Mintalah…pasti akan di beri!

Ini bukan curhat tapi seperti postingan khas boyin, semuanya hanya berbagi pengalaman saja, saya harapkan rekan blogger juga bisa sharing hal yang sama.

Berawal dari kepindahan saya dari bali ke jakarta, sungguh senang bisa berkiprah di ibukota. Tetapi bayangan lugu saya mengenai ibukota jauh sekali dari harapan. Kota yang super sibuk, macet, kejahatan jalanan karena saya masih menggunakan jasa angkutan kota waktu itu, serta polusi yang bisa bikin sakit kulit.

Lebih parahnya setelah bekerja di jakarta, sang boss yang orang bule ini tidak terus terang bilang ke saya kalo saya hanya bekerja hanya 1 tahun saja dikarenakan hotel tempat saya bekerja harus tutup karena renovasi. Saya cukup marah waktu itu karena keadaan saya waktu di bali cukup menyenangkan dan santai.

Akhirnya dengan ngotot saya berdoa minta sama Tuhan agar diberi pekerjaan yang lebih bagus, ngotot dalam artian dalam bersembahyang kita minta bersungguh sungguh dan menghabiskan banyak waktu setiap harinya untuk itu, dan lebih topcer lagi kalo di sertai puasa senin-kamis misalnya.

Tidak lama kemudian, saat yang dinanti tiba, dengan cara yang unik saya mendapatkan pekerjaan di kamboja dengan fasilitas wah beserta istri, anak dan pembantu RT pun ditanggung. Hidup benar benar menyenangkan waktu itu, tinggal di hotel, mobil dinas,dll tersedia. Tapi tak seberapa lama hotel tempat saya bekerja bangkrut dan saya harus merasakan kembali jadi orang biasa yang tinggal di apartemen. Dari bayar listrik, air, tv cable sampai kudu beli kendaraan sendiri ke kantor.

Di tempat yang baru di kamboja, ternyata tempat kerjanya seperti neraka, seprofesional apapun kita nggak bakalan kuat ngadapin boss serta owner yang permintaannya hampir mustahil dipenuhi. Lagi lagi saya berdoa dan minta lagi sama Tuhan (dengan ngotot dan puasa tentunya) agar mendapatkan kerja yang bossnya baik. Tidak berselang beberapa bulan, seperti yang rekan rekan blogger yang mengikuti tentang perjalanan saya sebelumnya, saya mendapatkan kerja di Vietnam. Bossnya 180 derajat baiknya, saya diberi kebebasan berkreasi dan berkarya, tetapi karena saya terpisah dengan istri di dua negara, saya putuskan hanya menerima 1 kali kontrak saja.

Setelah dari Vietnam, keadaan saya sempat nganggur mencari pekerjaan di kamboja bersama istri dan lagi lagi dengan cara yang sama hanya saja kali ini cukup lama sekitar 4 bulanan lamanya, akhirnya saya mendapatkan pekerjaan bagus dan di hotel besar yang sudah berstatus public company alias sahamnya sudah diperdagangkan oleh bursa efek.

Waktu berlalu, kami sangat menikmati pekerjaan kami hanya saja para ortu meminta kami untuk pulang ke tanah air, kami bingung bagaimana caranya hidup di indonesia dengan fasilitas layaknya expat, mobil, rumah, kolam renang tanpa bayar listrik, air, dsb.

Untuk hal terakhir ini bukan permintaan yang gampang, perlu satu tahun lamanya untuk memohon kepada yang diAtas dan berusaha, setelah menjalani puasa pun rasanya tidak ada jawaban. Satu hal yang meringankan bagi kami selama dalam penantian adalah karena kami masih mempunyai pekerjaan jadi belum dalam tahap stress berat.

Akhirnya setelah setahun lebih doa itu terjawab, walau harus dibayar dengan kerja keras, akhirnya kami bisa juga kembali ke jakarta dengan fasilitas yang kami ingini. Sampai sekarang walau baru tinggal di Jakarta, saya terkadang berpikir, Tuhan masih kasi saya ujian apa lagi nih…..apakah lebih baik saya minta lagi dulu sebelum diuji olehNya? entahlah…agaknya saya harus minta supaya jangan pindah pindah negara lagi…heee…kasian anak anak udah seneng deket kakek neneknya.

Leave a comment ?

51 Comments.

  1. @edratna, trimakasih bu,ibu selalu memandangnya dari kaca mata positif.

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>