Monthly Archives: May 2011

Gak usah di iri in, orang lain juga nggak terlalu menghargai kok

Habis main ke blognya bu Edratna soal makan siang /maksi, saya jadi terinspirasi untuk sharing pengalaman saya soal makanan dan barang barang mewah lainnya. Sewaktu saya kecil, saya paling doyan makan tempe dan sampai sekarangpun minimal satu kali seminggu saya masih sering makan tempe dari teman saya yang jualan tempe di kamboja sini.

Suatu ketika saya diajak ortu sekitar tahun 80-an liburan ke Jakarta menengok sepupu saya yang lumayan berada dan tinggal di rumah mereka. Selama di rumah mereka, tante saya yang jago masak ini sering banget menyuguhi kami dengan berbagai macam makanan internasional dari sirloin steak, sukiyaki dan makanan lainnya yang menurut saya mewah waktu itu. Sepulang dari liburan itu tiap saat saya suka menagih ortu untuk makan makanan mewah tersebut dan akhirnya dipenuhi hanya pada akhir pekan saja karena harga makanan itu khan cukup mahal. Pada saat itu saya berpikir enak sekali yah jadi orang kaya, punya mobil mewah dan makannya makanan yang enak enak pula.

Bukan kebetulan juga kalo akhirnya Tuhan menempatkan saya untuk bersekolah di sekolah perhotelan, dimana pelajaran tentang kemewahan menjadi bagian keseharian saya. Sekolah mengajarkan cara memasak makan makanan barat lengkap dengan ilmu pengetahuan tentangĀ  daging, potongan makanan, saus sampai pengetahuan tentang wine, cocktail atau minuman campuran dan cara menjadi seorang bartender dan pernah mabuk karena terlalu banyak mencoba jenis jenis minuman itu.

Sewaktu di bekerja di Bali saya pernah ditugaskan untuk memonitor anak buah untuk merawat mobil tamu saya yang tinggal lebih dari 5 tahun di hotel kami. Tak kurang 12 mobil tamu ini disimpan dalam parkiran hotel kami, dari mercy S class, model SLK, range rover, jaguar sampai 2 motor harley davidson juga ada dalam koleksi tamu ini. Supaya terawat baik, mobil mobil mewah ini tak boleh hanya dipanaskan tapi juga harus dibawa berputar putar agar oli transmisi tersebar dengan merata. Sebagai kacung hotel, naik harley dan mencoba keliling keliling dengan mobil mewah tersebut adalah hal yang biasa, apalagi yang empunya suka traveling sampai kadang kadang 2 bulan lamanya dengan kamar hotel yang terus dibayar. Asal itu mobil tidak rusak atau tertabrak, si pemilik mobil ini agaknya tidak terlalu perduli kalo kita muternya ‘rada jauh’.

Ada kejadian yang saya suka tersenyum sendiri kalo ingat, gimana nggak bandel, pada suatu saat, anak yang punya mobil ini ingin nembak seorang wanita yang tinggal di hotel lain dan minta saya membawakan seikat bunga mawar kuning untuk dikirimkan ke hotel wanita itu. Alih alih membawa mobil, motor harley lah yang saya bawa dan mawar itu saya dudukin tangkainya sampai akhirnya dalam perjalanan, seikat mawar itu sampai ke tangan wanita itu dengan bentuknya yang gak karuan karena banyak bunga yang rontok dilibas angin…heee…intinya orang orang kaya itu tidak terlalu perduli dengan barang yang dimilikinya, sekali lagi asalkan kita tidak ngrusakin apalagi ngotorin, karena membersihkan setiap hari itu juga bagian dari service hotel kami. Tentang wanita itu? oh dia gak terlalu risau akan bunga itu, karena anak tamu saya ini sudah merupakan jaminan yang cukup untuk masa depannya..heee…

Nah bicara soal sekarang ini, malah sebaliknya, semenjak jadi expat di hotel berbintang, makanan luar negeri malah membosankan walaupun itu tidak hanya masakan barat tapi juga termasuk makanan vietnam, korea, china, india sampai libanon. Saya lebih suka nongkrong diresto teman saya makan ayam kalasan, tahu telor surabaya sampai soto betawi.

Saya jadi teringat ucapannya Mario teguh yang kalo gak salah kira kira omonganya begini, “gak usah ngiriin kelebihan orang lain, la wong orang lain itu nggak merasa bahkan malah nggak terlalu menghargai kelebihan yang kita ingini itu kok.”

Jadi bahagia aja dengan apa yang kita punya, rasanya malah lebih gampang dan nikmat.

Sanksi untuk Citibank

Baru baca di kompas kemarin soal sangsi dari Bank Indonesia (BI) untuk citibank yaitu ada 3 sanksi, Sanksi pertama berupa larangan menjaring nasabah kaya dari Citigold selama satu tahun. Sanksi kedua berupa larangan penerbitan semua jenis kartu kredit selama dua tahun. “Sanksi ketiga, bank juga dilarang menggunakan jasa penagih utang atau debt collector selama dua tahun.

Untuk orang yang memang tidak berhubungan dengan Citibank agaknya dari komentar komentar yang masuk banyak yang menghujat dan menilai kalo hukumannya sangat sangat ringan. Tapi bagi saya sendiri yang dulu pernah kerja disana dan gara gara Amrozi cs ngebom bali di tahun 2002 kemarin sehingga mengakibatkan card center kami ditutup, hal itu bukanlah sesuatu yang mudah.

Perlu diingat yang bermasalah sebenarnya adalah para pelaku dan pengambil keputusan alias bos bos disana yang menggunakan jasa debt collector serta masalah oknum nyong melinda yang membobol untuk kepentingannya sendiri. Dari oknum oknum ini kalo sampai berimbas dari ratusan orang yang mencari kerja di Citibank agaknya sangat kurang bijaksana mengingat mencari pekerjaan baru selalu merupakan hal yang sulit.

Yang paling apes dari hal ini adalah pekerja sales KK yang dimana mereka ini bekerja untuk Citibank tapi bukan under Citibank alias mereka bekerja di perusahaan yang ditunjuk oleh Citibank untuk membantu penjualan KK tersebut atau bisa disebut juga jasa outsourcing yang gaji basic dan bonusnya dibayar oleh Citibank. mereka ini jumlahnya lumayan banyak, bayangkan kalo jumlah ini dikalikan oleh banyaknya kota kota besar di seluruh indonesia mengingat KK Citibank ini merupakan salah satu KK terbanyak peredarannya di Indonesia.

Duh,..nganggur maning, nganggur maning….saya teringat kehidupan saya dulu yang lumayan baik dan akhirnya harus over kredit mobil gara gara card center saya ditutup dan lumayan terseok seok untuk bangkit kembali.

Saya tidak bermaksud menyalahkan siapa siapa tapi yang jelas, nganggur itu tidak enak, apalagi masih ada rentetan dibelakang kita yang memang hidup dari hasil kerja keras kita ini. Semoga mereka mereka yang menjadi korban dari oknum oknum tersebut mendapatkan perlindungan dari Yang Maha Kuasa. Amin

Liburan ke Koh Kong, perbatasan Thailand

Buat pengunjung setia blog ini pasti pada tau kalo saya sementara ini berdomisili di Kamboja, negeri yang lumayan banyak tanggal liburnya alias Public holiday. Kalo tahun kemarin dan sebelumnya tanggalan libur di kamboja ada 25 hari dalam setahun, tahun ini kabarnya ada 27! heee…mantap gak sih….libur teruss.

Di bulan April ini ada libur yang namanya hari raya Khmer atau Khmer new year…persis kayak lebaran di Indo, kota Phnom Penh sepi senyap, semua orang pada pulang kampung, sekitar 6000an expatriat yang ada di Phnom Penh saja sebagian besar menggunakan waktu ini dengan berlibur, ada yang ke luar negeri ada juga menjelajahi propinsi yang ada di sekitaran wilayah kamboja.

Liburan kali ini cukup seru karena kami pergi beramai ramai dengan perkumpulan teman teman sebangsa alias orang Indonesia semua yang ikut liburan untuk pergi ke perbatasan Kamboja – Thailand di Koh Kong. Tempat itu terkenal dengan hutan mangrove yang di klaim katanya terluas di Asia Tenggara, selain itu khususnya anak anak bisa berkunjung ke Safari world mirip taman safari di kawasan puncak sana dengan menyaksikan pertunjukan binatang yang sangat menarik dan mengagumkan seperti Orang Utan Boxing, burung beo main sepeda, ikan lumba lumba seperti di ancol sampai pertunjukan harimau india yang besarnya ajubile bisa 1.5x besar harimau sumatra. Untuk penginapan tersedia banyak hotel yang murah, range antara US$20 – US$30 banyak ada disini sudah ber AC.

Selain di Koh Kong, kami juga menyebrangi perbatasan ke kota kecil di Thailand bernama Trat, kalo di Thailand apalagi kalo nggak nyari penganan yang serba berbau Duren, jenang duren, permen duren, dll. Duren disana harganya lumayan murah…3kg cuman US$1 atau 30 Bath saja alias Rp.8500.
15042011211

Karena Koh Kong ini terletak di dekat pantai dan Sungai besar, Seafood segar merupakan makanan yang murah pula disini, kami bahkan masih bisa menyaksikan orang lokal sini berburu ikan pari di pinggiran laut yang cuman dalamnya sebetis itu dengan tombak!
DSC02245

DSC02204

Kalo ada yang mau mencoba peruntungan juga ada casino mewah disini, dengan gedung bergaya venetian khas eropa, lumayan terang benderang dengan lampu warna warni yang dipsang di pinggir jalan.
DSC02197

DSC02183

Liburan kali ini selain murmer, juga menyenangkan karena dilakukan rombongan bersama saudara saudara setanah air. Ayo kapan mau kesini?