Makna hari raya Pchum Ben Day

Bulan Oktober emang banyak liburnya, tanggal 7,8,9,10 adalah hari raya Pchum Ben day dan belum tanggal 29 ada coronation day dan tanggal 31 ada Raja Sihanouk’s Birthday (bapaknya King). Dengan total libur nasional sebanyak 25 hari dalam setahun, tinggal disini cukup menyenangkan, hingga tadi malam untuk membeli tiket bus ke vietnam sudah penuh semua tetapi akhirnya kami dapat tiket yang jam 5.30 pagi. Ah, gak papa yang penting liburan lagi.

Kali ini hanya ingin sharing tentang apa itu hari raya Pchum Ben day, sebenarnya hari raya ini adalah hari raya masyarakat kamboja untuk berdoa kepada para arwah leluhur yang telah meninggalkan mereka agar mendapat tempat yang baik di alam sana.

Kamboja percaya bahwa meskipun makhluk hidup kebanyakan bereinkarnasi pada kematian, karena karma buruk, beberapa jiwa…

tidak bereinkarnasi melainkan tetap terjebak di dunia roh. Setiap tahun, selama lima belas hari, jiwa-jiwa yang dilepaskan dari dunia roh untuk mencari hidup bermeditasi mereka, kerabat dan bertobat. Ketaatan lima belas hari Pra Pchum Ben, atau Leluhur Day, adalah waktu untuk mengingat nenek moyang mereka dan menawarkan makanan kepada mereka yang cukup beruntung kepada mereka yang telah terjebak di dunia roh. Selain itu, merupakan kesempatan penting bagi yang hidup untuk bermeditasi dan berdoa untuk membantu mengurangi karma buruk nenek moyang mereka, sehingga memungkinkan para leluhur menjadi reinkarnasi dan meninggalkan siksaan dan penderitaan dunia roh.

PraChum Benda, bahasa sehari-hari lebih dikenal sebagai Pchum Ben, dapat diterjemahkan sebagai “berkumpul bersama untuk membuat persembahan” (prachum berarti “berkumpul” dan Benda berarti “menawarkan”). ketaatan biasanya dimulai pada pertengahan September dan berlangsung melalui siklus lunar, yang merupakan lima belas hari waktu yang diberikan roh leluhur untuk mengunjungi kerabat yang tinggal mereka.

Sebelum hari keluarga atau keluarga dijadwalkan menjadi tuan rumah Ben kan, kerabat dan teman keluarga dekat akan pergi ke kuil untuk melakukan persiapan. Selama persiapan, guci nenek moyang, yang dipoles dan dibawa ke viheara (ruang nyanyian utama). Selain itu, nama nenek moyang dicatat ke daftar undangan. Pada malam hari, keluarga tuan rumah dan peserta lain akan bergabung dengan para biarawan di viheara untuk meditasi dan nyanyian. Para biksu kemudian akan meneruskan ajaran Sang Buddha, serta menawarkan rahmat dan bimbingan untuk hadir.

Info tambahan terakhir mereka mereka ini juga setidaknya harus mengunjungi 7 kuil (pagoda) untuk bersembahyang disana. Untuk Para expat, yah, seperti pada paragraf pertama, kami mengejar tiket bus yang kosong dimana mana, karena semua orang mau liburan.

Jadi maafkan kalo hari senin saya baru bisa blogwalking.

Leave a comment ?

17 Comments.

  1. Fotonya keren….
    Mengeja “pchum” harus cepat karena kalau lambat agak dekat bunyinya dengan “pechun” :))

    Komentar yang ngga penting ya…

    Reply

    boyindra Reply:

    haaa…

    Reply

    zee Reply:

    Ah enaknya ya liburan banyak begitu, apalagi kalo sedang longgar.
    Benar tuh kata Donny, bicaranya musti cepat klo gak terbaca kek … gitu 😀

    Reply

  2. Selamat berlibur,
    asyiknya punya tgl merah yang panjang…
    :em36:

    Reply

    boyindra Reply:

    pindah sini kalo mau..hee

    Reply

  3. Selamat hari raya Pchum Ben day bagi yang merayakan…

    Reply

    boyindra Reply:

    sopo pak…?

    Reply

  4. wah…. dari kamboja ya….
    jauh banget….. :em39:

    Reply

    boyindra Reply:

    iya lumayan jauh, gak ada direct flight..

    Reply

  5. Dimaafkan, dan selamat berlibur Mas…

    Hmm, hari leluhur, untuk berkumpul bersama untuk membuat persembahan… Pengen ih, ngerasain berada di sana saat ada perayaan gitu… :em50:

    Reply

    boyindra Reply:

    gajk ada orang sih di kota, semua orang libur atau balik ke kampung halaman..

    Reply

  6. Hari liburnya masih banyak di Indonesia ya?
    Konon katanya, hari libur terbanyak di India….

    Hari raya Pchum Ben day, adalah waktu berdoa kepada para arwah leluhur agar mendapat tempat yang baik di alam sana.Pada saat ini, bagi yang masih hidup juga merupakan semacam ingatan bahwa suatu ketika juga akan meninggal, agar berbuat baik sehingga tak terjerat di dunia roh.
    Menarik sekali…..

    Tentu, jangan lupa tulisannya sepulang berlibur..ditunggu

    Reply

    boyindra Reply:

    ok bu..secepatnya kalo gak sibuk deh..

    Reply

  7. Kalau boleh tahu agaman apa yang mereka anut, yah??

    Nggak pernah tahu :em46:

    Reply

    boyindra Reply:

    rata2 beragama budha, makanya disini christmas atau idul fitri tidak libur disini

    Reply

  8. Wah ternyata ada juga negara yang lebih banyak hari liburnya dari Indonesia ya?? Tetapi nggak tahu tuh kalau hari cuti bersama menjelang dan sesudah lebaran juga dihitung, apakah jadinya Indonesia masih lebih banyak??

    Wah… prosesi menjelang hari rayanya ribet juga ya?? Tetapi apakah masih banyak ya masyarakat modern terutama di perkotaan yang masih menjalankan ritual itu? Apa kebanyakan sekarang cuma menikmati hari liburnya saja seperti hari natal di negara2 barat??

    Reply

    boyindra Reply:

    sekarang banyak anak2 muda yg gak melaksanakannya, untuk orang2 tua hal itu masih dilakukan

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>