Pada dasarnya kita semua orang baik

Dari sharing kemarin soal tragedy massal yang mengakibatkan hampir 400 korban meninggal kemarin membuat saya berpikir kesana kesini, karena saking sedih, trenyuh dan bentuk perasaan down lainnya padahal korban korban tersebut gak ada yang saya kenal. Berhari hari setiap ketemu teman di kantor, hal itu terus yang sedang hangat hangatnya di bahas, sampai tadi siang kami berjalan kaki dari hotel ke tempat kejadian yang berjarak tak kurang dari 100 meter untuk memberi penghormatan kepada arwah yang meninggal dengan cara cara tradisi setempat tentunya.

Berhubung tragedy ini bukan bencana alam melainkan kesalahan manusia terutama lemahnya pengawasan dalam pengaturan arus keluar masuk pengunjung yang memadati kawasan tersebut, beberapa teman expat disini agaknya malah bersikap seolah olah menyalahkan pihak penyelenggara tapi di lain pihak ikut sedih sampai sampai makanpun tak lahap jika membicarakan mengenai hal itu.

Kalo soal disiplin, negara ini masih jauh tertinggal dari Indonesia yang terkadang lumayan bikin emosi terutama dalam hal ngantri dan berkendara di jalan. Disini walaupun jalan protokol, lampu merah itu tidak ada artinya, asalkan punya celah jalan terus, mereka akan terobos walaupun lampu merah baru saja menyala. Ampun dah! Kalo ngantri di parkiran untuk mendapatka tiket, tiba tiba ada saja yang nyelonong  dari samping di saat antrian panjang  terjadi. Sumpah serapah pun keluar dari mulut dan banyak kejadian kejadian lain yang cukup membuat iritasi lainnya.

Tapi herannya, jika dalam kehidupan nyata sewaktu kita mengalaminya rasanya kita ingin menelan orang tersebut bulat bulat karena ketidakdisiplinnya mereka serta cenderung tidak beretika karena akibat yang mereka buat bisa membahayakan pihak lain, tetapi setelah kejadian tragedy kemarin, batin ini sangat sedih menyaksikan penderitaan dari banyaknya korban tersebut.

Emosi kita pada waktu kita kecewa dan marah agaknya bukanlah diri kita, karena jika apa yang kita emosikan dan kita kecewakan berefek pada kejadian yang tragis dan lebih dari yang kita harapkan, pada akhirnya kesedihanlah yang menghampiri hati. Ibarat nyumpahin orang yang memotong jalur kita dengan “busyet dah! kepleset motorlu baru tau rasa..” terus kenyataannya orang itu tidak hanya terpeleset tapi tertabrak dan dilindas ban truk misalnya, hal tersebut pasti tidak akan membuat kita senang, yang ada malah menyesal, kenapa ya gue sumpahin dan kesedihanlah yang melanda.

Yah ini hanya sharing pikiran saja, sebagai manusia yang lebih berdisiplin dan beretika kita doakan saja orang orang yang kadang membuat kita iritasi melihatnya, toh semua orang sedang bertumbuh, dengan caranya masing masing tentunya.

Leave a comment ?

54 Comments.

  1. Temukan kebaikan buanglah yang buruk hehehe..

    Reply

  2. Dengan menila semua orang itu baik aka hidup ini akan terasa indah

    Reply

    boyindra Reply:

    setuju…

    Reply

  3. jika semua orang membiasakan berpikir seperti itu……

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>