap 30 detik menjadi suatu penjelasan panjang jika kita harus mengetiknya. Fenomena yang aneh buat saya. Agaknya menyuarakan langsung lebih berat dan akan lebih nyaman jika bisa menyuarakan hal tersebut melalui sms/BBM.
Ah ya sudahlah, mungkin ini yang dinamakan rejeki sudah ada yang mengatur, tidak semua manusia mempunyai insting bisnis yang bagus, buat saya jika tidak diangkat saya tidak perlu repot repot untuk sms calon mitra bisnis ini, mendingan saya cari yang lain yang mau angkat telpon saya…heee… gitu aja kok repot.
Foto dari blackberrycool.com
hehehe terbaca kesalnya bang boyin nih
waktu saya jadi marketing, telpon saya tidak diangkat, biasanya saya kirim pesan, kalauini saya maksud menlpon ini, nah kalau sudah begitu tidak digubris juga ya baru saya mundur
maklumlah, banyak yang nawarin ini itu,dan capek nolaknya
Reply
Boyin Reply:
December 5th, 2011 at 8:17 am
@nique, o pantes
Reply
kalo saya sih bergantung, jika private number kemungkinan tidak saya angkat, tapi kalo nomornya kelihatan pasti saya angkat

honeylizious postingan terakhir di blognya..Teman Sekamar di ASEAN Bloggers Conference
Reply
Boyin Reply:
December 5th, 2011 at 8:17 am
@honeylizious, kalo untuk bisnis private number bisa jadi dari luar negeri…rejeki sapa yg tau
Reply
ya mungkin begitulah orang indonesia, hanya karena beberapa kali ditelepon ditawarin kartu kredit atau asuransi (sekarang trennya tele sales menggunakan nomor gsm lho pak…
), lantas gebyah uyah, semua telepon yang nomornya nggak terregister nggak mau diangkat…
Sriyono Semarang postingan terakhir di blognya..Lowongan Kerja PT Sriboga Raturaya
Reply
Boyin Reply:
December 5th, 2011 at 8:18 am
@Sriyono Semarang, kalo bukan orang bisnis saya maklum.
Reply
Aturan mainnya…kirim sms dulu, menyebutkan nama, apa kepentingannya, kalau udah dijawab baru telepon. Ini berlaku untuk saya, maklum sering ada telepon cuma mau nipu, jadi malaslah kalau mengangkat nomor yang tak dikenal. Menipunya aneh-aneh pula, bikin malas angkat telepon.
Reply
Boyin Reply:
December 5th, 2011 at 8:19 am
@edratna, kalo pejabat bolehlah bu, tapi kalo hidupnya juga menggantungkan bisnis yg didapat seharusnya jangan sampai begitu.
Reply
bagi saya, sms atau telepon tergantung banyak sedikitnya pesan yang ingin disampaikan, mas boyin. kalau banyak, saya lebih suka langsung angkat telepon.
sawali tuhusetya postingan terakhir di blognya..Blog, Guraru, dan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB)
Reply
Boyin Reply:
December 5th, 2011 at 8:19 am
@sawali tuhusetya, kalo saya siapa yg lebih berkepentingan dia kudu nelpon, pegel jempol pencet2…heee…
Reply
Kalau saya misalnya baru pertama kali saya sms dulu, perkenalkan diri dan ngomong kepentingannya dengan ringkas di pesan singkat..
Nah kalau sudah direspon baru nelfon..
giewahyudi postingan terakhir di blognya..JAKOFEST 2011, Dari K-Pop Style Contest Sampai K-Pop Zone
Reply
Boyin Reply:
December 5th, 2011 at 8:20 am
@giewahyudi, kadang bahasa tulisan kurang mengena jika lawan bicara mendengarkan intonasi bicara kita. akan kelihatan urgensinya.
Reply
Iya Bang, kalau nomer nggak dikenal, males ngangkatnya. Sekalinya dapat tawaran kartu kredit atau asuransi, nyerocos nggak bisa disela dan diputus. Waktu terbuang percuma 15 menit.
Reply
Boyin Reply:
December 5th, 2011 at 5:59 pm
@isnuansa, sekali lagi, ini khusus untuk orang marketing atau yg mempunyai usaha/bisnis, angkat telpon semestinya udah wajiblah, memangnya mitra bisnis hanya itu2 saja..
Reply
angguk-angguk
ok deh kapan-kapan diangkat kalo ada yang nelpon pake private number
*tapi siapa yang dari luar negeri mau nelpon aku?*
honeylizious postingan terakhir di blognya..Merajut Jembatan Pelangi [Bagian 9]
Reply
Boyin Reply:
December 5th, 2011 at 6:00 pm
@honeylizious, kalo gak ada kepentingannya gak diangkat juga sah sah saja.
Reply
kritik buat ane gan..ane paling gak suka kalo yg nelpon nomernya asing, padahal justru sebaliknya semua informasi wajib kita ketahui meskipun itu orang asing…nice gan thanks
elly puspa postingan terakhir di blognya..FOTO GAYA SISWI SD DI JEPANG
Reply
Boyin Reply:
December 10th, 2011 at 11:53 am
@elly puspa, bagi yg bukan sales atau pemilik bisnis gak ngangkat tlp gak papa.
Reply
Biasanya saya ngga angkat telp disebabkan hutang, atau lagi dikejar2 cewe

Tpi, pasti kesel ya klo ngga adiangkat
Kaget postingan terakhir di blognya..Heaven In The City?
Reply
Boyin Reply:
December 10th, 2011 at 11:54 am
@Kaget, mantep donk kalo dikerjar2 cewe….heee…
Reply
Saya termasuk yang tak begitu suka bertelepon, karena suka makan waktu, apalagi kadang waktunya suka tidak pas saat ditelepon. Sementara kalau sms or bbm, bisa disambi dengan mengerjakan yang lain. Tapi kalau dari bos or keluarga ya itu berarti penting.
Reply
Boyin Reply:
December 19th, 2011 at 8:18 am
@@zizydmk, yah sekali lagi ini untuk pemilik usaha atau orang marketing.
Reply
mungkin trauma mas
Reply
Boyin Reply:
December 23rd, 2011 at 9:32 am
@soewoeng, kebanyakan utang kali wung…
Reply
heheh.. kadang saya juga males ngangkat. apalagi ada temen yang sering gonta ganti nomor.. bikin bingung aja..
vicky postingan terakhir di blognya..Tahun Baru 2012 ini – Tidak merayakan tapi tetap ada biayanya
Reply
Boyin Reply:
January 9th, 2012 at 4:02 pm
@vicky, yang penting kalo kita hidup dari sales atau bisnis orang lain. telpon kudu wajib diangkat
Reply