Monthly Archives: August 2010

Perlunya pelindungan tenaga kerja untuk umur 40 tahun ke atas?

Seorang teman lama¬† mengirim pesan pendek di email saya minggu kemarin. “Pak ada lowongan nggak disana? udah abis nih kontrakku.” wah, kejadian deh..dan ini kejadiannya di indo bukan kapasitasnya sebagai expat.

Seperti yang sudah baru baru saya bahas mengenai jenis jenis karyawan di sini, sebagai teman saya masih belum terima bagaimana perusahaan memperlakukan seorang karyawan lokal seperti ini, apalagi teman saya itu tak lagi muda dan mempunyai anak yang terbilang bukan anak anak lagi.

Saya termasuk ngenes juga dengernya apalagi yang menjalani yah, dia juga menceritakan bahwa anaknya pas perlu perlunya uang untuk biaya masuk PT. Negara kita ini bukannya makin baik sistemnya malah makin buruk sistem tenaga kerjanya, harusnya kayak dulu lah, kalo memang tidak diperlukan lagi bisa dipindahkan ke departemen lain, bukan langsung dipotong nafkah hidupnya gitu sehingga minimal yang tergeser mikir untuk pindah cari kerjaan tempat lain agar tak selalu di cap ” non performance staff “. Dengan cara itu minimal para pekerja itu diberi kesempatan dan uang gaji masih tetap konstan.

Dengan situasi kayak gini berarti udah gak ada bedanya dengan kerja di luar negeri apalagi menurut teman saya ini gaya gayanya juga sama, seharusnya 3 bulan sebelumnya kalo gak diperpanjang pihak HRD harus memberitahu dulu sebelumnya, ini malah cuma 1 bulan, wah wah bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan baru secepat itu. Hal ini juga diperparah dengan banyaknya iklan lowongan pekerjaan yang membatasi usia, seperti contohnya nih, dicari manager anu usia antara 27 -35, la kalo udah gini yang umur diatas itu gak ada kesempatan donk, apa memangnya kalo sudah diatas 35 kita kudu siap siap buka warteg atau jualan pulsa elektrik karena udah gak laku lagi?

Walau tidak harus dideklarasikan secara formal, setidaknya ada upaya yang lebih manusiawi untuk memperlakukan karyawan terutama yang laki laki karena biasanya mereka adalah kepala keluarga dan sebagai tulang pungung keluarga, kepada perusahaan juga diminta fleksibilitasnya dalam pengambilan keputusan pemutusan kontrak karena dampak yang terjadi cukup signifikan jika aliran dana terhenti begitu saja. walaupun sekarang ini banyak sekali suami dan istri bekerja tapi masih ada juga yang hanya suami yang bekerja dan istri membantu seadanya di rumah seperti membuka warung kecil kecilan, dan usaha kecil lainnya.

Duh kalo kayak gini ceritanya, kapan saya balik ke tanah air nih..?

Benci dokter sekarang cinta

Sejak beberapa tahun yang lalu, karena beberapa peristiwa yang terjadi terhadap teman, saudara atau pada diri sendiri membuat saya mempunyai persepsi yang tidak baik terhadap profesi dokter. Terlalu panjang rasanya kalau saya harus ceritakan ulah apa yang dokter dokter tersebut lakukan, intinya saya punya pandangan berhubung biaya menjadi dokter itu mahal, seolah olah mereka memperlakukan seorang pasien itu murni sebagai sebuah bisnis yang dimana biaya investasi mereka mulai dari sekolah sampai peralatan praktek mereka kudu balik modal cepat.

Read more »

Fenomena Nikah telat

mariageFenomena ini sepertinya hanya berlaku untuk orang orang yang seumuran saya saja dimana tanpa terasa waktu begitu cepat berlalu. Rasanya baru tahun kemarin lulus kuliah, eh gak taunya malah sudah punya anak dua..heee.

Entah kenapa, bagi pembaca yang mengikuti terus cerita di blog ini pasti tau akan latar belakang pendidikan saya di bidang pariwisata. Sekolah perhotelan umumnya tidak membutuhkan waktu lama untuk lulusnya, karena sekolah ini memang lebih menitik beratkan ke masalah ketrampilan atau skill, walaupun dari segi manajemennya juga di ajarkan. Tak heran banyak dijumpai pada usia 20 – 21 kami sudah merasakan dunia kerja dan menghasilkan rupiah atau dollar dari sana.

Read more »