Meninjau harga pasar

Ini bukan cerita tentang harga sapi atau ayam yang sedang naik naiknya menjelang lebaran, atau cerita tentang operasi pasar karena beras juga ikutan naik. Sesuai dengan tema blog ini saya hanya ingin mensharingkan sesuatu yang berkenaan dengan para profesional dalam melindungi kemajuan dan keamanan di tempat kerja untuk kelangsungan hidup tentunya.

Kadang saya heran oleh teman saya ini, udah diposisi enak dengan gaji lumayan di luar negeri ini, tapi hobby nya setiap minggu adalah melihat lihat job vacancy di beberapa website, jika beberapa teman sukanya buka koran atau facebook, teman saya ini yang dibuka duluan adalah website lowongan pekerjaan.

“Boss, ngapain sih demen amat buka nyang beginian?emang udah gak betah lagi disini,”tanya saya suatu hari. Dengan muka malu karena ketahuan ama saya, akhirnya dia bilang cuman iseng aja.

Nah ceritanya di suatu kesempatan yang lain, saya pernah menanyakan rahasia suksesnya dan salah satunya adalah sering sering buka lowongan kerja. Katanya, kerja sebagai karyawan kontrak selain gak nyaman juga kadang banyak perusahaan yang mengakhiri masa sebelum habis kontrak seenak mereka sendiri, tergantung di negara mana mereka bekerja.

“contract is only a piece of paper.” katanya waktu itu, terlebih lagi kalo bekerja langsung dengan pemilik perusahaan yang punya power di negaranya, kepastian atau kenyamanan bekerja hanya angan angan saja.

Maka dari itu selain kita siap siap untuk pekerjaan kita selanjutnya dan mencari perusahaan yang cukup bonafide dan terpercaya,  juga sarana yang baik juga untuk latihan interview, kadang interview kudu dilatih paling tidak 6 bulan sekali sambil mencari tau sebenarnya “Harga Pasaran” kita udah nyampe mana, katanya enteng.

Wah, saya lumayan tercengang juga dengan ucapanya, ternyata interview pun perlu latihan..haha… (tapi bener juga yah), tapi tentu saja faktor ini bisa berlaku kalo anda tidak punya batasan daerah atau negara dimana anda bekerja. Semuanya tergantung kesepakatan, karena kadang bekerja seperti menikah, anda kudu bicarakan ini bersama pasangan, keluarga bahkan keluarga besar, tidak serta merta begitu enteng aja pindah kerja yang beda daerah nun jauh disana, banyak faktor faktor lain yang perlu di rembukkan. Pindah kerja dari Jakarta ke Bogor saja musti rembukan juga biasanya.

Teringat pepatah lama “mangan gak mangan ngumpul atau ngumpul gak ngumpul mangan.” Kalo saya pilih “Mangan and tetep ngumpul”..heee…kalo bisa ini yang paling afdol.

Hayoo, sekarang udah pada ngecek belum, berapa “harga pasarannya” sekarang?

32
Leave a Reply

avatar
17 Comment threads
15 Thread replies
0 Followers
 
Most reacted comment
Hottest comment thread
16 Comment authors
AlrisbundadontworryYari NKedratnasawali tuhusetya Recent comment authors
  Subscribe  
Notify of
Hari Mulya
Guest

harga pasaranku kira-kira berapa ya? 😀

Hari Mulya
Guest

semoga makin tahun makin tinggi, termasuk harga diri nya…

DV
Guest

Setuju dengan temanmu dan itu pulalah yang kulakukan di sini. Prinsipku, selama kerja dengan orang, tidak ada yang namanya aman! 🙂

Jadi, setiap saat harus siap mengalami kenyataan yang buruk dan oleh karenanya mencari pekerjaan terus menerus itu bagus 🙂

TuSuda
Guest

Trendnya selalu naik… 😉

marsudiyanto
Guest

Saya malah belum memasarkan diri Mas…

resep masakan
Guest

normalnya harga pasaran cewek sepertiku berapa mas? :em58:

zee
Guest

Sudah lamaaa sekali saya tidak latihan interviu. Pernah beberapa kali dapat panggilan, saya tanya dulu by phone, berapa pasarannya. Tp begitu saya tahu, pasarannya jauh di bawah saya yang sekaran, duhhh ga bener nnih, berarti saya salah masukin lamaran hahhaaa…
Sekarang ga tau deh berapa pasarannya. Masih laku gak ya. :-S

pendarbintang
Guest

Saya sering juga iseng cari LoKer di satu situs yang lumayn, bahkan kemarin hampir ketahuan boss pas nrima telpon dari perusahaan tempat saya ngelamar kerja, dalam rangka menaikan pasaran datang ke interview, dalam rangkah menaikan pasaran juga saya selalu Ok kalau di ruruh belajar ini n itu…

Pengalaman bisa menaikkan pasaran sampai 50% kan? :em59:

Salam!

mandor tempe
Guest
mandor tempe

Kalau saya mematok dengan harga yang lebih tinggi 30% daripada yang sekarang ini. Penawaran dari tempat lain kalau masih di bawah harga patokan saya masih saya tolak.

Sriyono Suke
Guest
Sriyono Suke

Podo pak….
isih tarap branding terussss… 😀

Wempi
Guest

Jadi terinspirasi nih… pingin tau, pasaran wempi berapa… diluar sana.

ntar malam nongkrong pinggir jalan ah… :em62:

trackback
Meninjau harga pasar | Boyindra's Weblog - Informasi Lowongan Kerja Indonesia

[…] selengkapnya: Meninjau harga pasar | Boyindra's Weblog Filed under Uncategorized Tagged a-beberapa-teman, a-buka-koran, a-duluan-adalah, […]

sawali tuhusetya
Guest

hmm …. agaknya harga pasar kerja pun per di-hunting, ya, mas, hehe …. apalagi kalau bekerja di negeri orang. selamat hari raya idul fitri, minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin. semoga kita semua bisa kembali ke fitrah-Nya, amiiin.

edratna
Guest

Prinsip temanmu itu sudah banyak dilakukan..walau nanti sekedar untuk latihan wawancara (ehh diam2 saya juga dulu begitu)…karena kita masih senang di perusahaan yang lama.
Paling tidak menyemangati diri sendiri..”ehh ternyata harga kompetensi saya sekian”….dan ini membuat semangat untuk menambah ketrampilan lain.

Ada juga yang perlu dilatih…setiap kali harus mereview kembali CV kita, dan intip CV teman lain…agar kita punya semangat untuk meningkatkan nilai CV kita….supaya tetap kompetitif

Selamat mencoba kang Boyin

Yari NK
Guest

Saya tidak tahu persis berapa “harga pasaran” saya di pasaran. Sebab terkadang penilaiannya kurang obyektif, dan standardnya juga berbeda. Bagi mereka yang lebih “rendah” dari saya tentu akan menilai tinggi saya, namun bagi mereka yang jauh lebih tinggi dari saya dan juga bagi mereka yang sirik tentu akan memandang saya “rendah” atau bagi yang sirik minimal pura2 “merendahkan” saya. Harga pasaran juga sepertinya tergantung dari pos yang akan kita duduki juga, kalo posisinya terlalu rendah buat kita (mungkin karena kita putus asa setelah diputuskan kontraknya terus nggak dapat2 pekerjaan, jadi apa bolah buat hehehe…) bisa jadi kita dinilai ketinggian… Walau… Read more »

bundadontworry
Guest

karena saya pensiunan, malah gak pernah memasarkan diri lagi ,Boy 🙂
salam

Alris
Guest

Saya beberapa kali memasarkan diri tapi ditawar dibawah standar, hiks. Emang kalau kita yang menjemput bola harga bola jadi mahal alias kalau kita yang nyari kerja dihargai murah… sedihnya dunia para ‘kontraktor’ seperti saya.

resep masakan
Guest

Mas Alris: itulah susahnya mencari kerja di negeri ini. mau jual mahal, malah gak laku mas. Jemput bola model begitu, ditawar murah, karena dianggep kita yang lebih butuh..susye ya?