Jujube Kamboja itu bernama Puetri

Pernah lihat buah seperti ini? ini bukan apel, tapi orang Bali menamainya apel bali, entah jika anak muda dari Bali masih mengetahui buah yang terkenal dengan sebutan “bekul” (be seperti menyebut kata “benar”) ini.

Di Jawa tengah selama 10 tahun saya belum pernah menemui buah bekul ini yang ada ya jamblang atau juwet yang dimana abis makan lidahnya ikut berwarna ungu, anak saya juga suka tapi bukan makan jamblangnya melainkan permen cupa cup yang bermerk “jagoan neon” yang bikin lidah berwarna…heee…

Di supermarket sini saya menemuinya dalam bahasa inggris dinamakan jujube, kalo yang kecil itu asli dari kamboja dinamai “puetri”, nah kalo yang disampingnya yang besar mirip apel seperti dalam foto itu dari negara Thailand yang bikin. Di Bali bekul hanya setengah dari “puetri”nya kamboja, jadi lumayan kecil sekali.

Katanya, buah ini tumbuh di India, Russia, China, Eropa selatan dan Timur Tengah. Tapi kenyataannya di Kamboja banyak sekali, di Bali juga apalagi Thailand, la wong jambu klutuk tanpa klutuk favorit saya itu juga dari Thailand kok.

Rasanya agak tawar dan sudah pasti renyah atau crunchy banget, kalo apel biasa bisa ngales atau tidak kriuk kriuk lagi, sedangkan jujube ini selalu renyah. Jujube ini terkenal di Kamboja dengan cara makannya dicocol dengan garam yang di campur cabe sehingga garamnya berwarna merah, kalo di bali mirip juga cara makanya hanya garam dan cabenya dicampur terasi…ngrujak deh…

Menurut mbah google manfaat jujube ini untuk pembentukan dan pemeliharaan aliran darah, hormon tubuh, tulang, otot, kulit, rambut, enzim tubuh dan neurotransmiter. Manfaat buah jujube juga ditemukan dalam pembentukan protein lebih dari 50.000 tubuh.Bisa juga untuk menghambat tumor yang menyebabkan leukimia, obat penenang, untuk pengobatan kelainan kulit, histeria, kelelahan, kehilangan energi dan menambah nafsu makan.

Seperti halnya dengan dragon fruit yang sudah banyak banget di indonesia, apakah jujube ini sudah ada di supermarket Indonesia?

Image pohon diambil dari google

Leave a comment ?

32 Comments.

  1. Wah…pas buka pagi jadi pingin nyari buahnya yang segar…tapi informasinya menarik dan saya jadi penasaran, besok mau ke wahana buah

    Reply

  2. Halo Boyin,
    Informasi tentang buah yang menarik, sayang sekali saya tidak pernah melihat apalagi mencobanya. Tapi dari tulisan anda bisa dibayangkan enaknya buah tsb.
    Saya tidak tahu apa sudah beredar di Jakarta, yang pasti buah Jamblang sekarang tidak semudah dulu untuk menemukannya. Kalau Drago fruit malah mudah ditemukan.

    Reply

    boyindra Reply:

    lambat laun pasti bakalan ada di indo..cuman sepertinya buah ini tidak terlalu menarik untuk dibudidayakan..

    Reply

  3. Buah seperti ini yang kaya vitamin dan mineral.
    Makanya ada pepatah Bali, “pilih-pilih bekul”
    SALAM dari Kendari…

    Reply

    boyindra Reply:

    pilih2 bekul…ya bener itu..

    Reply

  4. Koq tahu sih mas boyin kalau di bali adaa buak bekul ❓ tapi sekarang di lingkungan tempat tinggal saya sudah jarang saya temui buah bekul. Dulu saat saya baru tahun2 pertama di Bali sering mencicipi buah bekul di sekitaran pantai Kuta. Rasanya asam dan bentuknya hampir mirip dengan buah apel namun lebih kecil. Pohon nya berduri dan bisa tumbuh besar. Dulu didepan kost2 an saya tumbuh pohon ini sekarang sudah almarhum 😆
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Reply

    boyindra Reply:

    iya donk..dulu saya juga pernah memakannya, makanya tau..

    Reply

  5. saya sangat suka dengan buah jambu kluthuk

    [Katanya, buah ini tumbuh di India, Russia, China, Eropa selatan dan Timur Tengah. Tapi kenyataannya di Kamboja banyak sekali, di Bali juga apalagi Thailand, la wong jambu klutuk tanpa klutuk favorit saya itu juga dari Thailand kok.]
    La di pekarangan rumah saya juga ada kok mas

    oia salam dari saya, karena kunjungan perdana di blog ini sobat

    Reply

    boyindra Reply:

    iya, mungkin dulu asalnya kali yah…jambu klutuk yang saya maksud itu jambu yang sama sekali gak ada bijinya, jadi bisa dimakan ampe abis. rasanya persis jambu klutuk..heee

    Reply

  6. wah, manfaatnya banyak juga ya… 🙂
    –nggak harus ke Bali kan buat makannya… hiii

    Reply

    boyindra Reply:

    makanya di kota2 lain ada nggak?

    Reply

  7. Apapun buahnya yang pasti selalu ada manfaat dan vitaminnya karena memang itulah manfaat tumbuhan diciptakan..:)

    Reply

    boyindra Reply:

    danasiknya bisa rujakan ama buah itu..hee

    Reply

  8. Wah…
    Jadi kangen ama JUWET…
    Manis, kalau dimakan keluar tintanya kayak tinta pemilu…
    Saya menyebutnya juga huwet, tapi ada yang menyebut duwet…
    Daunnya bisa melancarkan ASI

    Reply

    boyindra Reply:

    tinta pemilu…haaa..dulu saya disemarang namanya malah jamblang pak…

    Reply

  9. Wah… kok sama sih ya kita di blog masing2 lagi bicara soal buah? Btw… dulu sih(waktu 1990an) perasaan di sini cukup banyak deh (nggak terlalu banyak juga sih sebenarnya) jujube yang kalengan baik yang ‘dried’ maupun yang ‘in syrup”, kalo nggak salah produk China, tapi sekarang nggak tahu kenapa kok udah hilang di pasaran, mungkin karena masuknya ilegal kali, atau perusahaannya bangkrut, nggak tahu deh. Tapi rasanya pasti lain jikalau makan buah aslinya karena yang di kaleng pasti udah diproses dan ditambah rasa-rasa lainnya (plus ditambah bahan pengawet!),walaupun mungkin rasanya lebih enak di lidah…

    Reply

    boyindra Reply:

    iya, makanya aku juga heran kok sama2 membahas buah…haaa

    Reply

  10. wah, kayaknya belum lihat buah ini di jakarta .
    sekarang malah buah jamblang tuh dah langka sekali boy
    salam

    Reply

    boyindra Reply:

    udah langka yah..wah2..

    Reply

  11. woi, bentuknya mirip bener dengan apel, mas boyin, tapi namanya beda. hmm … belum pernah lihat nih, mas buah jujube seperti ini, apalagi merasakan, hiks. mohon dimaafkan segala salah dan khilaf saya selama ini, ya, mas.

    Reply

    boyindra Reply:

    happy mudik pak..berbagi cerita ya pak…

    Reply

  12. Jujube dalam bentuk buah belum pernah makan….
    Atau mirip jambu tanpa biji ya rasanya….

    Reply

    boyindra Reply:

    mirip apel bu hanya bijinya tunggal berada ditengah2

    Reply

  13. belum pernah makan buah ini tapi sekilas memang mirip apel ya :em22:

    Reply

  14. ayooo temen-temenku tersayang! tingkatkan pahala kalian dengan membaca artikel yang saya buat dan memberikan komentar dan LIKE kalian pada blog saya : http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/08/24/welcome-to-the-next-city-2010-%E2%80%9Cjelajah-kota-depok-2010%E2%80%9D/ !!! jangan lupa yaaa… makasiiih ^_^

    Reply

  15. Juga baru liat fotonya. Pengen juga sih ngerasain, dimana ya adanya di jkt?

    Reply

  16. baru tau ada foto beginian

    watch vampire diaries online

    Reply

  17. ihh jadi pingin ngerasain buahnya…
    wew…

    Reply

  18. kalo diindonesia bisa disebut bidara laut…tapi kalo yang versi tanaman unggulnya disebut putsa…
    tanya aja ke tukang jual tanaman ..mereka pasti tau dan mungkin punya bibitnya

    Reply

  19. daun bidara sangat banyak gunanya, termasuk salah satunya untuk memandikan jenazah.

    Reply

  20. Salam
    Ternyata ini nama lain dr buah bidara. Jadi dpt ilmu baru saya.

    Sepertinya sama dengan Bidara, dikenal juga apel india, di india disebut phutsa, di jujube.
    nama daerah seperti widara (Sunda, Jawa) atau dipendekkan menjadi dara (Jawa); bukol (Madura); bekul (Bali); ko (Sawu); kok (Rote); kom, kon (Timor); bedara (Alor); bidara (Makassar., Bugis.); rangga (Bima); serta kalangga (Sumba).
    Buah surga ini banyak di tersebut di Al Quran. Selain buahnya pohon bidara/jujube/putsa/apel bali/india ini sangat bermanfaat dr daun, batang dan juga akar/umbi.
    Trmsh admin atas info dr blog ini,
    Smoga bermanfaat untuk smua.
    Salam

    Reply

Leave a Comment


NOTE - You can use these HTML tags and attributes:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>