Habis main ke blognya bu Edratna soal makan siang /maksi, saya jadi terinspirasi untuk sharing pengalaman saya soal makanan dan barang barang mewah lainnya. Sewaktu saya kecil, saya paling doyan makan tempe dan sampai sekarangpun minimal satu kali seminggu saya masih sering makan tempe dari teman saya yang jualan tempe di kamboja sini.
Suatu ketika saya diajak ortu sekitar tahun 80-an liburan ke Jakarta menengok sepupu saya yang lumayan berada dan tinggal di rumah mereka. Selama di rumah mereka, tante saya yang jago masak ini sering banget menyuguhi kami dengan berbagai macam makanan internasional dari sirloin steak, sukiyaki dan makanan lainnya yang menurut saya mewah waktu itu. Sepulang dari liburan itu tiap saat saya suka menagih ortu untuk makan makanan mewah tersebut dan akhirnya dipenuhi hanya pada akhir pekan saja karena harga makanan itu khan cukup mahal. Pada saat itu saya berpikir enak sekali yah jadi orang kaya, punya mobil mewah dan makannya makanan yang enak enak pula.
Bukan kebetulan juga kalo akhirnya Tuhan menempatkan saya untuk bersekolah di sekolah perhotelan, dimana pelajaran tentang kemewahan menjadi bagian keseharian saya. Sekolah mengajarkan cara memasak makan makanan barat lengkap dengan ilmu pengetahuan tentang daging, potongan makanan, saus sampai pengetahuan tentang wine, cocktail atau minuman campuran dan cara menjadi seorang bartender dan pernah mabuk karena terlalu banyak mencoba jenis jenis minuman itu.
Sewaktu di bekerja di Bali saya pernah ditugaskan untuk memonitor anak buah untuk merawat mobil tamu saya yang tinggal lebih dari 5 tahun di hotel kami. Tak kurang 12 mobil tamu ini disimpan dalam parkiran hotel kami, dari mercy S class, model SLK, range rover, jaguar sampai 2 motor harley davidson juga ada dalam koleksi tamu ini. Supaya terawat baik, mobil mobil mewah ini tak boleh hanya dipanaskan tapi juga harus dibawa berputar putar agar oli transmisi tersebar dengan merata. Sebagai kacung hotel, naik harley dan mencoba keliling keliling dengan mobil mewah tersebut adalah hal yang biasa, apalagi yang empunya suka traveling sampai kadang kadang 2 bulan lamanya dengan kamar hotel yang terus dibayar. Asal itu mobil tidak rusak atau tertabrak, si pemilik mobil ini agaknya tidak terlalu perduli kalo kita muternya ‘rada jauh’.
Ada kejadian yang saya suka tersenyum sendiri kalo ingat, gimana nggak bandel, pada suatu saat, anak yang punya mobil ini ingin nembak seorang wanita yang tinggal di hotel lain dan minta saya membawakan seikat bunga mawar kuning untuk dikirimkan ke hotel wanita itu. Alih alih membawa mobil, motor harley lah yang saya bawa dan mawar itu saya dudukin tangkainya sampai akhirnya dalam perjalanan, seikat mawar itu sampai ke tangan wanita itu dengan bentuknya yang gak karuan karena banyak bunga yang rontok dilibas angin…heee…intinya orang orang kaya itu tidak terlalu perduli dengan barang yang dimilikinya, sekali lagi asalkan kita tidak ngrusakin apalagi ngotorin, karena membersihkan setiap hari itu juga bagian dari service hotel kami. Tentang wanita itu? oh dia gak terlalu risau akan bunga itu, karena anak tamu saya ini sudah merupakan jaminan yang cukup untuk masa depannya..heee…
Nah bicara soal sekarang ini, malah sebaliknya, semenjak jadi expat di hotel berbintang, makanan luar negeri malah membosankan walaupun itu tidak hanya masakan barat tapi juga termasuk makanan vietnam, korea, china, india sampai libanon. Saya lebih suka nongkrong diresto teman saya makan ayam kalasan, tahu telor surabaya sampai soto betawi.
Saya jadi teringat ucapannya Mario teguh yang kalo gak salah kira kira omonganya begini, “gak usah ngiriin kelebihan orang lain, la wong orang lain itu nggak merasa bahkan malah nggak terlalu menghargai kelebihan yang kita ingini itu kok.”
Jadi bahagia aja dengan apa yang kita punya, rasanya malah lebih gampang dan nikmat.
Setuju tanpa syarat, Mas. Menjadi siapa diri kita sekarang memang jauh lebih membahagiakan. Tentunya ini berbeda dengan cita-cita atau keinginan. Dalam konteks kehidupan, ya menjadi diri sendiri memang tidak menyiksa diri.
Tapi kalau aku mampir Kamboja, jangan diajak makan ayam kalasan, tahu telor surabaya, atau soto betawi ya, Mas. Lha justru pingin nyoba masakan lokal kok
Reply
boyindra Reply:
May 27th, 2011 at 4:33 pm
haaa..siiip mas daniel…
Reply
Betul! Syukuri apa yang ada.

Asop postingan terakhir di blognya..Sedikit Pertanyaan Humor
Reply
boyindra Reply:
May 27th, 2011 at 4:34 pm
akurr…
Reply
Sama dengan komen DM…kita akan bahagia menjadi diri sendiri…
Makan sambal sama tempe goreng akan lebih nikmat….hmm apalagi nasinya hangat.
Reply
boyindra Reply:
May 27th, 2011 at 4:34 pm
betul bu…
Reply
Wehehe mungkin saya juga bakalan bosen makan-makanan luar negeri, kalo dijejelin makanan itu terus.
Lagipula saya memang lebih suka makanan dalam negeri, ya cari amanlah (buat kantong maksudnya), hehe :p
Reply
boyindra Reply:
May 27th, 2011 at 4:35 pm
iya kalo keseringan juga terbiasa…
Reply
Intinya semua harus terbiasa ya…
Terbiasa dengan makanan mewah pada akhirnya rasanya juga akan sama saja..
Terbiasa naik mercy meski bukan milik sendiri, akhirnya terbiasa juga hehehe…
DV postingan terakhir di blognya..Mei 1998- tiga belas tahun kemudian
Reply
boyindra Reply:
May 27th, 2011 at 4:35 pm
nah itu dia…makasih bro udah merangkumkan…
Reply
Sangat setuju dengan anda.
Betapapun bagus dan mewahnya barang punya orang lain, masih lebih enak memakai barang punya sendiri walau sederhana.
Multibrand postingan terakhir di blognya..Protection of Traditional Markets in Jakarta
Reply
boyindra Reply:
May 27th, 2011 at 4:36 pm
trimakasih kang…
Reply
Benar sekali masboy.
Memang yang miskin itu suka sekali iriin punya orang lain yg berlebih, padahal yg kaya itupun ikhlas2 aja kalau mau dipinjam pakai. Kec orang kaya baru, mungkin agak gimana2 gt ya, msh takut barangnya kecolek :p.
Eniwei, saya wkt baru2 kerja dulu jg suka terkagum2 melihat teman yg kaya raya, yg bs beli ini itu dgn mudah. Tp setelah saya sendiri bisa beli (walopun tetap ga sering2), rasanya ya biasa saja. Utk apa jg diiriin, karena rezeki itu dikasih sama Yang Di Atas u/ masing2. Jadi menikmati adalah yang paling tepat.
Reply
boyindra Reply:
May 28th, 2011 at 10:02 am
kalo sudah mengerti akhirnya semuanya sama saja…beda tugas aja di dunia ini…
Reply
Intinya harus pandai-pandai bersyukur ya mas, karena dengan banyak besyukur kita bisa lebih menikmati apa yang kita punyai
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Reply
boyindra Reply:
May 28th, 2011 at 10:02 am
tabanan hujan pak?
Reply
Sebenarnya, segala sesuatu itu kalo dinikmatin ya pasti nikmat
Reply
boyindra Reply:
May 28th, 2011 at 10:04 am
nikmat bangetz…
Reply
intinya selalu bersyukur dengan apa yg kita miliki ya mas..
Reply
boyindra Reply:
May 28th, 2011 at 10:04 am
betul mbak
Reply
iya mas mending jadi diri kita sendiri aja,kata pepatah IRI TANDA TAK MAMPU
muzyanur postingan terakhir di blognya..Hasil Pertandingan Final Liga Champions 2011 Manchester United vs Barcelona
Reply
berarti harus banyak bersyukur
ario saja postingan terakhir di blognya..Kisruh PSSI
Reply
oiiii, nyobain mobil mewah dan HD keliling Bali milik pelanggan hotel? Ngiriii…
Reply
boyindra Reply:
May 30th, 2011 at 9:56 am
udah enak di parpol moso mau jadi kacung hotel…heee…
Reply
Tetep ngiriiii…
*ngeyel*
Reply
“Jadi bahagia aja dengan apa yang kita punya, rasanya malah lebih gampang dan nikmat.”
Setuju dengan kutipan di atas.

kangto postingan terakhir di blognya..Belajar dari Tiki Takanya Barcelona
Reply
boyindra Reply:
May 30th, 2011 at 4:51 pm
makasih
Reply
kalo soal gaya hidup dan kebutuhan hidup, sepertinya gak akan puas-puas nya, hehe… adaaaa saja yang kurang dan belum terpenuhi…
berbeda kalo makan, pasti ada batasnya… kenyang.
kalo dah kenyang pasti berhenti makan.
Reply
boyindra Reply:
May 30th, 2011 at 4:52 pm
supir mercy yang sering bawa mercy pasti juga bosen kalo setiap hari nyupir mobil tuannya. jika punya rejeki untuk bisa membeli mobil tersebut saya yakin itu tidak akan dilakukannya…
Reply
wow… pengalaman mas boyin di ranah perhotelan ternyata sudah top-markotop, sampai2 cowok mau nembak cewek pun ikut2an terlibat, hehe … pengalaman menarik.
sawali tuhusetya postingan terakhir di blognya..Temu Kerja IPKB Jawa Tengah Tahun 2011
Reply
boyindra Reply:
May 30th, 2011 at 4:50 pm
haaa..itu kalo inget itu selalu pingin ketawa pak sawali…
Reply
postingan yg menarik.. jdi berpikir bahwa kepuasaan manusia itu tidak terbatas, di semua hal ada sesuatu yang membuat kita puas jika menikmatinya
Reply
Kalau iri sekali2 dan dalam intensitas yang wajar sih wajar2 aja. Hanya saja iri itu emang ga perlu,toh sebenarnya kalau kita sudah merasakan belum tentu kita akan menyukainya sekali. Sama aja kayak makanan, mau makanan mahal kayak truffe blanche atau foie gras juga, kalo nyobain dikit ternyata rasanya juga nggak sepadan dengan harganya. Huehehe…
Yari NK postingan terakhir di blognya..Parijs van Java dan Perasaan Inferior
Reply
boyindra Reply:
June 2nd, 2011 at 4:45 pm
heee..betul kang…
Reply
manggut manggut aja pak… Salam super…
Reply
boyindra Reply:
June 2nd, 2011 at 4:45 pm
super juga mas…heee…
Reply
Nice posting..
I like it!
Reply
Betul Bang, kadang sesuatu yang menurut kita hebat ternyata menurut si pemiliknya justru biasa0biasa aja. Mendingan kita menghargai apa yang kita punyai…
anderson postingan terakhir di blognya..Pecking Order
Reply
boyindra Reply:
June 6th, 2011 at 4:55 pm
selamat nge blog kembali bang….horass…
Reply
Memang betul … kemewahan itu kalau sudah jadi kebiasaan sehari-hari, akhirnya tidak terasa istimewa lagi. Tidak heran banyak milyader (atau trilyuner) yang akhirnya malah ingin kembali makan tempe

Tuti Nonka postingan terakhir di blognya..Jatim Trip Episode 2 – Batu Yang Memukau
Reply
setuju banget… cuek mode on…
Reply
bukankah bahagia letaknya di hati maka jaga hati dengan baik
Reply
Ingat lagu ini, “kenapa kita pengen kayak orang-orang.. padahal orang enggak pengen kayak kita..”


giewahyudi postingan terakhir di blognya..Beda Google Panda dengan Hakim Sidang Panda Nababan
Reply
Sama dengan komen DM…yang paling atas sendiri kita akan bahagia menjadi diri sendiri…
kristina postingan terakhir di blognya..Download MP3 Geratis Indonesia
Reply
Bertapa di mana ni pak dah lama nggak ada Update Expate nya….

Sriyono Suke postingan terakhir di blognya..Rumah Parfum
Reply
nggak komen karena nggak pernah iri… hehe
(cuma tengok2 dowang!)
Reply
Setuju banget dengan apa yang bli Boy utarakan. Memang kadang kita melihat rumput tetangga itu lebih hijau. Syukuri aja apa yang kita punya, pasti terasa lebih nikmat. Seenak-enaknya makanan bukankah hanya sampai lewat kerongkongan?
Alris postingan terakhir di blognya..Terdamparku Disini
Reply
syukuri lah diri kita apa adanaya,,,karena hanyalah Tuhan yang tau keinginan kita dan yang terbaik untuk kita…ALHAMDULILLAH
Reply
Boyin Reply:
December 10th, 2011 at 11:53 am
@elly puspa, setuju bu
Reply
Hallo ! Salam kenal, sy kebetulan saja menemukan blog ini karena ketika saya mengetik di google search “Lowongan kerja untuk umur 40″ Tiba2 muncul blog ini. Dan saya terus terang suka akan isi di blog ini.
Boleh saya tahu, Sekolah perhotelan mana tempat anda menimba ilmu dulu ? Terima kasih. Salam hangat dari Bali (Saya sebenarnya imigrant dari Jakarta yang ke Bali, hehehe…)
Reply
Boyin Reply:
March 7th, 2012 at 5:23 pm
@Prana Pratiata, saya jebolan STP nusa dua bali
Reply