Monthly Archives: November 2010

Pada dasarnya kita semua orang baik

Dari sharing kemarin soal tragedy massal yang mengakibatkan hampir 400 korban meninggal kemarin membuat saya berpikir kesana kesini, karena saking sedih, trenyuh dan bentuk perasaan down lainnya padahal korban korban tersebut gak ada yang saya kenal. Berhari hari setiap ketemu teman di kantor, hal itu terus yang sedang hangat hangatnya di bahas, sampai tadi siang kami berjalan kaki dari hotel ke tempat kejadian yang berjarak tak kurang dari 100 meter untuk memberi penghormatan kepada arwah yang meninggal dengan cara cara tradisi setempat tentunya.

Berhubung tragedy ini bukan bencana alam melainkan kesalahan manusia terutama lemahnya pengawasan dalam pengaturan arus keluar masuk pengunjung yang memadati kawasan tersebut, beberapa teman expat disini agaknya malah bersikap seolah olah menyalahkan pihak penyelenggara tapi di lain pihak ikut sedih sampai sampai makanpun tak lahap jika membicarakan mengenai hal itu.

Kalo soal disiplin, negara ini masih jauh tertinggal dari Indonesia yang terkadang lumayan bikin emosi terutama dalam hal ngantri dan berkendara di jalan. Disini walaupun jalan protokol, lampu merah itu tidak ada artinya, asalkan punya celah jalan terus, mereka akan terobos walaupun lampu merah baru saja menyala. Ampun dah! Kalo ngantri di parkiran untuk mendapatka tiket, tiba tiba ada saja yang nyelonong  dari samping di saat antrian panjang  terjadi. Sumpah serapah pun keluar dari mulut dan banyak kejadian kejadian lain yang cukup membuat iritasi lainnya.

Tapi herannya, jika dalam kehidupan nyata sewaktu kita mengalaminya rasanya kita ingin menelan orang tersebut bulat bulat karena ketidakdisiplinnya mereka serta cenderung tidak beretika karena akibat yang mereka buat bisa membahayakan pihak lain, tetapi setelah kejadian tragedy kemarin, batin ini sangat sedih menyaksikan penderitaan dari banyaknya korban tersebut.

Emosi kita pada waktu kita kecewa dan marah agaknya bukanlah diri kita, karena jika apa yang kita emosikan dan kita kecewakan berefek pada kejadian yang tragis dan lebih dari yang kita harapkan, pada akhirnya kesedihanlah yang menghampiri hati. Ibarat nyumpahin orang yang memotong jalur kita dengan “busyet dah! kepleset motorlu baru tau rasa..” terus kenyataannya orang itu tidak hanya terpeleset tapi tertabrak dan dilindas ban truk misalnya, hal tersebut pasti tidak akan membuat kita senang, yang ada malah menyesal, kenapa ya gue sumpahin dan kesedihanlah yang melanda.

Yah ini hanya sharing pikiran saja, sebagai manusia yang lebih berdisiplin dan beretika kita doakan saja orang orang yang kadang membuat kita iritasi melihatnya, toh semua orang sedang bertumbuh, dengan caranya masing masing tentunya.

Tragedi Water Festival terbesar di Jembatan Diamond Island, Cambodia, yang merenggut nyawa ratusan jiwa

Berita mengejutkan datang tadi malam mengenai perayaan Water Festival yang diselenggarakan dari tanggal 20 sampai tanggal 22 kemarin. kemarin malam Senin, 22 November saya dikejutkan oleh berita bahwa pada malam terakhir perayaan Water Festival, sebanyak lebih dari 339 nyawa melayang dan ratusan lainnya cedera  saat hendak pulang dari perayaan malam terakhir dan berdesak desakan menyebrangi jembatan untuk keluar dari Diamond Island.

Sumber kejadian menyatakan bahwa jembatan yang baru dibangun persis disebelah Hotel dimana tempat saya bekerja tersebut menunjukan tanda tanda tidak kuat menahan beban sehingga hal itu menyebabkan kepanikan ribuan pejalan kaki yang akan menyebranginya, tambahan lagi dari sumber Phnom Penh post menyatakan bahwa pada malam kejadian, diperkirakan  sebanyak 1 juta manusia meninggalkan pulau tersebut disaat bersamaan dan akhirnya ditengah kepanikan, aksi saling dorong yang berakibat banyaknya manusia yang sulit bernafas disertai saling injak akhirnya merenggut banyak korban jiwa di jembatan tersebut.

Tragedi terbesar setelah Rezim Pol Pot

Menurut Perdana Menteri Hun Sen dalam video conference nya tadi pagi pukul 02:30 menyatakan bahwa kekacauan even ini adalah tragedy terbesar setelah Pol Pot rezim dilihat dari banyaknya korban jiwa. Berhubung kejadian baru tadi malam, belum di sebutkan berapa korban tewas dari tourist atau penduduk luar negeri yang berdomisili di kamboja ini. Dari teman KBRI disini, mengatakan hal itu masih dalam proses mengidentifikasi korban dikarenakan rata rata wajah orang orang Asia rata rata mirip, tetapi mengingat even ini mayoritas lebih ditujukan untuk masyarakat lokal Kamboja, besar kemungkinan bahwa mayoritas korban berasal dariKamboja.

Sungguh sangat disayangkan, ditengah galaknya pembangunan pulau tersebut untuk menyambut datangnya ATF (Asean Tourism Forum) January mendatang, fasilitas pembangunan jembatan khusus untuk akses keluar dari jembatan tersebut ternyata tidak cukup kuat menopang beban ribuan manusia yang menyebranginya. Untuk informasi saja, dalam perayaan Water Festival, semua akses menuju tempat perayaan sudah di sterilkan dari kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat sejauh radius kurang lebih 3 kilometer. Jadi jika anda ingin melihat keramaian dalam festival tersebut, anda harus terbiasa dengan jalan kaki yang cukup jauh dikarenakan kota Phnom Penh saat itu kedatangan lebih dari 2 juta pengunjung yang berdatangan dari provinsi provinsi di penjuru Kamboja.

Sontak setelah kejadian tersebut, teman teman Indonesia dan juga kami saling menghubungi untuk mengetahui keadaan masing masing dan sejauh ini dari komunity kami yang kecil ini tidak ada berita bahwa mereka pergi kesana pada waktu kejadian.

Semoga tidak ada satupun dari saudara saudara kita orang Indonesia yang menjadi korban dari tragedy tersebut.

Beruang kutub pun kelaparan akibat Global Warming

Beberapa hari yang lalu, seorang sahabat yang saya kenal sewaktu bekerja di property yang berbeda di kamboja sini mengirimkan email kepada saya. Saya mengenalnya karena dia adalah salah satu tamu hotel yang menginap pada tahun 2008 yang lalu, kami banyak berbicara dan mempunyai beberapa hal yang cocok untuk dibicarakan. Usia nya tak lagi muda, dan sudah memasuki masa pensiun. Untuk mengisi masa pensiunnya beliau banyak sekali melakukan perjalanan ke luar negeri bersama istri dan sering mengupdate saya tentang perjalanan liburannya ke berbagai negara.  Ini adalah salah satu suratnya yang menarik tentang perjalanan mereka ke Churcill untuk melihat beruang kutub serta kebetulan di sertai dengan gambar yang lengkap.

Read more »

Nggandul euy!

Jepretan iseng, maklum pemandangan ini lumayan udah jarang ditemui terutama di ibukota Phnom Penh ini. Sewaktu baru keluar dari makan siang, eh saya langsung surprise di salib oleh motor ini. Berhubung pemandangan langka dan naluri bloggernya muncul, maka diabadikanlah foto ini…heee..

Read more »